Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Elemen-Elemen Laporan Keuangan yang Perlu Kamu Ketahui

    Elemen laporan keuangan adalah representasi dari realitas aktivitas bisnis.

    Salah satu fokus accounting adalah melaporkan transaksi keuangan yang berkaitan dengan bisnis. Laporan keuangan yang dimaksud terdiri dari dari laporan rugi laba, neraca, laporan arus kas, dan laporan perubahan modal. Nah, terdapat elemen-elemen laporan keuangan yang menyusun setiap jenis laporan tersebut.

    Baca juga: Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

    Apa sebenarnya yang dimaksud dengan elemen laporan keuangan serta apa saja elemen tersebut? Mari kita cermati penjelasan di bawah ini!

    Mengenal elemen laporan keuangan dalam teori akuntansi

    Elemen laporan keuangan dalam teori akuntansi adalah konstruksi yang sengaja ditentukan dalam proses akuntansi sebagai simbol atau representasi dari aktivitas usaha suatu bisnis.

    Dengan demikian, pengguna laporan akuntansi dapat membayangkan realitas kegiatan usaha dari sisi keuangan tanpa harus menyaksikan sendiri secara langsung aktivitas tersebut. Aktivitas yang dimaksud meliputi aktivitas fisik dan nonfisik dari proses ekonomi badan usaha.

    Baca juga: Kenali Para Pemakai Informasi Akuntansi Beserta Manfaatnya

    Jadi, apabila laporan keuangan diibaratkan sebagai peta, setiap detail yang tercetak dalam peta ialah elemen realitas fisik jalan di wilayah yang dipetakan. Harapannya, orang yang akan melakukan perjalan ke suatu tempat bisa membayangkan kondisi fisik serta arah jalan hanya dengan melihat peta.

    Supaya orang tidak tersesat, informasi jalan dalam peta tentu harus reliable atau dapat diuji kebenarannya. Dengan kata lain, rincian yang tercantum dalam peta benar-benar menggambarkan keadaan nyata jalan-jalan yang disimbolkan.

    Berdasarkan analogi tersebut, elemen laporan keuangan bisa dibilang sebagai bahan pembentuk informasi yang terdapat dalam laporan keuangan. Tujuan pelaporan keuangan menentukan informasi yang harus disajikan dan akhirnya menentukan banyaknya elemen penyusun laporan.

    Inilah 10 elemen laporan keuangan

    Konsep akuntansi keuangan diatur oleh prinsip akuntansi yang berlaku umum dan mencakup 10 elemen laporan keuangan. Fokus utamanya terletak pada pengukuran kinerja dan memastikan posisi keuangan suatu bisnis. Supaya kamu lebih memahaminya, mari kita cermati satu per satu elemen-elemen tersebut!

    Aset

    Aset adalah properti atau hak hukum yang dimiliki oleh bisnis dan dapat dikaitkan dengan nilai moneter. Kepemilikan dengan nilai ekonomi tersebut diharapkan bisa memberi manfaat bagi bisnis pada masa yang akan datang. 

    Aset perusahaan dapat bermacam-macam. Secara garis besar, aset dikelompokkan seperti di bawah ini.

    • Aset berwujud atau tangible assets: Aset yang memiliki bentuk fisik sehingga dapat dilihat dan disentuh. Contoh aset berwujud, antara lain mesin, furnitur, bangunan, dan lain-lain.
    • Aset tidak berwujud atau intangible assets: Aset yang tidak memiliki keberadaan fisik, tidak dapat disentuh, dan tidak bisa dilihat, seperti goodwill, hak paten, serta merek dagang.
    • Aset tetap atau fixed assets: Aset yang digunakan untuk lebih dari satu periode akuntansi dan manfaatnya diperoleh selama periode yang lama, misalnya komputer, mesin, tanah, dan sebagainya.
    • Aset lancar atau current assets: Aset yang siap dikonversi menjadi uang tunai dan umumnya diserap dalam satu periode akuntansi seperti piutang.

    Baca juga: Apa yang Membedakan Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar?

     Elemen laporan keuangan harus reliable atau dapat diuji kebenarannya.

    Kewajiban atau liabilitas

    Liabilitas adalah kewajiban perusahaan saat ini yang timbul dari peristiwa masa lalu dan penyelesaiannya akan berbentuk arus keluar dari sumber daya perusahaan yang diharapkan mengandung manfaat ekonomi. 

    Secara sederhana, kewajiban dapat diartikan jumlah yang terutang oleh bisnis kepada pemilik serta pihak luar. Umumnya, kewajiban dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu kewajiban lancar dan kewajiban tidak lancar.

    • Kewajiban lancar mengacu pada kewajiban yang pembayarannya harus dibayar kembali selama tahun keuangan berjalan, contohnya kreditur dan utang tagihan.
    • Kewajiban tidak lancar terdiri dari pembayaran yang jatuh tempo untuk pembayaran dalam jangka waktu lama sehingga tidak perlu segera dilunasi, seperti surat utang, pinjaman jangka panjang, dan lain-lain.

    Ekuitas

    Ekuitas mewakili kepentingan kepemilikan di perusahaan dalam bentuk saham. Tepatnya, dalam istilah akuntansi ekuitas dikenal sebagai perbedaan antara nilai aset dan biaya kewajiban dari sesuatu yang dimiliki. Karena itu, nilai ekuitas berupa jumlah sisa aset yang disesuaikan terhadap kewajiban.

