Memahami Contoh Target Penjualan Agar Bisnis Sukses

Ditulis oleh Faiqotul Himma

article thumbnail

Apa saja contoh target penjualan?

Jika kamu sedang merintis atau mengembangkan bisnis, tentu target penjualan adalah salah satu hal penting yang nggak boleh dilewatkan, lho! Nah, kamu pasti penasaran, kan, bagaimana, sih, caranya menetapkan target penjualan yang mantap dan contoh target penjualan?

Di artikel ini, akan dibahas lengkap mulai dari pengertian hingga contoh target penjualan. So, stay tuned, ya! 

Pengertian Target Penjualan

Dalam upaya untuk meraih kesuksesan bisnis yang terukur, target penjualan menjadi fondasi yang tak tergantikan, lho! Secara sederhana, target penjualan adalah angka atau volume penjualan sebuah bisnis yang harus dicapai dalam jangka waktu tertentu.

Banyak faktor yang perlu diperhatikan ketika menentukan target penjualan ini, seperti mempertimbangkan analisis pasar yang cermat, memahami tren dan preferensi konsumen, serta mengkaji aktivitas kompetitor di industri yang sama. Semua faktor ini membantu kamu dalam menentukan seberapa realistis target yang akan ditetapkan.

Selain itu, penting juga untuk mempertimbangkan kapasitas produksi dan distribusi, lho! Tidak ada gunanya menetapkan target penjualan yang tinggi jika infrastruktur produksi dan distribusi tidak mampu mendukungnya. Kualitas produk atau layanan juga tidak boleh diabaikan, sebab kepuasan pelanggan berperan penting dalam mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasar.

Target penjualan juga dapat berfungsi sebagai pemicu motivasi bagi tim penjualan. Dengan memiliki tujuan yang jelas dan terukur, tim merasa memiliki misi yang dapat dikejar bersama-sama sehingga memacu semangat kerja, inovasi, dan kerja sama yang erat dalam usaha mencapai target penjualan ini. 

Jenis-jenis Target Penjualan

Dalam perjalanan bisnis yang penuh tantangan seperti saat ini, kamu perlu memahami berbagai jenis target penjualan. Strategi yang kamu lakukan tidak hanya membantu mengukur kinerja bisnis secara tepat, tetapi juga mengarahkan upaya penjualan menuju hasil yang diharapkan. Berikut ini terdapat tiga jenis target penjualan yang perlu kamu ketahui, ya. 

Target Penjualan Produk

Fokus pada target penjualan produk melibatkan penetapan angka atau volume spesifik dari produk yang harus dijual dalam periode tertentu. Ini bisa berupa target angka penjualan dalam bentuk uang atau jumlah produk fisik yang harus terjual. Pendekatan ini membantu perusahaan dalam mengukur kinerja penjualan untuk produk tertentu, memahami permintaan pelanggan, dan mengidentifikasi tren penjualan. 

Target Penjualan Distribusi

Ketika berbicara tentang target penjualan distribusi, tentunya kamu perlu berusaha untuk memastikan produk atau layanan bisnismu mencapai pasar secara maksimal, ya. Ini bisa berarti menetapkan target untuk jumlah toko atau outlet yang harus memasarkan produk, serta memastikan ketersediaan produk di berbagai lokasi. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan jangkauan dan keterjangkauan produk di tangan konsumen. 

Target Penjualan Promosi

Aspek promosi menjadi semakin penting dalam lingkungan bisnis yang kompetitif. Target penjualan promosi berfokus pada upaya promosi, seperti diskon, penawaran khusus, atau marketing campaign, yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan dalam jangka waktu tertentu. Setiap jenis promosi bisa memiliki target yang berbeda, misalnya meningkatkan penjualan sebesar 20% selama periode promosi tertentu. 

Target penjualan adalah angka atau volume yang harus dicapai dalam jangka waktu tertentu. 

Baca Juga: Definisi dan Cara Menghitung Target Penjualan Tanpa Ribet

Cara Menghitung Target Penjualan

Mengukur kesuksesan suatu bisnis cukup sederhana, yaitu dengan melihat proses bisnis mencapai target penjualan. Ketika bisnismu mampu meraih keuntungan yang besar, itu menandakan bahwa bisnismu dapat unggul dari kompetitor yang ada di pasar.

Bagaimana kamu bisa menghitung target penjualan ini? Yuk, kita langsung lihat beberapa langkah di bawah ini! 

1.    Perhitungan Persentase Penjualan

Cara pertama yang perlu lakukan yaitu menghitung persentase penjualan berdasarkan target yang telah ditentukan. Perhitungan ini berguna untuk mengevaluasi kinerja tim penjualan dengan membandingkan angka penjualan yang dicapai dengan target yang telah ditetapkan.

Contoh:

Target penjualan bulan Januari = Rp20.000.000.

Total penjualan produk bulan Januari = Rp25.000.000.

Persentase penjualan bulan Januari = [Rp25.000.000 รท Rp20.000.000] x 100% = 12,5% 

2.    Cara Menghitung Minimal Penjualan

Perhitungan ini bertujuan untuk mengevaluasi pencapaian nilai penjualan agar tetap memenuhi atau bahkan melampaui batas minimum yang telah ditetapkan.

Contoh:

Target persentase minimal penjualan per bulan = 70%

Target nilai penjualan per bulan = Rp15.000.000

Nilai penjualan minimal yang dibutuhkan = 70% x Rp15.000.000 = Rp10.500.000 

3.    Cara Menghitung Performa Target Penjualan

Setelah kamu kamu menghitung persentase target penjualan dan target minimal penjualan, langkah selanjutnya yaitu menghitung target performa penjualan.

Contohnya, jika target penjualan per bulan adalah Rp10.500.000. 

Jika seorang sales berhasil mencapai penjualan senilai Rp15.000.000, bisa disimpulkan bahwa performa kerjanya sangat baik karena berhasil melebihi target penjualan yang telah diberikan. 

Contoh Target Penjualan Pada Brand Besar

Dalam dunia bisnis yang dinamis, brand-brand besar seperti Nike dan Indofood juga merencanakan target penjualan yang ambisius untuk produk dan layanan unggulan mereka. Mari kita lihat contoh target penjualan produk pada brand besar ini sesuai dengan realitas pasar. 

Nike

Salah satu produk iconic Nike adalah sepatu olahraga. Dalam usaha untuk terus mendominasi pasar sepatu atletik, Nike dapat menetapkan target penjualan sepatu lari Nike Air Max 270 sebanyak 500.000 pasang di seluruh dunia dalam waktu enam bulan.

Selain itu, Nike juga dapat menetapkan target penjualan layanan berlangganan pelatihan olahraga secara daring, yaitu "Nike Training Club Premium" dengan target mencapai 100.000 langganan baru dalam setahun. 

Indofood

Contoh target penjualan selanjutnya dari brand makanan dan minuman ternama seperti Indofood memiliki beragam produk dan layanan. Indofood dapat menetapkan target penjualan produknya sebanyak 2 juta bungkus dalam satu bulan di pasar domestik.

Selain itu, Indofood Catering, yang menyediakan layanan catering untuk acara-acara besar dan menetapkan target menyediakan layanan untuk 50 acara pernikahan dan korporat dalam setahun.

Dengan melihat contoh target penjualan dari kedua brand besar tadi, kamu bisa melihat keuda brand tersebut mengarahkan strategi penjualan mereka melalui target yang spesifik dan realistis untuk menjaga pertumbuhan dan dominasi mereka di pasar yang kompetitif. 

Contoh Laporan Target Penjualan

Dalam mengarahkan bisnis ke arah yang sukses, pemantauan target penjualan memiliki peranan penting, nih! Laporan target penjualan membantu memvisualisasikan pencapaian yang telah dicapai dan membantu identifikasi area yang perlu diperbaiki. Berikut ini contoh laporan target penjualan yang bisa kamu buat untuk bisnismu.

 Contoh laporan target penjualan. 

Contoh ini menunjukkan variasi kinerja penjualan dari bulan ke bulan. Meskipun target penjualan di bulan Januari dan Maret tidak tercapai, perusahaan berhasil melampaui target pada bulan Februari dan April. Selisih antara target dan penjualan aktual memberikan gambaran tentang seberapa dekat atau jauhnya perusahaan bisa mencapai target penjualan yang sudah ditetapkan.

Dengan mengetahui informasi dari laporan target penjualan ini, kamu bisa mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hasil penjualan dan mengambil langkah tepat untuk meningkatkan kinerja bisnis di masa mendatang. 

Baca Juga: Cara Menaikkan Omset Penjualan dan Berbagai Strategi Efektif

Cara Mencapai Target Penjualan

Setelah mengetahui pengertian, cara menentukan, hingga, contoh target penjualan, tentunya kamu perlu mengetahui cara mencapai target penjualan, bukan? Yuk, simak tipsnya di bawah ini! 

1.    Analisis Pasar

Cara yang pertama yaitu memahami dengan baik pasar tempat bisnismu beroperasi. Lakukan analisis secara mendalam tentang tren konsumen, preferensi, dan perilaku pembelian. Cara ini akan membantu kamu dalam menyesuaikan strategi penjualan dengan kebutuhan pasar yang sebenarnya. 

2.    Penetapan Tujuan yang Realistis

Hindari untuk menetapkan target penjualan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Tujuan yang realistis dan dapat dicapai adalah kunci kesuksesan, lho! Perhitungkan juga kondisi pasar, daya beli konsumen, dan potensi penjualan produk atau layananmu. 

3.    Pemahaman Produk atau Layanan

Kamu perlu memahami product knowledge dari bisnismu dengan baik. Tentu saja kamu harus mampu menjelaskan keunggulan dan manfaat produk dengan jelas kepada calon pembelimu sehingga mereka yakin untuk membeli produk atau layanan bisnismu. 

4.    Segmentasi Pelanggan

Langkah selanjutnya yang mengidentifikasi segmen pelanggan yang berpotensi tertarik dengan produk atau layananmu. Langkah ini akan membantu kamu dalam mengarahkan upaya penjualan ke target yang lebih spesifik dan relevan, ya. 

5.    Strategi Pemasaran yang Efektif

Pemasaran memainkan peran sentral dalam mencapai target penjualan. Rencanakan strategi pemasaran yang mencakup kampanye online dan offline, promosi, dan branding yang kuat. Fokuslah pada nilai produk atau layanan bisnismu dan komunikasikan dengan jelas kepada pelanggan potensial bisnismu. 

6.    Layanan Pelanggan yang Unggul

Memberikan pelayanan pelanggan yang unggul adalah kunci untuk mempertahankan pelanggan loyal dan membangun reputasi bisnis yang positif, lho! Pelanggan yang puas dengan produk dan layanan bisnismu akan cenderung kembali dan merekomendasikan produk atau layananmu kepada orang lain. 

7.    Pantau Kinerja dan Lakukan Penyesuaian

Terus pantau kinerja penjualan secara berkala, ya. Analisis hasil penjualan akan membantu kamu dalam mengidentifikasi apakah kinerja bisnismu sudah berjalan dengan baik atau belum. Fleksibilitas adalah kunci untuk merespons perubahan pasar dengan cepat. 

8.    Inovasi dan Adaptasi

Terus berinovasi dalam produk atau layanan. Berdasarkan feedback pelanggan dan tren pasar, kamu bisa mempertimbangkan pengembangan produk baru atau perbaikan pada produk yang sudah ada, ya. 

9.    Motivasi dan Semangat Kerja

Berikan motivasi kepada tim penjualan dengan memberikan insentif yang sesuai. Insentif ini bisa berupa bonus, reward, atau komisi tambahan untuk setiap target penjualan yang tercapai. 

Baca Juga: Membangun Database Pelanggan untuk Meningkatkan Penjualan

 Aplikasi akuntansi

Kesimpulan

Jika kamu bisnismu ingin sukses, dengan menetapkan target penjualan yang tepat adalah langkah awal yang penting, lho! Melihat contoh target penjualan dari perusahaan-perusahaan besar seperti yang telah dibahas di atas, tentunya memberikan gambaran akan urgensi perencanaan yang matang.

Untuk membantu para pebisnis meraih target mereka dengan lebih efisien, kini ada aplikasi wirausaha online berbasis cloud storage, yaitu aplikasi majoo. Di dalam aplikasi majoo terdapat banyak fitur menarik dan bermanfaat untuk membantu operasional bisnis. 

Seperti fitur akuntansi yang disediakan oleh majoo dapat menjadi alat untuk menghasilkan laporan keuangan secara otomatis dan akurat. Dengan informasi keuangan yang lebih jelas dan teratur, kamu akan memiliki dasar yang kuat untuk mengambil keputusan cerdas dalam mengelola bisnismu, lho! Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan pemanfaatan aplikasi majoo sebagai alat pendukung dalam meraih sukses bisnismu secara berkelanjutan.

 


Sumber Data:

https://toffeedev.com/blog/cara-menghitung-target-penjualan-bisnis/

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo