Executive Summary adalah: Arti, Cara Membuat, dan Contohnya

Ditulis oleh Nisa Destiana

article thumbnail

Executive summary adalah ringkasan rencana bisnis yang ditulis untuk menarik minat investor.

Executive summary adalah hal yang perlu kamu perhatikan saat membangun suatu bisnis. Biasanya, executive summary menjadi bagian dari business plan sehingga pemilik usaha perlu mengetahui cara membuatnya.

Lalu, apa yang dimaksud dengan executive summary atau ringkasan eksekutif? Simak pembahasan tentang arti, cara membuat, serta contoh executive summary berikut ini!

Baca juga: Mengenal Pengertian Business Plan dan Manfaat Urgensinya

Apa Itu Executive Summary?

Executive summary adalah ringkasan singkat atau poin-poin penting dari dokumen rencana bisnis. Umumnya, ringkasan ini dibuat untuk diberikan kepada calon investor atau pemberi modal. 

Namun, tidak tertutup kemungkinan executive summary ditulis untuk menjelaskan mengenai hasil survei, studi kasus, sampai rencana proyek. 

Lalu, apa tujuan ringkasan eksekutif? Tujuan dibuatnya ringkasan eksekutif atau executive summary ialah supaya pihak terkait yang ditargetkan membaca rencana bisnis bisa mengetahui gambaran bisnis secara singkat atau memahami inti bisnis.

Dalam ringkasan eksekutif, biasanya terdapat informasi yang menggambarkan strategi bisnis, target pasar, produk, serta rencana anggaran secara singkat.

Executive summary perlu dibuat semenarik mungkin agar investor berminat mengetahui lebih lanjut terkait bisnis yang direncanakan. Investor tentu ingin mengetahui secara jelas aliran uang modal yang mungkin dikucurkan dan menilai potensi keuntungan dari investasi tersebut. 

Mengingat investor umumnya tidak memiliki banyak waktu luang, executive summary penting dibuat oleh para pebisnis yang ingin mendapatkan modal dari investor. 

Selain itu, kemungkinan besar investor tidak hanya menerima satu atau dua proposal rencana bisnis. Mungkin ada banyak calon pemilik usaha yang mengajukan pendanaan kepada investor tersebut.

Pada situasi tersebut, peran executive summary dibutuhkan. Harapannya, investor dapat melihat potensi dari visi serta rencana bisnismu melalui penjelasan yang singkat, padat, dan jelas.

Dengan begitu, calon investor akan memberikan respons lebih lanjut sehingga kamu diberi kesempatan untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai rencana bisnis tersebut. 

Berkesempatan menjelaskan secara langsung merupakan poin penting dalam pengajuan modal bisnis. Melalui kesempatan tersebut, harapannya peluang pebisnis memperoleh modal dari investor lebih besar. 

Berhubung persaingan dengan pebisnis lain kemungkinan ketat, executive summary perlu dibuat sangat menarik agar peluang menjelaskan bisnismu secara rinci dan langsung kepada investor meningkat.

Nah, beberapa dari kamu mungkin ada yang bertanya, jadi executive summary apakah sama dengan abstrak? Ringkasan eksekutif berbeda dari sebuah abstrak. 

Abstrak menyediakan kilas pandang dan orientasi bagi pembaca, sedangkan ringkasan eksekutif memberikan ikhtisar untuk pembaca. Abstrak lebih umum ditulis dalam bidang akademis. Sementara itu, ringkasan eksekutif banyak digunakan untuk tujuan bisnis.

Cara Membuat Executive Summary

Sebelum membahas cara membuat executive summary, kamu perlu mengetahui jenisnya terlebih dahulu. Terdapat dua jenis ringkasan eksekutif yang lazim ditulis, yaitu executive summary untuk rencana bisnis dan rencana proyek.

Executive Summary untuk Business Plan

Nah, kita akan secara spesifik membahas cara membuat executive summary untuk business plan terlebih dahulu. Meskipun tidak ada ketentuan pasti terkait tata cara penulisan ringkasan eksekutif, terdapat beberapa poin penting yang perlu kamu cantumkan dalam executive summary.

Apa saja poin-poin penting tersebut? Mari simak pembahasan di bawah ini!

  • Pernyataan Pembuka

Apabila dibuat analogi, pernyataan pembuka ibarat hook. Tujuan penulisannya ialah memberikan alasan bagi investor untuk membaca executive summary lebih lanjut atau sampai selesai.

