Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Fitur
    • Memahami Pengertian Pendapatan serta Berbagai Sumbernya

    Memahami Pengertian Pendapatan serta Berbagai Sumbernya

    Setiap entitas bisnis tentu bertujuan ingin memperoleh pendapatan.

    Setiap bisnis tentu memiliki visi dan misi yang beragam, tetapi masing-masing pasti bertujuan memperoleh keuntungan secara ekonomi. Jika tidak, bentuk organisasi yang dibentuk sudah pasti bukanlah perusahaan komersial.

    Berbicara tentang keuntungan, kita tidak bisa lepas dari mendiskusikan pendapatan. Sebelum menggali lebih jauh tentang sumber pendapatan bisnis atau aliran  pendapatan, sebaiknya kita menilik terkait pengertian pendapatan terlebih dahulu.

    Mengenal Pendapatan Dalam Bisnis

    Kamu pasti sudah tidak asing dengan istilah pendapatan dalam bisnis. Namun, dari sekian banyak dana yang berputar dalam suatu organisasi bisnis, manakah yang sebetulnya disebut pendapatan?

    Jadi, pendapatan adalah merupakan jumlah total uang yang diperoleh bisnis dari hasil penjualan produk atau jasa. Nah, pendapatan ini dikenal juga dengan gross sales atau top-line revenue.

    Dengan kata lain, nominal yang didapatkan oleh bisnis sebelum dikurangi dengan berbagai biaya atau expenses. Dalam menentukan kekuatan finansial perusahaan, poin ini sama pentingnya dengan pendapatan bersih.

    Akan tetapi, perlu dipahami bahwa pendapatan hanya indikasi dari efektivitas bisnis dalam menciptakan penjualan. Artinya, kamu tidak bisa menjadikan nominal pendapatan sebagai tolak ukur efisiensi operasional.

    Memahami Lebih Dalam Mengenai Pendapatan Bersih

    Seperti yang telah dibahas sebelumnya, saat berbicara tentang pendapatan dalam bisnis umumnya yang dimaksud adalah gross sales yaitu penjualan atau pendapatan kotor.

    Berdasarkan istilah tersebut, sudah pasti ada poin penting lain dalam keuangan suatu bisnis yakni pendapatan bersih. Secara sederhana, pendapatan bersih adalah jumlah total keuntungan yang berhasil diperoleh bisnis.

    Pendapatan bersih dihitung dengan mengurangi pendapatan dengan biaya-biaya, seperti bunga utang, pajak, dan biaya lainnya. Angka inilah yang akan menunjukkan seberapa efisien perusahaan mengelola biaya operasional.

    Menurut tata bahasa, keduanya memang disebut pendapatan. Namun, dalam konteks finansial pendapatan merujuk kepada pendapatan kotor, sedangkan pendapatan bersih lebih lazim disebut sebagai profit. 

    Karena itu, pendapatan bersih umumnya muncul dalam laporan rugi laba suatu perusahaan.

    Pendapatan vs Profit, Begini Perbandingannya

    Mari kita ambil contoh perusahaan teknologi raksasa yaitu Apple. Pada 2019, Apple melaporkan top-line revenue yang diperoleh sebesar $260 miliar  Angka pendapatan perusahaan terlihat mengalami penurunan 2% dari tahun ke tahun.

    Sementara itu, Apple juga melaporkan bahwa perolehan pendapatan bersih mencapai angka $55,3 miliar untuk periode yang sama. Dalam hal ini, terjadi penurunan sekitar 7% dari tahun ke tahun.

    Dari angka-angka tersebut, kita bisa melihat pendapatan bersih jumlahnya lebih kecil dari nominal pendapatan. Hal tersebut sangat wajar karena pendapatan bersih baru diperoleh dari total pendapatan dikurangi dengan berbagai biaya.

