Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Fitur
    • Laporan Posisi Keuangan: Pengertian, Contoh, dan Fungsinya

    Laporan Posisi Keuangan: Pengertian, Contoh, dan Fungsinya


    Laporan posisi keuangan menjadi salah satu dasar pengambilan kebijakan strategis.

     

    Laporan posisi keuangan atau disebut juga statement of financial position merupakan istilah lain yang sering digunakan untuk menyatakan balance sheet. Seperti yang sudah diketahui, laporan ini mencakup kondisi harta (aset), kewajiban, dan modal pada waktu tertentu.

     

    Informasi dalam statement of financial position dapat dimanfaatkan untuk berbagai analisis keuangan. Misalnya, membandingkan utang dengan kondisi harta atau aset saat ini.

     

    Sebelum membahas lebih jauh terkait fungsi atau contoh laporan posisi keuangan, mari kita samakan persepsi terkait pengertiannya terlebih dahulu!

    Pengertian laporan posisi keuangan

    Laporan posisi keuangan adalah laporan yang terkait posisi keuangan perusahaan dan bersifat sistematis. Laporan ini berlaku untuk berbagai jenis perusahaan, baik perusahaan jasa, dagang, maupun manufaktur.

     

    Secara singkat, laporan posisi keuangan dapat diartikan sebagai ringkasan dari kondisi aset, liabilitas, serta ekuitas sebuah bisnis atau perusahaan. Dalam suatu kondisi tertentu, statements of financial position juga sering disebut dengan neraca atau balance sheet.

     

    Informasi-informasi yang dicantumkan di dalam neraca dikenal dengan sebutan akun. Tiap-tiap akun akan diurutkan berdasarkan likuiditasnya. Jadi, nomor urut awal akan menunjukkan berbagai kelompok akun yang paling likuid, lalu disusul dengan tingkat likuiditas yang lebih rendah, berurut sampai yang paling tidak likuid.

    Fungsi laporan posisi keuangan

    Sebagian dari kamu mungkin bertanya-tanya, mengapa kamu perlu membuat statement of financial position? Apa sebenarnya fungsi laporan posisi keuangan? Berikut ini penjelasannya.

    1. Mengetahui kondisi keuangan perusahaan pada periode tertentu

    Laporan ini mewakili posisi keuangan suatu perusahaan pada waktu tertentu. Umumya, waktu yang dimaksud adalah hari terakhir dari periode pelaporan. Dari laporan ini, kamu bisa memiliki pemahaman tentang kesehatan keuangan bisnis pada tanggal tertentu.

     

    Sebagai contoh, kamu menutup periode akuntansi pada 31 Juli 2021. Kondisi utang, aktiva, dan modal dari bisnis yang kamu jalankan dapat dilihat melalui statement of financial position pada tanggal tersebut.


    Baca Juga: Apa itu Laporan Keuangan? Yuk, Pahami Sama-sama!

    2. Dasar untuk membuat kebijakan strategis

    Dengan mengetahui kondisi unsur-unsur keuangan yang ada di neraca, kamu bisa membuat pertimbangan tertentu bagi bisnis. Data ini sangat berharga supaya kamu dapat menghasilkan kebijakan strategis untuk operasional bisnis.

     

    Sering kali, balance sheet membantu tim manajemen suatu bisnis untuk melacak posisi keuangan perusahaan dan mengambil langkah-langkah perbaikan. Harapannya, performa keuangan perusahaan bisa lebih baik pada periode berikutnya.

    3. Membantu investor dan stake holder lain melakukan analisis

    Selain menjadi dasar pertimbangan manajemen, informasi yang terkandung dalam laporan tersebut membantu investor dan pemangku kepentingan lainnya seperti pemegang saham dan pemerintah untuk menganalisis keuangan perusahaan.


    Tentunya, analisis ini menjadi dasar pengambilan keputusan investasi. Selanjutnya, investor juga dapat membandingkan laporan posisi keuangan akhir tahun dengan laporan tahun sebelumnya untuk mengetahui seberapa besar penyimpangan yang terjadi.

