Heboh Mayora Disebut PHK Ribuan Karyawan, Ini Kata Menaker

Penulis Annisa Nur Indriyanti
06 March 2025

article thumbnail
Jakarta-majoo Menteri Ketenagakerjaan Yassierli ikut menanggapi soal kabar yang sedang heboh di media sosial soal PT Mayora Indah Tbk mengalami Pemutusan Hubungan Kerja(PHK). 

Yassierli mengatakan bahwa kabar terkait Mayora melakukan PHK pada Ribuan karyawan tidaklah benar.

“Memang ada beberapa perusahaan yang kalau kami baca di media juga dituliskan ada PHK ya. Setelah kita cek sebenarnya juga tidak semuanya. Contoh Mayora misalnya, kita sudah cek ternyata tidak seperti itu beritanya,”. Ujarnya dalam konferensi pers di kementerian ketenagakerjaan, Jakarta yang dikutip di DetikFinance pada (6/3/2025).

Ia juga menambahkan terkait fakta yang terjadi pada perusahaan Mayora jelang Lebaran. 

“Malah mereka menambah pekerja. Mereka produksi biskuit ya, menjelang lebaran orderan banyak, malah mereka nambah pekerja. Jadi tidak semua informasi benar,” tutupnya. 

Kabar tersebut beredar dari media sosial yang mendadak muncul di akun Instagram @infobala. 

Akun tersebut menarasikan pabrik Mayora Jayanti 3 melakukan PHK sepihak ribuan karyawan.

“Mayora tidak bercerita tapi tiba-tiba ngeterminate ribuan karyawan tanpa sebab,” tulis potongan video tersebut. 

Video ini pun sudah ditanggapi oleh pihak Mayora yang dikonfirmasi langsung dengan CNBC melalu sambungan telepon.

"Tidak benar. Kita tidak ada PHK karyawan," kata Ricky Afrianto sebagai Global Marketing Director PT Mayora Indah Tbk. Dikutip Selasa (25/2).

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
Selamat datang di majoo 👋 Hubungi konsultan kami untuk pertanyaan dan info penawaran menarik
whatsapp logo