Memenuhi Syarat KTA untuk Pinjaman Modal


Memperoleh pinjaman dana kerap menjadi langkah pertama yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha sebelum memulai bisnisnya; khususnya bagi mereka yang bergerak dalam bidang usaha mikro, kecil, dan menengah. Salah satunya adalah dengan mengajukan KTA atau Kredit Tanpa Agunan.

Namun, sebenarnya apa saja, sih, yang perlu disiapkan sebelum mulai mengajukan kredit tanpa agunan? Apa saya yang menjadi syarat KTA agar bisnis dapat dikembangkan lebih maksimal dengan suntikan dana segar?

  1. Tentukan KTA yang Ingin Diajukan

Ada banyak penyedia jasa keuangan yang juga membuka pengajuan KTA selain jasa lainnya. Umumnya, setiap usaha perbankan menyediakan layanan ini.

Pilih di bank mana kamu ingin mengajukan KTA untuk pengembangan bisnismu. Penting diingat bahwa setiap bank memiliki ‘aturan main’ mereka sendiri; misalnya saja berapa batas atas pinjaman yang bisa diambil dan berapa lama serta berapa banyak angsuran yang perlu dilakukan untuk melunasi pinjaman tersebut.

Tentunya, kamu juga perlu mengetahui seberapa besar modal yang dibutuhkan untuk memulai pengembangan bisnismu. Jangan sampai memilih untuk mengambil KTA di salah satu lembaga keuangan, dan ternyata jumlah modal yang kamu butuhkan masih di atas plafon yang diajukan oleh lembaga keuangan tersebut.

Jika situasi ini terjadi, otomatis kamu perlu mengajukan pinjaman di tempat lain, dan tentunya tindakan ini akan memperberat bisnismu terkait pelunasan angsuran yang harus dilakukan.

  1. Sesuaikan Kemampuan Bisnis terhadap Angsuran

Setelah menentukan di lembaga keuangan mana kamu ingin mengajukan KTA, pelajari syarat KTA yang ingin diambil tersebut, termasuk besarnya angsuran yang perlu dilunasi setiap bulannya.

Dari sana, kamu bisa menentukan apakah bisnis yang kamu jalankan memang memiliki kemampuan untuk melunasi angsuran tersebut.

Sebagai contoh, jika omzet bulananmu selama ini berkisar di bawah angka Rp1.000.000, tentu tidak bijak jika kamu mengambil pinjaman dengan nilai angsuran jauh di atas angka Rp1.000.000 setiap bulannya. Karena dengan proyeksi seperti tersebut, bisa saja permohonanmu untuk mengajukan KTA akan ditolak oleh lembaga keuangan yang ingin kamu tuju.

Sebaliknya, jika kamu bisa membuat proyeksi keuntungan bisnis yang baik dan mampu menjawab angsuran yang ada setiap bulannya, bukan saja KTA yang kamu ajukan akan lebih mudah untuk disetujui, tetapi kamu juga bisa merasa tenang karena beban pengeluaran per bulan juga bisa ditutup.

Dengan kata lain, jangan secara asal mengajukan KTA jika memang tidak dibutuhkan atau jika suntikan dana yang didapat dari KTA tersebut dirasa belum dapat digunakan untuk mengembangkan usaha dan memperoleh pendapatan tambahan yang dapat menutup biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar angsuran.

Di sisi lain, jika perencanaanmu memang sudah matang dalam pengembangan bisnis, dan kamu yakin dengan adanya modal tambahan ini bisnismu juga dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar, tak ada salahnya untuk mengajukan KTA tersebut.

  1. Persiapkan Setiap Dokumen yang Dibutuhkan

Setiap lembaga keuangan memiliki syarat KTA yang berbeda. Namun, umumnya secara dokumen sudah ada aturan yang jelas dan berlaku hampir di seluruh lembaga keuangan yang menyediakan jasa kredit tanpa agunan.

Kredit tanpa agunan dapat diajukan dengan dilengkapi sejumlah dokumen seperti KTP, NPWP, Kartu Keluarga, surat keterangan penghasilan maupun slip gaji jika kamu juga merupakan seorang karyawan, surat izin praktik bagi praktisi atau tenaga kerja profesional, dokumen SIUP/TDP bagi pelaku usaha, rekening koran atau tabungan selama tiga bulan terakhir, dan juga akte nikah bagi mereka yang sudah menikah.

