Bargaining adalah Proses Penting dalam Bisnis, Benarkah?

Ditulis oleh Dini N. Rizeki

article thumbnail

Istilah bargaining adalah sesuatu yang erat kaitannya dengan dunia bisnis. Dalam dunia bisnis yang penuh dengan dinamika dan persaingan, bargaining atau tawar-menawar memiliki peran yang sangat penting. 

Proses ini bukan sekadar aktivitas transaksional biasa, tetapi merupakan fondasi dari kesepakatan yang saling menguntungkan antara pihak-pihak yang terlibat. Bargaining adalah momen yang membuka peluang bagi para pelaku bisnis untuk mencapai kesepakatan yang optimal yang memperhitungkan kepentingan dan kebutuhan dari semua pihak yang terlibat. Dengan berkomunikasi secara terbuka dan jujur, semua pihak yang terlibat dapat mencapai titik kesepakatan yang memuaskan.

Bargaining juga dapat menjadi kesempatan untuk membangun hubungan yang kuat antara pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi. Dengan saling memahami dan menghargai kebutuhan satu sama lain, hubungan bisnis yang langgeng dan saling menguntungkan dapat terjalin.

Bargaining adalah Proses Tawar Menawar dalam Operasional Bisnis

Secara bahasa, arti bargaining adalah menawar, dari asal kata tawar. Bargaining adalah upaya tawar-menawar untuk mencapai kesepakatan dalam suatu transaksi bisnis. Dalam proses ini, para pihak yang terlibat berusaha untuk mencapai kesepakatan dengan mengajukan tawaran dan kemudian meninjau tawaran yang diajukan oleh pihak lain.

Fase bargaining adalah hal yang penting dalam bisnis dan sebaiknya tidak dilewatkan. Bargaining merupakan bagian yang umum dalam aktivitas bisnis, terutama dalam pembelian dan penjualan barang atau jasa.

Proses bargaining biasanya terjadi ketika terdapat perbedaan antara harga yang diminta oleh penjual dan harga yang siap dibayar oleh pembeli. Tujuan bargaining adalah untuk bisa mendapatkan suatu kesepakatan yang sama-sama menguntungkan bagi semua pihak. Selama proses bargaining, pihak-pihak yang terlibat dapat saling tawar-menawar harga, jumlah barang atau jasa, syarat-syarat pembayaran, atau kondisi lain yang terkait dengan transaksi tersebut.

Dalam proses bargaining, sangatlah penting untuk mempertimbangkan kepentingan dan kebutuhan dari kedua belah pihak, serta kemampuan untuk menyampaikan tawaran yang realistis dan dapat diukur. Dengan demikian, tawar-menawar dapat menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.

Proses bargaining dapat berlangsung dalam berbagai konteks bisnis. Baik itu antara pembeli dan penjual langsung, antara perusahaan dan pemasok, antara manajemen dan karyawan dalam pembahasan kontrak kerja, atau dalam situasi lain saat terdapat kesempatan untuk mencapai kesepakatan. Bisa dibilang, bargaining adalah salah satu keterampilan kunci penting dalam dunia bisnis. 

Baca Juga: Apa Itu Bargaining Power? Pentingkah Untuk Bisnis?

Tujuan Dilakukan Bargaining dalam Bisnis

Seperti tadi sudah diuraikan, dalam dunia bisnis, tujuan dilakukan bargaining adalah untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Secara lebih detail, berikut adalah beberapa tujuan lagi dari adanya proses tawar-menawar tersebut.

1. Mencapai Kesepakatan Harga yang Adil

Salah satu tujuan dilakukan bargaining yang utama adalah untuk mencapai harga yang dianggap adil oleh kedua belah pihak. Pembeli berusaha untuk mendapatkan harga yang lebih rendah, sedangkan penjual berusaha untuk mendapatkan harga yang lebih tinggi. Tapi tujuan akhirnya adalah mencapai harga yang memuaskan dan dianggap pas bagi kedua belah pihak.

