Inilah Tren Pola Perilaku Konsumen Pada Era Next Normal



Pandemi COVID-19 membuat masyarakat mengalami keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan, baik primer, sekunder, maupun tersier. Hari demi hari dilalui dengan berbagai penyesuaian, termasuk adaptasi perilaku konsumen.

 

Menurut para ahli ekonomi, kita sedang dihadapkan dengan sebuah masa yang dinamakan next normal. Kondisi yang membuat kita terbiasa dengan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan.

 

Kita harus memakai masker saat keluar rumah, menjaga jarak dengan orang di sekitar, menghindari kerumunan, dan membatasi aktivitas di luar rumah. Tentu saja kita merindukan saat-saat bepergian tanpa menggunakan masker atau hadir di event yang ramai pengunjung seperti pameran dan bazar UMKM.

 

Namun, sentimen nostalgia tersebut harus diikuti dengan kesadaran bahwa kondisi next normal adalah apa yang sedang terjadi saat ini. Penyesuaian-penyesuaian yang diterapkan sudah membentuk pola perilaku yang baru, khususnya masyarakat selaku konsumen.


Hal yang menjadi daya tarik bagi konsumen di era next normal  perlu diperhatikan oleh pelaku usaha. Alasannya sudah jelas yaitu untuk menyiapkan strategi bisnis yang tepat bagi keberlangsungan usaha.

 

Menurut McKinsey, rasa percaya  konsumen akan pulih apabila transaksi dapat dilakukan secara mobile. Kamu sebagai pelaku usaha dapat melihat fenomena ini menjadi sebuah peluang.


Memilih restoran yang menerapkan protokol kesehatan

Siapa sangka berkumpul dengan teman-teman atau keluarga di sebuah tempat makan menjadi sebuah aktivitas yang membutuhkan pertimbangan saat ini? Namun, setelah berbulan-bulan di rumah saja, masyarakat tentu mengalami kejenuhan.

 

Oleh karena itu, sebagian orang sudah mulai mencoba untuk makan di luar rumah. Saat memutuskan dine in, pertimbangannya bukan lagi ketersediaan tempat, melainkan jumlah pengunjung di tempat tersebut.

 

Konsumen akan menghindari tempat yang terlihat ramai. Seperti yang telah diketahui, ada protokol kesehatan yang harus diterapkan di restoran atau kafe. Salah satunya mengurangi jumlah pengunjung yang makan di tempat sehingga dapat menjaga jarak satu sama lain.

 

Selain itu, kebersihan dan sanitasi juga menjadi fokus konsumen. Sebab itu, sudah sewajarnya hal tersebut menjadi perhatian pemilik usaha bila ingin bisnisnya kembali pulih.


Kamu juga dapat menjemput bola sebagai strategi bisnis di masa sekarang. Pasalnya,  ada sebagian masyarakat yang belum merasa nyaman beraktivitas di luar rumah.


Sementara itu, keinginan untuk merasakan ambience makan di restoran sebetulnya cukup kuat. Oleh karena itu, penyediaan jasa antar makanan ke rumah beserta layanannya bisa menjadi peluang usaha.

 

Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Salah satu bisnis yang telah melakukan strategi tersebut adalah Sogogi Shabu & Grill. Selain mengantarkan paket makanan, mereka juga menyediakan alat masak untuk barbecue di rumah. Win-win solution, bukan? 

 

Keterbatasan untuk beraktivitas, beralih ke digital

Dalam situasi pandemi, masyarakat saat ini menjadi lebih bergantung pada teknologi. Dilansir dari The Economist, adaptasi penggunaan platform digital telah maju lima tahun lebih cepat.

 

Dari mulai transaksi pembayaran, video call, proses belajar dan mengajar, hingga pemesanan kebutuhan melalui e-commerce, semuanya berlangsung di kanal digital. Karena itu, strategi digitalisasi bisnis perlu dioptimalkan.

