IMBT Adalah: Cara Pencatatan Akuntansi dan Contohnya

Penulis Annisa Nur Indriyanti
16 April 2026

article thumbnail

Dalam dunia keuangan dan pembiayaan syariah, terdapat berbagai istilah yang mungkin masih terdengar asing bagi sebagian pelaku usaha, salah satunya adalah IMBT. Istilah ini sering muncul dalam praktik pembiayaan aset, terutama yang berbasis prinsip syariah. Memahami konsep ini menjadi penting, terutama bagi bisnis yang ingin menggunakan skema pembiayaan yang sesuai dengan prinsip Islam sekaligus tetap efisien secara finansial.

Banyak pelaku usaha yang mulai mencari alternatif pembiayaan selain kredit konvensional. Di sinilah IMBT menjadi salah satu solusi yang menarik karena menawarkan mekanisme sewa yang diakhiri dengan kepemilikan aset. Namun, sebelum menggunakannya, penting untuk memahami secara menyeluruh apa itu IMBT, bagaimana karakteristiknya, serta bagaimana pencatatannya dalam akuntansi.

Melalui artikel ini, kita akan membahas secara lengkap mengenai IMBT adalah, mulai dari pengertian, karakteristik, pencatatan akuntansi, contoh kasus, hingga perbedaannya dengan leasing.

Pengertian IMBT

Secara umum, IMBT adalah singkatan dari Ijarah Muntahiyah Bittamlik, yaitu akad sewa menyewa yang diakhiri dengan perpindahan kepemilikan aset kepada penyewa setelah masa sewa selesai.

Dalam praktiknya, pihak penyewa akan membayar biaya sewa secara berkala kepada pemilik aset. Setelah masa sewa berakhir, aset tersebut dapat dimiliki oleh penyewa melalui mekanisme tertentu, seperti hibah atau pembelian dengan harga yang telah disepakati.

Pengertian IMBTe sering dikaitkan dengan pembiayaan syariah karena akad ini tidak mengandung unsur riba. IMBT menjadi alternatif yang sesuai bagi pelaku usaha yang ingin mendapatkan aset tanpa harus membayar secara tunai di awal.

Konsep ini banyak digunakan dalam pembiayaan kendaraan, alat berat, hingga properti. Dengan sistem yang fleksibel, IMBT memungkinkan bisnis untuk tetap produktif tanpa harus mengeluarkan dana besar di awal.

Karakteristik IMBT

Dalam memahami IMBT adalah, penting juga untuk mengetahui karakteristik yang membedakannya dari jenis pembiayaan lainnya. Salah satu karakteristik IMBT yang paling utama adalah adanya dua tahap dalam satu akad, yaitu tahap sewa dan tahap perpindahan kepemilikan.

Selama masa sewa, aset masih menjadi milik pihak pemberi sewa. Penyewa hanya memiliki hak untuk menggunakan aset tersebut sesuai dengan perjanjian. Namun, di akhir masa sewa, kepemilikan aset dapat berpindah kepada penyewa.

Karakteristik lainnya adalah adanya kesepakatan di awal mengenai mekanisme perpindahan kepemilikan. Hal ini bisa berupa opsi pembelian atau hibah setelah semua kewajiban sewa terpenuhi.

Selain itu, dalam IMBT, tanggung jawab atas pemeliharaan aset biasanya diatur secara jelas dalam kontrak. Hal ini penting untuk menghindari konflik di kemudian hari.

Karakteristik lain yang tidak kalah penting adalah transparansi dalam perjanjian. Semua biaya, jangka waktu, dan ketentuan harus disepakati di awal agar kedua belah pihak memiliki pemahaman yang sama.

Pencatatan Akuntansi IMBT

Salah satu hal yang sering menjadi pertanyaan adalah bagaimana pencatatan akuntansi IMBT. Dalam akuntansi, IMBT memiliki perlakuan yang cukup spesifik karena melibatkan unsur sewa dan kepemilikan.