     

    Angka-angka dalam laporan tersebut dapat memberi mereka pemahaman tentang bagaimana kinerja perusahaan. Neraca perusahaan juga dapat dibandingkan dengan perusahaan lain yang bekerja di industri serupa dalam rangka mengetahui apakah perusahaan mempunyai performa lebih baik dari perusahaan lain.


    Aset, liabilitas, dan ekuitas merupakan tiga komponen utama dalam laporan posisi keuangan.  

    Format laporan posisi keuangan

    Dalam menyajikan statement of financial position, setidaknya ada dua format yang dapat kamu gunakan. Pertama, kamu bisa memilih format staffel. Di samping itu, format skontro dapat menjadi alternatif.

     

    Terlepas dari format neraca yang dipilih, kamu tetap perlu berpegang pada prinsip utama dalam laporan posisi keuangan yaitu jumlah total aset harus sama dengan jumlah total liabilitas ditambah dengan ekuitas. Bila dicatat dalam bentuk rumus matematika akan terlihat seperti berikut ini:

     

    Aset = Liabilitas + Ekuitas

     

    Sekarang, mari kenali karakteristik masing-masing format tersebut supaya kamu bisa memilih format yang paling sesuai.


    Baca Juga: Fungsi Manajemen Keuangan untuk Meningkatkan Pendapatan

    1. Format staffel

    Statements of financial position bentuk staffel adalah laporan keuangan yang disajikan secara vertikal. Dengan kata lain, setiap pos aset akan dilaporkan pada bagian paling atas diikuti dengan berbagai pos liabilitas dan ekuitas pemilik saham.

    2. Format skontro

    Berbeda dengan format staffel, dalam format skontro, pos aset, kewajiban, serta ekuitas pemilik saham akan disajikan secara berdampingan. Pos aset akan diletakkan di sisi kiri, sedangkan di sisi kanannya akan dicatat pos kewajiban dan ekuitas.

    Komponen laporan posisi keuangan

    Sebelum menilik cara membuat statement of financial position dan contohnya, kamu juga perlu mengetahui komponen yang terlibat di dalamnya. Seperti yang telah disebutkan, laporan keuangan ini memiliki tiga komponen utama, yakni:

    1. Aset

    Aset adalah kekayaan yang dimiliki oleh bisnis atau perusahaan. Umumnya, aset terdiri dari kas, piutang, biaya yang dikeluarkan di muka, serta aset tetap. Di dalam statement of financial position, aset tetap berada di dalam neraca disajikan sebesar nilai bukunya.

    2. Liabilitas

    Jika aset merupakan kekayaan perusahaan, liabilitas adalah kewajiban yang menjadi tanggungan yang harus diselesaikan oleh pihak perusahaan. Liabilitas ini mungkin perlu diselesaikan oleh perusahaan dalam jangka waktu pendek atau panjang. Contoh sederhana dari kewajiban utang jangka panjang adalah pendapatan yang diterima dimuka dan utang pada pihak ketiga.

    3. Ekuitas

    Sementara itu, ekuitas adalah modal bisnis yang dimanfaatkan dalam melakukan operasional ataupun kegiatan perusahaan. Sebagai contoh, modal disetor dan laba ditahan.

    Contoh laporan posisi keuangan

    Sudah bukan rahasia lagi, bisnis bisa bergerak di aneka sektor dengan jenis perusahaan yang beragam. Beberapa di antaranya mungkin merupakan perusahaan dagang, sedangkan sebagian lainnya adalah perusahaan jasa atau manufaktur.

     

    Meskipun bergerak di bidang yang berbeda, format dan bentuk neraca dari tiap- tiap perusahaan tersebut sama. Adapun perbedaan mungkin terjadi pada jenis pos transaksi yang mungkin hanya terdapat pada jenis perusahaan tersebut saja.

     

    Contohnya, berbagai pos barang dalam proses serta harga pokok produksi yang hanya ada di dalam perusahaan manufaktur. Akan tetapi, secara umum cara membuat laporan posisi keuangan mengikuti langkah yang serupa seperti di bawah ini:

    • Langkah pertama, kamu perlu mengidentifikasi dan menganalisis transaksi keuangan perusahaan.

    • Lakukan pencatatan serta klasifikasi jurnal transaksi keuangan perusahaan.

    • Pindahkan atau posting hasil pencatatan jurnal ke dalam buku besar.

