Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • majoo blog
    • Tips
    • Tips Membuat Program Loyalti dengan Aplikasi Warung Kopi

    Tips Membuat Program Loyalti dengan Aplikasi Warung Kopi

     

    Dengan banyaknya warung kopi yang ada saat ini, pelanggan juga punya semakin banyak pilihan. Karena itu, diperlukan usaha yang jauh lebih besar untuk membuat pelanggan loyal datang ke warung kopimu. Tidak cukup dengan barista yang ingat nama dan pesanan masing-masing pelanggan saja. Kamu bisa mencoba menawarkan produk dan layanan yang lebih baik daripada pesaingmu dengan program loyalti.

     

    Program loyalti pelanggan adalah cara cerdas untuk meningkatkan kesetiaan pelanggan terhadap kafe atau kedai kopi. Program loyalti yang didesain dengan baik bisa mendorong keinginan pelanggan untuk terus kembali dan memesan lebih banyak untuk mendapatkan diskon atau imbalan tertentu.

     

    Meningkatkan loyalitas pelanggan bisa jadi sangat menguntungkan bagi bisnis karena dua alasan. Pertama, kamu akan perlu budget yang lebih banyak untuk mendapatkan pelanggan baru daripada menjaga pelanggan yang sudah ada. Kedua, pelanggan yang loyal punya kecenderungan untuk jajan lebih banyak di kedai kopimu.

     

    Kalau kamu sedang mencari cara untuk memulai menyusun program loyalti untuk pelangganmu, atau barang kali kamu mau memperbaiki program yang sudah kamu miliki saat ini, berikut tips yang bisa kamu aplikasikan saat mendesain program loyalti yang akan memberikan keuntungan baik untuk bisnismu, maupun pelanggan setiamu.

    Tips 1: Tentukan cara kerja program loyaltimu

    Sebelum memulai, pikirkan terlebih dahulu apa target yang ingin kamu capai dengan membuat program loyalti ini. Apakah untuk meningkatkan frekuensi kunjungan pelanggan atau meningkatkan jumlah pembelian? Sesudah menentukan prioritas yang ingin kamu utamakan, kamu bisa mulai menyusun program untuk mencapai tujuan itu. Misalnya, jika kamu ingin pelanggan lebih rutin mengunjungi warung kopimu, kamu bisa membuat program loyalti yang didasarkan pada jumlah kunjungan. Berikut adalah tiga program yang paling umum digunakan:

    1. Berdasarkan kunjungan. Dalam program ini, pelanggan mengumpulkan poin berdasarkan jumlah kedatangan. Misalnya, pelanggan dapat 1 poin setiap kali datang ke warung kopimu dan melakukan pembelian minimal 50.000 rupiah.
    Kelebihan: Pelanggan datang secara rutin dan menciptakan kebiasaan yang berulang.
    Kekurangan: Berapa pun nilai pembelian, poin yang didapat tetap sama. Pelanggan yang memesan dalam jumlah lebih besar, tidak akan mendapat poin yang lebih banyak.

    2. Berdasarkan pembelian. Dengan struktur program seperti ini, poin dikalkulasi berdasarkan jumlah total pembelian. Misalnya, setiap pembelian 10.000 rupiah, pelanggan akan mendapat 1 poin, dan berlaku kelipatannya.
    Kelebihan: Pelanggan yang membeli lebih banyak, akan dapat imbalan lebih banyak.
    Kekurangan: Pelanggan yang lebih sering datang tapi hanya memesan sedikit, akan lebih sulit mengumpulkan poin.

    3. Berdasarkan menu. Program ini menyasar pembelian untuk kategori menu tertentu. Misalnya, kamu bisa menentukan poin yang berbeda untuk menu tertentu, misalnya 1 poin untuk menu kopi dan 2 poin untuk menu makanan atau camilan.
    Kelebihan: Kamu bisa menyesuaikannya dengan kebiasaan pembelian yang ingin kamu ciptakan sesuai target kedai kopimu, misalnya: kamu ingin membuat orang tidak hanya memesan kopi tapi juga makanan.
    Kekurangan: Hanya memberikan imbalan untuk pelanggan yang membeli menu sesuai programmu, dan mungkin bukan menu yang biasa mereka pesan.

     

    Amati data penjualanmu, berapa banyak pelanggan yang rutin datang, berapa banyak uang yang mereka keluarkan, dan menu apa yang paling populer. Saat menyusun program loyalti, pastikan programnya sesuai dengan kebiasaan yang sudah terbentuk saat ini di antara pelanggan warung kopimu.

     

    Banyak orang yang tidak peduli pada program loyalti karena membutuhkan waktu yang terlalu lama bisa menikmati imbalannya. Jangan membuat program loyalti yang terlalu sulit untuk dikumpulkan poinnya, karena itu mungkin akan membuat mereka memilih kedai kopi lain yang lebih menguntungkan untuk mereka.


    Meskipun tidak ada standar mana yang benar dan mana yang salah saat menyusun program loyalti yang ideal, pada akhirnya tujuanmu adalah untuk memajukan bisnismu, karena itu, setidaknya program loyaltimu harus memenuhi kriteria:

    • Mudah dipahami dan diingat oleh pelanggan. Pelanggan perlu bisa memahami apa yang kamu tawarkan dalam program ini dengan cepat. Dan sebaiknya mereka juga tidak perlu mengingat banyak aturan, syarat, dan ketentuan.

    • Permudah pelanggan mendapatkan poin. Jika kamu akan menerapkan aturan minimal pembelian, pastikan nilainya lebih rendah dari rata-rata pembelian pelangganmu. Dengan cara ini, sebagian besar pelanggan bisa menikmati program ini dan mendapatkan poin dari transaksi mereka.

    • Membantumu mencapai target bisnis. Jangan membuat program loyalti karena sekadar ingin punya program loyalti. Kamu harus menyusun program yang membantumu mencapai target tertentu, misalnya kunjungan lebih sering atau pembelian lebih banyak.

    Tips 2: Pilih imbalan yang akan membuat pelangganmu terus datang lagi

    Sesudah menyusun struktur program, kamu perlu menentukan jenis imbalan apa yang berpotensi menarik pelanggan untuk terus kembali. Menciptakan kesan timbal-balik antara bisnismu dan pelanggan adalah cara yang mungkin kelihatannya lebih mudah dan lebih murah, tapi akan meningkatkan loyalitas pelanggan secara dramatis. Bahkan imbalan yang mungkin nilainya kecil, bisa jadi berarti besar untuk pelangganmu. Dan tentu saja, berarti besar juga untuk bisnismu karena pelanggan yang loyal artinya mereka membeli lebih banyak dari kedai kopimu.

     

    Program loyalti dengan sistem tingkatan adalah salah satu yang banyak diaplikasikan oleh berbagai bisnis. Yang paling populer misalnya, maskapai penerbangan. Kamu tentu familiar dengan cara mereka membuat struktur program loyaltinya. Pelanggan mengumpulkan miles dengan tiket penerbangannya. Mereka akan mulai dari tingkat Silver, lalu pada jumlah miles tertentu, status keanggotaannya naik menjadi Gold dan kemudian Platinum, misalnya. Dengan struktur program seperti ini, pelanggan secara langsung menyadari, dengan semakin sering terbang, tingkat status keanggotaannya akan semakin tinggi. Semakin tinggi tingkatannya, akan semakin banyak keuntungan yang bisa mereka nikmati, misalnya fasilitas lounge, jatah bagasi lebih besar, diskon untuk pembelian tiket berikutnya, dan lain sebagainya.

     

    Kamu juga bisa menyusun program loyalti untuk kedai kopimu dengan menggunakan struktur tingkatan seperti ini, misalnya:

    • Tingkat 1 (10 poin): Saat mencapai tingkatan ini, pelanggan bisa mendapatkan imbalan yang bisa dinikmati secara cepat, misalnya secangkir kopi gratis.

    • Tingkat 2 (25 poin): Untuk pelanggan yang mau menunggu untuk mengumpulkan poin lebih banyak, kamu bisa memberikan imbalan yang lebih menarik. Misalnya, diskon untuk menu yang paling populer di warung kopimu, atau menu yang lebih mahal, misalnya kue atau makanan.

    • Tingkat 3 (50 poin): Pelangganmu yang paling loyal akan rela bersusah payah mengumpulkan poin sampai nilai yang lebih tinggi jika kamu menawarkan imbalan yang lebih menarik lagi, misalnya diskon yang berlaku untuk pembelian selama sebulan atau tiga bulan ke depan.

     

    Salah satu hal yang perlu kamu pertimbangkan saat menyusun program loyalti adalah tepat tidaknya imbalan yang kamu berikan. Sebelum mengimplementasikan programmu, jika perlu, lakukan survei dulu ke pelanggan melalui email atau lewat karyawanmu, dan tanyakan ke mereka jenis imbalan seperti apa yang paling menarik untuk mereka.

    Tips 3: Gunakan aplikasi wirausaha untuk mengelola programmu

    Pernah ada masanya program loyalti menggunakan kartu fisik yang distempel atau dilubangi untuk menandainya. Meskipun terlihat menyenangkan saat melengkapinya, mengelola loyalti menggunakan kartu seperti ini sebenarnya kurang efisien untuk bisnismu, dan juga untuk pelangganmu.

     

    Salah satu yang paling penting dari program loyalti adalah kemudahannya. Kamu tentu tidak mau membuat pelanggan merasa terlalu terbebani dengan hal-hal administratif hanya untuk mendapatkan secangkir kopi gratis. Karena inilah, sebuah memanfaatkan aplikasi untuk mengelola program loyaltimu menjadi lebih menarik.


    Aplikasi wirausaha mengintegrasikan program loyalti dengan point of sale atau aplikasi kasir sekaligus. Saat pelanggan melakukan transaksi, kamu cukup meminta nomor ponselnya dan poin mereka akan otomatis tercatat. Seluruh riwayat transaksi pelanggan dan analisa interval kedatangannya ada dalam aplikasi warung kopi yang kamu miliki, sehingga kamu bisa memonitor aktivitas pelanggan secara umum. Penentuan pengumpulan poinnya juga dapat diatur berdasarkan minimum pembelian, kelipatan tertentu, serta pemilihan jam dan hari. Poin yang didapat pelanggan, bisa ditukarkan lagi untuk pembelian menu kedai kopimu atau untuk konversi pembayaran. Dengan aplikasi seperti ini, pelangganmu tidak perlu lagi repot-repot membawa kartu ke mana-mana.

    Tips 4: Promosikan programmu

    Untuk bisa menikmati manfaat dari program loyalti, pelangganmu perlu mendaftarkan diri dan mengikuti aturannya. Untuk itu, kamu perlu menyusun strategi pemasaran untuk mempromosikan program ini, sama seperti saat kamu ingin mempromosikan minuman terbaru di kedaimu.

     

    Sebarkan informasi tentang program loyaltimu di akun media sosial, di website, atau kamu bisa juga mengajak pelangganmu yang sudah mencoba program ini untuk memberikan testimoni. Kalau kamu punya data email pelanggan, kirimkan email juga ke mereka informasi tentang program ini.

     

    Yang tak kalah pentingnya juga, promosikan program loyaltimu secara langsung di toko, tempat transaksi terjadi. Tambahkan di papan pengumuman, atau buat banner untuk diletakkan di dekat kasir sehingga pelanggan bisa membacanya saat akan memesan. Minta kasirmu juga untuk menawarkan program ini ke pelanggan saat mereka sedang membayar pesanannya.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Meningkatkan Brand Exposure Online Shop Tanpa Gagal
    Brand exposure merupakan salah satu kegiatan dalam hal branding. Bagaimana cara meningkatkan brand exposure pada online shop?
    Wajib Tahu, 5 Trik Agar Bisnismu Gak Ambruk di Tengah Jalan!
    Memulai sebuah bisnis membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit. Tapi ngomongin soal mengelola bisnis? Wah, ini sudah another level sih!
    Ingin Mulai Bisnis Kuliner? Ini 5 Perlengkapan yang Wajib Kamu Punya!
    Bisnis kuliner belakangan makin jadi primadona, apalagi di tengah populernya platform penjualan online.
    5 Trik Tingkatkan Jualan Laris di eCommerce, Anti Gagal!
    Buat kamu yang sedang mempertimbangkan untuk melakukan ekspansi usaha dengan coba berjualan di marketplace, majoo punya beberapa tips ampuh yang bisa kamu coba. Yuk, simak!