    Supaya lebih mudah dibedakan, pendapatan bersih kadang disebut juga laba bersih. Contoh di atas menunjukkan betapa berbedanya angka pendapatan dengan laba bersih suatu perusahaan.

    Pertumbuhan atau growth pada masing-masing poin dapat dicapai dengan berbagai cara. Misalnya, Apple mungkin mengalami kenaikan pendapatan karena peluncuran produk baru, layanan baru, ataupun kampanye yang berhasil mendongkrak penjualan.

    Di saat yang sama, laba bersih bisa meningkat seiring dengan peningkatan pendapatan. Akan tetapi, kamu juga dapat meningkatkan laba bersih dengan memotong biaya atau menemukan pemasok yang menawarkan harga lebih kompetitif.

    Ragam Sumber Pendapatan Bagi Bisnis

    Setelah membahas pengertian pendapatan, tentu pembahasan yang tidak kalah penting adalah tentang sumber pendapatan. Dalam kata lain, hal-hal apa saja yang dapat mengalirkan pemasukan bagi bisnis?

    Pendapatan yang diperoleh bisnis dapat diklasifikasikan ke dalam pendapatan operasional dan pendapatan non-operasional. Pendapatan operasional merupakan pendapatan yang didapatkan dari operasional bisnis inti.

    Penjualan produk atau jasa adalah contoh pendapatan operasional. Selain itu, bisnis juga mungkin memperoleh pendapatan dari aktivitas bisnis lainnya. Sebagai contoh, pendapatan yang didapatkan dari bunga atau dividen. 

    Artinya, kita tahu ada beragam akun pendapatan yang digunakan oleh bisnis dalam berbagai sektor industri. Meskipun begitu, secara umum kita dapat mengelompokkannya ke dalam empat jenis.

    1. Pendapatan dari hasil penjualan produk atau jasa

    Menjual produk atau jasa merupakan sumber pendapatan bagi kebanyakan bisnis. Meskipun begitu, model bisnis yang dijalankan untuk memperoleh pendapatan tersebut tetap beragam.

    Ada jenis pendapatan yang diperoleh dari penjualan produk dalam satu kali pembayaran. Model pendapatan seperti ini biasanya disebut transaction-based revenue.

    Bisnis juga dapat memperoleh pendapatan dari menyediakan jasa dan harga yang dibebankan kepada konsumen dihitung per jam. Sebagai contoh, jasa konsultasi atau jasa perawatan badan. Layanan selama 60 menit dihargai berbeda dengan 90 menit.

    Kedua skema di atas tampaknya cukup familier dan banyak dilakukan oleh pemilik usaha. Namun, masih ada pilihan skema lain untuk menghasilkan pendapatan seperti project revenue dan recurring revenue.

    Sesuai namanya, project revenue didapatkan oleh bisnis melalui satu kali proyek. Baik proyek yang dilaksanakan atas permintaan klien lama maupun untuk klien baru.

    Selanjutnya, salah satu skema yang cukup populer belakangan ini adalah recurring revenue. Artinya, bisnis menerima penghasilan dari pembayaran berkelanjutan atas layanan berkelanjutan. 

    Biasanya, bisnis memilih model recurring revenue karena karakteristiknya yang lebih mudah diprediksi. Selain itu, skema ini juga memberikan jaminan sumber pendapatan bagi bisnis.

    Mungkin kamu sudah akrab dengan konsep subscription, salah satu contoh recurring revenue. Contohnya, kamu perlu membayarkan biaya rutin setiap bulan agar bisa terus menikmati layanan dari Netflix.

    Contoh lainnya, recurring revenue bisa didapatkan dengan memberikan lisensi konten kepada pihak ketiga. Nantinya, pihak ketiga perlu membayar setiap bulan bila ingin terus memiliki hak atas konten tersebut.

    Prinsip yang sama juga berlaku untuk slot iklan dalam bentuk baliho. Pihak pemasang iklan harus membayar biaya berkelanjutan selama baliho ditampilkan.

