• majoo blog
  • Tips
  • Cara Menghitung Komisi Karyawan Dengan Aplikasi Barbershop

Cara Menghitung Komisi Karyawan Dengan Aplikasi Barbershop

Hal yang paling penting dari sebuah barbershop bukanlah lokasi, atmosfer, atau marketing. Melainkan karyawan yang kamu pekerjakan untuk membuat klien senang. Pasti kamu pernah menemukan ada konsumen yang kembali datang dan secara khusus meminta dilayani oleh salah satu karyawan.

Bila hal itu terjadi, itu tandanya kamu beruntung memiliki karyawan tersebut. Dan cara terbaik untuk menunjukkan apresiasi adalah dengan memberikan gaji yang layak bagi mereka. Sebab tim bagus yang memiliki pelanggan setia jelas akan membantu meningkatkan keuntungan.

Barbershop menerapkan sistem gaji dan komisi yang beragam. Dan dengan kemajuan teknologi, sudah banyak barbershop yang menggunakan aplikasi barbershop untuk perhitungan gaji atau komisi. Namun sebelum kita membahas lebih jauh mengenai aplikasi, kita bahas terlebih dahulu macam-macam sistem pembayaran yang mungkin kamu terapkan dalam usaha barbershop.

Jenis sistem pembayaran gaji atau komisi karyawan barbershop

Setidaknya ada 3 jenis sistem pembayaran gaji atau komisi untuk karyawan barbershop. Kamu perlu mencari tahu terlebih dahulu mana yang menurutmu paling tepat untuk usahamu. 

1. Sistem Gaji Tetap

Sistem ini cukup umum diterapkan, bukan hanya di usaha barbershop melainkan juga berbagai bisnis lain. Dan sistem ini membuat penghasilan karyawan stabil. Mereka akan tetap menerima gaji, terlepas dari mereka mampu mendatangkan klien atau tidak. Karyawan juga merasa menerima upah untuk semua tugas yang berhubungan dengan pekerjaan, seperti memastikan kebersihan lingkungan kerja, menyapa tamu atau konsumen, mengangkat telepon, dll.

Dengan demikian, karyawan yang memiliki performa kerja yang sangat baik mungkin tidak akan terlalu menyukai sistem ini. Sebab kemungkinan besar mereka akan mengerjakan lebih banyak dibanding karyawan lain, tapi tidak mendapatkan bayaran tambahan atas usaha lebih tersebut. Selain itu, karyawan juga tidak merasa terdorong untuk meningkatkan penjualan atau bekerja lebih keras untuk mendatangkan klien. Sebab tahu akan tetap menerima bayaran yang sama.

2. Sistem Komisi

Opsi ini tidak menyediakan gaji pokok. Namun, karyawan diberikan komisi yang tinggi untuk tiap layanan yang diberikan dan produk yang dijual. Sistem ini akan mendorong karyawan bekerja lebih keras, sebab mereka memahami bahwa mereka harus terus mendatangkan klien bila ingin menerima bayaran.

Sisi buruknya, karyawan yang kesulitan mendatangkan klien hanya mampu menghasilkan sedikit uang atau bahkan tidak menghasilkan sama sekali. Ini dapat memicu stres bagi karyawan. Dan stres yang dialami karyawan akan membuat kesulitan mendatangkan klien, siklus ini terus berulang.

Dan perlu dipahami juga bahwa sistem komisi ini membuat karyawan menciptakan daftar klien “pribadi”, yang akan terus menjadi pelanggannya ketika karyawan tersebut memutuskan berhenti bekerja. Sebab klien datang bukan karena melihat bisnismu, melainkan karena karyawan.

3. Sistem Performa

Sistem ini merupakan kombinasi kedua sistem sebelumnya. Seperti halnya sistem komisi, karyawan akan menerima bayaran lebih banyak sesuai dengan usaha yang dilakukan: banyaknya klien yang dilayani, banyaknya produk yang dijual, dst. Namun, mereka masih tetap menerima gaji tetap.