 

Penerapan digitalisasi dapat berupa memasukkan produk usaha kamu di situs belanja online, kanal-kanal media sosial, ataupun website sehingga konsumen dapat melihat dan melakukan transaksi dengan mudah. Penggunaan platform digital yang makin kencang ini dinilai akan berlangsung seterusnya.

 

Dengan adanya platform digital, konsumen merasa sangat dimudahkan dalam memenuhi kebutuhannya. Fitur digital tersebut tidak hanya dapat menghemat waktu, tetapi juga tenaga.

 

Misalnya, kelas-kelas kursus yang bisa dihadiri oleh siapa saja dan di mana saja dengan hanya menggunakan laptop atau alat komunikasi lainnya. Konsumen tidak perlu datang ke tempat untuk menghadiri acara tersebut. Dengan begitu, tidak diperlukan mobilitas yang memerlukan banyak biaya.

 

Contoh lainnya, konsep Mall To Go yang digagas oleh FX Sudirman. Salah satu konsep yang sudah menerapkan digitalisasi untuk konsumen yang tidak dapat pergi ke mal.

 

Bahkan mereka menyediakan jasa personal shopper untuk memudahkan konsumen. Perilaku konsumen terhadap penggunaan teknologi digital sudah menjadi kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Sudah sewajarnya para pemilik usaha menerapkan strategi yang mengakomodasi hal tersebut.  



Melakukan hobi di rumah saja

Aktivitas yang terbatas dan sukar bertemu orang lain membuat masyarakat rentan mengalami kejenuhan dan stres. Namun, berbagai aktivitas yang bisa dilakukan di rumah ternyata bisa menjadi sebuah hobi baru.

 

Menemukan dan mendalami hobi membantu masyarakat terdistraksi dari kejenuhan selama di rumah saja. Misalnya berkebun, dari mulai menanam tanaman hias dan sayuran, menata atau mendekorasi tanaman, sampai mempelajari tentang berkebun secara online.

 

Hal ini menjadi sebuah kabar baik bagi masyarakat selaku konsumen dan juga pelaku usaha. Tingkat pembelian kebutuhan berkebun naik dibandingkan sebelum pandemi.

 

Hal ini juga menjadi peluang baru bagi pelaku usaha. Tidak sedikit yang  memulai bisnis menjual alat-alat dan kebutuhan berkebun saat pandemi. Ada juga yang mengemasnya dengan unik dalam bentuk starter kit berkebun sehingga dapat menjadi alternatif hadiah.

 

Dari penjelasan di atas, kita mengerti bahwa perubahan perilaku konsumen akibat pandemi memang menantang. Namun, di balik tantangan tersebut, terselip peluang yang menjanjikan bila kamu eksplorasi lebih lanjut.

Upcoming Event

Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

Lihat semua event

Download Majalah

Cover majalah wirausaha Indonesia
Lihat semua edisi

Related Article

Online Shop: Bisnis Paling Tepat di Masa Pandemi

Di masa pandemi, saat semuanya dibatasi, membuka atau mengalihkan bisnis menjadi online shop dianggap sebagai sebuah strategi bisnis yang tepat.

Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Inovasi Produk, Dari A-Z

Untuk bisa bertahan dan maju di tengah persaingan, kamu perlu melakukan inovasi produk, baik meluncurkan produk baru maupun menambahkan fitur.

Metode Pembayaran QRIS, Inilah Kelebihannya

Metode pembayaran dengan menggunakan QRIS bisa dipilih untuk menjaga jarak aman selama pandemi. Selain itu, cara ini juga lebih menguntungkan bagi bisnis.

Melayani Pelanggan Setia Melalui Sistem Keanggotaan

Bagaimana melayani pelanggan setia secara maksimal, tetapi juga tidak merepotkan? Mungkin program pelanggan setia bisa menjadi solusi yang patut dicoba!
Whatsapp