Table of Content

    • majoo blog
    • Trivia
    • Lawan Coronavirus: 4 Kontribusi Sosial yang Diberikan Bisnis

    Lawan Coronavirus: 4 Kontribusi Sosial yang Diberikan Bisnis

    Kontribusi sosial dalam menghadapi coronavirus dapat datang dari mana saja, termasuk dari pelaku usaha

    Sebagai sebuah penyakit yang sudah menyebar ke seluruh dunia, dibutuhkan kontribusi sosial dari seluruh pihak untuk menghadapi coronavirus. Mulai dari pemerintah, selebritas, masyarakat umum, tak terkecuali para pebisnis pun berbondong-bondong memberikan sumbangsihnya agar semua orang dapat melalui masa-masa sulit ini dengan lebih mudah. Setiap pihak memiliki peran tersendiri dalam menekan dampak wabah penyakit yang dibawa oleh coronavirus ini. Jika kamu juga ingin memberikan sumbangsihmu agar kita semua dapat melewati wabah ini, kamu bisa mencontoh beberapa kontribusi yang dilakukan oleh berbagai pihak berikut:

    1. Menggalang dana bantuan untuk penanggulangan coronavirus

    Ada banyak sekali pihak yang terdampak oleh adanya COVID-19. Mulai dari masyarakat yang kesulitan membeli barang kebutuhan sehari-hari yang harganya melonjak, tenaga medis yang kesulitan mencari alat-alat kesehatan yang dibutuhkan, atau sesama pelaku bisnis yang untuk sementara harus menghentikan kegiatan operasional harian dan kehilangan pendapatan. Agar efek yang mereka rasakan tidak terlalu buruk, penggalangan dana dirasakan cukup krusial untuk membantu meringankan beban yang mereka tanggung dalam menghadapi dampak COVID-19.

    Beruntung, di era teknologi seperti sekarang ini, penggalangan dana bisa dilakukan secara online melalui platform-platform digital. Sejumlah pelaku bisnis maupun selebritas banyak yang menginisiasi program donasi untuk berbagai tujuan. Beberapa donasi, misalnya, ditujukan untuk membantu tenaga kesehatan membeli Alat Pelindung Diri (APD) agar mereka dapat memberikan layanan kesehatan dengan risiko tertular yang jauh lebih kecil. Ada juga program donasi yang ditujukan untuk membantu sektor industri kecil agar tidak goyah terkena dampak pandemi COVID-19. Kontribusi bisa diberikan dengan ikut berdonasi atau menginisiasi program donasi lain dengan tujuan kebutuhan yang masih belum terpenuhi oleh program-program donasi sebelumnya.

    Donasi merupakan bentuk kontribusi sosial yang dapat dilakukan siapa saja, termasuk para pelaku usaha

    2. Melakukan pembatasan pembelian

    Kontribusi lain yang hanya bisa dilakukan oleh pelaku usaha adalah dengan melakukan pembatasan pembelian. Sebagai upaya untuk meredam penyebaran COVID-19, beberapa pemerintah daerah mengeluarkan imbauan agar masyarakat berdiam diri saja di rumah dan melakukan swakarantina. Sejumlah masyarakat pun menanggapi imbauan ini dengan melakukan pembelian dalam jumlah banyak secara tergesa-gesa, atau yang disebut juga dengan istilah panic buying. Nah, di sinilah peran pelaku usaha dibutuhkan untuk menerapkan aturan bahwa satu pelanggan hanya dapat membeli suatu produk dengan jumlah tertentu saja. Dengan adanya pembatasan pembelian ini, pelaku usaha tersebut dapat mengurangi risiko kelangkaan di kemudian hari sekaligus memastikan semua orang dapat membeli barang-barang yang mereka butuhkan dalam menghadapi pandemi ini.

    3. Memastikan harga tetap terkontrol

    Selain panic buying, masalah yang juga muncul bersama dengan pandemi COVID-19 adalah praktik penimbunan barang kebutuhan sehari-hari yang kemudian akan dijual kembali dengan harga tinggi saat terjadi kelangkaan, misalnya saja yang terjadi pada masker yang dijual dengan harga mencapai Rp400.000/boks beberapa waktu lalu. Para pelaku usaha dapat membantu pemerintah menanggulangi dampak COVID-19 dengan memastikan untuk tetap menjual produk dengan harga normal sehingga semua orang yang membutuhkan barang tersebut tetap dapat membelinya. Namun, jangan lupa untuk memberlakukan pembatasan pembelian agar harga normal tersebut tidak disalahgunakan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab, ya!

    4. Memberikan produk dan jasa secara gratis

    Di antara banyak jenis profesi, tenaga kesehatan bisa dibilang profesi yang paling disibukkan dengan penyebaran COVID-19 yang sudah menjalar sampai ke seluruh dunia ini. Oleh karena itu, beberapa pelaku usaha pun memiliki inisiatif untuk memberikan layanan jasa maupun produk secara gratis kepada tenaga kesehatan. Seorang tukang jahit di Yogyakarta, misalnya, berinisiatif memproduksi baju pelindung medis dari plastik buatannya secara gratis ke sejumlah dokter yang bertugas. Mengingat mahalnya baju pelindung medis, inisiatif ini tentu disambut dengan baik oleh banyak orang. Sementara itu, ada juga pelaku usaha yang berkecimpung dalam bisnis sabun DIY yang memproduksi serta memberikan hand sanitizer untuk digunakan secara cuma-cuma. Inisiatif semacam ini tak hanya membantu mengurangi penyebaran COVID-19, tetapi secara ekonomi juga membantu pihak-pihak yang membutuhkan.

    Ada banyak kontribusi sosial yang bisa diberikan untuk menanggulangi dampak yang diakibatkan oleh penyebaran coronavirus. Mari bersama-sama kita hadapi pandemi ini dengan bentuk dukungan yang bisa kita berikan masing-masing!

     

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Marketplace Indonesia Ini Turut Dorong Pertumbuhan UMKM Lho!
    Marketplace Indonesia memegang peranan besar dalam mendukung perkembangan UMKM. Apa saja marketplace karya anak bangsa tersebut? Simak daftarnya di sini!
    4 Bidang UMKM yang Meraih Sukses Sepanjang Tahun 2021
    Sepanjang tahun 2021, 4 bidang yang digerakkan UMKM ini bisa menyandang status sebagai bisnis sukses dan mampu bertahan. Apa saja bidang UMKM ini?
    Melayani Pelanggan Setia Melalui Sistem Keanggotaan
    Bagaimana melayani pelanggan setia secara maksimal, tetapi juga tidak merepotkan? Mungkin program pelanggan setia bisa menjadi solusi yang patut dicoba!
    Promosi Digital untuk Pemasaran Produk dan Jasa
    Ada berbagai cara dalam melakukan kegiatan pemasaran produk dan jasa, salah satunya dengan memanfaatkan platform digital seperti media sosial.