Karena itu, pernyataan pembuka perlu ditulis dengan cermat. Rangkaian pernyataan pembuka atau opening statement perlu dibuat secara jelas, padat, serta bernada optimis. Namun, pada saat bersamaan, pernyataan pembuka juga harus cukup realistis. 

Sebut saja, menunjukkan secara jelas peluang bisnis yang ada secara positif sambil mengakui tantangan yang menyertainya. Akan tetapi, tutup pernyataan dengan strategi bernada optimis yang bisa meyakinkan investor bahwa kamu memiliki kapabilitas menjalankan bisnis.

  • Deskripsi Bisnis

Selanjutnya, kamu perlu menuliskan deskripsi singkat dari bisnis yang kamu rencanakan. Mulai dari nama, visi, misi, hingga penjelasan singkat tentang produk atau jasa yang akan kamu jual. 

Di bagian ini, kamu juga dapat menuliskan solusi yang ingin bisnismu tawarkan untuk menyelesaikan persoalan konsumen. 

  • Segmentasi Pasar

Setelah menjelaskan deskripsi bisnis, selanjutnya kamu perlu menuliskan segmen atau kelompok calon pembeli yang ditargetkan. 

Baca juga: Memahami Segmentasi Pasar Agar Bisnis Lebih Maju

  • Strategi Bisnis

Selanjutnya, tuliskan strategi atau model bisnis yang akan kamu lakukan. Tentunya strategi yang kamu rencanakan harus realistis dan dapat tercapai.

Di dalam bagian strategi bisnis, kamu dapat menjelaskan mengenai cara bisnis akan berjalan dan bersaing dengan kompetitor di pasar. 

Penulisan strategi bisnis dalam executive summary kadang cukup tricky sebab bisa sangat teknis. Namun, kamu tetap perlu mengupayakan penulisannya tetap padat dan jelas sambil tetap detail.

  • Proyeksi Bisnis

Tak hanya strategi, tetapi kamu juga perlu menuliskan rencana ke depannya sesudah target tercapai. Proyeksi bisnis tersebut dapat berupa ekspansi pasar, diversifikasi produk, dan lain-lain. 

  • Kondisi Finansial

Informasi finansial juga harus dituliskan secara singkat agar investor mengetahui jumlah modal yang akan mereka keluarkan. 

Informasi finansial umumnya berisi catatan pendapatan dan pengeluaran secara detail. Namun, poin yang dicantumkan cukup hal-hal esensial saja, seperti keuntungan, jumlah penjualan, gaji karyawan, serta modal yang dimiliki oleh bisnis. 

Executive Summary untuk Rencana Proyek

Sampai sini, beberapa dari kamu mungkin bertanya, bagaimana dengan cara membuat executive summary untuk rencana proyek atau project plan?

  • Permasalahan

Tahap pertama dalam penulisan ringkasan eksekutif untuk rencana proyek ialah menuliskan permasalahan yang ingin kamu selesaikan. Kamu dapat menuliskan latar belakang atau mencantumkan hasil penelitian yang sudah dilakukan.

  • Solusi

Setelah memaparkan permasalahan, kamu menawarkan solusi-solusi yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang telah dipaparkan sebelumnya. Tentunya, solusi yang kamu ajukan harusl realistis dan dapat tercapai. 

  • Manfaat Proyek

Selain menawarkan solusi, kamu juga perlu mencantumkan manfaat proyek dalam executive summary untuk rencana proyek. Manfaat tersebut dapat bersifat jangka pendek atau jangka panjang. 

  • Kesimpulan

Kesimpulan berisi pernyataan penutup berupa alasan-alasan yang membuat rencana proyek tersebut layak untuk dilaksanakan. 

Idealnya, executive summary bernada optimis, tetapi harus tetap realistis. 

Tips Membuat Executive Summary

Pada poin sebelumnya, kamu telah mengetahui cara membuat executive summary. Lalu, adakah tips membuat executive summary yang baik? Tentu ada. 

Setidaknya, ada tiga tips yang bisa kamu terapkan saat membuat ringkasan eksekutif. Berikut ini pembahasannya.

  • Dituliskan secara Padat

Sesuai dengan tujuan utamanya, yaitu meringkas, executive summary memang perlu ditulis sepadat mungkin. Idealnya, kamu tidak menulis ringkasan eksekutif secara bertele-tele.

Upayakan menulis ringkasan eksekutif dengan simpel, tetapi maksudnya tersampaikan dan tetap mudah dimengerti.

