Alasan QRIS Diprotes Trump: Benarkah Ancaman Bagi Transaksi Global?

Penulis Annisa Nur Indriyanti
29 April 2025

article thumbnail
Bagi Transaksi Global?
Sistem pembayaran digital Indonesia, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), telah menjadi bagian penting dari transformasi ekonomi nasional. Namun, muncul kabar bahwa mantan Presiden AS Donald Trump menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap sistem ini. Apa sebenarnya alasan QRIS diprotes Trump? Apakah hal ini berdampak pada hubungan ekonomi Indonesia-Amerika?

Apa Itu QRIS?
QRIS adalah standar nasional kode QR untuk sistem pembayaran digital yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Tujuannya adalah menyatukan berbagai sistem pembayaran QR agar efisien dan inklusif — baik untuk pengguna maupun merchant.

QRIS memudahkan transaksi lintas platform, baik dari bank maupun penyedia e-wallet seperti OVO, GoPay, DANA, ShopeePay, dan lainnya.

Mengapa Trump Diduga Menyuarakan Protes?
Meskipun tidak ada pernyataan resmi atau bukti kuat bahwa Donald Trump secara langsung memprotes QRIS, muncul beberapa spekulasi dan analisis yang mengaitkan kebijakan proteksionisnya terhadap sistem pembayaran digital asing, termasuk QRIS.

Beberapa dugaan alasan di balik ketegangan ini meliputi:

1. Potensi Pengurangan Penggunaan Sistem Pembayaran Global
QRIS sebagai sistem lokal bisa mengurangi ketergantungan pada sistem pembayaran internasional berbasis dolar seperti:

VISA

Mastercard

PayPal

Trump yang dikenal sangat pro-Amerika mungkin melihat inovasi seperti QRIS sebagai ancaman terhadap dominasi sistem finansial AS.

2. Meningkatnya Tren De-dolarisasi
Dengan QRIS, transaksi antarnegara ASEAN mulai bisa dilakukan dalam mata uang lokal. Hal ini sejalan dengan program kerja sama QR cross-border antara Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Tren ini bisa dianggap bagian dari de-dolarisasi, yakni mengurangi dominasi dolar AS dalam transaksi global.

Ini tentu bertentangan dengan kepentingan ekonomi yang ingin dipertahankan Trump.

3. Perlindungan terhadap Raksasa Keuangan AS
QRIS juga membuka jalan lebih luas untuk inklusi keuangan lokal dan penggunaan dompet digital domestik. Dengan kata lain, pemain besar seperti Apple Pay dan Google Pay bisa mendapatkan saingan lokal yang kuat — ini bisa jadi faktor penyebab kekhawatiran kalangan politik pro-kapitalis di AS.

Apa Dampaknya bagi Indonesia?
Meskipun tidak ada sanksi atau langkah konkret dari pihak Trump, isu seperti ini bisa menimbulkan spekulasi:

Potensi hambatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan AS di sektor keuangan digital

Meningkatnya tekanan diplomatik terhadap penggunaan sistem pembayaran lokal di negara berkembang

Dorongan lebih kuat dari Indonesia dan negara lain untuk menciptakan sistem pembayaran yang lebih mandiri dan tidak bergantung pada dolar

Kesimpulan
Meski hingga kini tidak ada pernyataan resmi dari Donald Trump yang menyebut QRIS secara spesifik, kekhawatiran terkait sistem pembayaran domestik seperti QRIS memang bisa berbenturan dengan agenda proteksionis dan supremasi finansial global yang sempat didorong Trump selama masa jabatannya.

QRIS sendiri merupakan langkah besar Indonesia dalam kemandirian sistem keuangan digital dan inklusi keuangan nasional. Justru, sistem ini dapat menjadi model bagi negara berkembang lainnya untuk mengurangi ketergantungan terhadap sistem global yang tidak selalu menguntungkan.





Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
Selamat datang di majoo 👋 Hubungi konsultan kami untuk pertanyaan dan info penawaran menarik
whatsapp logo