Revenue Sharing adalah Kunci Kerja Sama Bisnis. Kok Bisa?

Ditulis oleh Dini N. Rizeki

article thumbnail


Revenue sharing adalah salah satu istilah yang sering ditemui dalam kerja sama bisnis. Banyak yang bilang bahwa revenue sharing merupakan kunci penting yang perlu dipahami bila ingin melakukan kerja sama dengan pihak tertentu. Mengapa demikian?

Revenue sharing dianggap sangat penting dalam kerja sama bisnis karena bisa menghasilkan insentif bagi pihak-pihak yang terlibat. Dengan cara bekerja keras dan saling mendukung dalam mencapai tujuan bersama. Selain itu, revenue sharing juga membuka peluang baru untuk ekspansi dan diversifikasi bisnis, sembari membagikan resiko dan beban operasional secara tidak langsung. 

Apa Itu Revenue Sharing?

Pembagian pendapatan atau yang disebut juga revenue sharing adalah suatu mekanisme saat dua atau lebih pihak sepakat untuk membagi pendapatan atau keuntungan yang dihasilkan dari suatu bisnis, proyek, atau kegiatan bersama. Konsep ini sering digunakan dalam berbagai konteks, termasuk dalam kemitraan bisnis, program afiliasi, investasi, dan proyek kerjasama lainnya.

Dalam bisnis, pendapatan yang dihasilkan dapat berasal dari berbagai sumber. Mulai dari penjualan produk, layanan, iklan, komisi, hingga berbagai sumber pendapatan lainnya. 

Pendapatan yang dihasilkan dalam revenue sharing biasanya dibagi sesuai dengan persentase yang telah disepakati sebelumnya. Persentase ini dapat ditentukan berdasarkan berbagai faktor, seperti kontribusi finansial, kontribusi kerja, kepemilikan, atau faktor-faktor lain yang dianggap adil oleh para pihak yang terlibat.

Tujuan dari adanya revenue sharing adalah untuk memotivasi pihak-pihak yang terlibat untuk bekerja sama dalam mencapai hasil keuangan yang lebih baik. Tentu saja melalui pembagian pendapatan yang adil, sesuai dengan peran dan kontribusi masing-masing pihak.

Cara kerja revenue sharing adalah sebagai berikut:

Penetapan Persentase Pembagian

Para pihak yang terlibat dalam kesepakatan revenue sharing menentukan lebih dulu persentase pembagian pendapatan atau keuntungan yang akan diterima oleh masing-masing pihak. Persentase ini dapat ditetapkan secara seimbang atau berdasarkan kontribusi masing-masing pihak terhadap kegiatan tersebut.

Pendapatan yang Dibagi

Pendapatan yang dihasilkan dari bisnis akan dihitung. Pendapatan ini bisa berasal dari penjualan produk atau layanan, iklan, komisi, atau sumber pendapatan lainnya, tergantung pada jenis kegiatan yang dilakukan.

Pembagian Pendapatan

Setelah pendapatan dihitung, persentase pendapatan sesuai dengan kesepakatan akan dibagikan kepada masing-masing pihak. Pembagian dilaksanakan sesuai dengan kontribusi atau persentase yang telah disepakati sebelumnya.

Laporan dan Transparansi

Menjaga transparansi dalam revenue sharing tidak bisa diabaikan. Sebaiknya dibuat suatu laporan yang memperlihatkan gambaran pendapatan yang dihasilkan serta proses pembagiannya secara lengkap dan rinci.

Dalam perjanjian atau kesepakatan revenue sharing, surat perjanjian resmi merupakan hal yang harus ada dan dibuat di awal. Surat perjanjian revenue sharing adalah dokumen legal sesuai hukum. 

Isinya adalah penjelasan rinci persentase pembagian pendapatan, mekanisme pembayaran, tanggung jawab masing-masing pihak, serta hak dan kewajiban yang terlibat dalam bisnis atau proyek. Surat perjanjian ini juga dapat memberikan perlindungan hukum bila ternyata terjadi perselisihan atau ketidaksepakatan di waktu yang akan datang. 

Baca Juga: Apa itu Revenue? Apa Beda Revenue dan Income?