Sebagai contoh, ketika kamu menuliskan rencana bisnis, kamu tidak perlu menulis sejarah, filosofi, dan hal-hal yang kurang berkaitan dengan tujuan executive summary

  • Penggunaan Bahasa

Kadang ada pemilik bisnis yang berusaha meyakinkan investor dengan menggunakan bahasa-bahasa teknis yang belum tentu dimengerti oleh investor. Maka dari itu, kamu perlu mencermati penggunaan bahasa.

Sebaiknya, kamu tidak menggunakan istilah-istilah teknis yang mungkin hanya dimengerti oleh orang tertentu saja. Pilihlah istilah-istilah yang umum untuk meminimalkan risiko salah paham. 

  • Penggunaan Kalimat yang Bernada Positif

Executive summary sebaiknya menggunakan kalimat-kalimat positif yang bernada optimis supaya investor tidak ragu dengan potensi bisnismu.

Perlu dipahami, kalimat optimis tidak sama dengan memohon. Bunyi ringkasan eksekutif yang terkesan memohon kepada calon investor dapat memberikan citra kurang baik, bahkan berisiko membuatmu tidak memperoleh pendanaan.

Contoh Executive Summary

Untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang ringkasan eksekutif, coba perhatikan contoh executive summary.


EXECUTIVE SUMMARY OJEK.CO

Ojek adalah salah satu alat transportasi yang banyak digunakan oleh masyarakat. Selain karena lebih terjangkau, ojek merupakan transportasi yang fleksibel karena ukurannya lebih kecil dibanding alat transportasi lain. 

Namun, permasalahannya ojek hanya dapat ditemui di titik-titik tertentu. Di sisi lain, masyarakat saat ini sudah terbiasa beraktivitas dengan menggunakan smartphone

Jadi, OJEK.CO ingin menawarkan kemudahan dengan cara mendatangi lokasi pengguna yang ingin dijemput dan diantarkan ke tempat tertentu hanya dengan memesan melalui smartphone

Profil Perusahaan

Nama               : OJEK.CO

Bidang Usaha  : Transportasi

Alamat              : Jalan Bangka No. 7, Jakarta Selatan

Email                : kerjasama@OJEK.co.id

No. Telepon      : 0812-xxxx-xxxx

Website            : OJEK.co.id

Model Bisnis

OJEK.CO adalah aplikasi yang digunakan untuk memesan ojek secara online. Jadi, baik konsumen maupun pengemudi ojek saling terhubung melalui jaringan internet. Di aplikasi tersebut, para pengemudi dapat mengetahui letak dan tujuan konsumen yang ingin menggunakan jasa ojek. 

Target Pengguna

Pria/Wanita

Usia 17-50 tahun

Tinggal di Perkotaan

Pengguna smartphone

Proyeksi Bisnis

Selain ojek berbasis online, aplikasi ini diharapkan akan berkembang ke bidang-bidang lain, misalnya pengantaran makanan dan sewa kendaraan. 

Keuangan

Biaya Pengembangan Aplikasi : Rp1.000.000.000

Biaya karyawan                        : Rp100.000.000

Biaya Promosi                          : Rp500.000.000

Proyeksi Keuntungan

Target Konsumen                    : 1000 pengguna/bulan

Tarif ojek                                 : minimum Rp15.000

Target Transaksi per hari       : 500 pesanan

= Rp15.000 x 500

= Rp7.500.000 per hari

= Rp7.500.000 x 30 

= 225.000.000 per bulan

= 225.000.000 x 12

= 2.700.000.000 per tahun

 

 

Itulah penjelasan terkait executive summary. Semoga kamu sudah tidak bingung lagi dan bisa segera memperoleh pendanaan untuk bisnismu.

Apabila bisnismu sudah berjalan, kelola secara efektif dan efisien dengan aplikasi POS lengkap, ya!

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Frequently Asked Question

Tujuan dibuatnya ringkasan eksekutif atau executive summary ialah supaya pihak terkait yang ditargetkan membaca rencana bisnis bisa mengetahui gambaran bisnis secara singkat atau memahami inti bisnis.
Ringkasan eksekutif berbeda dari sebuah abstrak. Abstrak menyediakan kilas pandang dan orientasi bagi pembaca, sedangkan ringkasan eksekutif memberikan ikhtisar untuk pembaca. Abstrak lebih umum ditulis dalam bidang akademis. Sementara itu, ringkasan eksekutif banyak digunakan untuk tujuan bisnis.
Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
majoo logo circle

Silakan Isi data diri di bawah Ini untuk terhubung dengan majooCare

+62
whatsapp logo