• majoo blog
  • Tips
  • Mau Mulai Usaha Sampingan Tanpa Modal? Simak Tips Lengkapnya Di Sini!

Mau Mulai Usaha Sampingan Tanpa Modal? Simak Tips Lengkapnya Di Sini!

Banyak orang yang bercita-cita memiliki usaha sendiri. Kebanyakan memulai dengan menjadi karyawan, harapannya sebagian gaji ditabung untuk dijadikan modal usaha. Namun setelah 3 tahun, 5 tahun, bahkan 10 tahun, tabungan modal usaha tersebut tidak kunjung terkumpul. Dan situasi semakin mendesak, karena kamu harus bersiap-siap tetap memiliki alternatif penghasilan setelah berhenti dari perusahaan tempatmu bekerja saat ini.

Apakah skenario di atas terdengar familier?

Tidak ada waktu untuk menyesali keadaan. Sebaiknya kamu pikirkan untuk memulai usaha sampingan sekarang juga. Tapi, modalnya masih belum terkumpul? Tidak perlu khawatir, artikel ini akan memberimu tips memulai usaha dengan sedikit atau bahkan tanpa modal sama sekali.

Mungkin kamu bertanya-tanya bagaimana caranya memulai usaha tanpa punya modal. Seperti yang kamu bayangkan, hal ini sama sekali tidak mudah. Namun, banyak pemilik usaha yang berhasil melakukannya. Tiga langkah di bawah ini akan menunjukkan cara untuk memulai usaha sampingan tanpa modal.

1. Bertukar pikiran tentang ide bisnis

Bekerja penuh waktu dan menjalankan usaha sekaligus sama sekali bukan pekerjaan mudah. Bertukar pikiran tentang ide bisnis dengan orang yang lebih berpengalaman dan pendapatnya dapat dipercaya merupakan langkah penting.

Bila kamu baru memiliki keinginan untuk punya usaha, namun belum memiliki ide yang jelas terkait usaha yang ingin kamu jalankan, kamu bisa mulai dengan mengamati pasar. Cara sederhana untuk memulai sebuah usaha adalah dengan melihat kebutuhan pasar dan apa yang bisa kamu lakukan untuk mengisi gap atau kekosongan di sana. Mungkin kamu bisa menyediakan jasa atau membuat produk baru yang dibutuhkan dan belum ada di pasaran.

Sangat beruntung sekali bila kamu bisa menemukan irisan antara passion dan keterampilan yang kamu miliki, serta kebutuhan pasar. Jenis usaha ini idealnya menjadi tujuanmu. Namun, menemukan jenis usaha ideal seperti ini tentu tidak mudah. Bahkan kamu mungkin perlu menjalankan usaha yang tidak sesuai passion sebagai permulaan.

Di samping itu, kamu juga perlu memikirkan hal teknis ketika akan memulai usaha. Keputusan pertama dan paling penting adalah tentang jenis badan usaha. Hal ini akan berdampak pada pajak, kewajiban, manajemen, kontinuitas, dan operasional. Itu sebabnya, sangat baik bila pada tahap ini kamu berdiskusi dengan akuntan dan paralegal. Berikut ini beberapa jenis badan usaha yang bisa kamu pertimbangkan:

  • Kepemilikan tunggal: ini adalah jenis badan usaha yang paling umum karena mudah dibentuk dan memberikan kontrol manajerial penuh kepada pemilik. Satu-satunya kelemahan jenis badan usaha ini, pemilik bertanggung jawab penuh atas semua kewajiban keuangan.

  • Kemitraan atau partnership: kamu mungkin tidak perlu sepenuhnya memikul beban, tapi dalam kemitraan kamu juga harus melepaskan sebagian kendali, sebab ada satu orang atau lebih untuk diajak berkolaborasi. Juga beban tanggung jawab keuangan melekat pada setiap mitra yang terlibat.

  • Perusahaan atau korporasi: mendirikan perusahaan sebetulnya merupakan cara paling menguntungkan dalam memulai bisnis. Sebab perusahaan berdiri sebagai entitas yang terpisah, sehingga kamu akan terhindar dari tanggung jawab pribadi. Namun, untuk memulainya membutuhkan biaya di muka atau modal awal yang cukup besar.

2. Buat rencana bisnis

Meskipun keputusanmu jatuh pada usaha dengan kepemilikan tunggal, kamu tetap harus membuat rencana bisnis tertulis. Gunanya untuk memastikan setiap langkah yang kamu lakukan selalu di dalam jalur untuk mencapai tujuan. Lebih dari itu, hal ini penting untuk menarik penanam modal. Ingat, kita bicara mengenai usaha yang dimulai tanpa modal pribadi.

Sebuah rencana bisnis yang solid harus mencakup:

  • Ringkasan eksekutif, berisi pandangan singkat tentang bisnismu.

  • Deskripsi perusahaan, di sini kamu memaparkan apa yang dilakukan oleh bisnis ini, termasuk misinya.

  • Analisis pasar, riset yang sudah kamu lakukan mengenai industri, pasar, dan pesaing, kamu tuangkan di sini.

  • Organisasi dan manajemen, struktur dan manajemen dari usaha yang akan kamu jalankan.

  • Layanan atau produk, ini adalah penjelasan tentang detail layanan dan produk yang kamu tawarkan.

  • Pemasaran dan penjualan, uraikan mengenai strategi pemasaran dan penjualan pada bagian ini.

  • Pendanaan, inilah bagian di mana kamu menjelaskan jumlah dana yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini hingga bisa menghasilkan laba secara konsisten.

  • Proyeksi keuangan, kamu perlu membuat anggaran untuk bisnis ini dalam skala yang lebih besar.

Sebelum menuliskan rencana bisnis, tentukan terlebih dahulu tujuanmu sejak awal. Sesuaikan caramu menulis rencana bisnis dengan tujuan yang ingin dicapai tersebut. Dalam menuliskan rencana bisnis, kamu juga perlu memahami siapa yang menjadi audiens dan apa yang memotivasi mereka untuk bertindak sesuai yang kamu harapkan.

Terakhir, bersemangatlah! Jika orang bisa merasakan antusiasme dan kesungguhan kamu memulai bisnis ini melalui rencana yang kamu tulis, mereka akan cenderung ingin menjadi bagian dari bisnis tersebut. Jelaskan mengenai nilai-nilai yang kamu pegang, dedikasimu, tujuan bisnis, serta apa yang membedakan kamu dari bisnis lain yang sudah ada di pasar.

3. Temukan cara untuk mendanai bisnis

Belum memiliki modal untuk memulai usaha bukan berarti kamu tidak bisa memulainya. Kamu tetap bisa membangun bisnis asal ada sumber dana yang tidak harus selalu milikmu pribadi.

Faktanya, membiayai bisnis dengan mengumpulkan semua harta yang kamu miliki merupakan cara konvensional. Walaupun terlihat sebagai cara yang baik untuk memulai suatu bisnis, namun sering kali tidak memungkinkan untuk membuat suatu bisnis bertumbuh dengan cara ini, sebab uang cadangan yang kamu miliki akan terus berkurang sampai usaha tersebut dapat menghasilkan keuntungan.

Gunakan peluang pendanaan berikut ini ketika akan memulai usaha tanpa modal pribadi.

  • Venture Capitalist Companies
    Perusahaan Venture Capitalist biasanya memusatkan dana investasi mereka pada industri tertentu, perangkat lunak dan media digital misalnya. Juga pada perusahaan pemula yang dianggap berpotensi untuk sukses.

    Banyak startup mengajukan permohonan pendanaan pada perusahaan ini. Maka, bila kamu ingin mengajukan pendanaan, pastikan kamu menyusun proposal yang benar-benar mampu menunjukkan mengapa bisnismu akan menguntungkan bagi mereka.

    Menempuh cara ini akan membutuhkan waktu cukup panjang. Perusahaan venture capitalist akan melakukan evaluasi yang rinci sebelum memutuskan akan memberikan pendanaan atau tidak. Jadi, bila kamu membutuhkan dana dalam waktu singkat, cara ini mungkin tidak ideal untukmu.

    Perlu diingat juga, bila kamu mendapatkan pendanaan dari perusahaan ini, sebagian kepemilikan akan menjadi milik mereka.

  • Angel Investor
    Istilah ini sering digunakan untuk merujuk kepada seseorang dengan jumlah kekayaan yang tinggi dan berinvestasi menggunakan uang pribadinya. Biasanya penanam modal akan meminta 20%-50% saham dari bisnis.

  • Pinjaman atau Dana Hibah
    Bisa dimengerti bila pemilik usaha baru menjadikan pinjaman sebagai pilihan terakhir untuk pendanaan usaha. Terutama karena suku bunga dan tenggat pembayaran yang harus dipenuhi. Kadang juga sulit bagi pemilik usaha baru untuk memenuhi syarat peminjaman dana.

    Sedang dana hibah mungkin bisa jadi pilihan yang lebih baik. Cukup banyak program dari pemerintah maupun swasta yang menawarkan dana hibah bagi pemilik usaha kecil. Informasi mengenai hal ini cukup mudah ditemukan, kamu bisa melakukan banyak riset mengenai program pendanaan ini melalui internet. 

Related Article

post-thumbnail

5 Tips Menjaga Kesehatan Mental Pengusaha

Menjadi pengusaha seringkali menghadirkan tuntutan yang lebih berat daripada menjadi karyawan biasa. Menjalankan bisnismu sendiri seringkali berdampak pada kesehatanmu secara umum, dan juga kesehatan mentalmu.
post-thumbnail

Tips Cara Edukasi Karyawan tentang Pandemi Coronavirus

Di tengah situasi pandemi seperti ini, sebagai pemilik bisnis penting bagi kamu untuk mengambil peran dalam menjaga situasi internal bisnismu agar tetap kondusif dan memastikan karyawan teredukasi dengan baik.
post-thumbnail

Tips Mengelola Bisnis Agar Bertahan di Tengah Wabah Coronavirus

Selama berhadapan dengan wabah coronavirus, setiap orang perlu mengedepankan kesehatan dan keselamatan, meski artinya harus menutup operasional bisnis sementara. Inilah tips mengelola bisnis agar bertahan, meski harus tutup sementara.
post-thumbnail

Menghindari Panic Buying, Menekan Dampak Coronavirus

Coronavirus yang menyebabkan COVID-19 tidak hanya meninggalkan masalah kesehatan saja, tetapi juga masalah sosioekonomi seperti panic buying atau penimbunan barang kebutuhan sehari-hari. Apa yang bisa dilakukan oleh para pelaku usaha untuk menekan dampak-

Pakai majoo sekarang

Tinggalkan cara lama dan mulai #langkahmajoo mu

Coba Gratis Hubungi Sales
instagram Klik untuk follow majoo.indonesia Banyak inspirasi harian wirausaha dan games seru ×
Whatsapp