Harga Ayam Anjlok, Segini Kerugian yang Diterima Peternak

Penulis Annisa Nur Indriyanti
27 April 2025

article thumbnail
Dalam beberapa waktu terakhir, para peternak ayam di berbagai daerah di Indonesia menghadapi tekanan berat akibat anjloknya harga ayam di pasaran. Harga jual yang jauh di bawah biaya produksi membuat peternak mengalami kerugian besar. Lantas, apa penyebab harga ayam turun drastis dan berapa kerugian yang mereka derita?

Penyebab Harga Ayam Anjlok
1. Kelebihan Pasokan (Over Supply)
Jumlah produksi ayam yang melimpah tidak diimbangi dengan peningkatan permintaan.

Banyak peternak yang panen bersamaan.

Permintaan dari konsumen tidak naik signifikan, terutama di luar musim libur atau hari besar.

Akibatnya, harga ayam di tingkat peternak jatuh bebas.

2. Turunnya Daya Beli Masyarakat
Faktor ekonomi makro seperti inflasi dan perlambatan ekonomi juga mempengaruhi.

Banyak konsumen mengurangi belanja protein hewani karena prioritas kebutuhan pokok lainnya.

Penurunan daya beli otomatis membuat stok ayam melimpah di pasar.

3. Distribusi yang Tidak Merata
Di beberapa daerah, distribusi ayam dari peternak ke pasar utama tidak berjalan lancar.

Masalah logistik atau biaya pengiriman tinggi membuat ayam menumpuk di daerah produksi.

Harga di tingkat peternak pun ikut tertekan.

Berapa Kerugian Peternak Akibat Harga Ayam Anjlok?
Rata-rata biaya produksi ayam pedaging (broiler) saat ini berkisar di angka Rp18.000–Rp20.000 per kilogram.
Sementara harga jual di beberapa daerah hanya mencapai Rp10.000–Rp13.000 per kilogram.

Artinya, peternak merugi sekitar Rp5.000–Rp8.000 per kilogram.
Jika seorang peternak memiliki 5.000 ekor ayam dengan berat rata-rata 1,8 kg per ekor, berikut hitungannya:

Berat total: 5.000 × 1,8 = 9.000 kg

Kerugian: 9.000 kg × Rp6.000 (rata-rata kerugian) = Rp54.000.000

Kerugian ini sangat memberatkan, terutama bagi peternak kecil dan menengah yang mengandalkan pinjaman modal untuk operasional.

Dampak Lebih Luas dari Harga Ayam Anjlok
Tidak hanya peternak yang terdampak, tapi juga:

Industri pakan ternak karena peternak mengurangi pembelian.

Tenaga kerja di peternakan yang bisa terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Pasar tradisional yang mengalami perubahan harga yang tidak menentu.

Upaya dan Solusi
Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menstabilkan harga ayam antara lain:

Penyerapan oleh pemerintah untuk stok cadangan pangan nasional.

Pengaturan jadwal panen untuk menghindari over supply serentak.

Penguatan distribusi agar ayam bisa cepat sampai ke pasar dengan harga lebih baik.

Diversifikasi produk seperti mengolah ayam menjadi produk beku siap saji.

Kesimpulan
Anjloknya harga ayam membawa dampak besar bagi peternak yang kini mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Diperlukan langkah cepat dari semua pihak, termasuk pemerintah dan pelaku industri, untuk menstabilkan harga dan menjaga keberlangsungan usaha peternakan ayam di Indonesia.

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
Selamat datang di majoo 👋 Hubungi konsultan kami untuk pertanyaan dan info penawaran menarik
whatsapp logo