Dalam dunia bisnis dan akuntansi, istilah incremental cost sering digunakan untuk membantu pengambilan keputusan. Incremental cost penting dipahami oleh pelaku usaha karena berkaitan dengan biaya tambahan yang muncul ketika produksi atau aktivitas bisnis meningkat.
Lalu, apa itu incremental cost dan bagaimana cara menghitungnya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apa Itu Incremental Cost?
Incremental cost adalah biaya tambahan yang muncul akibat peningkatan produksi atau penambahan aktivitas bisnis tertentu.
Dengan kata lain, incremental cost merupakan selisih biaya yang timbul ketika perusahaan memproduksi lebih banyak barang atau menambah layanan.
Incremental cost biasanya digunakan untuk membantu menentukan apakah suatu keputusan bisnis akan menguntungkan atau tidak.
Contoh Sederhana
Misalnya:
• Biaya produksi 100 produk = Rp1.000.000
• Biaya produksi 150 produk = Rp1.300.000
Maka incremental cost adalah:
Rp1.300.000 − Rp1.000.000 = Rp300.000
Artinya, biaya tambahan untuk memproduksi 50 produk adalah Rp300.000.
Fungsi Incremental Cost dalam Bisnis
Incremental cost memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan bisnis.
1. Membantu Menentukan Harga Produk
Incremental cost dapat membantu pemilik usaha menentukan harga jual yang tepat agar tetap mendapatkan keuntungan.
2. Menentukan Keputusan Produksi
Dengan mengetahui incremental cost, perusahaan bisa memutuskan apakah perlu menambah produksi atau tidak.
3. Mengukur Efisiensi Biaya
Incremental cost membantu pelaku usaha memahami apakah biaya tambahan masih efisien.
4. Mendukung Perencanaan Bisnis
Incremental cost juga digunakan untuk merencanakan pengembangan usaha di masa depan.
Komponen Incremental Cost
Incremental cost biasanya terdiri dari beberapa komponen biaya tambahan, antara lain:
1. Biaya Bahan Baku
Biaya bahan baku akan meningkat ketika jumlah produksi bertambah.
2. Biaya Tenaga Kerja
Penambahan produksi sering membutuhkan tenaga kerja tambahan.
3. Biaya Operasional
Contohnya:
• Listrik
• Air
• Transportasi
4. Biaya Distribusi
Jika produk meningkat, biaya pengiriman juga bisa bertambah.
Cara Menghitung Incremental Cost
Rumus incremental cost cukup sederhana yaitu:
Incremental Cost = Total Biaya Baru − Total Biaya Lama
Contoh Perhitungan
Sebuah usaha memiliki biaya produksi:
• Produksi 200 unit = Rp2.000.000
• Produksi 300 unit = Rp2.600.000
Maka:
Incremental Cost = Rp2.600.000 − Rp2.000.000
Incremental Cost = Rp600.000
Artinya biaya tambahan untuk memproduksi 100 unit adalah Rp600.000.
Perbedaan Incremental Cost dan Biaya Tetap
Incremental cost berbeda dengan biaya tetap.
Incremental Cost
• Berubah sesuai produksi
• Muncul karena keputusan tertentu
• Bersifat tambahan
Biaya Tetap
• Tidak berubah
• Dibayar secara rutin
• Contoh: sewa tempat
Memahami perbedaan ini membantu bisnis mengelola biaya dengan lebih baik.
Manfaat Incremental Cost untuk UMKM
Incremental cost juga penting bagi usaha kecil dan menengah.
1. Mengontrol Pengeluaran
Pelaku usaha bisa mengetahui biaya tambahan sebelum meningkatkan produksi.
2. Menghindari Kerugian
Incremental cost membantu memastikan bahwa biaya tambahan tidak lebih besar dari keuntungan.
3. Membantu Mengembangkan Usaha
Pemilik usaha bisa merencanakan ekspansi bisnis dengan lebih aman.
Contoh Incremental Cost dalam Kehidupan Sehari-hari
Beberapa contoh incremental cost dalam bisnis antara lain:
• Menambah stok produk menjelang hari besar
• Menambah karyawan sementara
• Menambah jam operasional
• Menambah cabang usaha
Semua keputusan tersebut biasanya akan menimbulkan incremental cost.
Kapan Incremental Cost Digunakan?
Incremental cost biasanya digunakan dalam kondisi seperti:
• Menentukan harga promo
• Menambah produksi
• Membuka cabang baru
• Menjalankan proyek baru
Incremental cost membantu perusahaan memilih keputusan yang paling menguntungkan.
Kesimpulan
Incremental cost adalah biaya tambahan yang muncul akibat peningkatan produksi atau aktivitas bisnis tertentu. Incremental cost penting untuk membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih tepat.
Dengan memahami incremental cost, bisnis dapat mengontrol biaya, meningkatkan efisiensi, dan memaksimalkan keuntungan.