Kelebihan atau Keuntungan Revenue Sharing

Banyak pihak yang suka menerapkan konsep revenue sharing karena dinilai memiliki banyak kelebihan atau keuntungan. Beberapa keuntungan revenue sharing tersebut antara lain:

  • Dapat memberikan insentif bagi pihak-pihak yang terlibat. Bekerja lebih keras dan berkinerja lebih baik artinya akan mendapatkan pembagian pendapatan dalam jumlah besar.

  • Dapat membangun kemitraan yang lebih erat antara pihak-pihak yang terlibat karena kesamaan tujuan finansial.

  • Jika bisnis atau proyek tidak menghasilkan keuntungan, semua pihak berbagi dalam kerugian, mengurangi risiko finansial yang ditanggung oleh satu pihak saja.

  • Dalam program afiliasi atau kemitraan, revenue sharing memungkinkan pihak-pihak untuk memperluas pasar dengan memanfaatkan jaringan dan sumber daya dari pihak lain.

Baca Juga: Revenue Stream adalah: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya 

Kelemahan atau Kerugian Revenue Sharing

Meskipun begitu, ternyata revenue sharing juga tetap memiliki beberapa aspek yang bisa disebut sebagai kelemahan atau kerugian. Kelemahan revenue sharing adalah:

  • Perbedaan persepsi atau ekspektasi mengenai kontribusi dan pembagian pendapatan dapat menyebabkan konflik antara pihak-pihak yang terlibat.

  • Menyusun perjanjian revenue sharing yang jelas dan adil memerlukan waktu dan upaya. Perjanjian yang buruk atau ambigu dapat mengarah pada konflik di masa depan.

  • Dalam program afiliasi, misalnya, satu pihak mungkin sangat bergantung pada kinerja pihak lain untuk mendapatkan pendapatan, yang bisa menjadi risiko jika pihak lain tidak menghasilkan dengan baik.

  • Mengukur kontribusi yang sebenarnya dari masing-masing pihak dalam pembagian pendapatan bisa menjadi sulit. Apalagi jika kontribusi tidak hanya terbatas pada aspek finansial.

  • Keputusan mengenai penggunaan pendapatan atau perubahan dalam pembagian bisa menjadi rumit karena semua pihak harus bersepakat.

Apa kelebihan dan kekurangan konsep revenue sharing dalam bisnis? 

Apa Saja Contoh Revenue Sharing?

Dari konsep pembagian pendapatan tersebut, apakah kamu sudah bisa membayangkan apa saja contoh revenue sharing? Agar lebih jelas memahaminya, inilah beberapa contoh penggunaan konsep revenue sharing dalam bisnis.

Afiliasi

Dalam program afiliasi, pemilik produk atau layanan membagikan sebagian pendapatan dari penjualan kepada afiliasi yang telah berhasil mengarahkan pelanggan ke produk atau layanan tersebut.

Bisnis Kemitraan

Dalam bisnis kemitraan, dua atau lebih individu atau perusahaan berkontribusi pada sebuah usaha bersama. Mereka akan berbagi pendapatan sesuai dengan persentase kepemilikan atau perjanjian yang telah disepakati.

Lisensi dan Royalti

Dalam bisnis industri kreatif, umumnya pemegang hak cipta atau hak paten bisa menerima bagian dari pendapatan yang dihasilkan Pendapatan tersebut berasal dari penggunaan atau penjualan karya atau inovasi mereka.

Bagaimana Cara Menghitung Revenue Sharing?

Cara menghitung revenue sharing bisa sangat bervariasi. Tergantung pada jenis bisnis, perjanjian, dan persentase pembagian yang telah disepakati sebelumnya. Namun, secara umum, beberapa langkah umum yang dapat dilakukan, yaitu:

Identifikasi Pendapatan

Pertama-tama, tentukan sumber pendapatan yang akan dibagi antara pihak-pihak yang terlibat. Ini bisa berupa penjualan produk, pendapatan iklan, komisi, atau jenis pendapatan lain yang relevan dengan bisnis atau proyek tersebut.

Menetapkan Persentase Pembagian

Pihak-pihak yang terlibat harus sepakat tentang persentase pendapatan yang akan dibagikan kepada masing-masing pihak. Persentase ini mungkin didasarkan pada kontribusi finansial, kontribusi kerja, kepemilikan, atau faktor-faktor lain yang relevan.