    1. Pendapatan bunga

    Umumnya, pendapatan bunga bukanlah sumber pendapatan utama bisnis, tetapi beberapa bisnis memiliki skema pendapatan yang satu ini. Secara sederhana, pendapatan bunga merupakan jumlah yang dibayarkan kepada suatu entitas atas dana yang dipinjamkan kepada pihak lain. 

    Dalam skala besar, pendapatan bunga biasanya didapatkan dari dana yang ditempatkan dalam investasi atau proyek. Perhitungan sederhananya, mengalikan jumlah pokok dengan tingkat bunga yang berlaku, tentu sambil mempertimbangkan jumlah bulan atau tahun dana tersebut dipinjamkan.

    Contoh yang sangat dekat dengan keseharian kita adalah deposito. Misalnya, uang kas bisnis milikmu disimpan di akun deposito. Dana tersebut dibiarkan dalam akun deposito selama beberapa tahun sebagai cadangan situasi darurat.

    Selama masa deposito, dana tersebut tidak benar-benar disimpan dalam akun tabungan deposito. Namun, bank akan mengelola dana tersebut atau meminjamkannya kepada nasabah lain. 

    Nah, nasabah atau debitur berkewajiban mengembalikan pokok pinjaman beserta sejumlah bunga kepada bank. Sementara itu, bank juga memberikan bunga kepada kamu atau dalam hal ini perusahaan selaku pemilik dana. Inilah yang disebut dengan pendapatan bunga.

    1. Pendapatan dari hasil menyewakan

    Sesuai dengan judul yang tertera, berikutnya bisnis bisa memperoleh pendapatan dari hasil menyewakan sesuatu. Apa yang disewakan? Bisa ruangan ataupun peralatan.

    Misalnya, kamu menyewa bangunan untuk kantor. Dari seluruh ruangan yang tersedia dalam bangungan tersebut, apakah kamu membutuhkan semuanya? Jika tidak, lebih baik sewakan sebagian ruangan.

    Dengan begitu, bisnis dapat memperoleh pendapatan tambahan dari hasil menyewakan ruangan. Pasalnya, kadang suatu bisnis hanya membutuhkan sedikit ruang atau cubicle. 

    Tidak sedikit juga yang memiliki ruangan tidak terpakai di kantornya. Daripada dibiarkan tidak terpakai, lebih baik disewakan kepada bisnis lain yang mungkin membutuhkan.

    Prinsip serupa juga dapat diterapkan pada ruang yang tidak terpakai di gudang atau garasi. Perlu diketahui, ruang penyimpanan atau gudang kini bisa menjadi penghasil income yang layak banyak bisnis.

    1. Pendapatan dividen

    Seperti yang telah diketahui, dividen merupakan keuntungan yang dibagikan kepada sejumlah pemegang saham. Karena itu, pendapatan dividen bisa didapatkan jika bisnis memiliki saham di perusahaan lain.

    Sudah bukan rahasia lagi bahwa perusahaan bisa memperoleh dana atau suntikan model salah satunya dari ekuitas. Dana tersebut diperoleh bila perusahaan yang bersangkutan menerbitkan saham.

    Sekarang cukup banyak orang sudah familier dengan saham yaitu unit nilai bagi seseorang atau organisasi bisnis yang mempunyai kepemilikan di perusahaan penerbit saham tersebut.

    Individu atau organisasi bisnis yang membeli saham tentu menjadi pemegang saham. Para pemegang saham ini dianggap sebagai jajaran pemilik perusahaan.

    Pada akhir periode keuangan tahunan, keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan akan dihitung. Kemudian, keuntungan tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham, termasuk bisnis milikmu bila mempunyai saham di perusahaan yang bersangkutan.

    Sejumlah uang yang diterima oleh bisnis dari hasil keuntungan perusahaan tersebut yang dinamakan pendapatan dividen. 

