Table of Content

    Return on Equity: Definisi dan Cara Menghitung RoE

    Semakin baik (tinggi) nilai return on equity (RoE) sebuah perusahaan, maka semakin baik kinerjanya dalam memperoleh laba bersih setelah pajak


    Bagi kamu yang baru atau sedang akan terjun ke dunia bisnis dan investasi saham, ada banyak sekali istilah penting yang harus dipahami dan dipelajari. Memahami istilah-istilah ini bukan hanya bisa membantu kamu memilih produk saham, tapi juga melakukan analisis. Return on Equity atau RoE adalah salah satunya.


    Secara umum, Return on Equity atau RoE adalah ukuran yang dibuat untuk mengetahui kemampuan sebuah perusahaan untuk menghasilkan keuntungan bagi orang yang membeli sahamnya. Bila dilihat dari rumusnya, RoE berfungsi untuk mengetahui nilai profit yang mungkin akan didapat oleh pemegang saham dan nilainya dinyatakan dalam bentuk persentase (%).


    Pengertian Return on Equity


    Return on Equity adalah salah satu istilah yang tidak asing di dunia bisnis, khususnya di telinga para investor. Return on Equity merupakan salah satu indikator yang kerap digunakan para investor dalam pengambilan keputusan bisnisnya.


    RoE adalah rasio profitabilitas untuk mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih bagi para investor atau pemilik dari investasi pemegang saham perusahaan dengan menggunakan modal sendiri. RoE biasanya diukur dalam ukuran persen (%). Semakin nilai RoE mendekati 100%, maka akan semakin bagus. RoE yang bernilai 100% menunjukkan bahwa setiap 1 rupiah ekuitas pemegang saham, dapat menghasilkan 1 rupiah dari laba bersih perusahaan.


    Semakin baik atau tinggi nilai RoE, maka investor akan semakin bersemangat untuk menanamkan modal di perusahaan tersebut. Lantaran itulah, perusahaan harus sangat menguasai cara untuk meningkatkan RoE-nya. 


    Pengertian Return on Equity Menurut Para Ahli

    • Menurut Brigham dan Houston (2010)

    Brigham dan Houston (2010) berpandangan bahwa return on equity adalah rasio bersih terhadap ekuitas biasa, yang berfungsi untuk mengukur tingkat pengembalian investasi dari pemegang saham biasa.

    • Menurut Irham (2012)

    Irham (2012) mengungkapkan bahwa pengertian return on equity adalah rasio yang digunakan untuk mengkaji sejauh mana suatu emiten mampu memengaruhi sumber daya yang dimilikinya untuk menghasilkan laba ekuitas.

    • Menurut Kasmir (2014)

    Pengertian return on equity adalah suatu rasio yang digunakan untuk mengukur laba bersih setelah pajak (EAT) dengan modal sendiri. Rasio RoE dapat menunjukkan tingkat efisiensi perusahaan dalam penggunaan modal sendiri. Semakin tinggi nilai RoE, maka semakin baik. Itu mengindikasikan bahwa posisi perusahaan akan terlihat semakin kuat, begitu pun sebaliknya.

     

    Beberapa Cara untuk Meningkatkan Return on Equity


    Menurut Arthur, Scott, dan Martin (2002), berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan agar RoE suatu perusahaan dapat meningkat: 


    • Meningkatkan penjualan tanpa adanya peningkatan beban dan biaya secara operasional. Singkatnya, perusahaan harus bisa meningkatkan efisiensi penjualan. Meningkatkan efisiensi penjualan dapat dilakukan dengan cara memasang iklan-iklan atau memperlancar distribusi produk dari perusahaan.

    • Mengurangi harga pokok penjualan atau beban operasi perusahaan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menyortir alat-alat perusahaan dan mengganti atau memperbaiki peralatan yang telah rusak. Dengan begitu, beban operasi perusahaan akan sedikit banyak berkurang.

