5 Contoh Sistem Upah untuk Karyawan yang Umum Digunakan

Ditulis oleh Dini N. Rizeki

article thumbnail

Ada banyak contoh sistem upah untuk karyawan.

Ada macam-macam contoh sistem upah yang biasa digunakan untuk membayar karyawan. Penetapan sistem upah biasanya dilakukan berdasarkan jenis usaha yang dijalankan, perjanjian antara pemilik usaha dan karyawannya, dan masih banyak lagi. 

Kamu mungkin sudah pernah mendengar contoh sistem upah bulanan, harian, berdasarkan penjualan, dan sebagainya. Contoh-contoh tersebut memang sangat umum ditemui di Indonesia. 

Sebagai pebisnis, kamu perlu tahu mengenai berbagai sistem upah tersebut. Kenapa? Salah satu alasannya adalah pemahaman yang baik dapat membantu kamu mengelola anggaran perusahaan dengan lebih efektif. Dengan mengetahui jumlah yang harus dialokasikan untuk gaji dan tunjangan, kamu dapat menghindari ketidakseimbangan pengeluaran yang dapat merugikan operasional bisnis.

Apa itu Sistem Upah?

Sistem upah adalah konsep atau prinsip yang digunakan oleh suatu perusahaan atau bisnis tertentu untuk menentukan gaji atau kompensasi yang diberikan kepada karyawannya. Sistem upah berfungsi untuk membantu mengatur penetapan gaji atau kompensasi berdasarkan berbagai faktor, termasuk tugas pekerjaan, tanggung jawab, kualifikasi, kinerja, dan pasar tenaga kerja.

Sistem upah dapat sangat bervariasi antara industri, perusahaan, dan negara. Tujuannya adalah untuk menciptakan struktur yang adil dan transparan dalam memberikan kompensasi kepada karyawan, yang pada gilirannya dapat memberikan motivasi, mempertahankan, dan memajukan produktivitas tenaga kerja.

Baca Juga: Upah Adalah: Arti, Sistem, dan Perbedaannya dengan Gaji

Berbagai Contoh Sistem Upah 

Di Indonesia, contoh sistem upah bisa digolongkan menjadi dua, yaitu:

1. Sistem Upah Berdasarkan Waktu 

Ini adalah cara penetapan dan pembayaran upah berdasarkan jumlah waktu yang diperlukan oleh karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan atau tugas yang diberikan. Contohnya upah kerja per jam, upah harian, dan upah yang dihitung mingguan.

2. Sistem Upah Berdasarkan Hasil 

Ini adalah sistem upah yang menetapkan pembayaran upah berdasarkan hasil dari pekerjaan yang dilakukan atau penyelesaian proyek yang telah disepakati. Jenis-jenisnya termasuk upah per unit pekerjaan dan upah borongan.

Apa saja contoh sistem upah yang sering kamu temui?

Contoh Sistem Upah Borongan 

Sistem upah borongan adalah penetapan pembayaran upah berdasarkan jumlah pekerjaan yang diselesaikan atau hasil yang dihasilkan oleh pekerja. Mereka akan menerima upah berdasarkan tugas atau proyek tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya, bukan berdasarkan waktu yang dihabiskan untuk mengerjakannya. 

Salah satu contoh sistem upah borongan adalah dalam industri konstruksi. Misalnya, kamu akan membangun gedung yang akan digunakan untuk usaha cafe. Biasanya, tukang batu yang ditugaskan untuk memasang batu bata pada dinding akan menerima upah borongan. Jadi, pekerja tidak dibayar berdasarkan berapa lama waktu yang dihabiskan, tetapi oleh hasil yang telah didapatkan. 

Inilah salah satu perhitungan contoh sistem upah borongan.

Seorang pekerja yang bertugas untuk mengecat dinding restoran dengan ukuran tertentu. Pekerja tersebut menyetujui upah borongan sebesar Rp30.000 untuk setiap meter persegi dinding yang berhasil dicat dengan baik.

Ukuran Dinding: 30 meter persegi

Upah Borongan per Meter Persegi: Rp30.000

Jumlah Upah = Luas Dinding × Upah Borongan per Meter Persegi

Jumlah Upah = 30 m² × Rp30.000/m²

Jumlah Upah = Rp 900.000

Jadi, setelah pekerja tersebut berhasil mengecat 30 meter persegi dinding dengan baik, dia akan mendapatkan upah borongan sebesar Rp900.000.

Baca Juga: Cara Menentukan Gaji Karyawan Agar Bisnis Kamu Tidak Rugi

Contoh Sistem Upah Premi

Sistem upah premi adalah penetapan upah karyawan yang dibayar berdasarkan hasil produksi atau pencapaian tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam sistem ini, karyawan menerima imbalan berdasarkan kuantitas atau kualitas pekerjaan yang mereka hasilkan, bukan hanya berdasarkan waktu yang dihabiskan untuk bekerja. 

Tujuan sistem upah premi adalah sebagai bentuk motivasi kepada karyawan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas dalam pekerjaan mereka. Biasanya sudah ada perjanjian antara karyawan dan perusahaan mengenai standar yang harus dicapai untuk mendapatkan premi. Standar ini dapat berupa jumlah unit produksi yang diproduksi, persentase peningkatan efisiensi, tingkat kualitas produk, atau pencapaian target tertentu lainnya.

Salah satu contoh sistem upah premi adalah pada bisnis perdagangan produk elektronik. Seorang salesperson bekerja di sebuah toko elektronik dan bertugas menjual produk-produk elektronik kepada pelanggan. 

Perusahaan telah menetapkan target penjualan bulanan sebesar Rp50 juta. Salesperson ini setuju untuk menerima upah premi berdasarkan persentase dari total penjualan yang berhasil dicapai di atas target Rp 50 juta.

Misalnya, persentase upah premi adalah 5% dari penjualan di atas target. Sementara, target penjualan adalah Rp50.000.000. Ternyata pada bulan kesekian, salesperson tersebut berhasil menjual produk sebanyak Rp70.000.000.

Simulasi perhitungannya adalah:

Jumlah Penjualan di Atas Target = Total Penjualan - Target Penjualan

Jumlah Penjualan di Atas Target = Rp70.000.000 - Rp50.000.000

Jumlah Penjualan di Atas Target = Rp20.000.000

Jumlah Upah Premi:

Jumlah Upah Premi = Jumlah Penjualan di Atas Target × Persentase Upah Premi

Jumlah Upah Premi = Rp20.000.000 × 5%

Jumlah Upah Premi = Rp1.000.000

Jadi, salesperson akan menerima upah reguler mereka ditambah dengan upah premi sebesar Rp1.000.000 karena berhasil mencapai penjualan di atas target.

Contoh Sistem Upah menurut Waktu

Tadi sudah disebutkan bahwa sistem upah berdasarkan waktu adalah penentuan upah karyawan yang dibayar berdasarkan jumlah waktu bekerja. Dalam sistem ini, karyawan menerima kompensasi berdasarkan satuan waktu tertentu seperti jam, hari, atau bulan, yang dihabiskan untuk melakukan pekerjaan. Sistem ini lebih umum digunakan untuk pekerjaan yang memiliki jam kerja yang tetap atau jadwal yang dapat diprediksi.

Salah satu contoh sistem upah menurut waktu adalah upah harian. Misalnya seorang daily worker di restoran yang bertugas menjadi waitress akan menerima upah harian saat selesai bekerja selama 8 jam per hari. 

Contohnya, bila upah harian daily worker tersebut adalah sebesar Rp150.000, maka perhitungannya adalah:

Jumlah Upah = Upah Harian × Jumlah Hari Kerja dalam Sebulan

Jumlah Upah = Rp150.000 × 20 hari

Jumlah Upah = Rp3.000.000

Jadi, daily worker tersebut akan menerima upah sebesar Rp3.000.000 untuk 20 hari kerja. 