     

    Selain memastikan pendapatan, pastikan bisnis juga memperoleh profit yang signifikan.

     

    Pentingnya pendapatan

    Setiap pemilik usaha pasti mendirikan bisnis dengan tujuan akhir mendatangkan keuntungan. Sesuai dengan pengertian pendapatan yang telah dibahas sebelumnya, profit baru bisa diperoleh jika bisnis memiliki pendapatan.

    Sebab itu, mempunyai sumber pendapatan sangat krusial bagi bisnis. Mari kita bahas satu per satu betapa pentingnya pendapatan bagi suatu bisnis!

     

    1. Key Performance Indicator (KPI) Bagi Setiap Bisnis

    Menganalisis kinerja organisasi bisnis dari sisi keuangan selalu menjadi proses penting. Sehubungan dengan itu, seorang analis keuangan harus mampu mengidentifikasi sumber-sumber pendapatan suatu bisnis.

    Perlu dimengerti bahwa angka pendapatan yang tercantum dalam laporan keuangan biasanya menggambarkan nominal produk atau jasa terjual. Terlepas dari apakah uang pembayaran sudah diterima atau belum pada waktu tersebut.

    Sementara itu, key performance indicator tentu menargetkan angka nyata cash yang diterima oleh bisnis dalam periode tertentu. Karena itu, bisnis perlu selalu mengoptimalkan pendapatan yang mungkin diperoleh.

     

    1. Menentukan Performa Suatu Bisnis

    Sebelumnya, kita telah membahas berbagai skema atau model sumber pendapatan yang dapat diterapkan oleh bisnis. Di antara berbagai model tersebut, recurring revenue terbilang model yang cukup stabil.

    Dengan model yang satu ini, cash flow bisnis cenderung lebih mudah diprediksi. Selain itu, bisnis pun cenderung memiliki basis konsumen yang lebih konsisten.

    Sebaliknya, transaction-based revenue cenderung lebih fluktuatif dengan kebutuhan konsumen yang kadang sulit diprediksi. Di samping itu, penjualan produk atau jasa juga sangat dipengaruhi oleh musim tertentu.

     

    Misalnya, penjualan produk kurma cenderung meningkat pesan di bulan Ramadhan. Namun, pada hari-hari biasa peminatnya tidak begitu banyak.

    Di sisi lain, project revenue termasuk jenis pendapatan yang cukup berisiko dan tidak stabil. Pasalnya, pendapatan yang satu ini sangat bergantung pada hubungan baik dengan klien.

    Sebab itu, bisnis perlu menginvestasikan sejumlah waktu untuk mengelola relasi dengan klien jika sumber penghasilan bagi bisnis milikmu adalah project revenue.

    Lalu, mengapa kamu perlu memahami hal tersebut? Dengan memahami sumber pendapatan, kamu dapat melihat pola pendapatan yang masuk. Dengan begitu, kamu bisa segera menyadari apabila ada tren yang tidak biasa dari pendapatan bisnismu.

    Dengan mengetahui kejanggalan terkait pemasukan bisnis, tentu kamu bisa segera mencari tahu penyebabnya. Melalui analisis ini, performa bisnis pun dapat selalu terjaga. 

     

    1. Berpengaruh pada model forecast

    Sumber dan model pendapatan yang diterapkan suatu bisnis akan menentukan forecast pemasukan dari bisnis tersebut. Jadi, berbeda skema menghasilkan pendapatan, berbeda pula forecast yang disusun.

    Misalnya, bila bisnis menerapkan skema recurring revenue, forecast akan menunjukkan struktur yang seragam dan pola yang mirip. Hal tersebut terjadi karena karakter recurring revenue yang cenderung dapat diprediksi.

    Namun, lain halnya dengan forecast untuk skema pendapatan proyek. Tim keuangan perlu melacak peluang dari proyek terbaru serta terus melakukan penyesuaian forecast.

    Mengingat sifat pendapatan proyek yang tidak menentu maka forecast mungkin akan tampak berbeda setiap bulannya. Jadi, sumber dan cara menghasilkan pendapatan sangat berpengaruh kepada forecast

    Strategi untuk Meningkatkan Profit

    Sebelumnya, kita telah membahas tentang pengertian pendapatan. Kita juga sudah menilik perbedaan antara pendapatan dan pendapatan bersih atau profit. Tentunya, kita sudah mengetahui bahwa memperoleh pendapatan besar bukan berarti mendapatkan keuntungan besar.

    Karena itu, selain berupaya meningkatkan penjualan, pemilik usaha juga perlu memikirkan cara untuk memperoleh profit yang lebih besar. Artinya, kamu juga perlu berpikir tentang menurunkan biaya-biaya yang dibutuh untuk menjalankan bisnis.

    Bagi kamu pemilik usaha yang sedang mencari cara untuk meningkatkan profit, strategi di bawah ini dapat menjadi solusi.

    1. Hilangkan produk atau jasa yang tidak menguntungkan

    Dalam menjalankan bisnis, kadang kita menjumpai produk atau jasa yang diminati konsumen, tetapi sebetulnya kurang menguntungkan bagi bisnis. Jika kamu ingin meningkatkan profit, amati adakah jenis produk atau jasa seperti itu dalam bisnis?

    Produk atau jasa dengan margin laba kotor paling tinggi merupakan yang paling penting. Dengan selisih yang tinggi berarti bisnis akan memperoleh keuntungan lebih besar setelah pendapatan dipotong oleh biaya operasional.

    Setelah berhasil mengidentifikasi, idealnya kamu fokus pada produk atau jasa tersebut. Sementara itu, produk atau jasa yang kurang menguntungkan bisa kamu hapus atau dilakukan perbaikan agar lebih menguntungkan.

    1. Dapatkan konsumen baru

    Konsumen baru dapat membantu bisnis bertumbuh dan lebih maju. Memang perlu diakui, kadang dibutuhkan investasi yang cukup besar untuk menarik konsumen baru dan mendatangkan pendapatan lebih banyak.

    Rata-rata suatu bisnis perlu investasi delapan kali lebih banyak untuk mendatangkan konsumen baru dibandingkan untuk mengelola pelanggan tetap. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menarik konsumen baru adalah referral code.

    Kamu memberikan insentif kepada para pelanggan yang referral code-nya dipakai oleh konsumen baru. Secara tidak langsung, kamu sedang menjalankan strategi pemasaran word of mouth.

    Seperti yang sudah diketahui, iklan produk yang sifatnya cerita dari mulut ke mulut merupakan salah satu metode pemasaran paling powerful.

    1. Tingkatkan konversi penjualan

    Menghasilkan prospek baru selalu menjadi bagian penting dalam pertumbuhan bisnis. Akan tetapi, apakah kamu tahu berapa persen dari prospek tersebut yang akhirnya konversi menjadi transaksi penjualan.

    Meningkatkan konversi penjualan merupakan cara efektif untuk menghasilkan keuntungan lebih besar. Kamu bisa meningkatkan konversi dengan memberikan proposisi yang jelas dan menarik bagi konsumen.

    Di samping itu, kamu juga dapat meningkatkan konversi penjualan dengan memberikan akses yang mudah bagi konsumen untuk bertransaksi. Dalam banyak kasus, konsumen kerap batal bertransaksi karena kesulitan mengakses produk atau jasa yang kamu tawarkan.

    Kamu juga perlu meningkatkan kepercayaan konsumen supaya konversi penjualan meningkat. Membagikan testimoni pelanggan bisa menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.

    1. Tinjau struktur harga

    Harga produk atau jasa yang kamu tetapkan juga bisa menjadi faktor kecilnya laba yang diperoleh. Karena itu, kamu perlu meninjau struktur harga dari produk atau jasa yang kamu jual.