Dokumen-dokumen yang sudah disebutkan di atas dapat digunakan oleh lembaga keuangan pemberi kredit tanpa agunan untuk melanjutkan proses validasi, memastikan bahwa kamu memiliki kesanggupan untuk mengembalikan pinjaman tersebut.

Tak heran jika kamu juga harus menyertakan rekening koran maupun surat keterangan penghasilan, karena dari sini lembaga keuangan yang dituju dapat menilai seberapa sehat arus kas keuanganmu. Lembaga keuangan tentu tidak akan memberikan KTA kepada pihak-pihak yang dirasa tidak memiliki arus kas sehat, karena ini berarti kemampuan peminjam dalam mengembalikan pinjaman tersebut juga patut dipertanyakan.

Dengan kata lain, jangan menggunakan rekening koran untuk akun maupun rekening pribadimu. Jika KTA yang diajukan memang ingin digunakan untuk mengembangkan usaha, gunakan rekening koran bisnismu sehingga lembaga keuangan tersebut dapat melihat bagaimana proyeksi bisnismu ke depannya dan tidak ragu untuk menyetujui pinjaman yang diajukan.

  1. Pastikan Meminjam di Tempat yang Memang Sesuai

Jika lembaga keuangan yang akan menyetujui pengajuan KTA perlu melakukan validasi kemampuanmu dalam mengembalikan pinjaman, sebagai pelaku usaha yang ingin memulai pengembangan bisnis pun kamu berhak melakukan hal yang sama.

Validasi dengan hati-hati bahwa lembaga keuangan yang kamu tuju memang merupakan lembaga keuangan yang dapat secara sah memberikan kredit tanpa agunan.

Umumnya, lembaga keuangan yang memang aman akan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Pastikan bahwa lembaga keuangan yang kamu tuju untuk pengajuan KTA sudah terdaftar di OJK.

Jangan tergoda dengan lembaga keuangan yang tak dapat membuktikan keabsahan usahanya, karena bisa jadi lembaga keuangan tersebut melakukan praktik ilegal yang dapat membahayakan bisnismu. Tentu ironis rasanya jika kamu ingin mengajukan KTA untuk mengembangkan usahamu, tetapi yang terjadi justru bisnis gulung tikar karena dirugikan oleh pihak-pihak yang tidak benar, kan?

Setelah mengetahui syarat KTA yang dibutuhkan, kamu dapat mengajukan permohonan pinjaman modal. Pastikan dana yang kamu dapatkan memang digunakan untuk pengembangan bisnis agar kamu tetap dapat melunasi pinjaman tersebut nantinya. 

Manfaatkan aplikasi majoo untuk mengelola operasional bisnismu agar pengembangan bisnis yang dilakukan juga tetap terarah sesuai dengan modal yang dianggarkan!

Upcoming Event

Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

Lihat semua event

Download Majalah

Cover majalah wirausaha Indonesia
Lihat semua edisi

Related Article

Membuat Standar Operasional untuk Admin Online Shop!

Perlu tidak, sih, membuat standar operasional prosedur untuk admin online shop? Tentu perlu, dong! Simak langkah-langkahnya di sini!

Memanfaatkan Analisis Pola Konsumsi dari Data Pelanggan

Mengapa seorang pelaku usaha perlu memahami pola konsumsi yang dimiliki oleh pelanggan-pelanggan bisnisnya? Bagaimana cara mudah untuk melakukannya?

Tips Meraih Kemajuan Bisnis Melalui Penggunaan Instagram

Saat ini Instagram banyak digunakan oleh para pebisnis sebagai salah satu strategi marketing. Ini tipsnya agar strategi tersebut bisa lebih optimal.

Beberapa Langkah Penting Menjaga Retensi Pelanggan

Menjaga retensi dan kepuasan pelanggan bisa menjadi kunci utama dalam memastikan bisnis tetap bertahan di tengah terpaan pandemi Covid-19.
Whatsapp