Siklus Bisnis: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya

Ditulis oleh Faiqotul Himma

article thumbnail

Terdapat empat tahapan siklus bisnis, yaitu ekspansi, puncak, kontraksi, dan palung.

Dalam dunia bisnis dan ekonomi, siklus bisnis (business cycle) memiliki peran penting bagi perusahaan.

Fluktuasi yang terjadi secara periodik ini memiliki dampak positif terhadap profitabilitas perusahaan. Selain itu, siklus bisnis juga memberikan peluang bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi bisnis dan mengurangi risiko kerugian.

Nah, apa sebenarnya yang dimaksud dengan siklus bisnis? Lalu, tahap-tahap apa saja yang harus diperhatikan oleh perusahaan?

Tak perlu berlama-lama lagi, baca sampai habis artikel ini, yuk! 

Apa Itu Siklus Bisnis?

Siklus bisnis adalah proses kenaikan dan penurunan pertumbuhan ekonomi yang terjadi dalam suatu negara dalam periode tertentu.

Kondisi ini, juga sering disebut siklus ekonomi termasuk peningkatan atau penurunan angka Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara. Pemerintah memiliki peran penting dalam mengelola kondisi ini menggunakan berbagai alat dan strategi. Misalnya, bank sentral dapat menggunakan kebijakan moneter untuk menurunkan suku bunga, yang pada akhirnya dapat mendorong investasi bagi masyarakat.

Bagi sebuah perusahaan, mereka perlu memperhitungkan ekspansi dan kontraksi dalam hal produktivitas. Sebagai contoh, saat bisnis meningkatkan produksinya sehingga perusahaan akan membutuhkan lebih banyak tenaga kerja dan pada akhirnya biaya yang dikeluarkan perusahaan meningkat. 

Baca Juga: Apa Itu Leader dalam Bisnis dan Karakteristiknya

Mengapa Siklus Bisnis Ini Penting?

Siklus bisnis adalah keadaan yang mewakili adanya peningkatan dan penurunan ekonomi suatu negara di waktu yang berbeda. Siklus bisnis ini penting untuk mengidentifikasi perubahan tren ekonomi yang sedang terjadi. Selain itu, ada banyak alasan mengapa siklus bisnis ini penting, antara lain:

  • Membantu perusahaan memahami bagaimana ekonomi berubah dari waktu ke waktu. Dengan mempelajari siklus bisnis, kamu dapat mengenali pola pertumbuhan dan penurunan dalam perekonomian negara.

  • Memungkinkan perusahaan untuk merencanakan bisnis menjadi lebih efektif. Memungkinkan perusahaan membuat keputusan yang tepat.

  • Dengan memahami siklus bisnis, perusahaan dapat mengidentifikasi peluang dan risiko yang muncul selama periode siklus bisnis.

  • Membantu dalam perencanaan anggaran dan keuangan.

  • Mengantisipasi dampak ekonomi pada perusahaan, lapangan kerja, dan masyarakat secara keseluruhan. Dengan memahami siklus bisnis, perusahaan dapat menghadapi perubahan ekonomi dengan lebih baik sehingga perusahaan dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan. 

    Aplikasi akuntansi

Tahapan Siklus Bisnis

Siklus transaksi bisnis terdiri dari beberapa tahapan, antara lain: 

Ekspansi

Tahap ini ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat, mulai dari aktivitas bisnis meningkat, lapangan kerja bertambah, dan pendapatan meningkat. Di tahapan ini perekonomian bergerak ke arah yang positif. 

Puncak

Puncak adalah titik tertinggi dalam siklus bisnis. Pada tahap ini, perekonomian mencapai tingkat maksimalnya. Aktivitas bisnis mencapai puncaknya, lapangan kerja mencapai level tertinggi, dan pendapatan juga berada di level yang tinggi. Tahap puncak memiliki dua tahap, yakni: 

  • Resesi

Resesi terjadi setelah fase ekspansi berakhir dan aktivitas ekonomi mulai menurun. Tahap ini ditandai oleh penurunan Permintaan Domestik Bruto (PDB). Resesi sering kali terjadi dengan cepat setelah periode ekspansi dan berfungsi sebagai mekanisme penyeimbang untuk mengatasi ketidakseimbangan dalam produksi. 

