Hitung-hitung Untung dari Bisnis Lapangan Padel

Penulis Annisa Nur Indriyanti
18 August 2025

article thumbnail
Olahraga padel belakangan ini mulai populer di berbagai kota besar di Indonesia. Permainan yang memadukan tenis dan squash ini digemari karena lebih mudah dimainkan oleh pemula namun tetap seru dan kompetitif. Tren ini membuka peluang baru bagi investor maupun pengusaha untuk membangun bisnis lapangan padel.

Namun, sebelum terjun, penting untuk melakukan perhitungan biaya investasi dan potensi keuntungan dari usaha ini.

Modal Awal Bisnis Lapangan Padel

Membangun lapangan padel membutuhkan modal yang tidak sedikit, terutama karena material dan standar konstruksinya berbeda dengan lapangan olahraga biasa. Berikut perkiraan biaya investasi:

Lahan → Jika menyewa, rata-rata Rp200–400 juta per tahun (tergantung lokasi).

Pembuatan Lapangan → Rp800 juta – Rp1,2 miliar per lapangan (termasuk rumput sintetis, kaca tempered, net, dan pencahayaan).

Perizinan & Legalitas → Rp20–50 juta.

Fasilitas Pendukung → Rp150–300 juta (toilet, ruang tunggu, area parkir, kasir, locker).

Promosi & Branding Awal → Rp30–70 juta.

 Total estimasi modal awal: Rp1,2 – Rp2 miliar untuk 1 lapangan standar.

Potensi Pendapatan Bisnis Lapangan Padel

Pendapatan utama berasal dari penyewaan lapangan per jam. Rata-rata harga sewa lapangan padel di kota besar Indonesia saat ini berkisar Rp300.000 – Rp500.000 per jam.

Mari kita simulasikan:

Harga sewa rata-rata: Rp400.000/jam

Jam operasional: 12 jam per hari

Tingkat okupansi: 50% (6 jam terpakai per hari)

Pendapatan bulanan:
Rp400.000 x 6 jam x 30 hari = Rp72 juta

Jika okupansi meningkat menjadi 70–80%, potensi pendapatan bisa mencapai Rp100–120 juta per bulan hanya dari 1 lapangan.

Biaya Operasional Bulanan

Selain modal awal, ada biaya operasional rutin, antara lain:

Gaji karyawan (admin, kebersihan, pelatih) → Rp15–25 juta

Listrik & perawatan fasilitas → Rp10–20 juta

Marketing & event → Rp5–10 juta

 Total biaya operasional bulanan: Rp30–50 juta

Estimasi Keuntungan

Jika rata-rata pendapatan bulanan Rp72 juta dengan biaya operasional Rp40 juta, maka:

Laba bersih = Rp32 juta/bulan
Atau sekitar Rp384 juta per tahun.

Dengan hitungan ini, balik modal (ROI) bisa dicapai dalam 3–5 tahun, tergantung jumlah lapangan dan tingkat okupansi.

Strategi Meningkatkan Keuntungan

Agar bisnis lapangan padel makin cuan, pengusaha bisa menambah sumber pendapatan lain, seperti:

Menjual membership dengan paket khusus.

Menyediakan toko perlengkapan padel (racket, bola, apparel).

Membuka kafe atau food & beverage di area lapangan.

Menyewakan lapangan untuk turnamen atau corporate event.

Menyediakan jasa pelatih profesional dengan biaya tambahan.

Kesimpulan

Bisnis lapangan padel memang membutuhkan modal besar, namun potensi keuntungan jangka panjangnya cukup menjanjikan. Dengan pengelolaan yang baik, tingkat okupansi tinggi, serta tambahan layanan pendukung, ROI bisa dicapai dalam beberapa tahun.

Jika tren padel terus berkembang di Indonesia, membuka lapangan padel sejak sekarang bisa menjadi langkah strategis untuk meraih cuan besar di masa depan.

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
Selamat datang di majoo 👋 Hubungi konsultan kami untuk pertanyaan dan info penawaran menarik
whatsapp logo