Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses pencatatan transaksi keuangan yang merangkum kondisi dan kinerja perusahaan dalam sebuah periode tertentu.
Pencatatan laporan keuangan pada umumnya menggunakan software seperti Microsoft Excel. Penggunaan software ini tentu untuk mempermudah pencatatan dan memangkas durasi pencatatan.
Apa Itu Laporan Keuangan?
Laporan keuangan secara umum merupakan catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut.
Munawir dalam buku Analisa Laporan Keuangan (2010) menjelaskan bahwa laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan.
Kasmir juga mendefinisikan laporan keuangan sebagai laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu.
Dapat ditarik kesimpulan, laporan keuangan adalah catatan keuangan sebuah perusahaan yang berisi informasi posisi keuangan dan hasil yang diperoleh perusahaan dalam periode tertentu.
Mengapa Laporan Keuangan Penting untuk Bisnis
Laporan keuangan adalah catatan penting yang harus dilaporkan selama bisnis berjalan. Bagi manajemen atau perusahaan itu sendiri, laporan keuangan bisa menjadi alat evaluasi untuk melihat apakah strategi bisnis mereka benar-benar menghasilkan uang atau justru merugi.
Sedangkan bagi investor, laporan keuangan bisa menjadi kompas untuk menentukan apakah sebuah perusahaan layak mendapatkan modal mereka.
Sederhananya, laporan keuangan penting bagi bisnis karena bisa mengubah data transaksi yang rumit menjadi bahasa yang bisa dipahami oleh semua pemangku kepentingan untuk mengambil keputusan strategis.
6 Langkah Mudah Membuat Laporan Keuangan
Membuat laporan keuangan mungkin terlihat sulit jika melihat tumpukan kwitansi yang ada, tapi sebenarnya proses ini sangat logis jika dibagi menjadi langkah-langkah kecil.
Sebagai pemula, berikut 6 langkah mudah untuk menyusun laporan keuangan, mulai dari nol hingga jadi:
1. Mengumpulkan dan Mencatat Bukti Transaksi
Langkah awal adalah mengumpulkan semua "jejak" aktivitas bisnis. Jangan buang nota, faktur, kuitansi, atau bukti transfer. Catat setiap transaksi tersebut ke dalam buku harian (jurnal) secara kronologis agar tidak ada yang terlewat.
2. Memindahkan ke Buku Besar
Setelah mencatat di jurnal, pindahkan data tersebut ke Buku Besar. Di sini, Anda mengelompokkan transaksi berdasarkan kategorinya. Misalnya, semua transaksi kas dikumpulkan jadi satu, semua transaksi utang jadi satu, dan seterusnya. Ini membantu Anda melihat saldo akhir setiap akun.
3. Menyusun Neraca Saldo
Neraca saldo adalah daftar semua akun buku besar beserta saldo akhirnya. Tujuannya sederhana: memastikan keseimbangan. Total saldo di kolom debit harus sama (balance) dengan total saldo di kolom kredit. Jika tidak sama, berarti ada kesalahan input data.
4. Membuat Jurnal Penyesuaian
Terkadang ada transaksi yang sudah terjadi tapi belum tercatat, atau biaya yang perlu dialokasikan. Contohnya:
Penyusutan peralatan (laptop atau mesin).
Sewa yang dibayar di muka yang sudah terpakai.
Bunga bank yang belum dicatat.
5. Menyusun Laporan Keuangan Utama
Setelah angka-angkanya akurat, Anda tinggal memasukkannya ke dalam format laporan keuangan. Urutan yang paling disarankan adalah:
Laporan Laba Rugi: (Pendapatan - Beban).
Laporan Perubahan Modal: Melihat bagaimana laba memengaruhi modal awal.
Neraca: Menampilkan posisi Aset, Utang, dan Modal.
6. Menutup Buku (Jurnal Penutup)
Langkah terakhir adalah "mengenolkan" akun-akun sementara seperti pendapatan dan beban di akhir periode. Ini dilakukan agar pada periode bulan atau tahun berikutnya, Anda memulai catatan pendapatan dari angka nol lagi, bukan melanjutkan angka tahun lalu.
Tips Agar Laporan Keuangan Rapi dan Akurat
Laporan keuangan sudah selayaknya disusun dengan rapi dan akurat. Penyusunan ini ibarat membangun pondasi rumah, jika pondasinya kuat, Anda tidak akan pusing saat harus melakukan audit atau mengambil keputusan besar.
Berikut adalah beberapa tips praktis agar laporan keuangan Anda tidak hanya sekadar "jadi", tapi juga berkualitas:
1. Pisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis
Ini adalah aturan emas. Jangan pernah mencampur uang untuk belanja dapur dengan uang untuk stok barang.
Jika Anda terpaksa menggunakan uang pribadi untuk bisnis, catat sebagai utang perusahaan atau tambahan modal, jangan dibiarkan tanpa keterangan.
2. Disiplin Mencatat Secara Real-Time
Jangan menunggu akhir bulan untuk mencatat transaksi. Semakin lama Anda menunda, semakin besar kemungkinan Anda lupa detail kecil (seperti biaya parkir atau tips kurir).
Sisihkan waktu 10-15 menit di akhir hari untuk melakukan input data. Gunakan aplikasi mobile jika Anda sering bepergian.
3. Digitalisasi Bukti Transaksi
Kertas termal (seperti struk minimarket atau bensin) cenderung cepat pudar tulisannya dalam hitungan bulan.
Foto atau scan setiap struk segera setelah transaksi. lalu, simpan di folder cloud (Google Drive/Dropbox) berdasarkan bulan dan tahun. Ini akan sangat menyelamatkan Anda saat mencari bukti di kemudian hari.
4. Lakukan Rekonsiliasi Bank Secara Rutin
Pastikan saldo yang ada di catatan Anda cocok dengan saldo yang ada di rekening koran bank.
Cek apakah ada biaya administrasi bank atau bunga yang belum Anda catat. Jika ada selisih Rp1,- pun harus ditemukan penyebabnya agar laporan tetap akurat.
5. Gunakan Sistem Pengkodean (COA) yang Konsisten
Buatlah daftar akun atau Chart of Accounts (COA) yang jelas. Jangan sering mengubah nama akun di tengah jalan (misalnya bulan ini pakai nama "Biaya Listrik", bulan depan "Beban PLN") karena akan membuat data sulit dibandingkan.
6. Manfaatkan Teknologi (Software Akuntansi)
Mencatat manual di buku tulis sangat rawan kesalahan hitung. Menggunakan Excel sudah bagus, tapi menggunakan software akuntansi (seperti Jurnal, Xero, atau Accurate) jauh lebih baik.
Kesimpulan
Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses pencatatan transaksi keuangan yang merangkum kondisi dan kinerja perusahaan dalam sebuah periode tertentu.
Untuk membuat laporan keuangan bisnis jadi lebih mudah, aplikasi keuangan seperti majoo juga bisa menjadi solusi yang memudahkan. Aplikasi ini membantu pelaku bisnis dalam mencatat pengeluaran, memantau arus kas, dan merencanakan anggaran dengan lebih efisien.
Dengan menggunakan majoo, kalian bisa fokus mengembangkan usaha tanpa khawatir bingung dalam mengelola keuangan. Yuk mulai mengelola keuangan atau bisnis kalian dengan majoo.