Video Marketing: Solusi Kegiatan Pemasaran Penuh Gaya

article thumbnail

Apakah benar, video marketing bisa jadi solusi alternatif kegiatan pemasaran bisnis?

Video marketing atau konten pemasaran yang dibuat dalam bentuk audio visual sebenarnya bisa menjadi solusi kegiatan pemasaran yang tak hanya dekat dengan perilaku berinternet pasar masa kini saja, tetapi juga bisa menjadi media yang tepat untuk membangun brand awareness maupun sekadar memberikan product knowledge agar pelanggan bisa lebih tertarik dengan produk atau jasa yang ditawarkan.

Tertarik untuk membuat video serupa? Eits, tak perlu terburu-buru, coba pahami dulu apa yang dimaksud dengan konten pemasaran audiovisual ini dan juga tujuan kegiatan pemasaran yang bisa dicapai dengannya. Daripada berlama-lama, langsung saja kita bahas, ya, siapa tahu dengan mengenal serba-serbi terkait pemasaran melalui video ini, setelahnya kamu jadi semakin tertarik untuk membuatkan video untuk bisnismu sendiri!

Video Marketing adalah Solusi Alternatif, Benarkah?

Benar, tidak, sih, anggapan bahwa video marketing adalah sebuah solusi alternatif untuk kegiatan pemasaran? Untuk pertanyaan yang satu ini, jawabannya sebenarnya bisa beragam, tergantung dari strategi pemasaran yang dipilih untuk dijalankan.

Di era yang sudah serba modern seperti sekarang, konten-konten audiovisual memang termasuk salah satu konten pemasaran yang paling digemari. Tanpa harus membaca banyak teks seperti yang biasa kita temukan pada konten pemasaran konvensional, audiens yang ditarget tetap dapat menikmati konten pemasaran hanya dengan menonton serta mendengar informasi pemasaran yang disampaikan.

Karena sifatnya yang demikian, beberapa pelaku usaha tak hanya menjadikan konten audiovisual ini sekadar sebatas konten alternatif untuk kegiatan pemasaran yang dilakukan, tetapi justru sebagai konten utama yang diunggulkan untuk menyampaikan beragam informasi terhadap pelanggan.

Tak mengherankan, sebenarnya, karena informasi apa pun memang bisa disampaikan dengan mudah secara audiovisual, sehingga media yang satu ini pun bisa menjadi pilihan yang tepat sebagai saluran utama dalam menyampaikan informasi pemasaran.

Pun demikian, tak sedikit pula pelaku usaha yang masih memilih untuk menggunakan konten pemasaran konvensional seperti teks, audio saja, atau visual saja. Untuk pelaku usaha yang masih banyak menggunakan konten konvensional, benar, konten video marketing adalah alternatif yang bisa digunakan sebagai variasi dalam menjangkau pelanggan.

Baca Juga: Elemen Marketing Mix yang Harus Diperhatikan dalam Bisnismu

Membuat Video Marketing sebagai Kegiatan Pemasaran

Sebenarnya, apa saja, sih, tujuan pemasaran yang bisa dihadirkan dengan membuat video marketing. Jangan salah, ada banyak sekali, lho, yang bisa dilakukan dengan konten pemasaran yang satu ini.

Tujuan utama dari kegiatan pemasaran adalah untuk mendorong angka penjualan bisnis dengan menarik atau menumbuhkan minat pelanggan. Nah, konten-konten atau informasi yang disampaikan melalui media audiovisual inilah yang nantinya diharapkan dapat menarik minat pelanggan maupun audiens yang ditargetkan.

Dengan memberikan contoh penggunaan produk yang kita miliki dalam bentuk audiovisual, misalnya saja, pelanggan pun bisa mencoba sendiri di rumah dan tak perlu merasa takut saat akan membeli karena tidak tahu cara pakai produk yang dimaksud. Konten semacam ini dapat digolongkan sebagai product knowledge yang bertujuan untuk memberikan informasi yang edukatif terkait produk maupun jasa yang kita tawarkan.

Selain untuk product knowledge, kita juga dapat membuat video marketing yang ditujukan untuk membangun brand awareness. Berkebalikan dengan product knowledge yang bertujuan untuk mengedukasi pelanggan, konten-konten brand awareness digunakan untuk membesarkan jenama yang kita usung. Oleh karena itu, kebanyakan konten ini sama sekali tak mengandung unsur edukatif, tetapi lebih ke arah konten audiovisual yang memiliki potensi untuk viral.

Memperluas Cakupan Video Marketing dengan Media Sosial

Salah satu alasan yang membuat video marketing kini lebih banyak digemari jika dibandingkan dengan pemasaran konvensional adalah tingginya tingkat penetrasi media sosial dalam masyarakat kita. Ditambah meningkatnya literasi digital yang juga terus naik, media sosial pun bisa dimanfaatkan sebagai platform yang tepat untuk memasarkan bisnis.

Tak seperti media pemasaran konvensional seperti koran, televisi, atau radio yang memaksa kita merogoh kocek lebih dalam sekadar untuk menjalankan kegiatan pemasaran, media sosial menawarkan pilihan yang jauh lebih terjangkau. Beberapa media sosial seperti Facebook dan Instagram, misalnya saja, memberikan kebebasan kepada kita untuk mengatur sendiri anggaran yang ingin kita habiskan dengan beriklan di platform mereka.

Sekalipun ada pelaku usaha yang memutuskan untuk tidak memanfaatkan fitur beriklan tersebut, mereka masih tetap menjalankan kegiatan pemasaran digital melalui media sosial dengan rutin menerbitkan posting yang sesuai dengan bidang bisnisnya, baik yang bersifat product knowledge maupun brand awareness. Namun, jangan asal, karena untuk konten audiovisual, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin melakukan kegiatan pemasaran di media sosial.

majoo Ads

  • Portrait Snack Video untuk Instagram dan TikTok

Diperuntukkan untuk audiens yang lebih sering berselancar menggunakan smartphone, media sosial semacam Instagram dan TikTok memiliki orientasi konten yang cenderung portrait, sesuai dengan dimensi layar smartphone yang banyak dimiliki oleh penggunanya.

Oleh karena itu, apabila ingin memanfaatkan kedua platform ini untuk menerbitkan posting audivisual, perhatikan untuk selalu mengambil gambar dalam posisi portrait. Jangan salah, meskipun terasa sepele, tapi jika kita memaksakan untuk mengambil gambar secara landscape, besar kemungkinan yang terjadi adalah audiens langsung melewatkan konten kita karena malas memutar posisi smartphone yang digunakannya.

Situasi ini tentu berbeda dengan konten audiovisual konvensional seperti yang disajikan di layar kaca. Kebanyakan videographer lebih terbiasa untuk mengambil gambar secara landscape, oleh karena itu jika memang sedari awal konten ini memang dimaksudkan untuk diterbitkan di Instagram atau TikTok, pastikan untuk mengambil gambar secara portrait.

Hal lain yang perlu diwaspadai adalah durasi konten yang disajikan. Ditujukan untuk menikmati banyak konten dalam waktu yang singkat, memasang durasi yang terlalu lama bisa jadi justru akan menghasilkan efek yang berkebalikan dari yang diharapkan.

  • Landscape Full Video untuk YouTube

Berkebalikan jauh, apabila ingin membuat video marketing untuk diterbitkan di YouTube, kita bisa lebih mudah untuk melakukan pengambilan gambar dengan metode konvensional. Pasalnya, tak seperti Instagram atau TikTok yang orientasi kontennya cenderung portrait, orientasi konten dalam YouTube masih cukup konvensional dengan landscape.

Selain orientasi dimensi konten, perbedaan lain adalah perilaku pengguna YouTube yang tidak keberatan untuk menikmati konten-konten berdurasi panjang. Berbeda dengan TikTok maupun Instagram yang kental dengan kebiasaan scroll, pengguna YouTube umumnya tak keberatan untuk berlama-lama menikmati konten yang disajikan.

Dengan sifat platform-nya yang demikian, konten yang dibuat untuk diterbitkan di YouTube tentu perlu dibuat dengan semenarik mungkin agar audiens yang ditarget tidak terburu-buru ingin melewatkan konten yang disajikan.