Sistem ini akan membuat karyawan lebih tenang sebab mereka tahu ada sejumlah uang yang pasti mereka terima. Sekaligus membuat mereka bersemangat untuk berusaha lebih keras, sebab untuk setiap usaha lebih mereka juga akan mendapat bayaran lebih, baik dari pelayanan kepada klien maupun penjualan produk.

Suksesnya penerapan sistem performa ini sangat tergantung pada penawaran gaji tetap yang cukup, serta komisi yang menarik tanpa membuat rugi bisnismu. Sejauh ini, sistem ini memang paling sulit untuk diterapkan. Namun bila diterapkan dengan baik, akan mampu membuat usaha barbershop milikmu maju.

Sebagai pemilik, tantangan yang kamu hadapi tidak selesai pada pemilihan sistem gaji atau komisi. Setelahnya, kamu perlu mengelola perhitungan gaji dan komisi ini setiap bulannya. Tapi kamu tidak perlu khawatir, sebab sekarang ada aplikasi wirausaha lengkap yang akan meringankan pekerjaanmu.

Aplikasi barbershop untuk perhitungan komisi yang lebih mudah

Perhitungan gaji atau komisi yang memusingkan bukan lagi persoalan bila kamu menggunakan aplikasi barbershop dari majoo. Dengan bantuan aplikasi ini, kamu dapat mengatur absensi karyawan dan perhitungan komisi.

Misal bila kamu menerapkan kebijakan gaji pokok akan berkurang bila karyawan absen. Data kehadiran karyawan bisa kamu akses secara lengkap dan akurat dalam aplikasi tersebut.

Kamu juga bisa mengatur komisi secara otomatis untuk tiap layanan dan produk terjual dengan bantuan aplikasi wirausaha ini. Karyawan akan memiliki akun masing-masing dalam aplikasi, sehingga setiap transaksi dapat terhubung dengan akun tersebut dan dihitung secara otomatis. Laporan yang disediakan pun lengkap, kamu dapat menarik data laporan berdasarkan transaksi, produk terjual, atau karyawan.

Perhitungan komisi yang lebih kompleks, seperti multi komisi, di mana satu produk atau transaksi komisinya dibagi kepada beberapa karyawan pun dapat diatur dengan aplikasi tersebut.

Bukan hanya automasi perhitungan, tiap pembayaran komisi yang dilakukan dapat dibukukan ke dalam akun pengeluaran. Sehingga tergambar dalam laporan keuangan.

Related Article

post-thumbnail

5 Tips Menjaga Kesehatan Mental Pengusaha

Menjadi pengusaha seringkali menghadirkan tuntutan yang lebih berat daripada menjadi karyawan biasa. Menjalankan bisnismu sendiri seringkali berdampak pada kesehatanmu secara umum, dan juga kesehatan mentalmu.
post-thumbnail

Tips Cara Edukasi Karyawan tentang Pandemi Coronavirus

Di tengah situasi pandemi seperti ini, sebagai pemilik bisnis penting bagi kamu untuk mengambil peran dalam menjaga situasi internal bisnismu agar tetap kondusif dan memastikan karyawan teredukasi dengan baik.
post-thumbnail

Tips Mengelola Bisnis Agar Bertahan di Tengah Wabah Coronavirus

Selama berhadapan dengan wabah coronavirus, setiap orang perlu mengedepankan kesehatan dan keselamatan, meski artinya harus menutup operasional bisnis sementara. Inilah tips mengelola bisnis agar bertahan, meski harus tutup sementara.
post-thumbnail

Menghindari Panic Buying, Menekan Dampak Coronavirus

Coronavirus yang menyebabkan COVID-19 tidak hanya meninggalkan masalah kesehatan saja, tetapi juga masalah sosioekonomi seperti panic buying atau penimbunan barang kebutuhan sehari-hari. Apa yang bisa dilakukan oleh para pelaku usaha untuk menekan dampak-

Pakai majoo sekarang

Tinggalkan cara lama dan mulai #langkahmajoo mu

Coba Gratis Hubungi Sales
instagram Klik untuk follow majoo.indonesia Banyak inspirasi harian wirausaha dan games seru ×
Whatsapp