Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    CVP Adalah: Pengertian, Tujuan, dan Cara Menghitungnya

    CVP atau Cost-Volume-Profit sering digunakan sebagai metode untuk menghitung BEP.

    CVP adalah kependekan dari Cost-Volume-Profit. CVP juga kerap dikenal sebagai analisis Break Even Point (BEP), yaitu metode untuk memahami pengaruh volume penjualan dan biaya terhadap profit.

    Perusahaan dapat memanfaatkan analisis CVP untuk mengetahui jumlah produk yang perlu dijual agar perusahaan mencapai BEP atau margin profit tertentu.

    Baca juga: BEP adalah: Arti, Manfaat, hingga Cara Menghitung BEP 

    Yuk, simak artikel ini sampai selesai untuk mengetahui penjelasan detail terkait analisis CVP hingga cara menghitungnya!

    Apa Itu CVP?

    CVP adalah analisis yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengetahui perubahan biaya, baik biaya variabel maupun biaya tetap, serta volume penjualan memengaruhi laba atau keuntungan perusahaan.

    Dengan melakukan analisis ini, perusahaan dapat lebih memahami performa bisnisnya secara keseluruhan. Analisis CVP akan menunjukkan jumlah produk yang harus terjual sehingga perusahaan mencapai BEP atau mencapai batas profit atau margin tertentu.

    Tujuan CVP

    Setelah menyimak pengertian di atas, tentu kamu memahami bahwa CVP memiliki fungsi dan tujuan tertentu. Sebelum membahas tujuan CVP, mari kita lihat fungsinya terlebih dahulu.

    • Membantu manajemen perusahaan memahami perbedaan biaya pada tiap proses produksi dan penjualan. Apabila ada perubahan volume produksi atau volume penjualan, analisis ini dapat memperkirakan laba yang akan diperoleh perusahaan.
    • CVP memberikan gambaran informasi secara jelas agar penjualan mencapai Break Even Point (BEP) atau target laba yang ingin diperoleh perusahaan.
    • Menentukan jumlah produksi agar hasilnya optimal dengan melakukan analisis perubahan biaya variabel dan biaya tetap.

    Seperti yang sudah diketahui, perolehan laba bergantung pada pengelolaan biaya yang efisien. Pasalnya, setiap unit produk yang terjual mempunyai pengelolaan biaya spesifik.

    Karena itu, tujuan CVP yang utama adalah membantu manajemen perusahaan melihat hubungan timbal balik antara volume output dan penjualan, laba, serta biaya. 

    Setelah melihat kaitan elemen-elemen tersebut, manajemen perusahaan diharapkan bisa membuat keputusan yang tepat berdasarkan hasil analisis tersebut.

    Analisis CVP dilakukan untuk mengetahui dampak perubahan biaya dan volume penjualan terhadap laba perusahaan.

    Komponen CVP

    CVP dibentuk oleh beberapa komponen berbeda yang melibatkan berbagai perhitungan dan rasio. Komponen CVP tersebut, antara lain:

    • Rasio Contribution Margin (CM) dan rasio biaya variabel
    • Break Event Point (BEP)
    • Margin keamanan
    • Perubahan laba bersih
    • Tingkat leverage operasi

    Berikut ini pembahasan secara rinci dari setiap komponen CVP di atas. 

    Rasio CM dan Rasio Biaya Variabel

    Rasio CM dan rasio biaya variabel adalah angka yang dapat memberikan gambaran kepada perusahaan terkait seberapa signifikan biaya variabel. Adapun rumusnya ialah seperti di bawah ini. 

    Rasio CM = Margin Kontribusi / Penjualan

    Rasio Biaya Variabel = Total Biaya Variabel / Penjualan

    Rasio CM yang tinggi dan rasio biaya variabel yang rendah menunjukkan rendahnya tingkat biaya variabel yang dikeluarkan.

    Baca juga: Mari Berkenalan dengan Fixed Cost dan Variable Cost!

    Break Event Point (BP)

    BEP adalah titik impas, yaitu jumlah produk yang perlu dijual perusahaan untuk menutupi semua biaya produksi. Rumus BEP dapat dihitung 

    BEP = Total Biaya Tetap / CM per Unit

    Perubahan Laba Bersih

    Cukup lazim bagi perusahaan memperkirakan kemungkinan pendapatan bersih berubah seiring dengan adanya perubahan penjualan. Sebut saja, perusahaan dapat menggunakan target penjualan atau target laba bersih untuk menentukan pengaruhnya satu sama lain.

    Berikut ini adalah rumus yang dapat kamu gunakan untuk menghitung perubahan laba bersih.

    Jumlah unit = (Biaya Tetap + Target Laba) / Rasio CM

    Margin Keamanan

    Selain itu, perusahaan juga mungkin menghitung margin keamanan atau margin of safety. Perhitungan margin keamanan biasanya disebut sebagai “ruang gerak” perusahaan dan ditunjukkan oleh seberapa banyak penjualan turun, tetapi masih mencapai titik impas atau BEP.

    Margin of Safety = Penjualan Aktual – Break-even Sales

    Degree of Operating Leverage (DOL)

    Komponen CVP yang terakhir ialah tingkat leverage operasi atau Degree of Operating Leverage (DOL) yang dapat dihitung menggunakan rumus berikut ini.

