Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Warkop Naik Kelas Hagios: Tantangan Jadi Semangat untuk Maju

    Warkop Naik Kelas Hagios, satu di antara bisnis yang mau mengoptimalkan peluang pasar kopi di Indonesia.

    Popularitas bisnis coffee shop memang terus naik dari waktu ke waktu. Melihat data antara 2016-2019 saja, jumlah kedai kopi di Indonesia naik tiga kali lipat dari 1.083 menjadi 2.937. Tampaknya Warkop Naik Kelas Hagios pun tak mau melewatkan peluang ini.

    Meskipun bisnis kedai kopi terbilang sangat populer, memutuskan memulai usaha tersebut setelah gelombang pandemi bukanlah keputusan sembarangan. Apa strategi yang membuat Hagios bertahan di tengah persaingan bisnis kopi yang relatif sengit?

    Kisah Hagios yang kian hari kian bebas melangkah tentunya menarik untuk kita simak. Yuk, kita intip kisah lengkapnya!

    Jadikan Tantangan Semangat untuk Maju

    Warkop Naik Kelas Hagios dimiliki oleh Arum yang awalnya merupakan karyawan di salah satu perusahaan swasta di Jakarta. Sayangnya, Arum harus kehilangan pekerjaannya saat kantor tempatnya bekerja melakukan pengurangan karyawan akibat pandemi.

    “Saya pikir, capai juga ya kerja sama orang, kalau ada masalah kayak gini, pasti mereka bisa cut kita kapan aja.”, tutur Arum.

    Tantangan kehilangan pekerjaan tersebut membulatkan tekad Arum untuk membuka usaha sendiri. Arum berpendapat bahwa membuka usaha sendiri akan membebaskannya dari risiko kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba.

    Di samping berupaya menjadikan kondisi finansial lebih stabil, Arum juga ingin membuka lapangan pekerjaan untuk orang-orang yang bernasib sama seperti dirinya, yaitu kehilangan pekerjaan akibat pandemi.

    Melihat lahan di rumahnya yang relatif luas, Arum pun memiliki ide untuk membuka sebuah coffee shop. Ide tersebut ia komunikasikan dengan beberapa rekannya dan pada November 2021 resmi bekerja sama dengan Warkop Naik Kelas dan memilih bisnis kedai kopi berbentuk franchise.

    Baca juga: Ingin Menerjuni Bisnis Franchise? Begini Cara Memilihnya

    Setelah proses persiapan dan renovasi, usaha franchise Hagios resmi dibuka pada Maret 2022. Jadi, bisnis yang dikelola oleh Arum dan rekannya ini baru berjalan sekitar empat bulan.


    Bebas Melangkah Berkat Tools yang Tepat

    Soal menjalankan bisnis, opini orang terbagi ke dalam dua kutub ekstrem. Sebagian menganggap bahwa menjalankan bisnis sendiri menawarkan kebebasan. Beberapa orang lain justru menganggap bahwa usaha menyita banyak waktu pemiliknya. Kedua persepsi tersebut tidak tak bisa dianggap sepenuhnya benar atau salah.

    Seperti yang disampaikan oleh Arum, pemilik Hagios, menjalankan usaha sendiri membutuhkan kedisiplinan. Bahkan, pemilik usaha mempunyai tanggung jawab lebih besar untuk disiplin, baik di sisi waktu maupun keuangan.

    Meskipun begitu, Arum mengakui bahwa menjadi pemilik usaha membuatnya lebih fleksibel dalam mengelola waktu. Pasalnya, pemilik bisnis tidak terikat waktu kerja selama delapan jam, tidak harus selalu commute setiap hari ke kantor, dan lain-lain.

    Sebagai contoh, pemilik usaha mungkin mengontrol operasional bisnis pada pagi hari dan memiliki keleluasaan waktu setelahnya. Arum sendiri menyebutkan bahwa dirinya berkesempatan untuk mendampingi buah hati sekolah online usai mengontrol bisnis.

    Pengelolaan waktu makin terasa leluasa jika pemilik usaha bertemu dengan tools atau alat bantu yang tepat. 

    “Senangnya karena kita pakai aplikasi majoo yang membantu banget mempermudah pengecekan stok in atau out, COGS, dan barang yang laku apa aja.” tutur arum.

    Baca juga: Menilik Cost of Goods Sold (COGS) serta Komponen Biayanya

    majoo adalah aplikasi point of sale (POS) yang lengkap dan akan membantu wirausaha mengelola bisnisnya dengan lebih mudah. Seperti pengalaman Arum, ia lebih bebas mengontrol coffee shop sebab ada banyak kegiatan operasional bisnis yang bisa dipantau melalui aplikasi majoo.

    Penutup

    Kesulitan tidak selalu memberikan hasil yang buruk jika kita memandangnya sebagai bahan bakar untuk lebih maju seperti yang dilakukan oleh Arum. 

    Kehilangan pekerjaan tidak membuatnya patah, tetapi mendorong Arum melihat peluang di bisnis kedai kopi. Lalu, bersama beberapa rekannya, ia mendirikan Warkop Naik Kelas Hagios yang berbentuk franchise.

    Menariknya lagi, usaha kerap dianggap menyita 24 jam waktu pemiliknya. Hal tersebut ternyata tidak dialami oleh Arum berkat adanya tools lengkap yang memudahkan pengelolaan bisnis, yaitu majoo.

    Dengan aplikasi wirausaha lengkap seperti majoo, pemilik dapat memantau penjualan, mengelola harga jual dan keuangan, serta mengontrol stok dari aplikasi. Jadi, alih-alih harus selalu datang ke gerai, pemilik usaha bisa memantau bisnisnya kapan saja dan dari mana saja. Mau #BebasMelangkah juga? Yuk, gunakan majoo sekarang!

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Warkop Naik Kelas Hagios: Tantangan Jadi Semangat untuk Maju
    Warkop Naik Kelas Hagios lahir dari upaya mengubah tantangan sebagai bahan bakar untuk maju. Mau tahu kisah sukses coffee shop ini? Yuk, baca di sini!
    Bagi Ngopisore, Manajemen Bisnis Lebih Mudah dengan majoo
    Aplikasi majoo membuat manajemen bisnis Ngopisore jadi lebih mudah, tapi tetap hemat.
    Majoo Bikin Laporan Bisnis Tikum Bike Jadi Praktis
    Cerita dari Tikum Bike, spesialis service dan penjualan sepeda Brompton. Setelah mengambil #langkahmajoo, laporan bisnis jadi lebih praktis.
    Enzo Pet Shop: Fitur majoo, Memudahkan Operasional Bisnis
    Enzo Petshop and Clinic adalah bisnis jasa kesehatan hewan yang operasional bisnisnya terbantu dengan menggunakan fitur majoo.