Selama masa sewa, pembayaran yang dilakukan oleh penyewa dicatat sebagai beban sewa. Hal ini karena aset tersebut belum menjadi milik penyewa.

Namun, ketika terjadi perpindahan kepemilikan di akhir masa sewa, aset tersebut akan diakui sebagai aset tetap dalam laporan keuangan penyewa. Nilainya biasanya berdasarkan harga yang disepakati dalam kontrak.

Dari sisi pemberi sewa, pendapatan dari IMBT dicatat sebagai pendapatan sewa selama masa kontrak berlangsung.

Pencatatan ini harus dilakukan dengan hati-hati agar sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, terutama dalam konteks syariah. Dengan pencatatan yang tepat, laporan keuangan akan lebih akurat dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Contoh Kasus IMBT

Untuk memahami lebih jelas IMBT adalah, mari kita lihat contoh kasus IMBT dalam praktik.

Misalnya, sebuah perusahaan ingin memiliki kendaraan operasional, tetapi tidak ingin membeli secara langsung karena keterbatasan dana. Perusahaan tersebut kemudian menggunakan skema IMBT dengan lembaga pembiayaan.

Dalam perjanjian, perusahaan akan menyewa kendaraan tersebut selama lima tahun dengan pembayaran bulanan. Selama periode tersebut, kendaraan masih menjadi milik pihak pembiayaan.

Setelah masa sewa selesai, perusahaan memiliki opsi untuk membeli kendaraan tersebut dengan harga yang telah disepakati sebelumnya, atau bahkan mendapatkannya melalui hibah.

Dengan skema ini, perusahaan dapat menggunakan kendaraan untuk operasional tanpa harus mengeluarkan biaya besar di awal. Di sisi lain, perusahaan juga memiliki kesempatan untuk memiliki aset tersebut di masa depan.

Contoh ini menunjukkan bagaimana IMBT dapat menjadi solusi pembiayaan yang fleksibel dan menguntungkan bagi bisnis.

Perbedaan dengan Leasing

Banyak orang yang menganggap IMBT sama dengan leasing, padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Memahami perbedaan dengan leasing sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Salah satu perbedaan utama terletak pada prinsip yang digunakan. IMBT berbasis syariah dan tidak mengandung unsur bunga, sedangkan leasing konvensional biasanya melibatkan bunga.

Selain itu, dalam IMBT, perpindahan kepemilikan merupakan bagian dari akad yang telah disepakati di awal. Sementara itu, dalam leasing, kepemilikan tidak selalu berpindah kepada penyewa.

Perbedaan lainnya adalah dalam hal struktur pembayaran. Dalam IMBT, pembayaran sewa telah disesuaikan dengan prinsip syariah, sedangkan leasing mengikuti sistem keuangan konvensional.

Dengan memahami perbedaan ini, pelaku usaha dapat memilih jenis pembiayaan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan nilai yang dianut.

Kesimpulan

IMBT adalah salah satu skema pembiayaan syariah yang menawarkan solusi fleksibel bagi bisnis dalam memperoleh aset. Dengan memahami pengertian IMBTe, mengenal karakteristik IMBT, memahami pencatatan akuntansi IMBT, serta melihat contoh kasus IMBT dan perbedaan dengan leasing, kamu bisa memanfaatkan skema ini secara optimal.

IMBT tidak hanya memberikan kemudahan dalam pembiayaan, tetapi juga membantu bisnis tetap berjalan tanpa beban finansial yang terlalu besar di awal.

Agar pengelolaan keuangan dan aset bisnis semakin rapi, kamu bisa menggunakan aplikasi majoo. Dengan majoo, kamu dapat mencatat transaksi, memantau aset, hingga mendapatkan laporan keuangan secara otomatis dalam satu platform terintegrasi. Yuk, kelola bisnismu dengan lebih praktis dan profesional bersama majoo!

 

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
Selamat datang di majoo 👋 Hubungi konsultan kami untuk pertanyaan dan info penawaran menarik
whatsapp logo