Panduan Memilih Barcode Scanner Untuk Bisnis Ritel

Barcode scanner telah menjadi alat yang biasa ada di bisnis ritel. Selain bisa mempercepat proses proses transaksi, juga dapat meningkatkan pengalaman konsumen selama berada di tokomu. Tapi, barcode scanner mana yang paling pas untuk tokomu? Faktor utama pemilihannya, tentu saja faktor kegunaan.

Bila kamu memiliki sedikit toko kecil, cukup menggunakan pemindai barcode pada kasir. Lain halnya bila kamu memiliki bisnis ritel yang lebih besar, maka perlu juga menggunakan pemindai barcode untuk inventori. Hal ini akan menghemat banyak sekali waktu.

Pemindai barcode itu sebagus konektivitas antara alat dengan basis data aplikasi point of sale. Dengan kata lain, kamu bisa membeli alat pemindai terbaik, tapi jika sistem point of sale yang kamu miliki tidak siap untuk menanganinya, maka kamu perlu mempertimbangkan ulang.

Sistem point of sale saat ini biasanya sudah bisa menggunakan pemindai barcode untuk kasir online. Bahkan beberapa penyedia sistem POS, seperti majoo, bisa memberikan paket dengan hardware lengkap, termasuk barcode scanner.

Untuk memudahkan kamu membuat keputusan, berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika akan membeli barcode scanner.

1. Mesin Pemindaian

Setidaknya ada 3 jenis alat pemindai. Masing-masing membaca jenis barcode yang berbeda dan diberi tanda dengan cara yang berbeda.

  • Laser Ini jenis pemindai yang paling populer. Alat ini menggunakan laser dan sensor cahaya untuk mengukur pantulan garis dalam rangka menerjemahkan barcode. Pemindai ini membaca barcode sederhana dalam bidang satu dimensi. Barcode dapat dibaca oleh pemindai jenis ini dalam jarak 5-30 sentimeter. Beberapa alat bisa membaca barcode dari jarak 50 sentimeter. Pemindai jenis ini umum digunakan sebab cukup ekonomis. Namun penggunaannya sangat terbatas. Dan dioda laser sering kali membuat pengguna frustasi saat mencoba memindai.
  • Linier Alat ini hanya bisa membaca gambar satu dimensi seperti pemindai laser, tapi jenis ini bekerja dengan cara yang sangat berbeda. Bila pemindai laser menggunakan cahaya merah dan sensor cahaya untuk membaca bagian hitam dan putih pada label, pemindai linier mengambil gambar dan menganalisisnya. Hal ini mempercepat proses pemindaian. Sebab pemindai jenis ini langsung menganalisis gambar, bukan pantulan atau bayangan, sehingga membutuhkan lebih sedikit cahaya untuk menjalankan proses pemindaian.

    Harga untuk model ini hampir sama dengan laser. Namun ketepatan dan kualitas pemindaian membuatnya jadi pilihan lebih baik.

  • 2D (Dua Dimensi) Ini adalah pemindai terbaik karena bisa membaca segala jenis barcode. Seperti namanya, alat ini bisa membaca bidang dua dimensi. Memberikan banyak sekali keuntungan. Pertama, memungkinkan kamu memindai dengan sembarang arah. Dengan menggunakan dua tipe sebelumnya, kamu harus memposisikan pemindai sejajar dengan label. Namun dengan pemindai 2D, kamu bisa memindai label secara vertikal atau horizontal, tidak masalah. Untuk fitur ini, beberapa produsen menyebutnya omnidirectional. Pemindai ini juga mengambil gambar seperti model linier. Itu sebabnya kadang model ini disebut pemindai linier 2D. Fitur terbaik dari pemindai jenis ini adalah kemampuannya membaca barcode pada permukaan apa pun. Misalnya, bisa memindai label dari layar komputer atau gawai lain. Bila kamu pernah check-in di bandara dengan perangkat seluler, pemindai jenis inilah yang digunakan untuk memindai barcode tiket pada layar telepon seluler. Dan perlu diketahui, jauh lebih sulit membaca barcode atau kode QR dari layar LCD yang tidak menghasilkan pantulan dibanding label kertas.