    • Siapkan neraca saldo berdasarkan buku besar yang ada.

    • Susun kertas kerja kolom berdasarkan buku besar tersebut.

    • Buat statements of financial position berdasarkan kertas kerja kolom.

     

    Supaya lebih jelas, mari lihat contoh laporan posisi keuangan berikut ini.

     

    Contoh:

    Sebuah perusahaan dagang PT XYZ mempunyai dana kas, piutang, dan persediaan dengan jumlah total Rp2.544.725. Perusahaan tersebut juga memiliki investasi pada entitas bisnis lain sejumlah Rp4.818.419.

     

    Sementara itu, terdapat utang pajak dan utang bank jangka pendek yang perlu dibayarkan sebesar Rp2.001.461. Perusahaan juga perlu membayar Rp162.940 sebagai bagian dari utang jangka panjang. Dari penjumlahan modal saham serta tambahan modal yang disetor diperoleh angka Rp5.198.743.

     

    Penyelesaian:

    Berdasarkan langkah cara membuat statement of financial statement, pertama kita perlu mengklasifikasi transaksi terlebih dahulu. Kas, piutang, persediaan, dan PPN adalah contoh dari aset lancar. Di sisi lain, investasi pada bisnis lain, aset tetap, serta beban yang ditangguhkan merupakan bagian aset tidak lancar.

     

    Selanjutnya, perusahaan tersebut memiliki liabilitas jangka pendek yang terdiri dari utang bank jangka pendek dan utang pajak. Selain itu, beban akrual, beban pembiayaan konsumen, serta utang obligasi juga termasuk ke dalam liabilitas jangka pendek.

     

    Sebaliknya, tentu utang jangka panjang merupakan bagian dari liabilitas jangka panjang bersama dengan utang sewa pembiayaan, penghasilan ditangguhkan, dan lainnya.

     

    Kemudian, dari penjelasan di atas, kita mengetahui bahwa perusahaan juga memiliki ekuitas dari modal saham serta tambahan modal yang disetor.

     

    Dengan format staffel, kamu dapat menyusun laporan posisi keuangan sebagai berikut:

     

    PT XYZ

    Laporan Posisi Keuangan

    31 Desember 20XX

     

    Jumlah aset lancar

    2.544.725

    Jumlah aset tidak lancar

    4.818.419

    JUMLAH ASET

    7.363.144

    Jumlah liabilitas jangka pendek

    2.001.461

    Jumlah liabilitas jangka panjang

    162.940

    Jumlah liabilitas

    2.164.401

    Jumlah ekuitas

    5.198.743

    JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS

    7.363.144

     

    Kesimpulan

    Seperti yang sudah diketahui, dalam akuntansi terdapat berbagai macam laporan keuangan. Jenis laporan yang menyajikan posisi harta, utang, dan modal disebut sebagai laporan posisi keuangan atau neraca. Dalam istilah asing, kamu akan menemui sebutan balance sheet atau statements of financial position. Bila kamu masih kesulitan atau tidak mempunyai waktu yang cukup untuk membuat statements of financial position, penggunaan software akuntansi bisa menjadi pertimbangan.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    10 Karakter Wirausaha untuk Meraih Kesuksesan Bisnis
    Menjadi seorang wirausahawan membutuhkan karakter wirausaha yang kuat agar bisa menjalankan bisnis dengan lancar sampai bisa meraih kesuksesan besar.
    Macam-Macam E-Wallet, Definisi, Kelebihan, dan Kekurangannya
    E-Wallet adalah suatu layanan elektronik yang berfungsi sebagai tempat menampung dana dan instrumen pembayaran digital untuk memudahkan segala transaksi.
    Vendor adalah: Jenis-Jenis Vendor dan Fungsinya dalam Bisnis
    Apa itu vendor? Tentu banyak yang sudah bisa menjawab. Namun, ada berapa jenis vendor dan apa saja fungsinya di dalam bisnis? Nah, simak artikel berikut!
    Pre Order adalah: Pengertian, Sistem, hingga Keuntungannya
    Pre order adalah aktivitas jual beli antara customer dan seller, yang mana customer memesanan dan membayar produk di awal, dengan estimasi waktu tertentu.