Promo COVID-19, Cara Menekan Dampak Pandemi pada Bisnis

Banyak pelaku usaha mulai meluncurkan program promo COVID-19 untuk bertahan dari dampak pandemi

Adanya pandemi COVID-19 harus diakui memang sedikit membuat bisnis berantakan, itulah mengapa banyak pelaku usaha mencoba meluncurkan Promo COVID-19 untuk meningkatkan angka penjualan. Dengan memberikan program promo, diharapkan para pelanggan tetap melakukan transaksi sekalipun dengan adanya pandemi maupun imbauan pembatasan sosial yang mengikutinya. Hampir setiap pelaku bisnis, baik usaha kecil dan menengah maupun brand-brand besar, hampir secara serempak meluncurkan promo serupa.

 

Hari Belanja Brand Lokal

Salah satu yang memanfaatkan pandemi untuk mengeluarkan promo sejenis ini adalah sekitar 1152 brand lokal yang mendaftarkan diri sebagai peserta dalam Hari Belanja Brand Lokal pada tanggal 24-27 April 2020 lalu. Dalam acara yang satu ini, berbagai pelaku usaha dan brand lokal seperti Torch, Brodo, Berrybenka, Suqma, dan masih banyak lagi meluncurkan promo diskon besar-besaran untuk menyokong angka penjualan produknya. Acara ini dilakukan secara online sesuai dengan imbauan serta aturan pembatasan sosial berskala besar yang saat itu tengah dicanangkan, dan terbukti sukses mengundang pelanggan untuk melakukan transaksi.

 

Promo dari brand di marketplace

Selain acara yang sifatnya formal dan masif seperti Hari Belanja Brand Lokal, sejumlah marketplace seperti Lazada, Shopee, dan berbagai marketplace lainnya juga mendukung setiap pelaku usaha yang menggunakan platform mereka untuk meluncurkan program promo yang dapat membantu menghadapi dampak akibat pandemi COVID-19 maupun periode new normal setelahnya. Lazada, misalnya, memberikan berbagai tawaran menarik untuk merek-merek lokal yang menggunakan platform mereka dengan diskon besar dan juga voucher ekstra dengan nilai yang juga menggiurkan untuk melakukan pembelian.

 

Promo COVID-19 umumnya memberikan potongan harga yang cukup besar untuk meningkatkan angka penjualan

 

Program promo personal melalui media sosial

Pandemi yang tengah kita hadapi ini memiliki dampak yang cukup merata di setiap lini bisnis. Imbasnya bahkan sanggup merumahkan cukup banyak karyawan, padahal kebutuhan sehari-hari tentu harus tetap dipenuhi. Oleh karena itu, mulai banyak bermunculan pelaku-pelaku bisnis baru yang berkecimpung dalam usaha kecil dan menengah untuk menyambung hidup. Situasi ini yang memantik empati para influencer media sosial baik di Twitter, Facebook, maupun Instagram memanfaatkan platform media sosial yang mereka gunakan untuk mempromosikan usaha-usaha personal di tengah penyebaran pandemi COVID-19 ini. Mesti mungkin tidak memberikan potongan harga seperti kebanyakan promo lainnya, bentuk promosi yang dilakukan secara personal ini memberikan ruang dan juga eksposur bagi pelaku usaha untuk memasarkan produknya.

 

Promo produk terkait COVID-19

Fokus perhatian yang kini banyak ditujukan untuk menekan penyebaran COVID-19 memberikan ide bagi sejumlah pelaku usaha untuk memberikan nilai tambah bagi produk yang dipasarkannya. Beberapa pelaku usaha, misalnya, melakukan bundling produk yang mereka pasarkan dengan produk-produk lain yang berkaitan dengan penyebaran pandemi. Salah satunya dengan memberikan masker kain maupun hand sanitizer secara gratis bagi pelanggan yang melakukan pembelian dengan jumlah nilai tertentu.

Program promo tidak harus selalu dilakukan dengan memberikan potongan harga. Promo COVID-19 yang banyak ditemui akhir-akhir ini juga bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk yang dipasarkan, dengan tujuan akhir meningkatkan angka penjualan, khususnya bagi lini bisnis yang sejauh ini terpukul mundur oleh pandemi yang saat ini tengah kita hadapi. Pakai majoo untuk mengelola program promo bisnismu dengan lebih mudah dan praktis!

Upcoming Event

Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

Lihat semua event

Download Majalah

Cover majalah wirausaha Indonesia
Lihat semua edisi

Related Article

Manfaatkanlah Ragam Tren Digital Marketing Tahun 2022 Ini!
Digital marketing selalu berubah. Idealnya bisnis tidak sekadar mengikuti perubahan, akan tetapi memanfaatkannya agar lebih siap menghadapi tahun 2022.
Melirik Pasar Digital, Tren Bisnis bagi Pelaku UMKM
Dengan situasi pandemi yang saat ini tengah dihadapi, menarget pasar digital menjadi salah satu tren bisnis baru yang sebaiknya tak dilewatkan oleh UMKM.
UMKM: Penggerak Perekonomian di Tengah Pandemi
Pandemi COVID-19 berdampak terhadap perekonomian Indonesia. UMKM merupakan kelompok usaha yang berperan menggerakkan ekonomi di tengah pandemi.
Bantu Pelanggan Nikmati Produk? Weborder Jawabannya!
Dengan fitur weborder serta webtree, pelanggan dapat tetap berbelanja dengan aman dan nyaman, meski dalam situasi pandemi!