Table of Content

    Cara Menghitung Modal Awal dan Rumusnya

    Setiap bisnis yang membutuhkan modal awal, perlu diperhatikan cara mencari dan menghitungnya.

    Memang tidak semua bisnis membutuhkan modal. Namun adanya modal awal memungkinkan kamu untuk merintis sebuah bisnis sesuai dengan passion atau mimpi yang ingin kamu wujudkan.

    Namun pertanyaannya: bagaimana cara mengetahui besaran modal untuk membangun bisnis impianmu? Oke, kamu sudah membuka laman yang tepat.

    Karena kali ini, kita akan membahas mengenai modal awal serta cara menghitungnya. Simak sampai kamu paham benar, ya.

    Apa Itu Modal Awal?

    Jika kamu baru memahami modal hanyalah sekumpulan dana yang digelontorkan untuk membuka sebuah bisnis, ada baiknya terlebih dahulu kamu mempelajari beberapa jenis modal dalam dunia usaha:

    • Modal kerja adalah semua biaya yang dibutuhkan dalam memenuhi keperluan barang serta bahan baku untuk pengembangan bisnis.

      Contoh: Misalnya kamu berjualan pakaian, maka bahan pakaian seperti , benang, jarum jahit, kain, kancing dan bahan baku lainnya adalah modal kerjanya.

    • Modal investasi adalah biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan pembelian berbagai alat bisnis yang bernilai tinggi dan akan digunakan selama bisnis berlangsung.

      Contoh: mesin, printer, handphone, gedung, mobil operasional, izin usaha, dan lain-lain.

    • Modal operasional adalah semua dana yang digunakan untuk bisa mendukung kelancaran operasional bisnis.

      Contoh: gaji karyawan, sewa ruko, biaya listrik, biaya air, langganan internet, BBM kendaraan, dan lain-lain.

    • Modal awal adalah jumlah total dari ketiga modal di atas (modal kerja, investasi, dan operasional.

    Modal akhir adalah seluruh dana atau uang yang didapatkan dari perhitungan hasil akhir melalui perhitungan modal awal ditambah dengan laba (jika usaha mendapatkan keuntungan) atau modal awal dikurangi jumlah rugi usaha (jika usaha mengalami kerugian).

    Semua jenis modal di atas masuk ke dalam perhitungan modal awal. Secara definisi, modal awal merupakan biaya yang dikeluarkan pada saat memulainya usaha dan akan digunakan dalam waktu relatif panjang dalam usaha tersebut. 

    Mengapa Perlu Menghitung Modal Awal?

    Pentingnya menghitung modal awal sangat terasa ketika kamu sedang menyusun rencana bisnis.

    Jika kamu menyusunnya dengan rapi, rancangan ini bisa dimasukkan ke dalam proposal yang akan membantu bertumbuhnya bisnis kamu ke depannya.

    Ada dua hal yang membuat perhitungan modal awal menjadi sangat penting, yaitu:

    1. Membantu untuk memperkirakan total modal yang diperlukan. Dari sini kamu bisa memperkirakan pemenuhan modal tersebut bisa dilakukan secara mandiri atau membutuhkan pemodal dari luar (investor).
    2. Menaksir jumlah keuntungan. Dengan mengetahui modal awal, kamu dapat memperkirakan laba yang diperoleh dari usaha yang dijalankan. Secara sederhana, kamu tinggal mengurangkan pendapatan dengan modal usaha.

    Setelah mengetahui keuntungan bersih, kamu jadi bisa memperkirakan prospek bisnis di periode berikutnya.

    Baca Juga: Tips Jitu Membuat Proposal Usaha yang Menarik

    Bagaimana Cara Menghitung Modal Awal?

    Terdapat 4 metode dalam mencari modal awal. Pemilihan cara dalam menghitung modal awal tidak diatur secara baku. Namun alasan paling logisnya adalah bergantung pada besar kecilnya usaha yang sedang dijalankan.

    Semakin besar sebuah bisnis, semakin banyak yang harus dihitung dan dibayarkan. Maka rumusnya makin kompleks. Ayo kita bahas satu per satu.

    Cara Menghitung Modal Awal Metode 1

    Metode perhitungan modal awal yang satu ini terbilang sangat sederhana dan mudah. Cocok diterapkan oleh pengusaha pemula dan unit usaha yang masih kecil.

    Berikut ini adalah rumus modal awal dengan metode 1:

    Modal Awal = Modal Investasi + Modal Kerja + Modal Operasional

    Ketiga jenis modal yang dihitung yakni modal investasi, modal kerja, dan modal operasional sudah dijelaskan sebelumnya.

    Cara Menghitung Modal Awal Metode 2

    Metode 2 ini menghitung modal awal dengan memasukkan komponen modal akhir, laba, dan prive.

    Modal akhir adalah jumlah keseluruhan dana dalam bisnis yang diperoleh dari penambahan modal awal ditambah dengan laba atau rugi lalu dikurangi total prive.

    Laba adalah keuntungan-keuntungan bersih yang didapatkan dari hasil usaha.

    Prive adalah penarikan sejumlah dana yang dilakukan oleh pemilik bisnis untuk memenuhi keperluan di luar bisnis atau penggunaan pribadi.

    Berikut ini adalah rumus modal awal dengan metode 2:

    Modal Awal = Modal Akhir – (Laba + Prive)

    Cara Menghitung Modal Awal Metode 3

    Metode perhitungan modal awal ini cocok diterapkan oleh pengusaha besar dan unit usaha yang sudah besar.

    Berikut ini adalah rumus modal awal dengan metode 3:

    Modal Awal = Modal Akhir – (Pendapatan + Beban + Pajak + Prive)

    Beban merupakan bentuk biaya yang sudah memberikan manfaat kepada perusahaan. 

    Contoh beban adalah gaji pegawai, pembayaran vendor, tagihan listrik dan air, sewa kantor, dan lain-lain.

    Pajak adalah pungutan yang wajib diberikan salah satunya oleh pengusaha pada negara berdasarkan undang-undang.

    Contoh pajak  misalnya Pajak Perusahaan PPh 21 yang merupakan pajak atas penghasilan upah, gaji, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lainnya.

    Cara Menghitung Modal Awal Metode 4

    Metode perhitungan modal awal ini mirip dengan metode 1. Namun istilahnya saja yang berbeda, yakni menggunakan istilah capital expenses dan operational expenses.

    Capital expenses adalah modal yang digunakan untuk mendukung keberlangsungan bisnis. Contohnya peralatan yang digunakan dalam jangka waktu lama.

    Sedangkan operational expenses adalah modal awal yang digunakan untuk kepentingan operasional perusahaan. Contohnya biaya sewa gedung, gaji karyawan, biaya listrik, telepon, dan lain- lain.

    Berikut ini adalah rumus modal awal dengan metode 4:

    Modal Awal = Capital Expenses – Operational Expenses

     Modal awal dapat dihitung dengan beberapa rumus dan cara menghitung modal awal tidak rumit.

    Contoh Perhitungan Modal Awal Usaha

    Agar lebih mudah dimengerti, kita berikan contoh dalam menghitung modal awal usaha dengan menggunakan metode 1.

    Misalnya PT Dua Sejoli Jaya akan memulai usaha baru dengan rincian modal seperti berikut ini.

    a. Modal Investasi

    • Laptop Rp5.000.000
    • Printer Rp750.000
    • Handphone Rp3.000.000
    • Langganan internet Rp500.000
    • Izin usaha Rp 1.250.000
    • Mobil operasional Rp75.000.000

    TOTAL: Rp 85.500.000

    b. Modal Kerja

    • Tinta printer Rp210.000
    • Kertas Rp175.000

    TOTAL: Rp385.000

    c. Modal Operasional

    • Total gaji karwayan/bulan Rp8.000.000
    • Sewa tempat/bulan Rp1.000.000
    • Bayar PLN Rp500.000
    • Bayar PAM Rp300.000
    • BBM mobil Rp500.000
    • Biaya dapur Rp 300.000

    TOTAL: Rp10.600.000

    Dengan rincian modal di atas, maka PT Dua Sejoli Jaya membutuhkan modal awal sebesar:

    Modal Awal = Modal Investasi + Modal Kerja + Modal Operasional

    = Rp85.500.000 + Rp385.000 + Rp10.600.000

    Maka total modal awal PT Duo Sejoli Jaya adalah Rp95.985.000.

    Kesimpulan

    Jika sudah mengetahui besaran modal awal, kamu bisa mulai mencari modal awal dari sumber pendanaan.

    Selain dari dana pribadi, kamu bisa juga menawarkan proposal kepada pemerintah atau pihak swasta untuk mendapatkan modal usaha. 

    Banyak program pemerintah yang mendukung tumbuhnya UMKM dengan menggelontorkan sejumlah dana.

    Modal awal juga bisa didapatkan dengan cara meminjam bank dengan agunan. Atau jika kamu punya mitra dan relasi kerja, kamu bisa menawarkan dana bersama yang selanjutnya kamu olah agar mendapatkan keuntungan bersama pula.

    Modal awal memang bukan awal dari segala bentuk terwujudnya usaha. Namun perhitungan modal awal yang rapi dan ketersediaan modal yang cukup merupakan awal dari semangat dan tanggung jawab yang harus dijalankan.

    Selamat menjalankan usaha, Majoopreneurs! Jangan lupa untuk menambah modal ilmu melalui blog solusi majoo juga, ya! Banyak artikel yang akan membantumu belajar mengelola usaha. Terus simak artikel terbaru dari kami!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Kenali Apa Itu CV ATS Friendly
    CV ATS Friendly adalah CV yang secara otomatis dapat disortir melalui sebuah aplikasi yang disebut ATS. Lalu, bagaimana membuat CV ATS Friendly yang baik?
    NPV adalah: Rumus, Contoh, dan Cara Menghitung
    Tidak hanya bermanfaat untuk menganalisis untung rugi, perhitungan NPV juga akan sangat membantu dalam menyusun perencanaan keuangan perusahaan.
    Bisnis Proposal atau Proposal Bisnis? Mana yang Benar?
    Apa itu bisnis proposal? Apakah sama dengan proposal bisnis? Sebelum membuatnya, pahami pengertian dan ciri-ciri proposal bisnis lebih dulu.
    Bank Digital adalah Kebutuhan Masyarakat Saat Ini. Kok Bisa?
    Bank digital adalah transformasi layanan perbankan dari luring menjadi daring. Kemunculannya semakin marak di Indonesia. Mau jadi nasabahnya?