Menghitung Total Pendapatan

Hitung total pendapatan yang dihasilkan dari sumber pendapatan yang telah diidentifikasi.

Menghitung Bagian Masing-Masing Pihak

Cara menghitung revenue sharing yang akan diterima oleh setiap pihak adalah dengan mengalikan total pendapatan dengan persentase pembagian yang telah disepakati.

Membagikan Pendapatan

Bagikan pendapatan yang telah dihitung kepada masing-masing pihak sesuai dengan perjanjian. Pembagian bisa dilakukan dengan cara transfer uang, pengiriman cek, atau metode pembayaran lainnya.

Rekam dan Laporkan

Sangat penting untuk merinci dan mencatat pembagian pendapatan dalam catatan keuangan dan laporan yang sesuai. Ini akan membantu menjaga transparansi dan akuntabilitas antara pihak-pihak yang terlibat.


Aplikasi majoo Capital

Apa Perbedaan Revenue Sharing dan Profit Sharing?

Mungkin ada sebagian orang yang mengira bahwa revenue sharing adalah konsep yang sama dengan profit sharing. Padahal, sebenarnya revenue sharing dan profit sharing adalah dua konsep yang berbeda dalam pembagian hasil dalam suatu bisnis. 

Perbedaan revenue sharing dan profit sharing adalah:

Definisi

Revenue sharing adalah pembagian pendapatan atau penerimaan yang dihasilkan dari bisnis atau proyek tertentu antara pihak-pihak yang terlibat. Sedangkan, profit sharing adalah pembagian keuntungan bersih yang dihasilkan dari bisnis setelah dikurangi dengan semua biaya, termasuk biaya produksi, operasional, dan lainnya.

Fokus Utama

Revenue sharing dilakukan berdasarkan pendapatan yang dihasilkan, sebelum pengurangan biaya dan beban lainnya. Sementara, pembagian dalam profit sharing dilakukan berdasarkan keuntungan bersih setelah semua biaya telah dikurangkan dari pendapatan.

Pertimbangan Biaya

Biaya produksi, operasional, dan lainnya tidak diperhitungkan dalam perhitungan revenue sharing. Sebaliknya, dalam profit sharing keuntungan bersih dipengaruhi oleh efisiensi dalam mengelola biaya operasional.

Keuntungan

Dalam konsep revenue sharing, keuntungan pihak-pihak dapat bervariasi tergantung pada biaya operasional yang terlibat dalam menghasilkan pendapatan. Sedangkan, dalam profit sharing keuntungan pihak-pihak cenderung lebih stabil, karena pembagian didasarkan pada keuntungan bersih setelah pemotongan biaya.

Kesimpulan

Pengertian revenue sharing adalah konsep saat dua atau lebih pihak sepakat untuk membagi pendapatan atau keuntungan yang dihasilkan dari bisnis, proyek, atau kegiatan bersama. 

Konsep revenue sharing memungkinkan kemitraan yang lebih inklusif, saat pelaku bisnis dengan modal terbatas dapat berkolaborasi dengan mitra yang memiliki sumber daya lebih besar. Jadi, akan menjadi suatu hal yang biasa saja bila ternyata modal bisnismu terbatas namun ingin menerapkan konsep revenue sharing.

Jika kamu tertarik untuk melakukannya, kamu juga bisa mengajukan pinjaman modal melalui aplikasi keuangan yang menawarkan, seperti fitur majoo Capital. Dengan adanya pinjaman modal ini, kamu akan memiliki akses ke sumber pendanaan yang dapat digunakan untuk ekspansi, investasi dalam peralatan, atau peluncuran produk baru. 

Kamu bahkan bisa mengajukan tambahan modal tanpa agunan di majoo Capital.

Dana maksimal yang bisa kamu dapatkan adalah sebesar Rp2 miliar dengan bunga cicilan yang sangat terjangkau. Kombinasi tambahan modal dan konsep revenue sharing dapat mengilhami keberlanjutan bisnis, inovasi, dan kolaborasi yang menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat. Tertarik mencoba? Yuk, ajukan sekarang juga!

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo