Table of Content

    Alasan Tersembunyi Konsumen Membeli Produk

    Harga ekonomis hanya salah satu faktor saja yang membuat konsumen membeli produk

    Selama satu dekade terakhir, teknologi dan e-commerce telah membuat biaya dan kenyamanan menjadi pertimbangan utama bagi konsumen. Harga yang murah, kemudahan, dan efisiensi terlihat sebagai motivator utama bagi konsumen dalam memilih toko, merek, dan produk.

     

    Sayangnya, perilaku konsumen tidak sesederhana itu. Konsumen melakukan transaksi dan menjadi pelanggan karena berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut sangat variatif, tergantung pada usia, demografi, dan lain sebagainya.

     

    Banyak bisnis mengasumsikan bahwa konsumen hanya mencari harga ekonomis dan proses transaksi yang sangat sederhana. Hal ini tidak sepenuhnya keliru, tetapi tidak selalu benar.

     

    Gagal mengidentifikasi alasan konsumen atau calon konsumen membeli produkmu dapat berdampak buruk bagi brand. Di bawah ini, beberapa faktor yang memegang peran penting dalam memengaruhi keputusan konsumen.

     

    Sesuai dengan kepribadian atau prinsip

    Orang memiliki kecenderungan melakukan pembelian produk yang sesuai dengan dirinya atau dengan pribadi yang dicita-citakan, atau keduanya. Sebagai contoh, bagi brand fesyen eco friendly, konsumennya mungkin merupakan orang-orang yang peduli dengan kelestarian lingkungan. Grup konsumen ini cenderung membuat keputusan membeli secara sadar.

     

    Pertanyaannya, siapa konsumenmu? Mereka ingin menjadi pribadi seperti apa? Analisis dan pahami hal tersebut.  

     

    Poin berharga

    Hal yang dianggap berharga ini bersifat individual. Setiap grup konsumen dapat memiliki kecenderungan yang sangat berbeda. Misal, konsumen e-commerce mungkin sangat mementingkan kemudahan dan harga yang kompetitif. Namun, konsumen produk perawatan tubuh natural lebih mengutamakan sumber bahan yang asli dan dapat dipercaya. Harga ekonomis dan kemudahan kurang relevan bagi grup konsumen ini.

     

    Jadi, kita tidak bisa menganggap poin yang berharga bagi konsumen tertentu, berlaku untuk semua konsumen. Maka, kenali sektor bisnismu dan temukan poin berharga yang memengaruhi perilaku konsumen pada sektor tersebut.

     

    Ada banyak faktor yang memengaruhi keputusan konsumen 

    Pengalaman

    Sangat mudah untuk lupa bahwa produk atau toko merupakan pengalaman. Konsumen harus merasa senang saat menggunakan produk atau berkunjung ke toko.

     

    Apple merupakan salah satu contoh ideal tentang betapa berpengaruhnya pengalaman penggunaan produk. Sebelum Apple memperkenalkan produk dengan desain menawan, tampilan dan nuansa dari produk teknologi sering diabaikan. Peluang ini ditangkap dengan baik oleh Apple dan brand ini berhasil memiliki basis konsumen yang sangat loyal. Nah, kamu juga perlu menimbang terkait pengalaman konsumen, baik terkait produk maupun toko.

     

    Perasaan terhubung

    Sadarkah kamu bahwa konsumen dapat membeli produk karena perasaan terhubung? Merasa terhubung dengan orang lain yang membeli produk serupa. Mungkin kamu dapat melihat bagaimana konsumen saling berinteraksi di laman media sosial karena mereka membeli produk yang sama.

     

    Contoh lain yang lebih nyata, merek-merek kendaraan tertentu rutin melakukan gathering. Alasan ini bisa sangat tersembunyi, bahwa keputusan konsumen membeli produk karena membuat mereka merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar, sebuah komunitas misalnya.

     

    Kualitas produk

    Harga ekonomis dan kemudahan sering kali memicu kompromi dalam hal kualitas produk. Bila kamu memainkan strategi harga rendah, sedangkan konsumen sebenarnya tergerak membeli karena kualitas, kamu akan kehilangan mereka.

     

    Banyak brand-brand mewah yang tetap berjaya karena konsumen mereka memang peduli dengan pengerjaan yang baik atau bahan premium. Jadi, sebaiknya kamu tidak mengorbankan kualitas hanya demi harga jual ekonomis. Harga bukanlah satu-satunya faktor yang menggerakkan konsumen membuat keputusan membeli.

     

    Mampu memenuhi kebutuhan

    Kita dapat melihat bahwa bisnis makin inovatif. Banyak sekali ide brilian yang dihasilkan oleh para pemilik bisnis dewasa ini. Namun, kamu perlu ingat, hal tersebut tidak akan berdampak apa-apa bila produk tidak memenuhi kebutuhan.

     

    Kebutuhan memainkan peran besar dalam perilaku konsumen. Temukan kebutuhan tersebut di dalam diri konsumen dan jadikan hal tersebut prioritas. Misal, bila kamu menemukan ada sekelompok konsumen yang merasa perlu untuk mengonsumsi makanan sehat dan alami, maka menyajikan produk clean eating mungkin akan sangat menguntungkan.

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Mempertahankan Bisnis dengan Memanfaatkan e-Marketplace
    Berbagai e-Marketplace berlomba memberikan dukungan di platform mereka untuk pebisnis, dengan harapan agar ekonomi tetap bergerak di masa pandemi COVID-19.
    Online Shop: Bisnis Paling Tepat di Masa Pandemi
    Di masa pandemi, saat semuanya dibatasi, membuka atau mengalihkan bisnis menjadi online shop dianggap sebagai sebuah strategi bisnis yang tepat.
    Belajar dari Pandemi: 5 Catatan Penting untuk Pemilik Usaha
    Meski sulit, ada pelajaran berharga yang dapat diambil selama pandemi. Dengan memahami ini, pemilik usaha dapat bertahan dan bergerak maju.
    Marketplace Indonesia Ini Turut Dorong Pertumbuhan UMKM Lho!
    Marketplace Indonesia memegang peranan besar dalam mendukung perkembangan UMKM. Apa saja marketplace karya anak bangsa tersebut? Simak daftarnya di sini!