Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • majoo blog
    • Tips
    • 5 Tips Bangun Bisnis Kuliner dari Nol, Omzet Nampol!

    5 Tips Bangun Bisnis Kuliner dari Nol, Omzet Nampol!

    Banyak bisnis kuliner yang gulung tikar selama masa pandemi. Mulai dari restoran, rumah makan, coffee shop, hingga bisnis kuliner rumahan terhantam pandemi karena jumlah pelanggan yang sangat terbatas. Namun, setelah pandemi Covid sudah mulai mereda, tentunya peluang untuk berbisnis kuliner juga bisa dibilang terbuka kembali.

    Namun, membangun bisnis kuliner memang bukan hal yang mudah. Apalagi jika kamu belum memiliki pengalaman berbisnis kuliner sebelumnya. Banyak faktor yang bisa menghambat perkembangan bisnis kuliner kamu. Faktor market dan operasional menjadi faktor penentu apakah bisnis tersebut bisa berjalan dengan baik atau tidak.

    Kamu perlu memiliki visi yang jelas terhadap bisnis kuliner kamu, serta modal yang tidak sedikit, mengingat persaingan saat ini sangatlah ketat. Nah, majoo memiliki tips jitu untuk kamu yang saat ini ingin membangun bisnis kuliner dari nol. Apa saja tips-nya? Yuk simak artikel ini sampai habis ya!

    Siapkan Business Plan

    Kamu wajib memiliki business plan jika ingin bisnis kuliner kamu bisa sukses dan bertahan lama. Apa saja yang perlu ditulis di dalam business plan? Pertama, kamu harus menentukan produk unggulan dan yang membedakan kamu dari kompetitor. Saat ini, membangun bisnis kuliner hanya bermodal ‘rasa enak dan tempat nyaman’ tidak lagi cukup lho!

    Tentukan faktor ‘wah’ yang akan membuat pelanggan kamu kembali. Misalnya, hanya kamu satu-satunya resto sate kambing yang menggunakan daging kambing muda karena lebih empuk dan lebih bergizi. Kemudian, kamu juga harus merencanakan strategi marketing bagi bisnis kamu. Tentukan siapa pelanggan yang akan datang ke tempatmu, lalu blast dan pasarkan bisnismu melalui kanal media sosial atau WhatsApp, tempat mereka berkumpul. 

    Misalnya, jika target market kamu adalah anak muda usia 18-24 tahun, TikTok bisa menjadi jawaban untuk strategi pemasaran kamu. Coba buat konten-konten video singkat yang menunjukkan aktivitas di tempat kamu serta cari influencer yang tepat agar lebih banyak konten yang membahas tentang tempat makanmu.

    Riset Market dan Kompetitor

    Pentingnya melakukan riset market dan kompetitor adalah agar bisnis kamu bisa lebih unggul dari mereka. Kompetitor di sini nggak hanya resto atau rumah makan yang memiliki menu sejenis lho. Penjual dan pengusaha kuliner yang memiliki menu berbeda juga termasuk dalam kompetitor kamu.

    Jika produk utama kuliner kamu adalah burger, jangan lupa untuk melakukan riset berapa daya beli masyarakat di dekat tempat kamu. Berapa persen mereka yang ingin makan burger sebagai makanan utama? Berapa harga burger dan jenis burger apa yang digemari oleh target market kamu? 

    Kamu wajib menentukan hal-hal tersebut secara detail untuk menentukan jenis bisnis kuliner apa yang tepat dibangun di lokasi sekitar kamu.

    Siapkan Modal dan Investor!

    Ketika membangun bisnis, tentunya kamu perlu modal yang nggak sedikit agar bisnis bisa bertahan dan sukses nantinya. Begitu juga dengan bisnis kuliner. Modal yang disiapkan juga tidak sedikit lho. Kamu harus menyiapkan keuangan bisnis kamu dengan maksimal.

    Pertama, tentukan dulu modal 3 bulan awal kamu berjualan. Hal ini agar jika dalam 3 bulan awal bisnis kamu masih stagnan atau belum ada penjualan yang berarti, kamu masih bisa survive di 3 bulan berikutnya. Tentukan juga modal operasional harian hingga bulanan, sehingga kamu tidak bingung dengan bahan baku dan gaji karyawan.

    Jangan lupa untuk mencari investor agar bisnis kamu bisa lebih sukses. Nggak hanya untuk mencari modal, tapi investor juga penting sebagai mentor bisnis kamu. Siapkan juga kontrak dan dokumen penting lainnya jika kamu mencari investor sebagai penanam modal di bisnis kamu.

    Regulasi dan Izin

    Penting untuk diingat, setiap produk yang dijual dengan kemasan wajib memiliki izin edar atau harus sesuai regulasi. Selain itu, tempat makan kamu juga akan masuk ke Dinas Pendapatan Daerah, sehingga kamu wajib menyesuaikan harga jual produk kamu agar tidak boncos

    Biasanya, kamu harus menambahkan HPP sebesar 15% dari nilai jual untuk mengatasi masalah regulasi pemerintahan. Jika diperlukan, kamu juga bisa mendaftarkan produk kamu sebagai hak cipta, agar tidak ada kompetitor yang mencuri ide bisnis dan produkmu lho.

    Siapkan SOP & SDM yang Mumpuni 

    Terakhir, penting sekali menyiapkan SOP di tempat makan agar semua staff kamu mengikuti arahan dan panduan bisnis dengan benar. Seringkali, banyak bisnis kuliner yang tutup karena ownernya tidak memiliki SOP yang tepat. Misalnya, di coffee shop, staff kamu wajib mengikuti SOP saat closing dan opening coffee shop agar alat dan mesin lebih bisa terawat.

    SOP yang kamu siapkan adalah pembuatan menu, kebersihan, bagaimana menyapa pelanggan, dan cara membersihkan mesin serta peralatan lainnya. Banyak karyawan yang sudah disiapkan SOP dengan detail tapi masih lalai, apalagi jika tempat kamu tidak memiliki SOP?

    Lalu, kamu juga wajib mencari SDM yang tepat untuk bisnis kamu. Ketika awal-awal membuka bisnis, lebih baik memaksimalkan keluarga atau teman dekat untuk bersama membangun bisnis secara profesional. Lalu, lebih baik merekrut orang yang tinggal di sekitar tempat bisnis kamu, selain menghemat waktu perjalanan bagi karyawan kamu, tentunya mereka juga bisa lebih maksimal dalam pekerjaannya.

     

    Tertarik belajar lebih banyak soal cara membangun bisnis kuliner dari nol? Kamu bisa gabung di webinar Ruang majoo edisi 09 Desember 2022! Bersama Kak Ardha, Food and Beverage Business Consultant, kamu bisa belajar soal cara membangun bisnis kuliner dari nol lho

    Bagi yang tertarik, webinar ini GRATIS dan kamu bisa langsung mendaftar melalui link di bawah ini. 

    bit.ly/webinarmajoo

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Temukan Kebutuhan Konsumen Dengan 5 Cara Ini
    Memahami kebutuhan konsumen merupakan bagian penting dari strategi pemasaran. Baca langkah-langkah agar kamu dapat mengidentifikasi kebutuhan tersebut.
    Inilah 4 Tips Mengubah Konsumen Menjadi Pelanggan Setia
    Mengenal perilaku konsumen dapat membantumu membangun basis pelanggan setia.
    Meningkatkan Brand Exposure Online Shop Tanpa Gagal
    Brand exposure merupakan salah satu kegiatan dalam hal branding. Bagaimana cara meningkatkan brand exposure pada online shop?
    Wajib Tahu, 5 Trik Agar Bisnismu Gak Ambruk di Tengah Jalan!
    Memulai sebuah bisnis membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit. Tapi ngomongin soal mengelola bisnis? Wah, ini sudah another level sih!