    • Meningkatkan penjualan secara relatif atas dasar nilai aktiva. Ini bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu meningkatkan penjualan atau mengurangi jumlah investasi pada aktiva perusahaan.

    • Meningkatkan penggunaan utang relatif terhadap ekuitas. Peningkatan ini dilakukan sampai dengan kondisi yang dianggap tidak membahayakan kesejahteraan keuangan perusahaan.


    Untuk bisa membaca ROE sebuah perusahaan, maka kita harus menghitungnya dengan menggunakan rumus

    Penghitungan dan Rumus Cara Menghitung RoE

    Untuk bisa membaca ROE sebuah perusahaan, maka sebaiknya kita tahu dan paham cara menghitung RoE dengan menggunakan rumus. Untuk mendapatkan rasionya, maka yang harus dibandingkan adalah Net Income (laba bersih) dengan Equity (Ekuitas) sehingga rumusnya akan menjadi:


    (Laba bersih / Ekuitas) × 100%

    Poin penting yang tidak boleh sampai terlewat adalah bahwasanya menghitung laba bersih seharusnya dihitung dalam satu tahun. Tapi, berhubung laporan keuangan biasanya diterbitkan per empat bulan (kuartal), maka nilainya harus dibuat menjadi satu tahun terlebih dahulu. Bila laporan yang tersedia baru satu kuartal, maka nilainya dikali empat. Dan bila laporan yang tersedia ada dua kuartal, nilainya harus dikalikan dua, dan seterusnya.


    Dalam penghitungan Return on Equity, digunakan dua piranti besar dalam sebuah perusahaan, yaitu laba bersih dan ekuitas. Laba bersih perusahaan adalah salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja suatu perusahaan. Laba bersih juga berguna untuk menjadi dasar ukur indikator penting lainnya seperti RoE atau earning per share. Sedangkan ekuitas adalah jumlah modal perusahaan yang dapat digunakan sebagai gambaran hak kepemilikan seseorang atas aset perusahaan. Elemen pembentuk ekuitas adalah modal disetor, laba tidak dibagi, modal penilaian kembali, modal sumbangan, dan modal lain-lain.


    Agar lebih mudah dalam memahami, berikut ada satu contoh penghitungan besarnya Return on Equity suatu perusahaan.

    Contoh:

    Laporan keuangan PT. Dynamite tertulis pada tanggal 31 Desember 2020 menunjukkan bahwa perusahaan yang bergerak di bidang industri kain katun tersebut mampu menghasilkan laba bersih sebesar 1 miliar rupiah. Ekuitas rata-rata pemegang saham perusahaan tersebut adalah Rp 625.000.000. Maka berapa nilai dan bagaimana cara menghitung RoE dari perusahaan tersebut?


    Jawab:

    RoE = (Laba bersih / Ekuitas) × 100%

    RoE = (1.000.000.000 / 625.000.000) × 100%

    RoE = 160%


    Interpretasi:

    Berdasarkan hasil tersebut, diperoleh nilai RoE sebesar 160%, yang mendekati, bahkan melebihi nilai 100%. Artinya bahwa tiap 1 rupiah dari ekuitas pemegang saham, perusahaan dapat mengolahnya menjadi 1,6 rupiah laba bersih perusahaan. Hal ini menandakan bahwa PT. Dynamite merupakan perusahaan yang efektif dan efisien dalam menghasilkan laba, sehingga sangat disarankan bagi para investor untuk berinvestasi di PT. Dynamite.


    Cara Menggunakan Return on Equity Sebagai Analisis Investasi


    Dari penjelasan di atas, maka bisa disimpulkan bahwa fungsi angka RoE adalah juga sebagai analisis investasi. Analisis investasi ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:


    1. Dengan cara melihat  nilai Return on Equity perusahaan selama 5 hingga 10 tahun terakhir. 

    Hal ini gunanya adalah untuk mengetahui rekam jejak dari kredibilitas perusahaan. Bila selama 5 hingga 10 tahun terakhir nilai RoE perusahaan selalu mendekati 100%, maka menandakan bahwa perusahaan tersebut secara konstan dapat mengelola modalnya dengan baik sehingga secara efektif dan efisien dapat menghasilkan pendapatan.


    Perusahaan dengan nilai RoE seperti itu merupakan perusahaan yang cocok untuk dijadikan tempat penanaman modal bagi para investor. Tapi, jika nilai RoE fluktuatif, maka lebih baik para investor menghindari menanam modal di perusahaan tersebut, walau misalnya pada tahun terakhir nilai RoE cukup tinggi. 


    2. Dengan membandingkan nilai RoE dengan perusahaan lain yang memiliki skala industri yang sama. 

    Dalam membandingkan RoE antar perusahaan, yang perlu kamu ingat adalah perbandingan nilai RoE sebaiknya dilakukan antar perusahaan yang memiliki skala industri yang sama. Perusahaan dengan industri besar tentunya memiliki jumlah modal yang besar, dan umumnya dapat menghasilkan laba yang besar pula. Ini tentu tidak bisa dibandingkan dengan perusahaan yang berskala kecil yang memiliki modal kecil pula.

    Fungsi Return on Equity

    • Return on equity berfungsi sebagai alat untuk menganalisis tingkat efisiensi penggunaan modal perusahaan, baik pemakaian modal untuk produksi maupun penjualan. 

    • Fungsi lain RoE adalah dapat dipakai sebagai alat pembanding antar perusahaan di sektor industri yang sama. Hal ini biasanya dilakukan untuk mengukur tingkat efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan modal untuk menghasilkan laba bersih setelah pajak. Untuk mengukur tingkat efisiensi dan efektivitas setiap divisi manajemen perusahaan. Nantinya akan tampak divisi mana yang sanggup memberikan return paling tinggi. 

    • Sebagai indikator utama dalam pengambilan keputusan investasi oleh investor. Nilai rasio RoE yang besar (tinggi), akan membuat investor tertarik sehingga investor dengan senang hati untuk menanamkan modalnya di perusahaan.

    • Dapat digunakan oleh perusahaan dalam hal keputusan ekspansi. Umumnya, jika rasio RoE perusahaan dianggap memuaskan atau bahkan melebihi target, maka potensi perusahaan untuk melakukan ekspansi akan jauh lebih besar. 

    Penutup

    Itu tadi adalah definisi Return on Equity, beserta fungsi dan cara menghitung RoE. Karena Return on Equity adalah faktor penting saat memilih saham, pastikan kamu mengetahui rasionya sebelum berinvestasi, ya! 


    majoo sebagai aplikasi keuangan online yang bisa mengontrol alur masuk dan keluarnya uang di bisnis yang sedang kamu jalankan selalu siap untuk membantu kamu kapanpun dibutuhkan. Kamu cukup hubungi majoo sekarang juga, unduh aplikasinya lalu rasakan keistimewaannya! Jadi, tunggu apa lagi? Segera berlangganan sekarang juga!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    9 Cara Memulai Bisnis dari Nol, Perhatikan Di Sini!
    Diperlukan langkah dan strategi yang matang untuk memulai sebuah bisnis. Pertimbangan ini dapat membantumu melewati setiap hambatan yang mungkin terjadi.
    Tokopedia Paylater adalah Bentuk Kenikmatan Belanja Online
    Tokopedia Paylater membantu lebih dari 100 juta pelanggan aktif Tokopedia untuk beli sekarang bayar nanti. Mau mencoba? Baca dulu tipsnya!
    RAB adalah Rencana Anggaran Biaya, Bagaimana Cara Buatnya?
    RAB adalah singkatan dari rencana anggaran dan biaya, lalu mengapa dokumen yang satu ini sangat dibutuhkan oleh pemilik usaha dalam operasional bisnis?
    Stakeholder adalah: Pengertian, Fungsi, dan Jenis
    Operasional sebuah bisnis mustahil dijalankan tanpa adanya peran stakeholder. Namun, seberapa penting sebenarnya keberadaan peran ini dalam bisnis?