Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Fitur
    • Inkaso adalah Layanan Penagihan Piutang. Bagaimana Caranya?

    Inkaso adalah Layanan Penagihan Piutang. Bagaimana Caranya?

    Apa itu inkaso dan fungsinya dalam kegiatan bisnis?

    Banyak sekali istilah dalam dunia perbankan yang sering membuat bingung masyarakat awam. Bukan karena istilah tersebut baru, melainkan karena sosialisasi terhadap layanan tersebut tidak cukup banyak.

    Contohnya saja inkaso. Berapa banyak sih di antara kita semua yang pernah mendengar istilah ini? Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata inkaso adalah salah satu layanan perbankan yang sudah cukup lama digunakan.

    Inkaso atau collection merupakan salah satu layanan jasa perbankan yang membantu nasabah dalam menyelesaikan tagihan atau piutang berupa surat-surat berharga yang belum dibayarkan oleh suatu pihak atau lembaga tertentu.

    Adapun bentuk penagihan tersebut berdasarkan warkat, yaitu dapat berupa cek, giro, wesel, dan surat utang. Dengan kata lain, jika kamu mengalami kesulitan dalam menagih uang? Ajukan layanan jasa inkaso ke bank saja!

    Baca juga: Rekening Giro adalah: Pengertian, Contoh, dan Cara Penarikan

    Dalam artikel kali ini, majoo akan membahas lebih lanjut apa itu inkaso, mekanisme inkaso, jenis-jenis inkaso, serta keuntungan dari menggunakan layanan inkaso.

    Apa itu Inkaso?

    Menurut pakar manajemen perbankan Lukman Dendawijaya (2001), inkaso adalah salah satu jasa yang diberikan oleh bank atas permintaan nasabah untuk melakukan penagihan pembayaran atas dokumen atau surat berharga kepada pihak ketiga di lokasi lain, bisa cabang bank yang bersangkutan atau bahkan pada bank yang lain.

    Sementara itu, menurut guru besar ilmu ekonomi dan manajemen Prof. Dr. Thomas Suyatno mengemukakan bahwa inkaso adalah pemberian kuasa kepada bank oleh perorangan atau perusahaan untuk menagihkan atau meminta akseptasi (persetujuan pembayaran) atau menyerahkan begitu saja kepada pihak tertarik atas surat berharga berbentuk rupiah maupun valas seperti wesel, cek, promissory note dan lain sebagainya di tempat lain baik di dalam negeri maupun luar negeri.

    Singkat kata, inkaso adalah salah satu layanan jasa perbankan yang melibatkan pihak ketiga dalam proses penagihan piutang berupa warkat maupun surat berharga yang tidak kunjung dibayarkan.

    Sebagian masyarakat sering menyamakan inkaso dengan kliring, padahal keduanya berbeda. Kliring adalah layanan perbankan untuk mentransfer aset berupa sejumlah uang dengan nominal besar, sedangkan inkaso adalah layanan bank dalam bentuk penagihan yang dialamatkan kepada pihak tertentu melalui pihak bank.

    Contoh kliring misalnya Surat Bukti Penerimaan Transfer dari Luar Kota, Bilyet Giro (BG) dan Lalu Lintas Giral (LLG). Sementara itu, contoh Inkaso adalah Cek, Bilyet Giro, Wesel, Dividen, dan surat berharga lainnya.

    Baca juga: Mengenal Uang Giral: Jenis dan Kelebihannya

    Jenis-Jenis Inkaso

    Setelah memahami pengertian inkaso dalam dunia perbankan, kamu harus mengetahui jenis-jenis inkaso. Inkaso dibedakan berdasarkan lalu-lintas dana dan jenis transaksi, yaitu:

    a. Berdasarkan Lalu Lintas Dana

    Dalam kategori ini, inkaso terbagi menjadi dua, yaitu inkaso keluar dan inkaso masuk. Dalam inkaso masuk, nasabah menerima sejumlah tagihan surat berharga dari rekeningnya. Sedangkan, inkaso keluar adalah penagihan yang dilakukan oleh bank atas otorisasi nasabah kepada pihak ketiga di luar kota melalui bank cabang sendiri atau bank lain yang ada di luar kota. Inkaso ini nantinya akan dikreditkan ke rekening nasabah pemberi amanat di bank pemrakarsa saat inkaso sudah berhasil.

    b. Berdasarkan Transaksi

    Inkaso berdasarkan jenis transaksi merupakan inkaso yang dilakukan tanpa lampiran dan dengan lampiran berkas. Ada warkat yang tidak memerlukan dokumen seperti cek dan giro. Namun, ada warkat yang harus melampirkan dokumen penting, seperti polis asuransi dan surat berharga lainnya yang disetujui pihak bank.

    Pihak yang Terlibat dalam Inkaso

     Mekanisme inkaso dan jenis-jenisnya


    Dalam melaksanakan inkaso, pihak yang terlibat adalah bank bank pemrakarsa dan bank pelaksana. Berikut ini penjelasannya.

    a. Bank Pemrakarsa

    Bank pemrakarsa inkaso adalah pihak yang bertugas sebagai penerima warkat berupa wesel, giro, cek, maupun surat berharga lainnya dari pihak ketiga yang tertagih. Nantinya bank pemrakarsa akan menerima hasil keuntungan setiap akhir bulan sebesar 50% dari total komisi.

    b. Bank Pelaksana

    Bank pelaksana inkaso adalah pihak yang bertugas untuk melakukan penagihan menggunakan media berupa warkat, seperti cek dan giro kepada pihak ketiga atas perintah dari bank pemrakarsa.

    Mekanisme Inkaso

    Mekanisme untuk menjalankan inkaso terdiri dari tiga jenis. Mekanisme inkaso ini berbeda-beda berdasarkan penerima maupun pengirimnya.

    Berikut ini tiga macam mekanisme inkaso di Indonesia:

    1. Mekanisme Inkaso Via Bank Sendiri

    Dalam mekanisme ini, inkaso dilakukan jika bank tujuan berada di kota yang sama dengan bank pihak pembeli. Layanan ini akan memudahkan nasabah dalam melakukan penagihan, meskipun lokasinya cukup jauh.

    2. Mekanisme Inkaso Via Bank Koresponden

    Jika bank yang ditunjuk untuk melakukan inkaso tidak memiliki cabang di kota yang sama dengan nasabah, maka bank akan bekerja sama dengan bank koresponden. Bank koresponden merupakan bank lain yang diperintahkan untuk melakukan inkaso oleh bank penerima inkaso.

    Proses dalam mekanisme ini terbilang rumit dan cukup memakan waktu yang lama dibanding memakai cabang bank sendiri. Alasannya, inkaso harus masuk terlebih dahulu ke bank lain sebelum ditransfer ke bank yang ditunjuk.

    Baca juga: RTGS adalah Metode Transfer Antar Bank. Apa Contohnya?

    3. Mekanisme Inkaso Antarcabang Bank Sendiri

    Ini merupakan mekanisme inkaso paling mudah dibandingkan dua mekanisme yang telah dijelaskan sebelumnya. Pasalnya, dalam layanan mekanisme inkaso antarcabang bank sendiri menggunakan satu bank induk yang sama dengan lokasi cabang berbeda.

    Contoh Inkaso

    Berikut dua contoh inkaso yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

    Contoh 1

    Mas Daniel merupakan nasabah giro pada Bank BCA cabang Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia memberikan selembar cek giro dengan nominal Rp45 juta dari seorang nasabah di Denpasar untuk dipindahkan ke rekeningnya. Jika komisi yang ditetapkan sebesar 0,25%, berikut perhitungan biaya inkaso.

    Total Warkat

    = Warkat yang diterima - Inkaso

    = Rp45 juta - (Rp45 juta x 0,25%)

    = Rp45 juta - Rp122,5 ribu

    = Rp44,8775 juta

    Jadi, Mas Daniel akan menerima dana inkaso sejumlah Rp44,8775 juta.

    Contoh 2

    Mbak Faiqotul adalah nasabah rekening giro Bank BCA di cabang Yogyakarta. Ia menyerahkan selembar giro yang diterbitkan oleh nasabah Bank Sinarmas cabang Jakarta sebesar Rp45.000.000 untuk ditagih ke cabang Jakarta dan hasilnya dikreditkan ke akunnya. Komisi yang ditetapkan adalah sebesar 0.25%.

    Saat menerima perintah pelaksanaan inkaso, Bank Sinarmas cabang Jakarta akan memesan:

    Kredit: Warkat Inkaso Rp45.000.000,-

    Apabila proses inkaso dinyatakan telah berhasil, maka kemudian akan dilakukan pembayaran kepada nasabah dengan dipotong biaya inkaso. Bank BCA cabang Yogyakarta akan membukukan sebagai berikut:

    Debet : Warkat Inkaso yang Diterima Rp45.000.000,-

    Kredit : Giro tuan A Rp44.877.500,-

    Kredit : Pendapatan komisi inkaso Rp122.500,-

    Kredit : Pendapatan ongkos kawat Rp10.000,-

    Keuntungan Inkaso

    Kenapa sih harus menggunakan inkaso? Berikut beberapa keuntungan inkaso yang didapatkan oleh seorang nasabah.

    1. Hemat Biaya

    Menagih warkat di kota yang berbeda tentunya membutuhkan biaya besar. Oleh karena itu, menggunakan inkaso dapat menjadi solusi karena biayanya lebih kecil jika dibandingkan harus menagih secara mandiri.

    2. Hemat Waktu

    Dengan adanya layanan inkaso, pihak bank yang akan membantu dalam melakukan penagihan. Nasabah hanya tinggal terima beres tanpa harus membuang banyak waktu.

    3. Minim Risiko

    Sebagian besar pengguna inkaso adalah perusahaan dagang yang kerap melakukan pengiriman uang atau melakukan pembayaran dalam jumlah besar. Dengan menggunakan layanan inkaso, transaksi akan sangat aman dari berbagai risiko kejahatan.

    Kesimpulan

    Itu dia ulasan mengenai pengertian inkaso dan contohnya dalam dunia perbankan. Setelah mengenal pengertian inkaso, seharusnya majoopreneur tidak perlu bingung lagi untuk menagih uang di luar kota, karena bank akan menjalankan layanan inkaso hingga dana diterima ke rekening nabasah.

    Karena inkaso mengedepankan efisiensi dan efektivitas, kamu juga harus mengelola bisnismu secara efektif dan efisien. Caranya dengan memanfaatkan aplikasi point of sale (POS) yang lengkap dari majoo. Aplikasi POS majoo akan membantu wirausahawan dalam mengelola kegiatan bisnis sehingga bisa lebih optimal.

    Referensi

    https://accurate.id/ekonomi-keuangan/pengertian-inkaso/

    Sumber Gambar: Freepik

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Marketing Mix 7P: Pentingnya Implementasi Dalam Bisnis
    Strategi marketing mix perlu diimplementasikan oleh perusahaan untuk memenuhi target penjualan produk guna mendapatkan profit yang optimal.
    Bank Garansi adalah: Contoh, Tujuan, Fungsi
    Berbeda dari banyak bank lain yang kita kenal, bank garansi adalah bentuk jaminan dari bank yang bisa dimanfaatkan untuk kembangkan bisnis. Apa maksudnya?
    5 Contoh Surat Pengalaman Kerja
    Bermaksud pindah kerja? Siapkan satu jenis surat penting sebagai penunjangnya. Surat pengalaman kerja biasanya tidak perlu dilampirkan bersama CV.
    Laporan Keuangan Perusahaan Jasa: Kenali Jenis & Contohnya!
    Tak hanya perusahaan dagang, bisnis yang bergerak di sektor jasa pun perlu membuat laporan keuangan perusahaan jasa. Yuk, kenali jenis dan contohnya!