Harta Tetap Adalah: Pengertian, Contoh, dan Cara Pencatatannya

Penulis Annisa Nur Indriyanti
25 February 2026

article thumbnail

Harta tetap atau aset tetap adalah kekayaan berwujud yang dimiliki oleh sebuah perusahaan atau individu untuk digunakan dalam kegiatan operasional jangka panjang dan tidak dimaksudkan untuk dijual kembali dalam jangka waktu dekat. 

Harta ini memiliki masa manfaat ekonomi yang lebih dari satu tahun dan nilainya biasanya cukup signifikan bagi keberlangsungan bisnis.

 

Apa yang dimaksud dengan harta tetap?

Harta tetap atau yang juga disebut sebagai aset tetap adalah kekayaan berwujud yang dimiliki oleh sebuah perusahaan atau individu untuk digunakan dalam kegiatan operasional jangka panjang dan tidak dimaksudkan untuk dijual kembali dalam jangka waktu dekat. 

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam PSAK No. 16 menjelaskan bahwa aset tetap adalah aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan diharapkan dapat digunakan selama lebih dari satu periode.

Secara garis besar, para ahli sepakat bahwa harta tetap harus memenuhi tiga kriteria utama, yakni memiliki bentuk fisik, digunakan untuk operasional (bukan dijual), dan memiliki umur ekonomis lebih dari satu tahun.

 

Apa saja contoh harta tetap dalam bisnis?

Harta tetap bisa dikelompokkan berdasarkan fungsinya dalam operasional sehari-hari. Pengelompokan ini bukan hanya karena jenis barangnya, tetapi karena tujuan penggunaannya.

 Sebagai contoh, bagi sebuah dealer mobil, mobil yang dipajang adalah persediaan (bukan harta tetap). Namun, mobil yang digunakan khusus untuk jemputan karyawan di dealer tersebut barulah disebut sebagai harta tetap.

Untuk memperjelas mengenai harta tetap, berikut adalah beberapa contoh utama harta tetap yang biasanya dimiliki oleh perusahaan atau individu:

 

  1. Tanah: Merupakan aset tetap yang paling unik karena nilainya cenderung naik dan tidak mengalami penyusutan. Tanah digunakan sebagai tempat berdirinya bangunan kantor, pabrik, atau lahan parkir.

  2. Bangunan atau Gedung: Mencakup kantor pusat, gudang penyimpanan, pabrik produksi, hingga ruko. Berbeda dengan tanah, bangunan memiliki masa pakai tertentu dan nilainya akan disusutkan setiap tahun.

  3. Mesin dan Peralatan Produksi: Contohnya adalah mesin cetak di percetakan, mesin perakitan di pabrik otomotif, atau alat berat seperti ekskavator di perusahaan konstruksi.

  4. Kendaraan: Meliputi mobil operasional perusahaan, truk pengangkut barang, motor kurir, hingga pesawat atau kapal jika perusahaan bergerak di bidang logistik besar.

  5. Peralatan Kantor: Termasuk perangkat komputer, laptop, printer, mesin fotokopi, hingga proyektor yang digunakan untuk menunjang pekerjaan administratif.

  6. Perabot dan Furnitur: Contohnya adalah meja kerja, kursi kantor, lemari arsip, dan sofa tamu yang memiliki masa manfaat jangka panjang.

 

Bagaimana cara mencatat harta tetap dalam akuntansi?

Harta tetap dalam akuntansi harus dilakukan pencatatan. Tidak hanya dilakukan saat membeli, tetapi mencakup seluruh "siklus hidup" aset tersebut. Proses ini diatur agar laporan keuangan mencerminkan nilai aset yang akurat.

Berikut adalah tiga tahap utama pencatatan harta tetap:

 

1. Pencatatan Saat Perolehan (Pembelian)

Harta tetap dicatat sebesar Harga Perolehan, yaitu seluruh biaya yang dikeluarkan sampai aset tersebut siap digunakan (harga beli + ongkir + biaya instalasi + pajak).

 

Jurnal Pembelian Tunai:

 

(Debit) Aset Tetap (misal: Mesin) ... RpXXX

 

(Kredit) Kas/Bank ................................... RpXXX

 

Jurnal Pembelian Kredit:

 

(Debit) Aset Tetap (misal: Kendaraan) ... RpXXX

 

(Kredit) Utang Usaha/Leasing ................... RpXXX

 

2. Pencatatan Penyusutan (Depresiasi)

Setiap akhir periode (bulan/tahun), nilai aset harus dikurangi karena pemakaian (kecuali tanah). Akuntansi menggunakan akun Akumulasi Penyusutan agar nilai historis aset tetap terlihat di neraca.

 

Jurnal Penyusutan:

 

(Debit) Beban Penyusutan ........................... RpXXX

 

(Kredit) Akumulasi Penyusutan (Aset) ... RpXXX

 

3. Pencatatan Penghentian/Penjualan

Jika aset sudah rusak, habis masa manfaatnya, atau dijual, maka akun aset dan akumulasi penyusutannya harus dihapus dari pembukuan.

 

Jika Dijual (Ada Keuntungan):

 

(Debit) Kas (Harga jual) ................................... RpXXX

 

(Debit) Akumulasi Penyusutan ....................... RpXXX

 

(Kredit) Aset Tetap (Harga perolehan) ....... RpXXX

 

(Kredit) Keuntungan Penjualan Aset .......... RpXXX

 

Apa perbedaan harta tetap dan harta lancar?

Harta tetap dan harta lancar memiliki perbedaan mendasar yang terletak pada siklus perputaran dan tujuan kepemilikannya dalam sebuah entitas. 

Harta lancar merupakan aset yang tingkat likuiditasnya sangat tinggi karena diharapkan dapat dikonversi menjadi uang tunai atau habis dikonsumsi dalam jangka waktu singkat, biasanya kurang dari satu tahun atau satu siklus operasi normal perusahaan. 

Contoh utama dari harta lancar meliputi kas di bank, piutang usaha dari pelanggan, serta persediaan barang dagangan yang siap untuk dijual kembali guna mendatangkan pemasukan harian.

Di sisi lain, harta tetap adalah aset berwujud yang diperoleh untuk digunakan secara berkelanjutan dalam operasional perusahaan dan tidak dimaksudkan untuk dijual dalam kegiatan bisnis normal. 

Aset ini memiliki masa manfaat ekonomis yang panjang, yakni lebih dari satu tahun, sehingga nilainya dilaporkan sebagai investasi jangka panjang. 

Secara fisik, harta tetap mencakup elemen-elemen besar seperti tanah, gedung perkantoran, armada kendaraan operasional, hingga mesin-mesin pabrik yang menjadi tulang punggung produksi perusahaan.



Kesimpulan

Harta tetap atau aset tetap adalah kekayaan berwujud yang dimiliki oleh sebuah perusahaan atau individu untuk digunakan dalam kegiatan operasional jangka panjang dan tidak dimaksudkan untuk dijual kembali dalam jangka waktu dekat. 

Sementara itu, untuk memudahkan pencatatan keuangan seperti mencatatkan harta tetap dalam bisnis, aplikasi seperti majoo bisa jadi solusi. Aplikasi ini membantu pelaku bisnis dalam mencatat pengeluaran, memantau arus kas, dan merencanakan anggaran dengan lebih efisien.

Dengan menggunakan majoo, kalian bisa fokus mengembangkan usaha tanpa khawatir bingung dalam mengelola keuangan. Yuk mulai mengelola keuangan atau bisnis kalian dengan majoo.

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
Selamat datang di majoo 👋 Hubungi konsultan kami untuk pertanyaan dan info penawaran menarik
whatsapp logo