Bank Mulai Gunakan Data QRIS untuk Menilai Kelayakan Kredit Nasabah

Penulis Annisa Nur Indriyanti
07 November 2025

article thumbnail
Bank Indonesia (BI) memperluas fungsi data QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard untuk mendukung penilaian kelayakan kredit nasabah. Langkah ini diambil agar lembaga keuangan memiliki alternatif data yang lebih inklusif dalam menganalisis kemampuan bayar, terutama bagi nasabah yang belum memiliki riwayat kredit di sistem perbankan tradisional.
 
Dengan demikian, aktivitas transaksi melalui QRIS kini tidak hanya menjadi alat pembayaran digital, tetapi juga bisa berpengaruh terhadap peluang seseorang memperoleh pinjaman dari bank.
 
Apa Itu Data QRIS dan Mengapa Penting untuk Penilaian Kredit
 
Data QRIS mencakup seluruh aktivitas transaksi digital yang dilakukan oleh pengguna melalui aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS.
Data ini mencatat frekuensi transaksi, nominal, dan pola pengeluaran pengguna secara real time.
 
Bagi bank, informasi tersebut bisa menjadi indikator penting dalam menilai perilaku keuangan calon debitur — mirip dengan bagaimana skor kredit digital (credit scoring) bekerja di sektor fintech.
 
Misalnya:
• Pengguna yang aktif bertransaksi QRIS dengan pola pengeluaran stabil menunjukkan kemampuan finansial yang baik.
• Sedangkan transaksi tidak konsisten bisa menjadi sinyal risiko kredit yang lebih tinggi.
 
 Langkah Bank Indonesia dan Perbankan dalam Pemanfaatan Data QRIS
 
Menurut arahan Bank Indonesia, penggunaan data QRIS akan menjadi bagian dari pengembangan ekonomi digital nasional.
Beberapa bank besar dan lembaga keuangan mulai mengintegrasikan data QRIS ke dalam sistem credit scoring internal, terutama untuk kredit mikro dan UMKM.
 
Bank juga akan bekerja sama dengan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) untuk memastikan keamanan data dan kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data pribadi.
 
Manfaat Penggunaan Data QRIS untuk Nasabah
 
Pemanfaatan data QRIS untuk penilaian kredit membawa sejumlah manfaat bagi nasabah, terutama yang belum memiliki akses ke perbankan formal, seperti:
• Akses kredit lebih mudah: Nasabah tanpa riwayat pinjaman kini bisa dinilai melalui transaksi digitalnya.
• Penilaian lebih adil: Berdasarkan perilaku keuangan nyata, bukan hanya catatan pinjaman lama.
• Proses lebih cepat: Analisis data dilakukan otomatis lewat sistem digital.
 
Bagi pelaku UMKM, fitur ini juga membantu mereka membangun rekam jejak finansial digital yang bisa digunakan untuk mengajukan kredit usaha.
 
Tantangan dan Regulasi yang Dihadapi
 
Meski menjanjikan, penggunaan data QRIS dalam kelayakan kredit nasabah masih menghadapi tantangan seperti:
• Kebutuhan standar data yang seragam antarbank dan PJP.
• Isu privasi serta keamanan data pribadi pengguna.
• Perlunya edukasi kepada masyarakat agar memahami bahwa aktivitas QRIS kini dapat memengaruhi penilaian kredit.
 
Bank Indonesia menegaskan bahwa setiap penggunaan data QRIS akan dilakukan dengan izin pengguna dan sistem keamanan berlapis.
 
Kesimpulan
 
Pemanfaatan data QRIS untuk menilai kelayakan kredit nasabah menjadi langkah inovatif dalam dunia perbankan digital Indonesia.
Dengan sistem ini, masyarakat yang aktif bertransaksi secara digital bisa memperoleh akses pembiayaan yang lebih luas dan inklusif.
 
Jadi, mulai sekarang, aktivitas transaksi QRIS kamu bukan hanya mempermudah pembayaran — tapi juga bisa membuka peluang mendapatkan kredit di masa depan.

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
Selamat datang di majoo 👋 Hubungi konsultan kami untuk pertanyaan dan info penawaran menarik
whatsapp logo