2. Nirkabel vs kabel

Jelas, nirkabel sangat populer saat ini. Namun ada perbedaan biaya yang besar antara pemindai dengan kabel dan nirkabel. Meskipun suatu scanner dikategorikan sebagai nirkabel, alat ini masih perlu terhubung ke komputer agar berfungsi. Jadi, yang umum dilakukan adalah mengatur dudukan di samping komputer yang tidak hanya terhubung ke perangkat kasir, tetapi juga berfungsi untuk mengisi daya pemindai tersebut.

Ada juga pemindai yang dapat bekerja melalui cloud. Perangkat ini menggunakan bluetooth untuk menghubungkan dan dapat ditautkan ke perangkat seluler. Aplikasi pada perangkat mengumpulkan informasi, kemudian mengirimkannya ke server tempat basis data sistem POS kamu disimpan.

3. Jenis pemindai

Ada beberapa jenis pemindai, penjelasan di bawah ini akan membantu kamu memutuskan mana yang paling cocok untuk bisnismu.

  • Genggam: Pemindai genggam ini paling umum digunakan. Bisa dengan kabel atau nirkabel. Namun seperti namanya, bentuk pemindai ini cocok dalam genggaman telapak tangan yang memudahkan ketika akan menyoroti barcode dan melakukan pemindaian.
  • Presentation: Jenis ini dirancang untuk diletakkan di atas meja kasir. Dapat digunakan sebagai pemindai genggam, namun sebetulnya layarnya dirancang agar kamu menyajikan atau “present” kode pada alat pemindai. Jangkauan yang luas membuatmu tidak harus mengarahkan barcode secara presisi pada pemindai.
  • Counter mounted: Sama dengan tipe presentation, alat ini juga dirancang agar barcode diarahkan pada layar pemindai. Bukan ‘menembakkan’ pemindai ke barcode, seperti yang dilakukan pada pemindai genggam. Jenis ini juga diletakkan pada meja kasir. Namun, lebih umum digunakan di toko-toko yang menerapkan self-check out.
  • Perangkat seluler: Dari keempat jenis pemindai, mungkin ini yang paling tidak umum. Pemindai ini sama seperti ponsel pintar. Dapat memindai dan menyimpan informasi ke dalam kartu memori untuk diunduh kemudian atau memperbarui data secara langsung melalui wifi atau koneksi seluler.

Related Article

post-thumbnail

5 Tips Menjaga Kesehatan Mental Pengusaha

Menjadi pengusaha seringkali menghadirkan tuntutan yang lebih berat daripada menjadi karyawan biasa. Menjalankan bisnismu sendiri seringkali berdampak pada kesehatanmu secara umum, dan juga kesehatan mentalmu.
post-thumbnail

Tips Cara Edukasi Karyawan tentang Pandemi Coronavirus

Di tengah situasi pandemi seperti ini, sebagai pemilik bisnis penting bagi kamu untuk mengambil peran dalam menjaga situasi internal bisnismu agar tetap kondusif dan memastikan karyawan teredukasi dengan baik.
post-thumbnail

Tips Mengelola Bisnis Agar Bertahan di Tengah Wabah Coronavirus

Selama berhadapan dengan wabah coronavirus, setiap orang perlu mengedepankan kesehatan dan keselamatan, meski artinya harus menutup operasional bisnis sementara. Inilah tips mengelola bisnis agar bertahan, meski harus tutup sementara.
post-thumbnail

Menghindari Panic Buying, Menekan Dampak Coronavirus

Coronavirus yang menyebabkan COVID-19 tidak hanya meninggalkan masalah kesehatan saja, tetapi juga masalah sosioekonomi seperti panic buying atau penimbunan barang kebutuhan sehari-hari. Apa yang bisa dilakukan oleh para pelaku usaha untuk menekan dampak-

Pakai majoo sekarang

Tinggalkan cara lama dan mulai #langkahmajoo mu

Coba Gratis Hubungi Sales
instagram Klik untuk follow majoo.indonesia Banyak inspirasi harian wirausaha dan games seru ×
Whatsapp