  • Depresi

Tahap depresi terjadi saat PDB turun di bawah tingkat pra ekspansi dan garis pertumbuhan yang stabil. Pada tahap ini, tingkat pengangguran meningkat dengan signifikan dan pertumbuhan ekonomi menurun secara drastis. Depresi dapat berlangsung lebih lama dan menyebabkan ekonomi memburuk. 

Kontraksi

Kontraksi dalam siklus bisnis adalah fase penurunan aktivitas ekonomi yang terjadi setelah periode ekspansi. Pada tahap ini, pertumbuhan ekonomi melambat bahkan menjadi negatif, mulai dari permintaan pasar menurun, produksi menurun, dan tingkat pengangguran cenderung meningkat.

Kontraksi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti penurunan investasi, penurunan konsumsi, dan ketidakstabilan ekonomi global. Fase kontraksi ini merupakan bagian alami dari siklus bisnis dan berperan dalam menciptakan landasan untuk pemulihan dan pertumbuhan selanjutnya.

Palung

Palung dalam siklus bisnis mengacu pada titik terendah atau penurunan terbesar dalam aktivitas ekonomi. Ini adalah tahap di mana pertumbuhan ekonomi mencapai titik terendah sebelum memasuki fase pemulihan. 

Pada saat palung, terjadi penurunan yang signifikan dalam produksi, penjualan, dan investasi. Tingkat pengangguran cenderung tinggi, dan bisnis mungkin mengalami kesulitan keuangan. Palung ini bisa terjadi akibat berbagai faktor, termasuk perubahan permintaan pasar, ketidakstabilan keuangan, atau perubahan kebijakan pemerintah. Meskipun palung adalah periode sulit dalam siklus bisnis, hal ini sering diikuti oleh fase pemulihan yang dapat mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. 

Pemulihan

Pada fase pemulihan, perekonomian mulai bangkit kembali. Permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa perlahan mulai meningkat. Hal ini mendorong produsen untuk meningkatkan produksi. Dengan peningkatan produksi, tingkat pengangguran dapat teratasi.

Pemulihan adalah tahap ekspansi dalam siklus bisnis, yang mana pertumbuhan ekonomi mulai meningkat setelah periode kontraksi dan penurunan. Tahap pemulihan ini terjadi saat PDB riil mencapai tingkat potensi jangka panjangnya. Pada tahap ini, perekonomian bergerak dari depresi dan resesi menuju kemakmuran, di mana pertumbuhan ekonomi mulai pulih dan stabil.

Faktor yang Memengaruhi Siklus Bisnis

Ada beberapa faktor yang memengaruhi siklus bisnis, antara lain: 

Permintaan dan Konsumsi

Tingkat permintaan dan konsumsi dari masyarakat berpengaruh pada siklus bisnis. Jika banyak orang membeli barang dan jasa, perekonomian negara akan tumbuh. Namun, jika permintaan menurun, terjadi penurunan siklus bisnis. 

Investasi

Tingkat investasi dari perusahaan juga berpengaruh pada siklus bisnis. Jika banyak perusahaan yang melakukan investasi besar-besaran, akan terjadi pertumbuhan ekonomi begitu juga sebaliknya. 

Suku Bunga

Suku bunga yang ditetapkan oleh bank sentral memiliki dampak signifikan terhadap siklus bisnis. Jika suku bunga rendah, orang cenderung meminjam dan berinvestasi lebih banyak, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, jika suku bunga tinggi, orang akan enggan meminjam dan berinvestasi, sehingga dapat menyebabkan penurunan dalam siklus bisnis. 

Kebijakan Pemerintah

Kebijakan pemerintah dalam hal perpajakan, regulasi, dan subsidi juga berpengaruh pada siklus bisnis. Kebijakan yang merangsang aktivitas ekonomi, seperti pemotongan pajak, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, kebijakan yang restriktif atau pengetatan fiskal, dapat memperlambat pertumbuhan atau bahkan memicu penurunan ekonomi. 

Faktor Eksternal

Faktor-faktor eksternal seperti perubahan kondisi perdagangan internasional, perang, fluktuasi harga komoditas, dan ketidakstabilan politik juga dapat memengaruhi siklus bisnis. Peristiwa global atau nasional yang tidak terduga berdampak signifikan pada ekonomi dan mempengaruhi siklus bisnis. 


Contoh Siklus Bisnis

Berikut ini ada beberapa contoh siklus bisnis yang sering ditemui dalam berbagai jenis industri: 

Siklus Penelitian dan Pengembangan

Siklus bisnis ini melibatkan penelitian, identifikasi peluang, inovasi, pengembangan produk, dan uji coba untuk menghasilkan ide-ide baru dan peningkatan produk yang ada. 

Siklus Pemasaran

Ini mencakup kegiatan seperti penelitian pasar, pengembangan strategi pemasaran, periklanan, promosi, penjualan, dan distribusi produk atau layanan kepada pelanggan. 

Siklus Produksi

Melibatkan perencanaan produksi, pengadaan bahan baku, pengolahan, manufaktur, pengendalian kualitas, dan distribusi produk ke pasar. 

Siklus Layanan Pelanggan

Setelah produk atau layanan dijual, tahap ini melibatkan dukungan pelanggan, perbaikan atau pemeliharaan produk, penanganan keluhan, dan pelayanan purna jual. 

Siklus Keuangan

Ini melibatkan kegiatan keuangan seperti perencanaan anggaran, pengumpulan dana, pengeluaran, pencatatan keuangan, pelaporan, dan analisis keuangan untuk mengelola keuangan bisnis dengan efisien. 

Siklus Sumber Daya Manusia

Tahap ini mencakup perekrutan karyawan, pelatihan, manajemen kinerja, pengembangan karir, kompensasi, dan manajemen hubungan karyawan untuk menjaga keberlanjutan dan pertumbuhan sumber daya manusia dalam bisnis. 

Siklus Operasi

Ini melibatkan operasional sehari-hari bisnis, seperti pengelolaan rantai pasokan, manajemen persediaan, logistik, pengendalian proses, dan efisiensi operasional. 

Siklus Investasi

Jika bisnis berencana untuk mengembangkan atau memperluas operasinya, tahap ini melibatkan penilaian investasi, pengambilan keputusan investasi, pengadaan dana, dan implementasi proyek investasi. 

Siklus Pengambilan Keputusan

Ini melibatkan analisis data, evaluasi kinerja bisnis, perencanaan strategis, pengambilan keputusan, dan penyesuaian strategi untuk memastikan bisnis tetap kompetitif dan adaptif terhadap perubahan pasar.

Siklus-siklus ini tidak berurutan atau terpisah satu sama lain, melainkan saling terkait dan terjadi secara berkelanjutan dalam kegiatan bisnis. 

Kesimpulan

Nah, demikian sederet informasi tentang siklus bisnis, mulai dari pengertian, tahapan, faktor yang memengaruhi, dan contohnya.

Agar bisnismu siap menghadapi situasi yang tidak diinginkan, pastikan kamu memiliki proses pengelolaan keuangan bisnis yang baik. Ingatlah bahwa persiapan terbaik dapat membantu melewati kondisi terburuk.

Untuk mengelola keuangan bisnis dengan baik dalam menghadapi krisis, pastikan kamu memiliki dana cadangan untuk kelangsungan operasional bisnismu di masa depan. Selain itu, penting juga untuk menggunakan sistem pembukuan yang dapat memantau kesehatan finansial bisnis secara teratur.

Hindari menggunakan proses pembukuan manual yang memakan waktu. Mulailah menggunakan aplikasi wirausaha yang memiliki fitur akuntansi seperti aplikasi majoo.

Aplikasi majoo adalah aplikasi wirausaha online berbasis cloud storage yang telah digunakan oleh puluhan ribu wirausaha yang tersebar di 600 kota di Indonesia dengan berbagai jenis bisnis.

Jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba aplikasi majoo secara gratis selama 14 hari! Yuk, gunakan majoo segera!


Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo