majoo kembali menyelenggarakan program edukasi Kelas majoo secara online pada Kamis (15/1), dengan mengangkat tema “Strategi Rapikan Operasional Bisnis dengan WhatsApp Terintegrasi”. Kelas ini dirancang untuk membantu pelaku usaha memahami pemanfaatan WhatsApp sebagai sarana pemantauan operasional dan laporan bisnis yang lebih rapi dan terkontrol.
Dalam keseharian bisnis, WhatsApp kerap menjadi kanal utama komunikasi dengan pelanggan. Namun, tanpa pengelolaan yang terstruktur, informasi penting seperti notifikasi transaksi, pembaruan operasional, hingga laporan bisnis sering kali tercecer dan sulit dipantau. Kondisi ini membuat pemilik usaha kesulitan mendapatkan gambaran bisnis secara menyeluruh dan real-time.
Melalui Kelas majoo, peserta diajak memahami bagaimana WhatsApp Terintegrasi dapat dimanfaatkan sebagai kanal terpusat untuk menerima notifikasi pelanggan, notifikasi operasional, hingga laporan bisnis yang terhubung langsung dengan sistem majoo. Dengan pendekatan ini, pelaku usaha dapat memantau kondisi bisnis tanpa harus membuka banyak aplikasi atau melakukan pengecekan manual.
Materi kelas dibawakan oleh Zaid Nashih, Sales Trainer majoo yang membagikan praktik terbaik dalam memanfaatkan WhatsApp Terintegrasi sebagai alat bantu kontrol bisnis. Dalam pemaparannya, Zaid menjelaskan bahwa WhatsApp dapat berperan sebagai “ringkasan laporan cepat” bagi pemilik usaha yang aktif di lapangan.
“Banyak pelaku usaha tidak punya waktu untuk membuka laporan satu per satu. Dengan WhatsApp Terintegrasi, notifikasi operasional dan laporan bisnis bisa langsung diterima, sehingga pemilik usaha tetap tahu kondisi bisnisnya kapan saja,” jelas Zaid Nashih.
Zaid juga menekankan bahwa integrasi notifikasi pelanggan membantu pelaku usaha memastikan setiap transaksi tercatat dengan baik. Sementara itu, notifikasi operasional dan laporan bisnis memungkinkan pemilik usaha memantau performa usaha secara berkala, mulai dari aktivitas penjualan hingga kondisi operasional harian.
“Pelaku usaha membutuhkan visibilitas bisnis yang jelas. WhatsApp Terintegrasi membantu mereka menerima notifikasi dan laporan bisnis secara real-time, sehingga pengambilan keputusan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujar Adi Wahyu Rahadi.
Menurut Zaid, pemanfaatan WhatsApp sebagai kanal laporan bisnis memberikan kemudahan bagi pelaku usaha yang tidak selalu berada di depan sistem. Dengan informasi yang tersampaikan secara otomatis, pemilik bisnis dapat menjaga kontrol operasional tanpa harus terlibat langsung setiap saat.
“Teknologi seharusnya memudahkan pelaku usaha dalam menjalankan bisnis sehari-hari. Melalui Kelas majoo, kami ingin memastikan solusi yang kami hadirkan benar-benar relevan dan dapat dimanfaatkan secara optimal,” tambahnya.
Kelas majoo ini juga memberikan contoh penerapan WhatsApp Terintegrasi pada berbagai jenis usaha, mulai dari kuliner, ritel, hingga jasa. Pendekatan ini membantu peserta memahami bahwa laporan bisnis dan notifikasi operasional dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan skala usaha masing-masing.
Salah satu peserta Kelas majoo, Rina, pelaku usaha kuliner di Jakarta, mengaku mendapatkan sudut pandang baru dalam mengelola bisnisnya. “Selama ini saya pakai WhatsApp hanya untuk chat pelanggan. Dari kelas ini, saya jadi tahu kalau WhatsApp bisa dipakai untuk terima laporan dan notifikasi operasional, jadi lebih rapi dan nggak ada yang terlewat,” ujarnya.
Peserta lainnya, Andi, pemilik usaha ritel, juga merasakan manfaat dari materi yang disampaikan. “Penjelasannya praktis dan mudah dipahami. Notifikasi laporan lewat WhatsApp ini membantu saya tetap memantau bisnis meski tidak selalu di toko,” ungkap Andi.
Melalui Kelas ini, majoo berharap pelaku UMKM semakin memahami pentingnya pengelolaan operasional dan laporan bisnis yang terintegrasi. Dengan edukasi yang aplikatif dan solusi yang relevan, majoo terus berkomitmen mendampingi pelaku usaha untuk menjalankan bisnis yang lebih rapi, efisien, dan berkelanjutan.
Apapun bisnismu bisa majoo!