Apa Itu Siklus Akuntansi Perusahaan?
Menurut American Accounting Association, akuntansi adalah proses identifikasi, mengukur, dan mengomunikasikan informasi ekonomi.
Sementara siklus akuntansi dalam perusahaan merupakan serangkaian kegiatan untuk melakukan identifikasi, analisis, dan merekam kejadian (ekonomi) selama perusahaan berjalan. Proses akuntansi yang terus berulang membentuk sebuah siklus yang disebut dengan Siklus Akuntansi.
Buku Pengantar Akuntansi: Pendeketan Siklus Akuntansi karya Muhammad Rinaldi, Rahyuni Rahayu, Ilham Ilham, Harfiani Harfiani, menjelaskan bahwa siklus akuntansi dapat diartikan sebagai suatu proses berulang yang digunakan oleh perusahaan untuk mencatat, mengklasifikasikan, dan menyajikan informasi keuangan di dalam laporan keuangan.
Karakteristik Perusahaan Jasa
Perusahaan jasa memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari perusahaan barang. Berikut adalah beberapa karakteristik utama perusahaan jasa:
a. Tidak Berwujud (Intangible)
Jasa tidak dapat dilihat, disentuh, atau disimpan. Sebagai contoh, layanan seperti konsultasi atau pendidikan tidak memiliki bentuk fisik yang bisa dilihat atau disentuh.
b. Produksi dan Konsumsi Bersamaan
Layanan biasanya diproduksi dan dikonsumsi pada saat yang bersamaan. Misalnya, seorang dokter memberikan layanan medis yang langsung diterima pasien pada saat itu juga.
c. Heterogenitas
Jasa seringkali bervariasi dalam kualitas dan cara penyampaiannya, tergantung pada siapa yang menyediakan layanan, di mana, dan kapan layanan tersebut diberikan. Sebagai contoh, kualitas layanan di restoran bisa berbeda tergantung pada pelayan atau koki yang ada.
d. Tidak Dapat Disimpan (Inseparable)
Layanan tidak dapat disimpan atau diproduksi lebih awal untuk kemudian dijual. Hal ini berbeda dengan barang, yang dapat diproduksi terlebih dahulu dan disimpan untuk dijual di kemudian hari.
e. Peran Konsumen dalam Proses Produksi
Konsumen seringkali terlibat langsung dalam proses penyampaian jasa. Contohnya, dalam pendidikan, siswa terlibat langsung dalam proses belajar mengajar.
f. Kualitas yang Subjektif
Evaluasi kualitas jasa sering kali bersifat subjektif karena tidak ada bentuk fisik, penilaian tergantung pada persepsi pelanggan terhadap pengalaman mereka.
g. Tidak Ada Kepemilikan
Dalam perusahaan jasa, pelanggan tidak memiliki produk setelah menerima layanan, karena layanan hanya berupa pengalaman atau hasil yang diperoleh dalam waktu tertentu.
10 Tahap Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
Siklus akuntansi perusahaan jasa terdiri dari serangkaian langkah yang dilakukan untuk memastikan laporan keuangan yang akurat dan lengkap. Berikut adalah 10 tahap siklus akuntansi untuk perusahaan jasa:
1. Identifikasi Transaksi
Pada tahap ini, setiap transaksi yang terjadi, baik penerimaan uang, pembayaran, penjualan jasa, atau pengeluaran, dicatat dan dikenali.
2. Pencatatan Jurnal
Semua transaksi yang telah diidentifikasi kemudian dicatat dalam jurnal umum. Setiap transaksi diuraikan berdasarkan akun-akun yang terlibat, baik akun debet maupun kredit.
3. Posting ke Buku Besar
Transaksi yang tercatat dalam jurnal umum kemudian dipindahkan ke buku besar. Buku besar ini mencatat semua akun yang terlibat dalam setiap transaksi secara terperinci.
4. Menyusun Neraca Saldo
Setelah posting ke buku besar, perusahaan menyusun neraca saldo untuk memastikan bahwa jumlah debet dan kredit sudah seimbang. Neraca saldo memberikan gambaran awal tentang posisi keuangan perusahaan.
5. Menyesuaikan Jurnal (Adjustment)
Di akhir periode akuntansi, dilakukan penyesuaian terhadap transaksi yang belum tercatat atau yang masih perlu disesuaikan, seperti pendapatan yang masih harus diterima atau beban yang masih harus dibayar. Penyesuaian ini dibuat dalam jurnal penyesuaian.
6. Menyusun Neraca Saldo Setelah Penyesuaian
Setelah melakukan penyesuaian, neraca saldo disusun kembali untuk memastikan bahwa semua akun yang telah disesuaikan tercatat dengan benar.
7. Menyusun Laporan Keuangan
Berdasarkan neraca saldo yang telah disesuaikan, perusahaan menyusun laporan keuangan, yang meliputi laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas.
8. Tutup Buku (Closing Entries)
Pada akhir periode akuntansi, semua akun sementara seperti akun pendapatan dan beban ditutup untuk menghitung laba atau rugi bersih perusahaan. Akun-akun sementara ini dipindahkan ke akun laba ditahan (untuk perusahaan berbentuk badan hukum).
9. Menyusun Neraca Saldo Setelah Penutupan
Setelah menutup akun sementara, neraca saldo disusun ulang untuk memastikan bahwa seluruh transaksi dan penutupan akun telah dilakukan dengan benar. Neraca saldo setelah penutupan mencerminkan saldo akhir dari akun-akun permanen seperti aset, kewajiban, dan ekuitas.
10. Laporan Keuangan Final
Setelah langkah penutupan selesai, perusahaan akhirnya menyusun laporan keuangan final yang akan digunakan oleh pihak internal dan eksternal (seperti investor, auditor, dan pemerintah) untuk menganalisis kinerja perusahaan. Laporan keuangan ini mencakup laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas.
Setelah tahap ini, siklus akuntansi akan dimulai lagi untuk periode akuntansi berikutnya.
Fitur Akuntansi majoo untuk mempermudah proses akuntansi Perusahaan Jasa
majoo aplikasi wirausaha lengkap dengan berbagai fitur yang menyajikan operasional bisnis yang efektif dan efisien. Salah satu fitur dalam majoo adalah fitur akuntansi. Dengan majoo, kamu bisa bikin laporan laba rugi bisnis secara real-time.
Selain itu, kamu juga bisa mencatat pengeluaran dan biaya belanja, membuat laporan keuangan otomatis, memonitor kas dan bank, hingga mengelola transaksi dari satu dashboard. Cek informasi selengkapnya tentang fitur akuntansi majoo di link ini https://majoo.id/aplikasi-keuangan.