Fixed Cost vs Variable Cost: Perbedaan dan Contoh dalam Cost Behavior

Penulis Annisa Nur Indriyanti
04 November 2025

article thumbnail
Dalam dunia bisnis, memahami cost behavior sangat penting untuk mengontrol pengeluaran dan meningkatkan keuntungan. Cost behavior menggambarkan bagaimana biaya berubah ketika tingkat produksi atau aktivitas penjualan berubah.
 
Dua komponen utama dalam cost behavior adalah fixed cost (biaya tetap) dan variable cost (biaya variabel). Memahami keduanya membantu pelaku usaha membuat keputusan harga, menentukan target penjualan, hingga menghitung titik impas (Break Even Point/BEP).
 
 
 
Pengertian Fixed Cost (Biaya Tetap)
 
Fixed cost adalah biaya yang tidak berubah meskipun tingkat produksi atau penjualan naik turun. Artinya, jumlah output tidak memengaruhi total biaya tetap.
 
Contoh Fixed Cost dalam Bisnis:
 
Jenis Biaya Contoh
Sewa Tempat Usaha Kontrak ruko/kios
Gaji Karyawan Tetap Admin, supervisor
Biaya Internet & Langganan Software Software kasir, aplikasi akuntansi
Penyusutan Mesin Peralatan produksi, mesin kopi
 
Misal Anda membuka kedai kopi, biaya sewa bulanan Rp 5 juta tetap harus dibayar meski penjualan sepi.
 
 
 
Pengertian Variable Cost (Biaya Variabel)
 
Variable cost adalah biaya yang berubah sesuai volume produksi atau penjualan. Semakin besar aktivitas usaha, semakin besar biaya ini.
 
Contoh Variable Cost:
 
Jenis Biaya Contoh
Bahan Baku Biji kopi, gelas plastik, gula
Kemasan Cup, sedotan, tas
Komisi Penjualan Fee marketing/sales
Ongkos kirim bahan produksi Bervariasi tergantung pembelian
 
Misal biaya bahan baku 1 cup kopi Rp 6.000. Jika menjual 500 cup, maka biaya = 500 × Rp 6.000 = Rp 3.000.000.
 
 
 
Perbedaan Fixed Cost vs Variable Cost
 
Aspek Fixed Cost Variable Cost
Perubahan biaya Tetap meski produksi berubah Naik turun sesuai volume produksi
Contoh Sewa, gaji tetap, listrik dasar Bahan baku, packaging, komisi
Pengaruh terhadap BEP Besar — makin rendah fixed cost, makin cepat balik modal Memengaruhi margin tiap unit
Dampak skala bisnis Hemat ketika volume naik Meningkat seiring permintaan
 
 
 
 
Contoh Perhitungan Cost Behavior Sederhana
 
Misal bisnis minuman kekinian:
 
Keterangan Nilai
Fixed cost bulanan Rp 5.000.000
Variable cost per cup Rp 7.000
Harga jual per cup Rp 20.000
 
Rumus BEP:
 
BEP = Fixed Cost / (Harga Jual – Variable Cost)
     = 5.000.000 / (20.000 – 7.000)
     = 5.000.000 / 13.000
     ≈ 385 cup per bulan
 
Artinya minimal harus menjual 385 cup per bulan untuk balik modal.
 
 
 
Tips Mengelola Fixed & Variable Cost untuk UMKM
 
 Gunakan sistem POS untuk kontrol bahan baku
 Negosiasi harga bahan & supplier
Gunakan software kasir untuk mengurangi biaya administrasi
 Optimalkan operasional untuk menekan pemborosan
 Review biaya bulanan secara rutin
 
Semakin efisien pengelolaan biaya, semakin besar profit yang bisa diraih.
 
 
 
Kesimpulan
 
Perbedaan antara fixed cost dan variable cost sangat penting dalam manajemen keuangan bisnis. Dengan memahami cost behavior, pelaku usaha dapat:
• Mengatur anggaran lebih tepat
• Menghitung harga jual optimal
• Menentukan target penjualan realistis
• Mengatur strategi pertumbuhan bisnis
 
Memahami struktur biaya = langkah awal menuju bisnis yang sehat dan mandiri secara finansial.
 

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
Selamat datang di majoo 👋 Hubungi konsultan kami untuk pertanyaan dan info penawaran menarik
whatsapp logo