    Menaikkan harga memang bukanlah keputusan mudah, tetapi kenaikan harga dapat berpengaruh signifikan terhadap profit. Dengan demikian, kamu perlu menetapkan harga yang tepat agar keuntungan yang diperoleh optimal.

    Berdasarkan pertimbangan tersebut, kamu perlu meninjau struktur harga secara rutin dan melakukan penyesuaian secara  berkala.

    1. Mengurangi direct cost

    Apabila kamu berhasil menekan direct cost secara keseluruhan, otomatis margin laba akan meningkat. Salah satu caranya dengan bernegosiasi atau mengajukan potongan harga lebih besar kepada pemasok.

    Kadang untuk memperoleh harga kompetitif kamu perlu mencari pemasok baru. Hal ini sah-sah saja selama kamu tidak kompromi dengan kualitas bahan baku.

    Cara lainnya, kurangi pembelian-pembelian yang tidak perlu. Untuk mengetahuinya, kamu tentu perlu meninjau keseluruhan pengeluaran bisnis dan menyoroti bagian-bagian di mana pengeluaran berlebih terjadi.

    1. Kurangi jumlah inventori

    Pengelolaan stok yang efektif merupakan cara jitu untuk menjadikan bisnis lebih efisien dan meningkatkan cash flow. Hindari adanya penumpukan stok produk atau bahan yang bersifat slow moving.

    Dengan berkurangnya dana yang terikat pada produk atau bahan slow moving, makin kecil pula bisnis kehilangan uang akibat produk kedaluwarsa atau rusak. Secara keseluruhan, tentu hal ini memangkas biaya.

    Selain itu, melakukan pembelian lebih sering membuatmu bisa membandingkan harga pasar saat itu. Bahkan, kamu bisa memanfaatkan diskon musiman atau clearance sale untuk memperoleh barang yang lebih murah.

    Maka dari itu, pastikan kamu memiliki pengelolaan inventori yang baik. Jika kamu dan tim masih kesulitan, penggunaan aplikasi POS dengan fitur inventori dapat menjadi jawaban.

    Kesimpulan

    Menilik pengertian pendapatan yang dipaparkan sebelumnya, bisnis mungkin memperoleh pendapatan besar, tetapi profit belum tentu sebanding. Karena itu, pemilik usaha perlu cermat dalam memilih sumber pendapatan bagi bisnis.

    Biar bagaimanapun pendapatan bersih adalah angka yang paling esensial bagi bisnis. Makin besar pendapatan bersih berarti makin menguntungkan bisnis yang kamu jalankan.

    Jika kamu sudah menentukan skema tertentu sebagai cara untuk menghasilkan pendapatan, tetapi profit belum optimal, cobalah tinjau kembali faktor-faktor yang berpengaruh terhadap profit. Misalnya, biaya operasional serta konversi penjualan.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    10 Karakter Wirausaha untuk Meraih Kesuksesan Bisnis
    Menjadi seorang wirausahawan membutuhkan karakter wirausaha yang kuat agar bisa menjalankan bisnis dengan lancar sampai bisa meraih kesuksesan besar.
    Macam-Macam E-Wallet, Definisi, Kelebihan, dan Kekurangannya
    E-Wallet adalah suatu layanan elektronik yang berfungsi sebagai tempat menampung dana dan instrumen pembayaran digital untuk memudahkan segala transaksi.
    Vendor adalah: Jenis-Jenis Vendor dan Fungsinya dalam Bisnis
    Apa itu vendor? Tentu banyak yang sudah bisa menjawab. Namun, ada berapa jenis vendor dan apa saja fungsinya di dalam bisnis? Nah, simak artikel berikut!
    Pre Order adalah: Pengertian, Sistem, hingga Keuntungannya
    Pre order adalah aktivitas jual beli antara customer dan seller, yang mana customer memesanan dan membayar produk di awal, dengan estimasi waktu tertentu.