Contoh Iklan Soft Selling yang Kamu Wajib Tahu!

article thumbnail

Penjualan secara soft selling sering sekali dilakukan oleh bisnis dari berbagai bidang usaha. Tak heran bila kita sebenarnya sangat sering terekspos pada contoh iklan soft selling ini setiap hari. 

Tapi, apa sih sebenarnya soft selling itu? Kenapa disebut demikian, dan kenapa sering digunakan? Yuk, kita bahas!

Perbedaan Soft Selling dan Hard Selling

Secara garis besar, strategi penjualan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu soft selling dan hard selling. Keduanya tentu memiliki perbedaan yang mendasar.

Perbedaan yang utama adalah tujuan dari strategi penjualan ini. Strategi hard selling berfokus pada peningkatan volume penjualan dalam waktu tertentu. Biasanya, strategi ini dilakukan ketika akan ada peluncuran produk baru, untuk menggenjot penjualannya, atau ketika masih ada sisa stok yang menumpuk.

Contoh pelaksanaan strategi ini antara lain adalah promosi tanggal peluncuran barang baru, yang diikuti dengan potongan harga untuk sekian pembeli pertama atau selama periode tertentu di awal peluncuran tersebut. 

Beberapa bisnis menerapkan strategi ini dengan mengadakan pre-order, misalnya. Untuk bisnis yang berupa jasa atau event, biasanya dilakukan dengan early bird

Strategi yang sama dilakukan ketika ada sisa stok yang menumpuk. Stok tersebut akan didiskon besar-besaran, dengan label sale atau cuci gudang, misalnya.

Lain halnya dengan soft selling, yang tujuannya adalah untuk meningkatkan jumlah pelanggan. Alih-alih menggenjot penjualan, strategi soft selling biasanya bertujuan agar brand atau produk terus terngiang di benak pelanggan.

Oleh karena itu, strategi soft selling ini lebih sering digunakan untuk branding.

Berdasarkan tujuannya tadi, kita pun dapat menyimpulkan bahwa strategi soft selling ini biasanya berupa kampanye yang berlangsung lama, misalnya selama 3 bulan, 6 bulan, atau bahkan 1 tahun. Sebaliknya, hard selling hanya dilakukan dalam waktu singkat, mungkin satu, dua, atau tiga kali setahun sesuai dengan kebutuhan.

Baca Juga: Iklan Hard Selling: Arti, Contoh, dan Cara Membuatnya

Contoh iklan soft selling adalah berfokus pada citra brand atau kelebihan produk

Ciri-Ciri Contoh Iklan Soft Selling

Membedakan contoh iklan soft selling dari contoh iklan hard selling sebenarnya sangat mudah. Iklan hard selling sangat mengedepankan produk dan harga. Iklan semacam ini biasanya mendorong kita untuk melakukan transaksi saat itu juga atau setidaknya segera.

Sementara, iklan soft selling biasanya mengedepankan citra dari brand, kelebihan dari produk, keuntungan yang kita dapatkan sebagai pelanggan, atau pain point yang mana yang akan teratasi dengan menggunakan produk atau jasa tersebut.

Ciri utama iklan soft selling adalah adanya jalan cerita. Cerita ini bisa menampilkan perjalanan dari sebelum menggunakan suatu produk atau jasa hingga kepuasan sesudah menggunakannya, atau membandingkan antara dua orang, yang satu pengguna barang atau jasa itu, yang lain bukan.

Contoh iklan soft selling yang cukup menarik adalah iklan GoSend Instan yang dibintangi oleh Ariel Noah. Seperti yang kita ketahui, GoSend Instan adalah layanan jasa yang ditawarkan oleh GoJek. 

Pada iklan tersebut, Ariel digambarkan sedang menunggu paket yang tak kunjung tiba sampai-sampai ia mencuci sepeda motor tetangganya untuk mengisi waktu menunggunya. Iklan ini sangat menyadari pain point kita, konsumen, yang sering tak sabar menunggu paket tiba.

Selain karena cerita dalam iklan itu merupakan pengalaman yang kita bisa relate, lelucon-lelucon garing yang gampang nyantol di otak kita, pemilihan bintang serta musik pengiringnya pun membuat iklan itu akan selalu terngiang di kepala kita. 

Ciri lain dari contoh iklan soft selling ini adalah tidak adanya harga. Alasannya sebenarnya sederhana. Selain karena memang bukan fokusnya, kampanye contoh strategi soft selling ini biasanya berlangsung cukup lama, sehingga ada kemungkinan terjadi perubahan harga di lapangan. 

Selain itu, contoh promosi soft selling juga memiliki ciri masa tayang yang cukup lama, sesuai dengan kampanye mereka. Beberapa brand atau produk, misalnya A Mild atau sabun Lux bahkan membuat kampanye berseri, tidak hanya satu macam saja.

Baca Juga: Beragam Contoh Iklan Media Cetak dan Pembahasannya

Gimana Cara Membuat Contoh Promosi Soft Selling?

Untuk membuat contoh promosi soft selling, kamu bisa melakukannya mulai dari menentukan tujuan terlebih dahulu. Yang perlu kamu tentukan adalah apakah kampanye ini untuk brand-mu, atau untuk produkmu. 

Apabila kamu membuat contoh promosi soft selling untuk brand-mu, kamu perlu merumuskan target pasarmu dan citra brand yang kamu ingin ditangkap oleh pasarmu. Dengan mengetahui target pasarmu, kamu bisa menyesuaikan pendekatan dan gaya bahasa dari iklan dan promosimu. Citra brand akan tampak dari bentuk visual dari iklan tersebut.

Bagaimana kalau untuk produk? Fokus pada faktor-faktor yang membuat produkmu unik di tengah pasar produk serupa. Mungkin desainnya, atau bahan-bahan yang ramah lingkungan, atau fungsi, atau kualitas. Kedepankan faktor unik tersebut dalam iklanmu.

Setelah itu, kamu bisa mulai merancang kampanye untuk promosi soft selling-mu. Mulailah dengan menentukan target yang ingin dicapai, misalnya mendapatkan penambahan jumlah follower di media sosial sebanyak 1000 followers dalam periode 3 bulan, atau mendatangkan 100 pengunjung toko baru dalam 1 bulan.

Kemudian, pilih media iklan yang paling pas untuk target pasarmu dan yang memungkinkan tercapainya targetmu. Hitung perkiraan biayanya, lalu susunlah anggarannya.

Baca Juga: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Iklan Baris

Kelebihan Contoh Promosi Soft Selling

Masing-masing bentuk promosi memiliki kelebihannya tersendiri. Promosi hard selling, misalnya, memiliki kelebihan kurun waktu yang singkat dan hasilnya langsung terlihat. Promosi soft selling, apabila dilakukan dengan baik dan benar, memiliki kelebihan seperti yang diuraikan di bawah ini.

1. Membuat Brand Lebih Dikenal

Kampanye promosi secara kontinu akan membuat brand-mu terus diingat oleh target pasarmu. Ketika contoh iklan soft selling-mu memuat cerita yang bisa mereka nikmati, dan menawarkan solusi atas masalah yang mereka hadapi, pastinya brand-mu lah yang melekat di kepala mereka.

Citra brand yang kamu tampilkan lewat iklanmu pun akan berkesan bagi target pasarmu. Mereka akan menilai apakah brand-mu termasuk brand eksklusif, atau brand yang ramah yang bisa diakses semua kalangan.

2. Menjaring Lebih Banyak Konsumen

Kampanye soft selling yang efektif akan menjaring lebih banyak konsumen. Ketika iklanmu berhasil meyakinkan sejumlah orang bahwa brand-mu adalah brand yang cocok bagi mereka, atau produkmu adalah produk yang mereka butuhkan untuk mengatasi masalah mereka, mereka pastinya akan langsung menggunakan produkmu.

Dan ketika mereka mendapatkan kepuasan, sudah bisa dipastikan mereka akan merekomendasikan brand, produk, atau jasamu ke orang-orang terdekat mereka. Nah, di sini pentingnya kampanye yang kontinu tadi.

Iklanmu, khususnya yang kamu tayangkan di media sosial, akan mereka sebarkan ke orang-orang terdekat mereka tadi. 

3. Mengubah Konsumen Menjadi Pelanggan

Salah satu kelebihan promosi soft selling lainnya adalah mengubah konsumen – yang baru satu kali membeli produkmu atau menggunakan jasamu – menjadi pelanggan, kembali melakukan transaksi di bisnismu.

Ini sebagai dampak dari kampanye soft selling yang terus membuat mereka teringat akan brand atau produkmu. Dengan berkampanye secara kontinu, peluang brand lain untuk menggantikan posisimu di hati konsumenmu akan semakin kecil.


Memang, membuat contoh iklan soft selling tidak mudah. Ada banyak tahapan yang harus kamu lewati, mulai dari mengenali target pasarmu, merancang program kampanye, mendesain iklan dan copy-nya, termasuk mengeksekusinya, lalu memantau kinerja iklanmu tadi.

Kamu bisa melakukan semuanya sendiri atau mempekerjakan orang-orang yang kompeten dalam bidang ini. Tentu saja, kalau kamu lakukan sendiri, ada kemungkinan kamu akan keteteran, apalagi kalau masih harus menjalankan operasional bisnis harian. Mempekerjakan orang tentunya perlu dana yang besar, karena kamu akan perlu beberapa orang: desainer, marketer, copywriter, admin media sosial.

Jalan tengahnya, yang tidak membebanimu dan tidak membebani keuangan bisnismu, adalah menggunakan layanan majoo Ads. Kamu bisa menyerahkan perencanaan, perancangan, dan pelaksanaan kampanyemu kepada tim majoo Ads, yang akan menerjemahkan keinginanmu menjadi kampanye promosi soft selling yang efektif. Tidak perlu ragu terlalu lama; hubungi majoo sekarang juga!


Sumber Data: 

  1. https://kreativv.com/promosi-soft-selling/

  2. https://frconsultantindonesia.com/id/contoh-soft-selling-dan-cara-menggunakannya-untuk-promosi/

  3. https://klikjon.com/contoh-iklan-soft-selling/ 

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
majoo logo circle

Silakan Isi data diri di bawah Ini untuk terhubung dengan majooCare

+62
whatsapp logo