    DOL = CM / Penghasilan Bersih

    Angka DOL adalah angka penting karena memberi tahu perusahaan perubahan laba bersih sehubungan dengan adanya perubahan angka penjualan.

    Banyak orang berpikir bahwa semakin tinggi DOL, semakin baik bagi perusahaan. Namun, sebetulnya angka DOL yang tinggi berbanding lurus dengan risiko yang tinggi pula.

    Pasalnya, makin tinggi DOL berarti penurunan penjualan sebesar 1% akan menyebabkan penurunan laba bersih yang cukup besar. Pada akhirnya, profitabilitas perusahaan pun akan menurun.

    Cara Menghitung CVP

    Sampai sini, kamu tentu sudah memahami pentingnya analisis CVP. Beberapa dari kamu mungkin bertanya: Jadi, bagaimana cara menghitung CVP

    Perhitungan CVP bisa dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu metode equation dan contribution margin. Contribution margin sudah disinggung secara singkat dalam pembahasan komponen, lebih jelasnya mari kita bahas kedua pendekatan perhitungan CVP tersebut!

    Metode Equation

    Persamaan yang digunakan dalam metode equation mengarah pada peranan laporan laba rugi perusahaan. 

    Ketika menghitung CVP dengan menggunakan pendekatan ini, kamu perlu mengetahui faktor quantity atau jumlah produk yang wajib dijual sebagai target penjualan terlebih dahulu. Jadi, perusahaan dapat memenuhi target keuntungan.

    Adapun cara menghitung CVP dengan metode equation adalah sebagai berikut:

    Keuntungan = Margin kontribusi unit x (Jumlah produk dijual - Biaya tetap)

    Contribution Margin

    Cara berikutnya ialah menggunakan metode contribution margin. Metode ini pada dasarnya adalah hasil selisih yang diperoleh antara jumlah penjualan produk dan jumlah biaya variabel. 

    Supaya bisnismu bisa mendapatkan keuntungan, contribution margin harus lebih besar nilainya dari jumlah biaya tetap. 

    Tak hanya itu, contribution margin juga bisa dihitung untuk setiap satu unit produk. Caranya, kamu menghitung sisa yang didapatkan dari pengurangan biaya variabel setiap unit dengan harga jual untuk setiap unit. Rasio atau perbandingannya ditentukan melaui pembagian dengan jumlah penjualan. 

    Contribution margin dipakai dalam menentukan nilai BEP penjualan. Melalui pembagian antara jumlah biaya tetap dan rasio contribution margin, kamu bisa menghitung besarnya BEP penjualan. 

    Sebagai contoh, perusahaan yang memiliki biaya tetap sebesar 100 juta rupiah dengan contribution margin sebesar 40% harus bisa memperoleh pemasukan sebesar 250 juta rupiah agar perusahaan bisa mencapai BEP. Adapun rumus menghitung CVP dengan pendekatan contribution margin, yakni: 

    Jumlah BEP penjualan = Total biaya tetap / Rasio contribution margin

    Sementara itu, perhitungan jumlah penjualan produk yang dibutuhkan bisa kamu dapatkan dengan rumus di bawah ini.

    Jumlah penjualan produk yang dibutuhkan = (Target keuntungan + Biaya tetap)/Contribution margin setiap unit

    Jadi, CVP adalah perhitungan atau analisis yang memang perlu diketahui oleh perusahaan atau pemilik usaha. Dengan demikian, pemilik usaha dapat mengetahui perubahan jumlah produk, biaya, dan profit yang didapatkan dalam satu proses produksi.

    Kesimpulan

    CVP adalah metode untuk mengetahui suatu biaya produksi, volume penjualan, dan profit dalam perusahaan. Selain itu, analisis ini juga terkenal sebagai analisis BEP atau Break Even Point

    Untuk menghitung perkiraan analisis biaya CVP dengan baik, pastinya kamu perlu memiliki pencatatan keuangan yang baik. Sejak awal, kamu perlu memastikan seluruh transaksi dalam bisnis terdokumentasi dengan baik.

    Kamu juga perlu membuat laporan keuangan sebab perhitungan-perhitungan di atas banyak didasarkan pada laporan rugi laba.

    Baca juga: Elemen-Elemen Laporan Keuangan yang Perlu Kamu Ketahui

    Bagaimana bila laporan-laporan tersebut terasa rumit? Kamu tidak perlu khawatir sebab kini sudah ada aplikasi majoo yang dilengkapi fitur laporan keuangan.

    majoo adalah aplikasi point of sale (POS) yang hadir dengan fitur lengkap untuk membantu para pemilik usaha kecil dan menengah dalam mengelola bisnisnya secara efektif dan efisien.

    Aplikasi majoo siap membantu pemilik usaha mulai dari mendokumentasikan transaksi penjualan secara real time hingga membuat laporan keuangan otomatis. Bahkan, kamu bisa leluasa mengawasi bisnis dari mana saja dan kapan saja berkat aplikasi POS lengkap ini. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, pakai majoo sekarang!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.