Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • majoo blog
    • Tips
    • Tips Menarik Pelanggan Toko dengan Promosi yang Efektif

    Tips Menarik Pelanggan Toko dengan Promosi yang Efektif

    Umumnya, pada tahap awal usaha kita, sebagian besar dari pelanggan toko kita kalau bukan keluarga dan kerabat, ya teman-teman yang selalu mendukung kita. Tentunya hal ini sangat baik bagi toko kita; setidaknya sejak hari pertama dibuka, toko kita sudah didatangi pelanggan.

    Tetapi, kita tidak mungkin mengandalkan mereka selamanya. Kita juga tidak mau kelangsungan usaha kita tergantung pada keluarga, kerabat, dan teman kita saja. Kita harus menemukan cara untuk bisa menarik pelanggan toko yang baru. Lalu, bagaimana cara promosi yang efektif untuk mendatangkan pelanggan baru?

    1.    Kenali Karakteristik Pelangganmu

    Pada tahap pembuatan rencana bisnis, kamu pastinya sudah menentukan pangsa pasarmu. Siapa sih, yang akan tertarik pada barang atau jasa yang kamu tawarkan? Apakah mahasiswa, kelompok pekerja, ibu rumah tangga, atau eksekutif muda? Berapa rentang harga yang masuk akal bagi mereka, dan masih mendatangkan keuntungan bagi usahamu? Promosi yang seperti apa yang menarik bagi mereka?

    Mengenali karakteristik pelanggan ini adalah langkah kunci dalam menyusun promosi yang efektif. Kalau pangsa pasarmu cukup luas, kamu bisa mengelompokkan mereka dan membuat rancangan promosi yang berbeda bagi masing-masing kelompok.

    2.    Pelajari Kompetitormu

    Kebanyakan dari calon pelangganmu mungkin sudah menjadi pelanggan di tempat lain, yang sudah lebih dulu ada daripada tokomu. Tidak perlu gusar. Mereka punya hak untuk belanja di dua toko yang berbeda, tanpa harus meninggalkan salah satunya.

    Yang kamu harus lakukan adalah mempelajari cara kompetitormu menarik pelanggan mereka. Apakah mereka menawarkan diskon, atau menawarkan paket khusus? Bisakah kamu menawarkan diskon yang lebih menarik, atau menawarkan paket yang lebih spesial? Atau, bisakah kamu menawarkan sesuatu yang berbeda sama sekali?

    3.    Berpikir sebagai Pelanggan

    Setelah kamu mengenali karakteristik pelangganmu, sekarang bayangkan kamu ada di posisi mereka. Lalu tanyakan pada dirimu sendiri: Apa yang akan membuatku tertarik untuk datang dan belanja di toko ini? Promosi seperti apa yang akan membuatku juga belanja di toko ini dan di toko kompetitor? Atau bahkan beralih dari kompetitor? Perlakuan atau layanan seperti apa yang akan membuatku kembali lagi ke sini?

    Kamu pastinya juga seorang pelanggan, entah pelanggan toko tertentu atau pelanggan jasa tertentu. Kilas balik pengalamanmu sendiri. Apa yang membuatmu mendatangi toko langgananmu tiap minggu meski kamu tidak beli apa-apa? Apa yang membuatmu merasa nyaman dan betah di sana? Atau sebaliknya, apa yang tidak kamu suka dari produk atau layanan suatu toko?

    4.    Jemput Bola

    Kalau kamu hanya mengandalkan promosi dan iklan, lalu hanya duduk diam menunggu datangnya pelanggan, bisnismu tidak akan bisa tumbuh dengan cepat. Kamu harus selalu aktif menjemput bola.

    Kamu bisa ikut acara-acara seperti bazar atau pasar kaget, atau buka pop-up store di acara-acara musik, festival, bahkan pameran. Kalau produkmu adalah produk makanan atau minuman, lakukan promosi dengan sampling. Tawari pengunjung acara untuk mencicipi makanan atau minuman yang kamu jual. Kalau mereka mengunjungi booth-mu dan membeli sesuatu, tawari mereka untuk mencicipi makanan atau minuman lain secara gratis.

    Kamu juga bisa melakukan ini bahkan kalau produkmu bukan makanan. Para pengunjung acara itu bisa sekilas mengenal produkmu, sebelum memutuskan akan ke tokomu. Kamu juga pasti pernah enggan masuk ke toko yang belum kamu ketahui produknya, hanya untuk sekadar lihat-lihat. Tidak sedikit pelanggan yang sungkan, hanya lihat-lihat dan tidak beli apa-apa.

    5.    Buat Program Referral

    Disadari atau tidak, salah satu faktor utama yang bisa meyakinkan kita membeli suatu barang biasanya justru bukan iklan atau promosi dari penjual. Meski iklannya luar biasa bagus dan viral, kita sering baru tergerak untuk membeli setelah mendengar pengalaman teman kita. Nah, tidak ada salahnya kita membuat program referal, semacam member get member.

    Kalau ada pelanggan kita yang membawa pelanggan baru, kita bisa memberi diskon. Kelak, kalau pelanggan baru itu membawa pelanggan baru lainnya, kita juga beri dia diskon. Pasti mereka akan tertarik.

    6.    Promosi yang Berbeda

    Inovasi dan kreativitas dalam promosi adalah suatu keharusan. Memang mudah melakukan promosi yang sama dengan yang dilakukan bisnis lain, seperti sale akhir tahun, diskon hari kemerdekaan, dan seterusnya. Yang kita sering lupa, ketika semua toko serupa melakukan obral di saat yang bersamaan, tingkat kompetisinya menjadi jauh lebih tinggi.

    Buatlah promosi yang unik dan berbeda. Misalnya, kalau tokomu menjual pakaian untuk perempuan, jadikan laki-laki sebagai sasaran promosimu. Lho, kok malah laki-laki? Ya. Beri diskon 10% kalau pembelimu perempuan, tetapi 20% kalau pembelimu laki-laki. Yakinlah, penjualanmu akan meningkat.

    Contoh lain, misalnya, diskon untuk yang berprestasi. Kebanyakan bisnis memberi diskon khusus bagi yang berprestasi, entah ranking satu atau IPK di atas 3.75. Faktanya, jumlah yang tidak mendapat ranking satu atau yang IPKnya di bawah 3.75 justru lebih banyak. Kenapa tidak membuat promosi: diskon 25% bagi yang IPKnya di bawah 2?

    7.    Optimalkan Media Sosial

    Dalam era digital ini, media sosial menjadi salah satu tempat promosi paling penting. Hampir semua orang yang berpotensi menjadi pelanggan kita setidaknya aktif di satu platform media sosial. Manfaatkan media sosial secara optimal, melalui semua fiturnya.

    Sesuaikan caption dengan target pasarmu. 

    8.    Lakukan Pendekatan Personal

    Pernah, kan, ketika kamu memasuki suatu toko, pelayan tokonya langsung menyapamu keras-keras dengan sapaan standar mereka? Atau pelayannya mengikuti ke mana pun kamu bergerak? Mungkin pendekatan seperti ini tidak masalah ketika baru pertama kali. Tetapi kalau kita sudah sering ke sana dan terus mendapat perlakuan seperti itu? Kita malah jadi jengah.

    Gunakan pendekatan personal, yang membuat pelanggan kita merasa dikenal dan akrab. Kalau kamu tahu namanya, sapa dengan tulus. “Eh, Mbak Rahma. Mau lihat-lihat dulu, Mbak? Atau mau saya bantu?”

    Yang harus diingat kalau menggunakan pendekatan seperti ini, jangan pasif-agresif. Jangan sekali-kali menyapa dengan, “Eh, Mbak Rahma, udah lama banget nggak ke sini. Barang di toko sebelah lebih bagus, ya Mbak?”

    Tentu saja, cara menarik pelanggan toko ini akan berbeda-beda bagi setiap toko, tergantung dari karakteristik tokomu sendiri, dan karakteristik pelangganmu. Ikuti saja langkah-langkah di atas, dan sesuaikan sendiri, sehingga kamu bisa membuat promosi yang efektif khusus bagi tokomu sendiri.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Meningkatkan Brand Exposure Online Shop Tanpa Gagal
    Brand exposure merupakan salah satu kegiatan dalam hal branding. Bagaimana cara meningkatkan brand exposure pada online shop?
    Wajib Tahu, 5 Trik Agar Bisnismu Gak Ambruk di Tengah Jalan!
    Memulai sebuah bisnis membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit. Tapi ngomongin soal mengelola bisnis? Wah, ini sudah another level sih!
    Ingin Mulai Bisnis Kuliner? Ini 5 Perlengkapan yang Wajib Kamu Punya!
    Bisnis kuliner belakangan makin jadi primadona, apalagi di tengah populernya platform penjualan online.
    5 Trik Tingkatkan Jualan Laris di eCommerce, Anti Gagal!
    Buat kamu yang sedang mempertimbangkan untuk melakukan ekspansi usaha dengan coba berjualan di marketplace, majoo punya beberapa tips ampuh yang bisa kamu coba. Yuk, simak!