Puasa 2026: majoo Dorong Pelaku F&B Maksimalkan Peluang Cuan di Bulan Ramadan
Bulan Ramadan 2026 diprediksi kembali menjadi momentum puncak konsumsi masyarakat, khususnya di sektor F&B
majoo memberikan solusi lewat fitur majoo KDS (Kitchen Display System) untuk membantu bisnis F&B mengelola pesanan secara otomatis dan real-time
Digitalisasi dapur menjadi kunci agar pelaku usaha dapat meningkatkan omzet tanpa mengorbankan kualitas layanan
majoo berkomitmen mendampingi UMKM F&B agar lebih siap, efisien, dan cuan selama Ramadan
Memasuki bulan puasa 2026, pelaku usaha makanan dan minuman (Food & Beverage/F&B) kembali dihadapkan pada peluang besar sekaligus tantangan operasional. Ramadan secara konsisten menjadi periode dengan lonjakan konsumsi signifikan, terutama menjelang waktu berbuka puasa dan sahur. Perubahan pola belanja dan meningkatnya permintaan membuat bisnis F&B perlu beradaptasi lebih cepat agar dapat memaksimalkan potensi cuan tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Melihat kondisi tersebut, majoo Indonesia, penyedia solusi digital untuk bisnis, mendorong pelaku F&B untuk memanfaatkan teknologi sebagai strategi utama menghadapi Ramadan 2026. Salah satu solusi unggulan yang ditawarkan adalah majoo KDS (Kitchen Display System), sistem automasi dapur yang dirancang untuk membantu pengelolaan pesanan menjadi lebih cepat, akurat, dan terorganisir.
Selama bulan puasa, antrean panjang, pesanan menumpuk, serta risiko miskomunikasi antara kasir dan dapur kerap menjadi masalah klasik. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menurunkan kepuasan pelanggan dan berujung pada hilangnya potensi pendapatan. majoo KDS hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut dengan menampilkan pesanan secara real-time langsung di layar dapur, sehingga staf dapat memproses order berdasarkan urutan dan prioritas dengan lebih efisien.
Dengan majoo KDS, setiap pesanan yang masuk dari kasir akan otomatis terintegrasi ke dapur tanpa perlu pencatatan manual. Sistem ini membantu mengurangi kesalahan pesanan, mempercepat waktu penyajian, serta menjaga konsistensi kualitas makanan, terutama saat jam sibuk berbuka puasa. Bagi bisnis F&B yang memiliki volume transaksi tinggi selama Ramadan, automasi dapur menjadi faktor krusial untuk menjaga kelancaran operasional.
Founder & CEO majoo Indonesia, Adi Wahyu Rahadi, menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya soal peningkatan penjualan, tetapi juga kesiapan sistem bisnis dalam mengelola lonjakan permintaan.
“Ramadan selalu menjadi momentum emas bagi pelaku F&B. Namun, peluang ini hanya bisa dimaksimalkan jika bisnis memiliki sistem yang siap menghadapi lonjakan pesanan. Melalui majoo KDS, kami ingin membantu pelaku usaha mengelola dapur secara lebih rapi, cepat, dan efisien, sehingga mereka bisa fokus meningkatkan omzet dan memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan,” ujar Adi Wahyu Rahadi.
Ia menambahkan bahwa digitalisasi operasional dapur bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan, terutama bagi UMKM F&B yang ingin naik kelas. Dengan sistem yang terintegrasi, pelaku usaha dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya operasional, sekaligus meminimalkan potensi kesalahan yang sering terjadi saat proses manual.
Selain membantu mempercepat alur kerja dapur, majoo KDS juga memberikan visibilitas yang lebih baik bagi pemilik usaha. Data pesanan yang tercatat secara digital memungkinkan pelaku F&B untuk menganalisis jam sibuk, menu terlaris, hingga performa operasional selama Ramadan. Insight ini dapat dimanfaatkan untuk menyusun strategi promo, mengatur stok bahan baku, serta mengoptimalkan tenaga kerja agar lebih efisien.
Pada Ramadan 2026, tren pemesanan makanan diperkirakan semakin mengarah pada kecepatan layanan dan konsistensi kualitas, baik untuk dine-in, takeaway, maupun pesanan online. Konsumen tidak hanya mencari menu yang lezat, tetapi juga pengalaman yang cepat dan praktis. Oleh karena itu, penggunaan sistem seperti majoo KDS menjadi langkah strategis untuk memenangkan persaingan di tengah tingginya ekspektasi pelanggan.
majoo memahami bahwa setiap bisnis F&B memiliki skala dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, majoo KDS dirancang agar mudah digunakan dan terintegrasi dengan ekosistem aplikasi majoo lainnya, mulai dari kasir, manajemen stok, hingga laporan penjualan. Pendekatan ini memungkinkan pelaku usaha untuk mengelola bisnis secara menyeluruh dalam satu platform.
“Harapan kami, di Ramadan 2026 ini semakin banyak pelaku F&B yang bisa merasakan langsung manfaat digitalisasi. Dengan sistem yang tepat, lonjakan pesanan justru bisa menjadi peluang cuan yang berkelanjutan, bukan sumber masalah operasional,” tutup Adi Wahyu Rahadi.
Melalui dukungan teknologi seperti majoo KDS, majoo Indonesia terus berkomitmen menjadi mitra pertumbuhan bagi pelaku usaha F&B di Indonesia. Ramadan bukan hanya momen ibadah, tetapi juga kesempatan strategis bagi bisnis untuk berkembang lebih sehat, efisien, dan siap bersaing di era digital.
Apapun bisnismu bisa majoo!
Pustaka majoo
Isi Form dibawah ini untuk download pustaka
Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu
Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
Penawaran Spesial
Diskon Hingga 50% untuk Semua Paket majoo!
Kamu bisa nikmati semua fitur unggulan majoo dengan harga lebih murah.