BCG Growth Share Matrix: Pengertian, Kuadran, dan Contohnya

Penulis Annisa Nur Indriyanti
19 March 2026

article thumbnail

BCG Matrix atau Boston Consulting Group Matrix adalah alat analisis bisnis yang digunakan untuk membantu perusahaan melakukan perencanaan strategis terhadap portofolio produk atau unit bisnisnya.

Secara sederhana, matriks ini membantu manajemen memutuskan produk mana yang layak mendapatkan investasi lebih besar dan mana yang harus dipertahankan atau dihentikan.

 

Apa Itu BCG Growth Share Matrix

BCG Matrix adalah alat analisis strategi bisnis yang memetakan produk dalam sebuah perusahaan berdasarkan tingkat pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relatif yang dimiliki. Matriks ini membantu manajemen untuk melihat keseimbangan portofolio mereka melalui empat kategori utama, yakni Star, Cash Cow, Question Mark, dan Dog.

Produk dalam kategori Star berada di pasar yang tumbuh cepat dengan penguasaan pasar yang kuat, sehingga membutuhkan investasi besar agar tetap dominan. Sebaliknya, Cash Cow adalah produk yang pertumbuhannya sudah melambat namun tetap menguasai pasar, sehingga ia menjadi sumber modal utama bagi perusahaan karena tidak lagi butuh banyak biaya. 

Sementara itu, Question Mark merupakan produk yang berada di pasar potensial namun posisinya masih lemah dibandingkan pesaing, sehingga perusahaan harus memutuskan apakah akan menyuntikkan dana lebih atau justru melepasnya. 

Terakhir, kategori Dog adalah produk yang tidak tumbuh dan tidak menguasai pasar, yang biasanya disarankan untuk segera dihentikan agar tidak menguras sumber daya perusahaan.

Secara keseluruhan, konsep ini digunakan sebagai dasar untuk mengalokasikan sumber daya secara efisien guna memastikan keberlanjutan bisnis di masa depan.

 

Empat Kuadran dalam BCG Matrix

Seperti yang dijelaskan di atas, BCG Growth Share Matrix terbagi dalam empat kategori kuadran, yakni Star, Cash Cow, Question Mark, dan Dog.

Untuk memperjelas empat kategori kuadran ini, berikut penjelasan singkat per poinnya:

 

  1. Stars (Bintang)

Merupakan produk dengan pertumbuhan pasar yang tinggi dan pangsa pasar yang besar. Produk ini adalah pemimpin pasar yang sangat menguntungkan, namun memerlukan investasi dana yang besar untuk tetap kompetitif dan menghadapi persaingan yang ketat.

 

  1. Cash Cows (Sapi Perah)

Adalah produk yang memiliki pangsa pasar besar di industri yang pertumbuhannya sudah melambat atau rendah. Karena posisinya sudah mapan, produk ini menghasilkan lebih banyak uang daripada yang dibutuhkan untuk operasionalnya, sehingga hasilnya digunakan untuk mendanai produk di kuadran lain.

 

  1. Question Marks (Tanda Tanya)

Kategori untuk produk yang memiliki pangsa pasar rendah tetapi berada di industri dengan pertumbuhan yang sangat cepat. Produk ini memiliki potensi besar, namun membutuhkan keputusan strategis: apakah akan disuntik dana besar agar menjadi "Star" atau justru dihentikan jika dianggap tidak mampu bersaing.

 

  1. Dogs (Anjing)

Produk yang memiliki pangsa pasar kecil di pasar yang pertumbuhannya juga rendah atau stagnan. Produk dalam kategori ini biasanya tidak memberikan keuntungan besar dan cenderung hanya "balik modal" atau bahkan merugi, sehingga sering kali menjadi target untuk dihapus dari daftar produk perusahaan.

 

Cara Menggunakan BCG Matrix dalam Strategi Bisnis

Penggunaan BCG Matrix dalam strategi bisnis dilakukan melalui siklus analisis, pemetaan, dan pengambilan keputusan.

Tujuan akhirnya adalah menciptakan siklus hidup yang sehat. Gunakan uang dari Cash Cows untuk mendanai Question Marks sampai mereka menjadi Stars. Saat pasar mulai jenuh, Stars tersebut secara alami akan berubah menjadi Cash Cows baru yang membiayai inovasi berikutnya.

Sebagai gambaran, berikut adalah langkah-langkahnya:

 

  • Langkah 1: Memilih Unit Bisnis atau Produk

Tentukan unit bisnis strategis (SBU) atau lini produk yang ingin dianalisis. Anda tidak bisa mencampur semua produk dalam satu analisis jika pasarnya berbeda-beda.

 

  • Langkah 2: Menentukan Pangsa Pasar Relatif

Hitung kekuatan produk Anda dibandingkan kompetitor terbesar. Jika pangsa pasar Anda 20% dan pemimpin pasar 40%, maka pangsa pasar relatif Anda adalah 0,5. Jika angka di atas 1,0, berarti Anda adalah pemimpin pasar.

 

  • Langkah 3: Mengukur Tingkat Pertumbuhan Pasar

Cek seberapa cepat industri tersebut tumbuh setiap tahunnya. Biasanya, angka di atas 10% dianggap pertumbuhan tinggi, sementara di bawah itu dianggap rendah atau stagnan.

 

  • Langkah 4: Melakukan Pemetaan (Plotting)

Masukkan setiap produk ke dalam grid BCG berdasarkan koordinat pertumbuhan dan pangsa pasar yang sudah didapat. Di sini Anda akan melihat visualisasi portofolio bisnis Anda secara utuh.

 

  • Langkah 5: Mengambil Tindakan Strategis

Berdasarkan posisi di kuadran, pilih satu dari empat strategi ini:

  1. Investasi (Build): Fokus pada Question Marks yang potensial agar menjadi Stars.

  2. Pertahankan (Hold): Jaga agar Stars tetap dominan dan tidak direbut pesaing.

  3. Ambil Keuntungan (Harvest): Ambil arus kas dari Cash Cows sebanyak mungkin untuk membiayai inovasi di produk lain.

  4. Hentikan (Divest): Jual atau tutup produk Dogs yang hanya membuang biaya dan waktu manajemen.

 

Contoh Penerapan BCG Matrix

Untuk memperjelas bagaimana penerapan BCG Matrix dalam bisnis, berikut adalah contoh penerapan BCG Matrix pada PT Astra International Tbk.

Tujuan dari pemetaan di bawah ini adalah memastikan aliran dana dari Cash Cows dialokasikan secara tepat untuk memperkuat Stars dan membantu Question Marks terpilih agar tidak berakhir menjadi Dogs. Berikut contonya:

 

  1. STARS (BINTANG)

Unit Bisnis: Kendaraan Listrik (EV) dan Hybrid.

Kondisi: Industri otomotif ramah lingkungan di Indonesia sedang tumbuh sangat pesat karena dukungan pemerintah dan kesadaran pasar. Astra memiliki pangsa pasar yang mulai kuat namun menghadapi persaingan ketat dari merek baru.

Karakteristik: Membutuhkan investasi besar untuk pembangunan infrastruktur pengisian daya, riset baterai, dan pemasaran agresif.

Strategi: Build (Membangun) – Terus menyuntikkan modal agar menjadi pemimpin pasar di masa depan.

 

  1. CASH COWS (SAPI PERAH)

Unit Bisnis: Kendaraan Bermesin Bensin (Avanza, Innova, sepeda motor Honda).

Kondisi: Pertumbuhan pasar otomotif konvensional sudah stabil atau cenderung melambat (mapan). Namun, Astra menguasai lebih dari 50% pangsa pasar di Indonesia.

Karakteristik: Menghasilkan arus kas masuk yang sangat besar dengan biaya operasional yang sudah efisien karena sistem produksi yang mapan.

Strategi: Harvest (Memanen) – Menggunakan keuntungan dari penjualan mobil/motor bensin untuk mendanai riset teknologi masa depan (EV).

 

  1. QUESTION MARKS (TANDA TANYA)

Unit Bisnis: Layanan Logistik Digital atau Platform Used Car (Mobil Bekas Online).

Kondisi: Pasar logistik dan jual-beli mobil digital tumbuh cepat, namun Astra masih harus bersaing keras dengan startup teknologi lainnya (pangsa pasar belum dominan).

Karakteristik: Potensi keuntungan besar di masa depan, tetapi saat ini masih membutuhkan banyak biaya promosi dan pengembangan sistem.