    Ekuitas = Aset - Liabilitas

    Investasi oleh pemilik

    Elemen ini menggambarkan peningkatan ekuitas yang diperoleh dari transfer sumber daya untuk kepentingan pertukaran kepemilikan. Pada dasarnya, hal ini menggambarkan kontribusi pemilik kepada perusahaan. 

    Jadi, ada ambil alih kepemilikan saham perusahaan dengan imbalan uang tunai disebut investasi oleh pemilik.

    Distribusi ke pemilik

    Sebaliknya, distribusi ke pemilik adalah penurunan ekuitas yang dihasilkan dari transfer ke pemilik. Hal ini akan menentukan penarikan pemilik dari kepentingan kepemilikan perusahaan. Dividen tunai yang dibayarkan oleh perusahaan kepada pemegang sahamnya merupakan contoh distribusi kepada pemilik.

    Pendapatan atau revenue

    Pendapatan adalah hasil kerja yang diperoleh perusahaan dari aktivitas bisnisnya. Biasanya, pendapatan berupa arus masuk aset yang menghasilkan peningkatan ekuitas pemilik. Contoh pendapatan yang paling lazim, terutama pada skala bisnis kecil, ialah pertukaran barang atau jasa dengan imbal uang.

    Keuntungan atau gain

    Berbeda dengan pendapatan, dalam teori akuntansi keuntungan didefinisikan sebagai peningkatan ekuitas pemilik dari transaksi periferal (sampingan) bisnis yang bersifat tidak teratur dan tidak berulang. 

    Sebagai contoh, penjualan mesin untuk jumlah yang lebih besar dari nilai bukunya (biaya awal dikurangi penyusutan) akan menghasilkan keuntungan. Dengan catatan, perusahaan tersebut memang tidak bergerak dalam bisnis jual beli mesin.

    Biaya atau expenses

    Expenses dalam istilah bahasa Indonesia disebut beban atau biaya. Pengertiannya, yaitu arus keluar kotor yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menghasilkan pendapatan. Di dalam laporan keuangan, biaya akan dicatat pada akun laba rugi.

    Baca juga: Cara Menghitung Laba Rugi Bisnis dengan Laporan Laba Rugi

    Kerugian

    Sebaliknya dari keuntungan, rugi adalah penurunan ekuitas pemilik dari transaksi periferal yang tidak teratur dan tidak berulang.

    Sebut saja, penjualan mesin dengan jumlah yang lebih rendah dari nilai bukunya (biaya awal dikurangi penyusutan) menyebabkan perusahaan mengalami kerugian. Sekali lagi, hal ini berlaku bagi perusahaan yang aktivitas bisnis utamanya bukan jual beli mesin.

    Laba komprehensif

    Sementara itu, perubahan ekuitas perusahaan akibat transaksi dari sumber non pemilik disebut laba komprehensif. Elemen ini mencakup semua perubahan ekuitas suatu perusahaan selain yang dihasilkan dari investasi oleh pemilik dan distribusi kepada pemilik.

    Kesimpulan

    Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, elemen laporan keuangan adalah konstruksi yang sengaja ditentukan sebagai representasi dari realitas suatu aktivitas usaha.

    Sesuai pemaparan di atas, terdapat 10 elemen laporan keuangan dalam teori akuntansi. Pemahaman tentang elemen tersebut tentu penting agar kamu bisa memahami kondisi keuangan perusahaan dengan baik.

    Jadi, kamu tidak harus melihat operasional bisnis secara langsung, tetapi bisa memahami kondisi perusahaan hanya dengan melihat laporan keuangan.

    Namun, hal lain yang tidak kalah penting untuk kamu perhatikan ialah dokumentasi transaksi harian. Pasalnya, kamu tidak bisa membuat laporan keuangan yang reliable tanpa adanya data transaksi yang valid.

    Karena itu, kamu perlu memastikan seluruh transaksi bisnis tercatat dengan baik. Jika kamu khawatir dengan risiko terjadinya kekeliruan pencatatan, kamu bisa beralih dari cara manual ke penggunaan aplikasi POS

    Dengan aplikasi POS, setiap transaksi bisa tercatat secara real time dan datanya tersimpan dengan baik. Bahkan, aplikasi POS yang lengkap sudah menyediakan fitur laporan keuangan. Jadi, kamu tinggal menarik laporannya secara rutin. Mudah, bukan?

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    11+ Faktor Keberhasilan Wirausaha yang Wajib Dimiliki!
    Faktor keberhasilan wirausaha tidak terbatas pada modal uang saja, sehingga dibutuhkan adaptasi, inovasi, dan sikap wirausaha untuk mengembangkan usaha.
    Valuasi adalah: Pengertian dan Cara Menghitungnya
    Valuasi adalah perhitungan nilai sebuah perusahaan dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Besar maupun kecil, valuasi menjadi hal yang sangat penting.
    Fair Value adalah: Tujuan dan Cara Menghitung
    Nilai Wajar atau Fair Value adalah alat yang sangat berguna untuk membantu pengguna memahami keuangan perusahaan, terutama situasi keuangan saat ini.
    Daftar UMKM Online: Syarat dan Manfaatnya
    Daftar UMKM online bisa dilakukan dengan praktis. Manfaatnya antara lain agar mudah mengembangkan usaha dan untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.