Konten-konten product knowledge untuk edukasi yang membutuhkan durasi lebih panjang pun bisa lebih tepat disampaikan melalui YouTube. Tanpa perlu terburu-buru karena durasi penayangan yang terbatas, pelaku usaha bisa seluwes mungkin menjelaskan penggunaan produk atau jasa yang ditawarkan bisnisnya secara audiovisual.

Jangan sampai salah dalam memilih platform untuk menayangkan konten video marketing, ya! Pilih platform yang memang sesuai dengan kebutuhan kegiatan pemasaran. Konten brand awareness yang viral untuk TikTok maupun Instarag, sementara konten product knowledge yang edukatif menjadi bagian YouTube.

Baca Juga: 7 Tips Melakukan Buzz Marketing yang Tepat dan Efektif

Mengambil Inspirasi dari Contoh Video Marketing

Tak perlu bingung ketika ingin membuat konten-konten pemasaran secara audiovisual. Menariknya hasil perkembangan produk teknologi masa kini adalah kemudahan kita untuk mencari segala informasi terkait kebutuhan kita, termasuk menemukan banyak sekali contoh video marketing yang bisa ditiru dan dijadikan inspirasi.

Misalnya saja, sebelum benar-benar secara serius menggarap konten pemasaran yang kita inginkan dalam bentuk audiovisual, coba tonton dulu konten-konten serupa yang telah diterbitkan oleh content creator lainnya.

Jangan pernah merasa sombong karena memiliki videographer terbaik yang mampu membuat konten siap viral, ya. Tak ada salahnya untuk terus belajar dengan mencontoh konten-konten serupa lainnya. Bagaimanapun juga, pemasaran melalui kontenvisual secara digital ini merupakan barang baru yang masih bisa diulik lebih jauh, jadi proses belajar untuk terus menyajikan konten-konten audiovisual tetap perlu untuk dilakukan.

Tak hanya mencari inspirasi saja, dengan aktif menonton contoh video marketing yang dibuat oleh orang lain, kita juga dapat mempelajari kesalahan-kesalahan yang mungkin sering terjadi atau yang justru jarang ditemukan. Mempelajari konten-konten semacam ini juga dapat membantu kita untuk mencari nilai tambah bagi konten yang sedang dibuat. OIeh karena itu, jangan pernah berhenti mengeksplorasi konten serupa!

Menghindari Masalah dengan Video Marketing

Sama seperti bisnis yang harus dikelola dengan serius, pembuatan serta pengelolaan konten video marketing sebaiknya juga tak dilakukan secara asal. Tak sedikit pula, lho, pelaku usaha yang harus gigit jari karena konten yang mereka terbitkan mendapatkan backlash dari netizen. Meski mungkin tak sampai gulung tikar, persepsi negatif dari pasar terhadap bisnis kita tetap menjadi sesuatu yang harus diperhatikan.

Sadar akan situasi dan tidak menjadi brand yang tone-deaf merupakan salah satu langkah yang perlu diingat sebelum membuat konten pemasaran apa pun. Sesuai dengan unsur kegiatan pemasaran, menunggangi isu-isu atau topik pembicaraan yang sedang ramai memang sebuah peluang yang sayang untuk dilewatkan.

Namun, coba perhatikan kembali apakah isu yang akan ditunggangi tersebut merupakan isu sensitif atau bukan? Isu-isu sensitif jelas perlu mendapatkan perhatian ekstra dan tak bisa asal digarap, Sadar situasi kembali menjadi kunci yang perlu diterapkan oleh pembuat video marketing agar kegiatan pemasaran yang dilakukan bisa bebas dari masalah.

Nah, untuk mengoptimalkan tujuan pemasaran yang dilakukan, manfaatkan aplikasi majoo yang dapat mempermudah pengelolaan bisnis. Fitur keanggotaan dari aplikasi majoo misalnya, bisa membantu kita menjaga tingkat kepuasan pelanggan setia, bahkan meningkatkannya lagi.

Tunggu apa lagi? Gunakan aplikasi majoo sekarang juga!

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
majoo logo circle

Silakan Isi data diri di bawah Ini untuk terhubung dengan majooCare

+62
whatsapp logo