Strategi: Hold/Build – Melakukan evaluasi ketat; jika menunjukkan tren positif, investasi ditambah, jika tidak, unit bisnis bisa dialihkan.

 

  1. DOGS (ANJING)

Unit Bisnis: Divisi Alat Berat untuk Pertambangan (pada saat harga komoditas anjlok atau regulasi lingkungan sangat ketat).

Kondisi: Pasar yang stagnan dan pangsa pasar yang mulai tergerus oleh kompetitor global yang lebih murah.

Karakteristik: Memberikan margin keuntungan yang sangat kecil dan menyedot energi manajemen tanpa potensi pertumbuhan yang berarti.

Strategi: Divest (Melepaskan) – Melakukan efisiensi radikal, menjual aset divisi tersebut, atau menghentikan operasional yang tidak menguntungkan.

 

Kelebihan dan Kekurangan BCG Matrix

Sama halnya dengan alat analisis bisnis lainnya, BCG Matrix juga memiliki kelebihan dan kekurangan dalam implementasinya.

Walau BCG Matrix memiliki keterbatasan, alat analisis ini tetap menjadi alat yang sangat berguna untuk pemetaan awal. 

Berikut penjabaran kelebihan dan kekurangan BCG Matrix sebagai gambaran untuk bisnis kalian"

 

  • Kelebihan BCG Matrix

  1. Matriks ini menggunakan visualisasi yang intuitif, sehingga manajemen dapat dengan cepat memahami posisi portofolio bisnis tanpa perlu analisis statistik yang terlalu rumit.

  2. Memberikan panduan jelas mengenai ke mana modal harus dialirkan. Perusahaan bisa dengan tegas memutuskan untuk mengambil uang dari unit yang stabil (Cash Cows) untuk mendanai unit yang potensial (Stars).

  3. Memudahkan manajer untuk menentukan langkah konkret: apakah harus membangun (build), mempertahankan (hold), memanen (harvest), atau melepaskan (divest) suatu unit bisnis.

  4. Membantu perusahaan melihat apakah mereka memiliki cukup produk masa depan. Tanpa matriks ini, perusahaan mungkin terlalu fokus pada produk lama dan lupa berinvestasi pada produk baru yang akan menjamin kelangsungan bisnis.

 

  • Kekurangan BCG Matrix

  1. Hanya menggunakan dua indikator (pangsa pasar dan pertumbuhan pasar). Padahal, kesuksesan bisnis juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti loyalitas pelanggan, kualitas produk, regulasi, dan inovasi teknologi.

  2. Matriks ini berasumsi bahwa pangsa pasar yang tinggi selalu berarti keuntungan tinggi. Kenyataannya, banyak produk dengan pangsa pasar kecil yang bisa sangat menguntungkan karena margin yang tinggi (produk niche atau mewah).

  3. Kadang-kadang, sebuah unit yang dikategorikan sebagai Dog perlu dipertahankan karena membantu keberlangsungan unit Star atau Cash Cow. BCG Matrix cenderung melihat setiap unit secara terpisah.

  4. Menentukan batasan pasar bisa sangat subjektif. Kesalahan dalam mendefinisikan siapa kompetitor utama dapat menyebabkan kesalahan penempatan produk dalam kuadran.

  5. Matriks ini memberikan gambaran pada satu titik waktu saja (snapshot). Ia tidak mempertimbangkan perubahan cepat di industri yang bisa mengubah sebuah Star menjadi Dog dalam waktu singkat akibat disrupsi digital.

 

Kesimpulan

BCG Matrix atau Boston Consulting Group Matrix adalah alat analisis bisnis yang digunakan untuk membantu perusahaan melakukan perencanaan strategis terhadap portofolio produk atau unit bisnisnya.

Sementara itu, untuk membantu pencatatan keuangan seperti mencatatkan proforma invoice, aplikasi seperti majoo bisa jadi solusi. Aplikasi ini membantu pelaku bisnis dalam mencatat pengeluaran, memantau arus kas, dan merencanakan anggaran dengan lebih efisien.




Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
Selamat datang di majoo 👋 Hubungi konsultan kami untuk pertanyaan dan info penawaran menarik
whatsapp logo