2. Meningkatkan Keuntungan

Bagi penjual, tujuan bargaining adalah untuk meningkatkan keuntungan, dengan memastikan bahwa harga yang disepakati mencakup biaya produksi dan memberikan margin keuntungan yang memadai. Sementara bagi pembeli, tujuannya adalah untuk memperoleh barang atau jasa dengan harga paling murah, sehingga meningkatkan potensi keuntungan atau menghemat biaya.

3. Memaksimalkan Nilai

Proses tawar menawar juga dapat digunakan untuk memaksimalkan nilai dari suatu transaksi. Ini bisa berarti mendapatkan jumlah barang atau jasa yang lebih besar dengan harga yang sama, atau mendapatkan harga yang lebih rendah untuk barang atau jasa yang sama.

4. Mengatasi Perselisihan

Jika terdapat situasi saat adanya perselisihan antara pembeli dan penjual mengenai harga, kualitas, atau persyaratan lainnya, bargaining dapat digunakan sebagai sarana untuk mencapai penyelesaian yang memuaskan bagi kedua belah pihak.

5. Meningkatkan Hubungan Bisnis

Proses bargaining yang dilakukan dengan baik juga dapat meningkatkan hubungan bisnis antara pembeli dan penjual. Meskipun mungkin terjadi ketegangan, tapi kemampuan untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dapat memperkuat ikatan dan kepercayaan antara kedua belah pihak.

Apa tujuan dilakukan bargaining dalam bisnis?

Contoh Bargaining 

Terdapat berbagai contoh bargaining yang umum terjadi dalam bisnis. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Tawar Menawar Harga

Seorang pembeli yang ingin membeli barang dari seorang penjual dapat menawar harga agar bisa mendapatkan harga yang lebih murah. Contohnya adalah saat seseorang berusaha untuk mendapatkan harga yang lebih rendah saat membeli mobil baru dari seorang dealer.

2. Diskusi Persyaratan Kontrak

Ketika dua perusahaan melakukan negosiasi kontrak, mereka dapat melakukan bargaining terkait dengan persyaratan kontrak, seperti harga, jangka waktu, pembayaran, atau klausul lainnya. Contohnya, saat dua perusahaan berunding tentang persyaratan kontrak kerja sama untuk proyek yang akan dimulai.

3. Pembelian dalam Volume Besar

Fase bargaining adalah hal yang umum dilakukan bila ada perusahaan yang ingin membeli barang dalam jumlah besar dari pemasoknya.  Dengan begitu, mereka bisa mendapatkan harga grosir atau diskon khusus. Contohnya, restoran yang berusaha untuk mendapatkan harga bahan makanan lebih murah dengan membeli dalam jumlah besar dari pemasoknya.

Ini hanya beberapa contoh bargaining yang terjadi dalam bisnis. Dalam setiap contoh tersebut, bargaining adalah tahap penting untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Baca Juga: Negosiasi adalah: Pengertian, Contoh, Jenis, Ciri-Ciri

Cara Bargaining yang Efektif

Fase bargaining adalah peluang untuk mengasah keterampilan negosiasi yang penting dalam dunia bisnis. Dengan mempraktikkan kemampuan untuk berkomunikasi, bernegosiasi, dan mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan, kamu dan pelaku bisnis lainnya dapat menjadi lebih terampil dalam menghadapi tantangan bisnis di masa depan.

Berikut adalah langkah-langkah cara bargaining yang efektif dalam bisnis:

1. Persiapkan diri dengan Informasi yang Kuat

Sebelum memulai proses bargaining, lakukan riset terhadap pasar dan lawan bicara. Ketahui nilai sebenarnya dari barang atau jasa yang akan kamu beli atau jual, serta informasi tentang pesaing dan harga yang ditawarkan oleh mereka.

2. Tetapkan Batas dan Tujuan yang Realistis

Tentukan batas harga atau persyaratan yang bersedia kamu terima sebelum memulai proses tawar menawar. Tetapkan juga tujuan yang realistis untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

3. Ciptakan Hubungan yang Baik

Mulailah dengan menciptakan hubungan yang baik dengan pihak lawan bicara. Hadapi mereka dengan kehangatan dan hormat, dan jangan biarkan proses bargaining bisnis menjadi terlalu serius atau tegang.

4. Gunakan Bahasa Tubuh yang Positif

Saat berkomunikasi, usahakan untuk menggunakan bahasa tubuh yang positif, seperti senyuman, kontak mata, dan sikap terbuka. Ini dapat membantu menciptakan suasana yang positif dan memudahkan tercapainya kesepakatan.

5. Mendengarkan dengan Aktif

Biasakan untuk mendengarkan setiap perkataan lawan bicara dengan seksama. Jangan hanya fokus pada argumen milikmu sendiri, tetapi juga pertimbangkan kebutuhan dan keinginan mereka.

6. Tawar-Menawar dengan Fleksibilitas

Berikan tawaran pertama yang realistis, namun tetap fleksibel untuk menanggapi tanggapan dari pihak lawan bicara. Berikan argumen yang kuat untuk mendukung tawaran kamu, namun juga bersedia untuk bernegosiasi dan menemukan solusi yang saling menguntungkan.

7. Cari Titik Tengah yang Memuaskan

Usahakan untuk mencapai kesepakatan yang memuaskan bagi kedua belah pihak. Carilah titik tengah yang memungkinkan kamu dan lawan bicara untuk merasa bahwa kebutuhan dan keinginan masing-masing terpenuhi.

8. Jangan Takut untuk Mundur atau Membatalkan

Bila kamu merasa bahwa kesepakatan yang ditawarkan tidak menguntungkan, jangan takut untuk mundur atau bahkan membatalkan negosiasi. Terkadang, langkah ini dapat membantu kamu mendapatkan penawaran yang lebih baik di kemudian hari.

9. Tutup dengan Kesepakatan yang Jelas

Setelah kesepakatan dicapai, pastikan untuk menutup negosiasi dengan kesepakatan yang jelas dan terperinci. Tulis dan dokumentasikan kesepakatan tersebut dan pastikan kedua belah pihak memahaminya dengan baik.

Dengan mengikuti langkah-langkah cara bargaining yang efektif ini, kamu dapat meningkatkan peluang bagus untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan dalam bisnis.

Aplikasi Wirausaha majoo

Kesimpulan

Dari penjelasan mengenai proses bargaining tadi, menjadi jelas bahwa arti bargaining bukan hanya sekadar langkah tawar menawar dalam sebuah transaksi, tetapi merupakan keterampilan penting yang membentuk esensi dari hubungan bisnis yang berhasil. Ketika pihak-pihak terlibat dapat dengan bijaksana menavigasi perjalanan tawar-menawar, mereka tidak hanya mencapai kesepakatan yang menguntungkan. Tetapi juga membangun fondasi hubungan bisnis yang kokoh dan berkelanjutan.

Bargaining adalah sesuatu yang memungkinkan kamu untuk memahami dan menghargai perspektif lawan bicara. Sambil tetap menjaga kepentingan dan kebutuhan bisnismu sendiri. 

Ini adalah proses dinamis yang membutuhkan keterampilan, kesabaran, dan empati. Namun, hasilnya bisa sangat bermanfaat, mulai dari kesepakatan yang menciptakan nilai tambah bagi kedua belah pihak, memaksimalkan potensi bisnis, dan membuka pintu untuk kemitraan yang sukses di masa depan.

Itulah sebabnya, sebagai pebisnis kamu perlu memperkuat keterampilan tawar menawar dan negosiasi. Selain itu, untuk memaksimalkan kemajuan bisnis, kamu bisa menggunakan aplikasi wirausaha majoo. Dengan begitu, kontrol pengelolaan bisnis akan menjadi jauh lebih gampang dan praktis. Pastikan kelola bisnismu bersama majoo, ya!


Sumber Data:

  • https://www.bee.id/blog/bargaining-adalah-teori-perbedaan-dampak-dan-contohnya

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo