Cara Terima Transfer Luar Negeri ke Rekening Indonesia dengan Aman

Penulis Annisa Nur Indriyanti
25 February 2026

article thumbnail

Menerima transfer dari luar negeri atau yang sering disebut dengan remitansi masuk (inward remittance) adalah proses penerimaan sejumlah dana yang dikirimkan oleh pengirim di satu negara ke rekening penerima di negara lain melalui sistem perbankan atau penyedia jasa keuangan internasional. 

Dalam konteks Indonesia, proses ini melibatkan perpindahan mata uang asing (valas) yang kemudian dikonversi menjadi Rupiah atau tetap dalam mata uang asalnya jika penerima memiliki rekening valas.

 

Apa saja syarat menerima transfer luar negeri?

Untuk menerima kiriman uang dari luar negeri secara resmi dan lancar, ada beberapa persyaratan data dan administratif yang harus Anda penuhi agar dana tidak tertahan di bank perantara atau dikembalikan ke pengirim.

Berikut beberapa syarat menerima transfer dari luar negeri:

  1. Nama Lengkap Penerima: Harus sesuai persis dengan yang tertera di buku tabungan atau aplikasi mobile banking. Jangan gunakan nama panggilan atau singkatan.

  2. Nomor Rekening: Pastikan nomor rekening aktif dan benar. Untuk beberapa negara, terkadang diminta format IBAN, namun untuk Indonesia cukup menggunakan nomor rekening standar.

  3. SWIFT Code atau BIC: Ini adalah syarat mutlak untuk identifikasi bank tujuan secara internasional (contohnya CENAIDJA untuk BCA).

  4. Nama Bank: Tuliskan nama resmi bank Anda secara lengkap (misalnya: PT Bank Central Asia Tbk).

  5. Alamat Bank: Biasanya cukup mencantumkan alamat kantor cabang tempat Anda membuka rekening atau alamat kantor pusat bank tersebut.

 

Selain data rekening, terdapat aturan dari Bank Indonesia dan kebijakan internal bank yang perlu Anda perhatikan:

 

  1. Tujuan Transaksi: Untuk kiriman uang dalam jumlah besar (biasanya di atas ekuivalen USD 10.000 atau sekitar Rp150 juta ke atas), pihak bank di Indonesia sering kali akan menghubungi Anda untuk menanyakan tujuan pengiriman uang (seperti gaji, hadiah, atau hasil penjualan aset).

  2. Dokumen Pendukung: Jika nominalnya sangat besar atau mencurigakan, bank berhak meminta dokumen pendukung seperti kontrak kerja, invoice, atau surat pernyataan ahli waris untuk memenuhi prinsip Know Your Customer (KYC) dan aturan anti-pencucian uang.

  3. Mata Uang Rekening: Jika Anda menerima mata uang asing (seperti USD atau EUR) ke rekening Rupiah, bank akan otomatis mengonversinya ke Rupiah menggunakan kurs beli yang berlaku saat dana masuk. Jika ingin menerima dalam mata uang aslinya, Anda harus memiliki rekening valas.

  4. Biaya Administrasi: Perlu dipahami bahwa akan ada potongan biaya bank koresponden (perantara) dan biaya provisi dari bank penerima yang diambil langsung dari nominal uang yang dikirimkan.

 

Data apa yang dibutuhkan untuk transfer internasional?

Untuk melakukan atau menerima transfer internasional, Anda memerlukan rincian data yang lebih spesifik dibandingkan transfer domestik. Akurasi data ini sangat krusial karena kesalahan satu karakter saja bisa menyebabkan dana tertahan di bank perantara atau dikembalikan ke pengirim.

Berikut adalah data lengkap yang dibutuhkan untuk transaksi transfer internasional:

 

  1. Data Rekening Penerima (Beneficiary)

  • Nama Lengkap Penerima: Nama harus sesuai persis dengan yang terdaftar pada sistem perbankan (identitas resmi).

  • Nomor Rekening: Nomor rekening tujuan yang aktif. Untuk beberapa wilayah seperti Eropa atau Timur Tengah, biasanya diperlukan format IBAN (International Bank Account Number), namun untuk Indonesia cukup nomor rekening biasa.

  • Alamat Lengkap Penerima: Beberapa bank internasional mewajibkan alamat fisik penerima (jalan, kota, provinsi, dan kode pos) untuk keperluan verifikasi keamanan.

 

  1. Data Bank Penerima (Beneficiary Bank)

Data ini digunakan agar sistem keuangan global bisa menavigasi dana ke instansi yang benar.

 

  • Nama Bank: Nama resmi bank tujuan (contoh: PT Bank Central Asia Tbk).

  • SWIFT Code / BIC: Kode unik 8 atau 11 karakter sebagai identitas bank di jaringan internasional.

  • Alamat Bank: Alamat kantor pusat atau kantor cabang tempat rekening dibuka.

 

  1. Data Pengirim (Remitter)

Berdasarkan aturan anti-pencucian uang global, data pengirim juga harus tercatat dengan jelas.

 

  • Nama Lengkap Pengirim: Identitas pihak yang mengirimkan uang.

  • Alamat Pengirim: Alamat domisili pengirim di negara asal.

  • Sumber Dana: Terkadang diperlukan pernyataan mengenai dari mana uang tersebut berasal.

 

  1. Informasi Transaksi

Data tambahan untuk mempermudah identifikasi dan pelaporan resmi.

  • Mata Uang (Currency): Jenis mata uang yang dikirim (misalnya USD, SGD, atau EUR).

  • Tujuan Transaksi: Penjelasan singkat mengenai alasan pengiriman uang (contoh: pembayaran invoice, biaya pendidikan, atau kiriman keluarga). Ini wajib diisi untuk memenuhi regulasi devisa negara.

 

Berapa lama proses transfer luar negeri masuk rekening?

Proses transfer rekening internasional (remitansi) memilik lama proses yang sangat bervariasi.

Namun secara umum, lama proses transfer ini memakan waktu antara 2 hingga 5 hari kerja. Transaksi ini tidak terjadi secara instan seperti transfer antarbank domestik karena melibatkan beberapa tahap verifikasi dan perantara.

 

Apa saja biaya transfer luar negeri?

Saat melakukan transfer uang ke luar negeri, ada biaya yang timbul bukan hanya biaya administrasi di depan, melainkan gabungan dari beberapa komponen biaya yang sering kali tidak terlihat secara langsung.

Berikut adalah rincian biaya yang biasanya muncul dalam transaksi internasional:

 

1. Biaya Administrasi (Telegraphic Transfer Fee)

Ini adalah biaya dasar yang dikenakan oleh bank atau penyedia jasa pengiriman uang di Indonesia saat Anda melakukan transaksi. Besarnya bervariasi tergantung bank, biasanya berkisar antara Rp50.000 hingga Rp150.000 per transaksi jika dilakukan melalui kantor cabang, atau lebih murah jika melalui aplikasi mobile banking.

 

2. Biaya Provisi (Full Amount Fee)

Biaya ini muncul jika Anda ingin uang yang diterima oleh penerima di luar negeri utuh tanpa potongan. Jika Anda tidak membayar biaya ini, uang yang sampai akan dipotong di tengah jalan oleh bank perantara. Biaya provisi biasanya berkisar antara USD 20 hingga USD 30 (atau setara mata uang lainnya).

 

3. Selisih Kurs Valuta Asing

Ini adalah biaya "tersembunyi" yang paling signifikan. Bank biasanya menggunakan kurs jual yang lebih tinggi daripada kurs pasar saat Anda mengirim uang. Selisih antara kurs pasar (mid-market rate) dengan kurs bank inilah yang menjadi keuntungan bagi bank dan merupakan biaya bagi Anda.

 

4. Biaya Bank Koresponden (Intermediary Bank Fee)

Karena sistem perbankan internasional bekerja seperti rantai, uang Anda mungkin melewati satu atau dua bank perantara sebelum sampai ke bank tujuan. Setiap bank perantara ini biasanya memotong biaya layanan (sekitar USD 10 - USD 25) langsung dari nominal uang yang Anda kirimkan.

 

5. Biaya Bank Penerima (Incoming/Beneficiary Fee)

Setelah uang sampai di bank tujuan, beberapa bank di luar negeri juga mengenakan biaya untuk mengkreditkan dana tersebut ke rekening nasabah mereka. Biaya ini dipotong langsung dari saldo yang masuk ke rekening penerima.

 

Tips agar transfer luar negeri tidak tertahan

Agar proses transfer uang ke luar negeri berjalan mulus tanpa tertahan oleh sistem audit bank atau otoritas keuangan, Anda perlu memastikan setiap detail transaksi memenuhi standar kepatuhan internasional.

Berikut adalah beberapa tips praktis untuk meminimalkan risiko dana tertahan:

 

  1. Pastikan Anda tidak melakukan kesalahan pengetikan pada nama penerima, nomor rekening, dan terutama SWIFT Code. 

  2. Cantumkan tujuan transaksi yang jelas

  3. Perhatikan batas nominal dan dokumen pendukung

  4. Jika Anda mengirim uang untuk pembayaran tagihan yang jumlahnya harus pas, pilihlah metode biaya OUR

  5. Hindari negara atau entitas dalam daftar sanksi

  6. Kirimkan uang pada hari Senin hingga Rabu di pagi hari waktu setempat dan waktu negara tujuan. Melakukan transfer di hari Jumat sore atau menjelang hari libur nasional sering kali membuat dana ‘menggantung’ lebih lama di sistem karena bank koresponden tidak beroperasi.

 

Kesimpulan

Menerima transfer dari luar negeri atau yang sering disebut dengan remitansi masuk (inward remittance) adalah proses penerimaan sejumlah dana yang dikirimkan oleh pengirim di satu negara ke rekening penerima di negara lain melalui sistem perbankan atau penyedia jasa keuangan internasional. 

Sementara itu, untuk memudahkan pencatatan keuangan seperti mencatatkan transaksi luar negeri dalam bisnis kalian, aplikasi seperti majoo bisa jadi solusi. Aplikasi ini membantu pelaku bisnis dalam mencatat pengeluaran, memantau arus kas, dan merencanakan anggaran dengan lebih efisien.

Dengan menggunakan majoo, kalian bisa fokus mengembangkan usaha tanpa khawatir bingung dalam mengelola keuangan. Yuk mulai mengelola keuangan atau bisnis kalian dengan majoo.

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
Selamat datang di majoo 👋 Hubungi konsultan kami untuk pertanyaan dan info penawaran menarik
whatsapp logo