Table of Content

    Forecasting: Jenis, Metode, Rumus, dan Contoh

    Memprediksikan masa depan bisnismu dengan teknik forecasting sangat perlu kamu pahami agar bidikan target penjualanmu tidak meleset.

    “Duh, tahun depan jumlah gamis yang diproduksi harus sama dengan tahun ini atau lebih banyak, ya?”

    Ya, ciri khas pengusaha andal memang mampu memprediksi tren atau keputusan di masa depan.

    Lalu, apakah pebisnis harus bisa meramal? Tentu, namun bukan menggunakan bola kristal, melainkan dengan mengolah data. Di dunia bisnis, inilah  yang dinamakan dengan forecasting.

    Apakah kamu sudah familiar dengan forecasting? Jika kamu adalah pelaku UMKM atau pengusaha, forecasting harus dikuasai.

    Tentu saja kamu tidak ingin kelebihan dalam memproduksi produk dibandingkan yang bisa diserap pasar, kan?

    Modal harus dimaksimalkan, jangan sampai dialokasikan dengan salah hanya karena kamu tak menguasai forecasting.

    Yuk, pelajari bersama!

    Pengertian Forecasting

    Ada baiknya kita mulai dengan definisi forecasting. Dengan memahami pengertian forecasting, kamu bisa menangkap intisari dari peramalan ala businessman ini.

    Kushartini dan Almahdy (2016) dalam Jurnal PASTI. Forecasting adalah proses untuk memperkirakan jumlah kebutuhan di masa datang. Jumlah tersebut meliputi ukuran kuantitas, kualitas, waktu, dan lokasi yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi permintaan barang atau jasa.

    Sofyan, D.K. (2013) dalam buku Perencanaan & Pengendalian Produksi. Forecasting adalah suatu kegiatan memperkirakan atau memprediksikan kejadian di masa yang akan datang. 

    Dilakukan dengan menyusun rencana terlebih dahulu. Rencana ini dibuat berdasarkan kapasitas dan kemampuan permintaan/produksi yang telah dilakukan di perusahaan.

    Investopedia. Forecasting adalah sebuah teknik untuk memprediksi kejadian bisnis di masa depan dengan menggunakan data-data yang telah terangkum sebelumnya.

    Baca Juga: Laporan Posisi Keuangan: Pengertian, Contoh, dan Fungsinya 

    Sifat-Sifat Forecasting

    Selama pembuatan forecasting selalu muncul sifat-sifatnya yang khas, seperti:

    Melibatkan kejadian di masa depan

    Forecast dibuat untuk memprediksi masa depan, sehingga penting dilakukan dalam perencanaan bisnis.

    Masa lalu dan sekarang

    Dibuat berdasarkan data masa lalu (rentang waktu disesuaikan dengan kebutuhan analisis) dan masa sekarang

    Racikan fakta dan data

    Forecast disimpulkan dari ragam opini, intuisi, prediksi, fakta, dan data yang relevan).

    Diolah dengan metode pilihan

    Pemilihan metode forecasting disesuaikan dengan kebutuhan informasi.

    Metode kuantitatif: pilihan pebisnis

    Kebanyakan pebisnis menggunakan metode kuantitatif, terutama pada perencanaan dan penentuan anggaran.

    Manfaat Forecasting

    Melakukan penafsiran untuk sebuah bisnis adalah mutlak. Bisnis yang tak mampu memprediksi masa depan selain akan kehilangan kesempatan juga jadi lebih berisiko merugi.

    Oleh karena itu, jika disimpulkan manfaat forecasting untuk bisnis adalah sebagai berikut:

    • Memprediksi masa depan bisnis. Memberikan gambaran umum bagi manajemen tentang arah bisnis di tahun-tahun mendatang.
    • Pelanggan lebih puas. Forecasting memberikan gambaran terkait permintaan barang di masa depan. Perusahaan jadi berpeluang selalu bisa memenuhi kebutuhan pelanggan yang melahirkan kepuasan.
    • Jadi selalu kekinian. Bisnismu jadi selalu update akan tren pasar yang berubah-ubah.
    • Mempermudah pinjaman dana. Investor akan lebih percaya pada perusahaan yang transparan akan informasi terkait bisnis beserta proyeksinya di tahun-tahun mendatang.

    Sumber Data Forecasting

    Forecasting alias peramalan bisnis dilakukan berdasarkan fakta dan data.

    Data yang digunakan untuk metode forecasting dapat berasal dari:

    Sumber primer: informasi tangan pertama yang dikumpulkan langsung oleh pihak yang melakukan forecasting. Data didapatkan dari hasil berbagai kuesioner, focus group discussion, dan wawancara. Sumber data yang paling dapat dipercaya.

    Sumber sekunder: informasi yang dikumpulkan dan diproses oleh pihak ketiga. Data diolah dan dikumpulkan dengan rapi sehingga proses forecasting menjadi lebih efisien.

    Rentang Waktu Forecasting

    Berdasarkan rentang waktunya, menurut Herjanto (2008) dalam bukunya Manajemen Operasi, forecasting dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :

    Peramalan jangka panjang. 

    Rentang waktu lebih dari 2 tahun. Biasanya, forecasting dalam rentang waktu ini berfokus pada penanaman modal, perencanaan fasilitas baru, dan perencanaan kegiatan litbang.

    Peramalan jangka menengah. 

    Rentang waktu 1,5 tahun sampai 2 tahun. Untuk perencanaan penjualan, perencanaan produksi,dan perencanaan tenaga kerja tidak tetap.

    Peramalan jangka pendek. 

    Rentang waktu 3-6 bulan. Untuk perencanaan pembelian material, penjadwalan jam kerja, dan penugasan karyawan.

    (Sumber: dosenpendidikan.co.id)

    Jenis Forecasting Berdasarkan Fungsi

    Menurut Heizer dan Render (2009) dalam bukunya Manajemen Operasi, forecasting dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan fungsi dan perencanaan operasi di masa depan.

    Economic forecast

    Memprediksi siklus bisnis dengan menaksir tingkat inflasi, ketersediaan dana, dan indikator perencanaan lain.

    Technological forecast

    Memprediksi tingkat kemajuan teknologi yang dapat mendukung diluncurkannya produk baru yang menarik. Jika ya, maka perusahaan punya alasan yang tepat untuk membangun pabrik baru beserta peralatannya.

    Demand forecast

    Memprediksi permintaan produk atau layanan bisnis. Disebut juga peramalan penjualan yang mengatur produksi, kapasitas, serta sistem penjadwalan. Hal ini jadi masukan untuk perencanaan keuangan, pemasaran dan SDM.

    Metode Forecasting

    Metode forecasting dibagi menjadi dua, yakni forecasting kuantitatif dan kualitatif.

    Metode Forecasting Kuantitatif

    Metode forecasting kuantitatif adalah metode penaksiran yang melibatkan perhitungan matematis.

    Metode ini dibagi lagi menjadi beberapa jenis.

    1. Time series

    Metode time series atau deret waktu merupakan metode forecasting yang menghubungkan keterkaitan antara variabel dependen (variabel yang dicari) dengan variabel independen (variabel yang mempengaruhinya) kemudian dihubungkan dengan waktu: mingguan, bulan atau tahun.

    Cara menghitung: menggunakan metode smoothing, metode box jenkins, atau metode proyeksi tren dengan regresi.

    2. Metode kausal (sebab-akibat)

    Metode forecasting berdasarkan keterkaitan antar variabel yang diperkirakan dengan variabel lain yang memengaruhinya. Namun, variabelnya bukan dalam bentuk waktu.

    Cara menghitung: menggunakan metode regresi dan korelase, metode input output, atau metode ekonometri.

    Metode Forecasting Kualitatif

    Metode forecasting kualitatif adalah metode penaksiran yang menggunakan pendapat dan analisis yang deskriptif.

    Metode secara kualitatif ini sifatnya lebih subjektif dibandingkan dengan forecasting kuantitatif.

    Namun demikian, metode forecasting kualitatif akurasinya lebih baik dan datanya aktual.

    Metode ini dibagi lagi menjadi beberapa jenis.

    1. Survei pasar

    Dilakukan dengan mengumpulkan masukan atau pendapat dari konsumen yang memengaruhi rencana pembelian selama periode pengamatan.

    Cara menghitung: menggunakan kuesioner, wawancara langsung, atau telepon.

    2. Juri dari opini eksekutif

    Dilakukan dengan meminta opini dari kelompok kecil yang terdiri atas manajer pemasaran, manajer produksi, manajer teknik, manajer keuangan, dan manajer logistik. Hasilnya baru dibuat perhitungan secara statistik.

    Cara menghitung: menggunakan focus group discussion (FGD).

    3. Gabungan tenaga penjual

    Dilakukan dengan mempertemukan dan meminta para penjual untuk memprediksi tingkat penjualan di daerah masing-masing. Hasilnya akan digabungkan sampai tingkat provinsi dan nasional.

    Cara menghitung: wawancara dan kuisioner.

    4. Metode Delphi

    Mirip dengan kuesioner. Kelebihannya, hasil lebih akurat dan profesional, tapi membutuhkan waktu lebih lama.

    Cara menghitung: Jawaban dari kuesioner yang terkumpul disederhanakan terlebih dahulu lalu diberikan kepada tim ahli untuk diolah dan diterjemahkan.

     Tidak perlu merasa bingung saat hendak memilih metode forecasting untuk bisnismu. Cek faktor yang memengaruhinya sebelum melangkah lebih jauh.

    Pemilihan Metode Forecasting

    Kalau kamu merasa bingung memilih metode yang mana untuk forecasting, jangan pusing dulu.

    Begitu banyak pilihan metode forecasting namun tidak seluruh metode sesuai untuk setiap masalah.

    Bisa dibilang, tak ada suatu metode forecasting yang all in one untuk semua problem.

    Kamu perlu menganalisis terlebih dahulu faktor-faktor yang memengaruhi forecasting. Hal ini bertujuan agar meminimalisasi kesalahan dalam membuat prediksi.

    Faktor-faktor yang memengaruhi forecasting:

    • Sifat produk dalam bisnismu.
    • Metode pemasaran: langsung atau tidak langsung.
    • Volume bisnis dibandingkan pesaing.
    • Tingkat persaingan yang dihadapi.
    • Data yang tersedia
    • Sifat permintaan produk yang dijual.

    Model Dan Rumus Forecasting

    Setelah memastikan data yang dibutuhkan sudah siap diolah dan memastikan metode forecasting yang kamu pilih sudah sesuai, waktunya memilih model forecasting.

    Model forecasting dibedakan menjadi beberapa jenis.

    Model Rata-Rata Bergerak (Moving Averages Model) 

    Model data yang menggunakan data permintaan baru untuk melakukan forecasting di masa depan. Rumus forecasting model moving averages:

    Rata – rata bergerak n Periode =  (∑(permintaan dalam n-periode terdahulu))/n

    Model Rata-rata Bergerak Berbobot (Weighted Moving Averages Model)

    Model data yang lebih responsif karena menggunakan data yang diberi bobot di periode waktu selanjutnya. Rumus forecasting model weighted moving averages:

    Weighted MA (n) = (∑(pembobot untuk periode permintaan aktual periode n))/(∑(pembobot))

    Model Pemulusan Eksponensial (Exponential Smoothing Model)

    Rumus forecasting model exponential smoothing:

    Ft = Ft-1 + α (At-1 – Ft-1)

    Penjelasan:

    Ft = nilai forecasting selama untuk periode waktu tertentu.

    Ft-1 = nilai forecasting untuk satu periode waktu yang lalu atau t-1

    At-1 = nilai aktual satu periode yang lalu.

    α = merupakan konstanta pemulusan (smoothing constant).

    Model Garis Lurus (Straight Line Model)

    Rumus forecasting model straight line:

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Kenali Apa Itu CV ATS Friendly
    CV ATS Friendly adalah CV yang secara otomatis dapat disortir melalui sebuah aplikasi yang disebut ATS. Lalu, bagaimana membuat CV ATS Friendly yang baik?
    NPV adalah: Rumus, Contoh, dan Cara Menghitung
    Tidak hanya bermanfaat untuk menganalisis untung rugi, perhitungan NPV juga akan sangat membantu dalam menyusun perencanaan keuangan perusahaan.
    Bisnis Proposal atau Proposal Bisnis? Mana yang Benar?
    Apa itu bisnis proposal? Apakah sama dengan proposal bisnis? Sebelum membuatnya, pahami pengertian dan ciri-ciri proposal bisnis lebih dulu.
    Bank Digital adalah Kebutuhan Masyarakat Saat Ini. Kok Bisa?
    Bank digital adalah transformasi layanan perbankan dari luring menjadi daring. Kemunculannya semakin marak di Indonesia. Mau jadi nasabahnya?