Tahun baru selalu menjadi momentum refleksi sekaligus harapan baru bagi pelaku usaha di seluruh Indonesia. Mengawali tahun 2026, majoo Indonesia, perusahaan penyedia aplikasi manajemen bisnis untuk UMKM, menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru kepada seluruh pelaku UMKM yang telah menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Di tengah berbagai tantangan sepanjang tahun sebelumnya, UMKM Indonesia dinilai berhasil menunjukkan ketangguhan, kreativitas, dan semangat adaptasi yang luar biasa.
Sepanjang 2025, UMKM di Indonesia menghadapi beragam dinamika, mulai dari perubahan perilaku konsumen, peningkatan persaingan, hingga tuntutan digitalisasi yang semakin kuat. Namun di balik tantangan tersebut, banyak UMKM justru berhasil mencatatkan pertumbuhan positif dengan memanfaatkan teknologi untuk mengelola operasional, meningkatkan efisiensi, serta memperluas jangkauan pasar. majoo hadir sebagai mitra strategis bagi UMKM dalam proses transformasi ini melalui solusi digital yang mudah digunakan dan relevan dengan kebutuhan usaha lokal.
Sebagai aplikasi manajemen bisnis all-in-one, majoo membantu UMKM dalam mengelola penjualan, inventori, laporan keuangan, hingga pengelolaan pelanggan secara terintegrasi. Pendekatan ini memungkinkan pelaku usaha untuk lebih fokus pada pengembangan bisnis, pengambilan keputusan berbasis data, serta peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan. Memasuki tahun 2026, majoo berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang mendukung UMKM agar dapat naik kelas dan berkelanjutan.
Founder & CEO majoo, Adi Wahyu Rahadi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh UMKM di Indonesia atas perjuangan dan pencapaian mereka.
“Tahun 2025 menjadi bukti bahwa UMKM Indonesia memiliki daya juang yang luar biasa. Di tengah berbagai tantangan, para pelaku UMKM tetap mampu beradaptasi, berinovasi, dan tumbuh. Memasuki Tahun Baru 2026, majoo ingin mengajak seluruh UMKM untuk melangkah lebih maju dengan memanfaatkan teknologi sebagai fondasi utama dalam membangun bisnis yang sehat, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Adi Wahyu Rahadi.
Adi menambahkan bahwa majoo tidak hanya berfokus pada penyediaan teknologi, tetapi juga pada pendampingan dan edukasi bagi UMKM. Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar penggunaan aplikasi, melainkan proses jangka panjang yang membutuhkan pemahaman, konsistensi, dan strategi yang tepat. Oleh karena itu, majoo secara berkelanjutan menghadirkan berbagai program edukasi, konten bisnis, serta dukungan komunitas untuk membantu UMKM berkembang.
Di tahun 2026, majoo menargetkan perluasan ekosistem layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan UMKM lintas sektor, mulai dari kuliner, ritel, jasa, hingga bisnis berbasis hobi dan komunitas. Dengan memanfaatkan data dan teknologi, majoo optimistis dapat membantu UMKM meningkatkan efisiensi operasional, memahami perilaku pelanggan, serta membuka peluang pertumbuhan baru.
Selain itu, majoo juga melihat kolaborasi sebagai kunci penting dalam memperkuat UMKM Indonesia. Sinergi antara pelaku usaha, penyedia teknologi, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat menciptakan ekosistem bisnis yang lebih inklusif dan berdaya saing. Melalui kolaborasi tersebut, UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.
Menutup pernyataannya, Adi Wahyu Rahadi menyampaikan harapan besar untuk UMKM Indonesia di tahun 2026.
“Kami percaya bahwa UMKM adalah penggerak utama ekonomi Indonesia. Bersama majoo, kami ingin menjadi bagian dari perjalanan UMKM dalam mewujudkan mimpi, memperkuat bisnis, dan menciptakan dampak positif yang lebih luas. Selamat Tahun Baru 2026 untuk seluruh UMKM Indonesia. Mari melangkah lebih maju, tumbuh bersama, dan menciptakan masa depan bisnis yang lebih cerah,” tutup Adi.
Dengan semangat baru di tahun 2026, majoo Indonesia menegaskan posisinya sebagai mitra pertumbuhan UMKM, siap mendukung pelaku usaha dalam menghadapi tantangan dan meraih peluang di era digital yang terus berkembang.
Apapun bisnismu bisa majoo!