Manajemen Usaha Bebas Manipulasi ala Si Janda Ngamuk Cafe


Memulai usaha hanya dengan dua orang pada tahun 2014, kini kafe Si Janda Ngamuk memiliki 12 orang karyawan. Seiring dengan perkembangan usaha tersebut, manajemen karyawan yang awalnya sederhana, menjadi tidak mudah lagi. Setidaknya itulah yang dirasakan oleh Diki, pemilik kafe dengan tagline “Harga Malarat Rasa Konglomerat” ini.

 

Melihat hal tersebut, adik Diki memberikan saran kepada kakaknya untuk melakukan pembenahan pada manajemen kafenya. Diki kemudian mencari informasi mengenai aplikasi manajemen kafe, restoran, dan tempat makan melalui search engine internet dan akhirnya menemukan aplikasi majoo.

Kehadiran Karyawan Mudah Dipantau

Sebelum memutuskan untuk menggunakan majoo, Diki merasa sangat kesulitan memantau kehadiran karyawan. Karena tidak adanya sistem, para karyawan sering datang sesuka hati. Jam kedatangan karyawan banyak yang tidak sesuai dengan yang sudah dijadwalkan.

 

Setelah Diki mengambil #langkahmajoo, ia bisa memonitor dengan mudah jam kedatangan karyawan, sehingga terlihat juga siapa-siapa saja oknum yang sering datang terlambat.

 

Dalam aplikasi majoo, fitur presensi dan absensi karyawan sudah ada di dalam sistem yang sama dengan aplikasi penjualan atau POS, aplikasi keuangan, dan inventori. Dengan demikian, Diki sebagai pemilik bisnis cukup login ke dashboard majoo untuk bisa melihat seluruh aspek penting dalam bisnisnya: penjualan, inventori, keuangan, dan manajemen kehadiran karyawan.


 

Bebas Manipulasi Keuangan

Salah satu permasalahan yang dialami Diki saat mengelola Si Janda Ngamuk Cafe adalah catatan keuangan yang tidak rapi. Sering kali ia menemukan selisih 1.000-2.000 rupiah antara uang penjualan dan catatannya. Meskipun mungkin nominalnya tampak tidak terlalu besar, tapi jika sering terjadi dan berulang terus, tentu akan mengurangi keuntungan yang ia dapatkan.

 

Tetapi kini Diki tidak perlu lagi memusingkan hal tersebut, karena sejak memakai majoo, jumlah uang selalu cocok dengan catatan penjualan yang ada di sistem. Memang, salah satu keuntungan menggunakan sistem atau aplikasi untuk mengelola penjualan adalah ketidaksesuaian antara uang yang ada dan catatan penjualannya dapat diminimalisir. Demikian juga dengan potensi kecurangan atau manipulasi dari karyawan. Dengan mengambil #langkahmajoo, Diki telah berhasil menjaga keuntungan dari hasil kerja kerasnya.

 

Hingga saat ini, kafe ini telah memiliki tiga cabang di Bandung, yaitu di Jl.Terusan Pasirkoja No.58, Jl. Kopo Bihbul No.43, dan Jl. Kalimantan No.1. Belajar dari kesalahannya dan setelah merasakan manfaat majoo, saat membuka cabang baru, Diki pun memutuskan untuk langsung menggunakan majoo.

 

Manajemen yang teratur dalam mengelola bisnis sifatnya sangatlah krusial, karena ini yang akan menjadi kunci kesuksesan sebuah bisnis. Diki pun mengamini hal tersebut, dan lebih lanjut lagi, berbagi pengalaman yang telah dia rasakan, Diki sekarang dengan yakin menyarankan rekan-rekannya yang ingin membuka bisnis membuka bisnis baru untuk menggunakan aplikasi dalam mengelola bisnisnya.

Upcoming Event

Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

Lihat semua event

Download Majalah

Cover majalah wirausaha Indonesia
Lihat semua edisi

Related Article

KANAKA Barbershop: Kelola Komisi Karyawan Tanpa Repot

Usaha barbershop sering menggunakan sistem komisi untuk karyawan. Dengan menggunakan majoo, komisi dapat diatur otomatis untuk setiap layanan atau produk yang terjual.

Cerita #langkahmajoo Moodbooster Coffee

Berkenalan dengan Moodbooster Coffee yang sudah ambil #langkahmajoo, dan melihat bagaimana majoo memudahkan bisnis mereka.

Soto Sob: Kerja Praktis dari HP Berkat Majoo

Di era digital, orang melakukan banyak hal dengan gawai di tangan. Dengan mengambil #langkahmajoo seperti Soto Sob, memantau bisnis pun cukup melalui handphone lho!

Kelola Lebih Dari Satu Tempat Usaha ala Rumah Eyang

Rumah Eyang telah mengambil #langkahmajoo dengan menggabungkan kasir rumah makan dan kedai kopinya menjadi satu, dan merasakan manfaat serta mudahnya penggunaan aplikasi wirausaha majoo.
Whatsapp