Aplikasi Wirausaha majoo

Contoh Sistem Upah Bagi Hasil

Sistem upah bagi hasil adalah metode penentuan upah karyawan yang dibayar berdasarkan persentase atau bagian dari hasil produksi atau penjualan yang mereka hasilkan. Sistem upah bagi hasil sering digunakan dalam sektor pertanian atau perkebunan.

Biasanya, pekerja yang menggarap sawah atau kebun akan mendapatkan pembagian hasil dari penjualan hasil panen. Hasil yang dibagi biasanya sudah ditetapkan atau disetujui lebih dulu oleh kedua pihak. 

Contoh sistem upah bagi hasil yang umum ditemui adalah pekerja di industri perkebunan dengan kesepakatan bagi hasil 25%. Jika kebun tersebut berhasil mendapatkan 2 ton buah, pekerja akan mendapatkan sejumlah 500 kilogram dari buah tersebut. Bisa diterima langsung dalam bentuk buah, yang akan dijual sendiri, atau dalam bentuk uang hasil penjualan buah.  

Contoh Upah Sistem Bonus

Sistem upah bonus adalah metode tambahan pembayaran yang diberikan kepada karyawan sebagai penghargaan atas pencapaian tertentu atau kontribusi yang luar biasa dalam pekerjaan mereka. Bonus biasanya diberikan di luar gaji reguler atau upah pokok karyawan dan dapat berupa uang tunai, insentif, hadiah, atau bentuk penghargaan lainnya. 

Contoh upah sistem bonus dalam perhitungan sederhana adalah seorang karyawan coffee shop yang memiliki target kinerja bulanan yang harus dicapai. Pemilik bisnis akan memberikan bonus sebesar 10% dari gaji bulanannya jika karyawan tersebut berhasil mencapai atau melebihi target tersebut.

Misalnya gaji bulanan karyawan tersebut adalah sebesar Rp4.000.000 dengan target penjualan hingga 500 cups per bulan. Jika ternyata karyawan tersebut berhasil menjual sebanyak 600 cups, perhitungannya adalah:

Jumlah Bonus = Gaji Bulanan × Persentase Bonus

Jumlah Bonus = Rp4.000.000 × 10%

Jumlah Bonus = Rp400.000

Jadi, karyawan tersebut bisa menerima bonus sebesar Rp400.000 sebagai apresiasi atas pencapaian target kinerja bulanannya. 

Kesimpulan

Pemilik bisnis perlu tahu berbagai contoh sistem upah yang biasa digunakan untuk membayar karyawan. Penerapan sistem upah yang tepat dapat membantu memotivasi karyawan dan meningkatkan produktivitas mereka. Saat karyawan merasa bahwa upah mereka adil dan sebanding dengan kontribusinya, mereka akan cenderung bekerja dengan lebih giat dan bersemangat. 

Selain itu, contoh sistem upah yang transparan dan terstruktur dapat membantu mencegah konflik antara karyawan dan pemilik bisnis terkait gaji. Pemahaman yang baik tentang komponen upah, seperti bonus, insentif, dan tunjangan, akan membantu menghindari kesalahpahaman atau perasaan ketidakadilan. 

Jika kamu masih bingung dalam menghitung gaji atau upah karyawan, kamu bisa memanfaatkan aplikasi wirausaha majoo. Salah satu fitur terbaik yang ditawarkan oleh majoo adalah aplikasi karyawan. Dengan aplikasi ini, kamu akan mudah memeriksa absen dan jam kerja karyawan. Jadi, akan lebih mudah pula menghitung gaji atau upah yang perlu diberikan. Menarik, ya? Praktis juga untuk kamu yang tidak mau ribert urusan hitungan gaji. So, tunggu apa lagi? Langganan majoo lah!



Sumber Data:

https://www.gadjian.com/blog/2022/12/21/jenis-sistem-upah-di-indonesia/

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo