Inilah Faktor, Rumus, dan Cara Menghitung ROE suatu Perusahaan!

Ditulis oleh Retna Kumalasari

article thumbnail

Tahukah kamu, bagaimana cara menghitung ROE dari sebuah perusahaan? Meskipun ini penting, ternyata masih ada yang belum memahami cara mencari ROE perusahaan mereka.

Padahal, dengan mengetahui nilai ROE pada suatu perusahaan, kamu bisa memahami kemampuan perusahaan dalam menghasilkan profit dengan memanfaatkan modal yang mereka miliki.

Bahkan, nilai ini juga bisa menjadi tolak ukur, apakah sebuah perusahaan telah menjalankan usahanya dengan efektif dan efisien. Nah, supaya kamu bisa memahami cara menghitung ROE dengan lebih baik, simak penjelasannya dalam artikel ini sampai tuntas, ya!

Apa Itu ROE?

Return on Equity atau ROE adalah rasio yang digunakan untuk menghitung imbal hasil atau laba bersih, dengan mengoptimalkan modal perusahaan. 

Umumnya, nilai ROE akan digunakan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan atau badan usaha, dalam menghasilkan laba menggunakan ekuitas yang telah diinvestasikan oleh para pemegang saham.

Tak hanya untuk mengukur kemampuan perusahaan, nilai ROE juga sering kali dipakai untuk membandingkan dua atau lebih perusahaan, untuk mengetahui cara mengelola keuangan perusahaan, hingga menentukan peluang untuk investasi bagi para calon investor.

Baca Juga: Apa Perbedaan ROA dan ROE? Jawabannya Ada di Sini, Lho!

Faktor yang Memengaruhi ROE

Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi nilai ROE, di antaranya:

Aktivitas Perusahaan

Faktor pertama yang memengaruhi ROE adalah besarnya skala aktivitas perusahaan. Sebuah bisnis yang sedang memperbesar usahanya dengan membuka cabang baru, tentu membutuhkan dana yang besar. 

Jadi, wajar apabila ROE perusahaan ini kecil, sebab mereka perlu mengembangkan bisnis dengan adanya modal, dan tidak bisa langsung menghasilkan profit.

Rasio Likuiditas

Selanjutnya adalah rasio likuiditas. Pada faktor yang satu ini, suatu perusahaan tidak hanya menerima utang, tapi juga memberikan piutang kepada pihak lain. 

Jika likuiditas bisnis tersebut tidak lancar, nilai ROE perusahaan juga dapat terpengaruh. Maka dari itu, biarpun sudah menjadi hak kepemilikan perusahaan, piutang belum bisa digolongkan sebagai laba perusahaan.

Rasio Utang (Debt Ratio)

Faktor terakhir adalah utang. Faktor yang satu ini juga memiliki pengaruh yang sangat besar pada ROE perusahaan. Umumnya, semakin besar utang yang dimiliki oleh perusahaan, semakin kecil nilai ROE perusahaan tersebut.

Semakin tinggi nilai ROE, semakin baik kinerja perusahaan.

Fungsi dari ROE

Return on Equity (ROE) dianggap sangat penting untuk melihat kinerja sebuah perusahaan. Ada lima fungsi ROE yang perlu kamu ketahui, di antaranya:

  1. Melakukan penilaian pada perusahaan

Perusahaan dengan nilai ROE yang stabil dari waktu ke waktu, dianggap mampu mengelola perusahaannya dengan sangat baik. Begitu pula, jika nilai ROE perusahaan terus menurun, manajemen perusahaan bisa dianggap tidak mampu mengatasi permasalahan perusahaan dan melakukan pengelolaan modal dengan baik.

  1. Membandingkan nilai ROE perusahaan dengan perusahaan lain

Hasil analisis ROE suatu perusahaan dapat digunakan untuk membandingkan dengan nilai ROE dari perusahaan kompetitornya. Dengan begitu, perusahaan dapat mengetahui apakah pengelolaan modal yang telah mereka lakukan, lebih baik dibandingkan dengan perusahaan lain yang ada di industri yang sama.

  1. Mewaspadai kerugian yang mungkin ditimbulkan

Nilai ROE yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan mengelola modal untuk mendapatkan labanya sangat rendah. Hal ini tentu akan dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan modal dengan lebih baik.

  1. Menengarai laba yang tidak konsisten

Apabila suatu perusahaan mengalami kerugian dalam kurun waktu tertentu, kemudian secara tiba-tiba mendapatkan keuntungan pada periode waktu tertentu pula. Peneliti dapat melakukan pengecekan dengan memanfaatkan analisis ROE perusahaan. 

Dengan begitu, perusahaan bisa meminimalisir kerugian dan meningkatkan konsistensi laba perusahaan tersebut.

  1. Media pertimbangan para investor

Fungsi selanjutnya adalah sebagai media pertimbangan oleh para investor. Perusahaan yang mampu mencapai target penjualan dan mendapatkan laba bersih secara efektif dan efisien akan menghasilkan nilai ROE yang tinggi.

Atas hal tersebut, para investor dapat mempercayai kinerja perusahaan dan berani memberikan suntikan modal untuk mengembangkan perusahaan tersebut.

  1. Menilai perkembangan perusahaan di masa depan

Nilai ROE ini juga sering digunakan untuk menilai apakah perusahaan mempunyai prospek yang baik di waktu mendatang atau tidak. Hal ini nantinya bisa dijadikan bahan evaluasi untuk mengembangkan perusahaan tersebut hingga ke masa depan.

Baca Juga: Return on Equity: Definisi dan Cara Menghitung ROE

Rumus dan Cara Menghitung ROE

Para ahli memberikan beberapa gambaran cara menghitung ROE perusahaan.Untuk mendapatkan nilai ROE, kamu bisa menggunakan rumus ROE berikut ini:

rumus ROE

Semakin tinggi nilai ROE pada perusahaan, semakin baik pula perusahaan tersebut untuk menghasilkan laba bagi investornya.

Sebagai contoh, cara menghitung ROE adalah sebagai berikut:

PT Krisna Farma Tbk yang bergerak di industri barang konsumsi dengan subsektor farmasi, ingin menghitung dan mengetahui nilai ROE perusahaan mereka. Perusahaan itu pun mulai melakukan penghitungan menggunakan data keuangan mereka yang terbaru, yakni per 31 Agustus 2022.

Diketahui: 

  • Laba bersih setelah pajak = Rp1.000.000.000

  • Total ekuitas = Rp625.000.000

Jawabannya:

ROE = (Laba bersih setelah pajak /  Ekuitas) x 100

ROE = (1.000.000.000 / 625.000.000) x 100

ROE = 1,6 x 100 = 160%

Keterangan:

Dalam mencari ROE, jika nilainya mendekati 1 dapat menunjukkan efektivitas dan efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan modal untuk menghasilkan pendapatan. Sementara itu, apabila nilai ROE mendekati 0, maka dapat diartikan bahwa perusahaan tidak bisa mengelola dan mengoptimalkan modal untuk menghasilkan pendapatan.

Aplikasi Wirausaha majoo

Analisis ROE

Lantas, bagaimana cara analisis ROE perusahaan? Sherman (2015) menyebutkan bahwa ada tiga cara menganalisis rasio keuangan perusahaan, di antaranya adalah:

  1. Intracompany Analysis, analisis ini digunakan untuk membandingkan nilai rasio keuangan di sebuah perusahaan. Contohnya untuk membandingkan nilai ROE dengan nilai ROA, atau nilai ROE dengan DER.

  2. Trend Analysis, bertujuan untuk melihat nilai rasio keuangan dalam periode waktu tertentu. Misalnya adalah untuk memantau rasio ROE dalam periode waktu 5 tahun, sejak 2018 hingga 2023. Apakah dalam periode tersebut rasio ROE perusahaan meningkat, stagnan, atau menurun.

  3. Industry Comparison, analisis industry comparison akan berfokus pada perbandingan nilai ROE sebuah perusahaan dengan rasio ROE yang menjadi rasio rata-rata di industri tersebut. Misalnya, rasio ROE PT. A pada tahun 2020 yakni 0,20%. Sementara rata-rata ROE pada industri barang konsumsi sebesar 2%.

Hasil dari analisis ROE akan sangat berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan modal yang mereka miliki. Semakin tinggi nilai ROE perusahaan, apabila dibandingkan dengan rata-rata nilai ROE dalam industri tersebut, semakin baik pula kinerja dari perusahaan dalam industri yang digelutinya.

Berapa Nilai ROE yang Baik?

Analisis ROE suatu perusahaan sering kali dijadikan tolak ukur kinerja dari keuangan perusahaan itu sendiri. Umumnya, besaran ROE akan dihitung dengan ukuran persen (%). 

Lantas, berapa nilai ROE yang baik atau ideal bagi suatu perusahaan? Nilai ROE yang baik adalah yang jumlah nilainya lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nilai industri perusahaan tersebut.

Misalnya, nilai ROE dalam industri komputer adalah sebesar 29.56%, kemudian Dell Technologies Inc. (DELL) mempunyai ROE 55.75%. Sementara Apple Inc (AAPL), memiliki nilai ROE sebesar 147.88%.

Dari nilai ROE kedua perusahaan tersebut dapat dikatakan bahwa keduanya mempunyai nilai ROE yang baik, namun Apple Inc mampu mengoptimalkan asetnya agar menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi.

Penutup

Itulah penjelasan mengenai ROE dan cara menghitung ROE yang bisa kamu gunakan. Dengan mengetahui nilai ROE suatu perusahaan, kamu bisa mendapatkan banyak manfaat, salah satunya adalah bisa mengetahui tingkat efektif dan efisiensi perusahaan dalam mendapatkan laba menggunakan modal yang dimiliki.

Apabila kamu kesulitan dalam mengelola bisnis secara manual, gunakan bantuan aplikasi akuntansi dari majoo untuk mengatur arus kas, piutang, laba rugi, hingga pembuatan jurnal dari seluruh transaksi hanya dari satu dashboard saja.

Dengan begitu, kelola bisnis akan jauh lebih efektif dan efisien. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, coba majoo sekarang!



Sumber Data: 

  1. https://www.jurnal.id/id/blog/cara-menghitung-pengembalian-ekuitas/

  2. https://www.esgi.ai/apa-itu-return-on-equity/

  3. https://www.invesnesia.com/return-on-equity-roe#Cara_Analisis_Return_on_Equity_ROE

  4. https://www.ocbcnisp.com/id/article/2021/08/20/roe-adalah 

  5. https://ajaib.co.id/rumus-roe/#Apa_itu_ROE_Return_on_Equity 

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
majoo logo circle

Silakan Isi data diri di bawah Ini untuk terhubung dengan majooCare

+62
whatsapp logo