Jasa Pembuatan Aplikasi: Dari Proses hingga Tips Memilihnya

Ditulis oleh Dini N. Rizeki

article thumbnail

Pernah mendengar tentang jasa pembuatan aplikasi? Di era digital ini, aplikasi menjadi salah satu kebutuhan utama bagi berbagai bisnis. Dari perusahaan besar hingga usaha kecil, aplikasi membantu meningkatkan efisiensi, mempermudah komunikasi, dan memperluas jangkauan pasar. 

Namun, tidak semua bisnis memiliki sumber daya atau keahlian untuk membuat aplikasi sendiri. Di sinilah peran jasa pembuatan aplikasi menjadi sangat penting. Artikel ini akan membahas proses pembuatan aplikasi, harga atau tarif yang biasanya dikenakan, serta tips memilih jasa pembuatan aplikasi yang kompeten.

Proses Pembuatan Aplikasi

Membuat aplikasi bukanlah tugas yang sederhana. Kamu membutuhkan perencanaan yang matang, keterampilan teknis, dan pemahaman mendalam tentang kebutuhan aplikasi yang kamu inginkan. Itulah sebabnya, pihak jasa pengembang dibutuhkan. 

Sebagai gambaran, berikut adalah tahapan umum dalam proses pembuatan aplikasi yang sebaiknya kamu pahami.

1. Ideation (Pengembangan Ide)

Tahap pertama yang biasa dilakukan oleh pihak jasa pembuatan aplikasi adalah pengembangan ide. Pada tahap ini, kamu perlu mendefinisikan tujuan aplikasi, target pengguna, dan fitur utama yang ingin disertakan. 

Pertanyaan-pertanyaan seperti:

  • Apa masalah yang ingin dipecahkan oleh aplikasi ini?

  • Siapa yang akan menggunakan aplikasi ini?

  • Fitur apa saja yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pengguna?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini akan menjadi dasar dari konsep aplikasi yang kamu buat. Dengan begitu, pihak yang akan membantu membuat aplikasi bisa mengerti keinginan dan kebutuhanmu.

2. Research (Penelitian)

Tahapan pembuatan aplikasi sangat bergantung pada metode kerja setiap tim. Siapa yang membutuhkan dan siapa yang mengerjakan turut memengaruhi proses ini. 

Misalnya, jika kamu mempercayakan proses tersebut seorang pengembang pemula dan ingin membuat aplikasi mobile untuk kebutuhan pribadi, kamu bisa langsung memulai dengan melakukan penelitian. Tujuannya adalah untuk memahami tampilan dan sistem aplikasi serupa yang ada di pasaran saat ini.

Prosesnya juga bisa menjadi lebih kompleks jika aplikasi yang kamu buat ditujukan untuk kebutuhan bisnis. Kamu perlu melakukan riset kompetitor untuk memastikan bahwa aplikasi bisnismu bisa lebih unggul dibandingkan milik kompetitor yang sudah ada. Hal ini mencakup berbagai aspek, termasuk User Interface (UI) dan User Experience (UX). UI dan UX memainkan peran penting dalam produk digital Anda.

Selain itu, tren penggunaan tools juga perlu kamu teliti. Bukan hanya tools yang paling populer, tetapi juga yang paling sesuai dengan kebutuhan yang berbeda. Jika ada tools lama yang ternyata memiliki performa lebih baik dibandingkan alat baru, sebaiknya kamu gunakan saja. Tidak selalu harus menggunakan yang baru.

3. Requirement Analysis (Analisis Kebutuhan)

Biasanya, setelah mengetahui jenis aplikasi yang ingin dibuat dan memahami tren pasar saat ini, saatnya untuk mendata kebutuhan. Pihak penyedia jasa pembuatan umumnya akan memulai dengan membuat flowchart aplikasi. 

Mereka bisa menggunakan bagan sederhana untuk menentukan berapa banyak halaman yang harus ada dalam aplikasi beserta gambaran kasar fitur-fiturnya.

Kemudian, identifikasi alat yang dibutuhkan. Apakah satu alat sudah cukup, atau perlu beberapa alat untuk mengerjakan bagian yang berbeda. Mereka akan membuat rincian sedetail mungkin mengenai kebutuhanmu sebagai klien, termasuk rencana anggarannya.

Untuk mempercepat proses pada tahap ini, kamu juga bisa ikut memberikan daftar kebutuhan pada pihak penyedia jasa pembuatan. Gunakan daftar pertanyaan untuk mendata kebutuhan secara mendetail tanpa ada yang terlewat. Berikut adalah beberapa contohnya:

  • Apakah kamu memerlukan versi Android dan iOS?

  • Tools apa yang kira-kira akan digunakan pihak penyedia jasa untuk merancang desain aplikasi?

  • Bahasa pemrograman apa yang akan kamu butuhkan untuk membuat aplikasi bisnismu?

  • Tools apa yang akan kamu perlukan untuk database?

  • Metode transfer data apa yang akan kamu perlukan dalam aplikasi?

4. Perancangan (Design)

Setelah pihak jasa pengembang aplikasi berhasil mengembangkan ide dasarnya, langkah berikutnya adalah perancangan. Pada tahap ini, desainer akan membuat wireframe dan mockup untuk menggambarkan tampilan dan navigasi aplikasi. Desain ini sebaiknya user-friendly dan intuitif, sehingga pengguna dapat dengan mudah menggunakan aplikasi tanpa kebingungan.

5. Pengembangan (Development)

Tahap pengembangan adalah kondisi saat ide dan desain diubah menjadi aplikasi yang fungsional. Tahap ini melibatkan penulisan kode (coding) oleh pengembang perangkat lunak. Proses ini dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:

  • Front-end Development: Bagian depan aplikasi yang berinteraksi langsung dengan pengguna, yakni desain UI dan UX.

  • Back-end Development: Bagian belakang aplikasi yang mengelola logika bisnis, basis data, dan integrasi dengan layanan pihak ketiga.

6. Pengujian (Testing)

Setelah pengembangan selesai, aplikasi harus diuji secara menyeluruh untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan baik. Pengujian ini meliputi:

  • Functional Testing: Memastikan setiap fitur bekerja sesuai dengan yang diharapkan.

  • Performance Testing: Memeriksa kinerja aplikasi di berbagai kondisi, seperti saat load tinggi atau koneksi internet yang lambat.

  • Security Testing: Memastikan aplikasi aman dari potensi ancaman dan kerentanan.

7. Deployment dan Peluncuran (Launch)

Setelah tahap pembuatan aplikasi selesai, proses selanjutnya adalah deployment atau implementasi. Pada tahap ini, setelah hasil pengujian menunjukkan kualitas yang baik, kamu dapat langsung meluncurkan (launch) aplikasi tersebut. 

Jika diperlukan, kamu juga dapat mengunggah aplikasi ke Google Play Store atau App Store untuk bisa diunduh oleh pengguna. Alternatifnya, aplikasi juga bisa langsung diinstal pada perangkat pengguna sesuai dengan kebutuhan mereka.

8. Pemeliharaan (Maintenance)

Pekerjaan pihak pengembang atau penyedia jasa pembuatan aplikasi tidak berhenti setelah peluncuran. Aplikasi memerlukan pemeliharaan berkelanjutan untuk memperbaiki bug, meningkatkan kinerja, dan menambahkan fitur baru sesuai dengan umpan balik pengguna. 

Harga atau Tarif Jasa Pembuatan Aplikasi

Harga pembuatan aplikasi dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, termasuk kompleksitas aplikasi, platform yang digunakan, dan pengalaman penyedia jasa. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat memengaruhi harga atau tarif tersebut.

1. Kompleksitas Aplikasi

Aplikasi yang lebih kompleks dengan banyak fitur akan memakan lebih banyak waktu dan sumber daya untuk dikembangkan, sehingga biaya juga akan lebih tinggi. 

Sebagai contoh, aplikasi sederhana dengan fitur dasar mungkin memerlukan biaya yang lebih rendah dibandingkan aplikasi yang membutuhkan integrasi dengan sistem lain, pembayaran online, atau fitur-fitur canggih lainnya.

2. Platform

Harga juga dapat bervariasi tergantung pada platform yang dipilih. Membuat aplikasi untuk satu platform (misalnya, hanya untuk iOS atau Android) biasanya lebih murah daripada membuat aplikasi yang berjalan di kedua platform tersebut. Selain itu, aplikasi web juga bisa menjadi opsi yang lebih terjangkau.

3. Pengalaman Penyedia Jasa

Pengembang atau agen yang memiliki lebih banyak pengalaman dan portofolio yang kuat biasanya akan mengenakan tarif lebih tinggi. Tapi, ini bisa menjadi investasi yang layak karena kamu akan mendapatkan aplikasi berkualitas tinggi yang memenuhi standar industri.

Lantas, berapa estimasi harga pembuatan aplikasi yang perlu kamu keluarkan? Berikut adalah perkiraan biayanya.

1. Aplikasi Keranjang Belanja

Biaya pembuatan aplikasi keranjang belanja berkisar antara Rp5.000.000 hingga Rp 15.000.000. Biasanya juga tersedia paket khusus untuk aplikasi jual beli online B2C yang dimulai dari Rp12.000.000 dan seterusnya.

2. Aplikasi Katalog

Untuk aplikasi katalog, biayanya berkisar antara Rp20.000.000 hingga Rp70.000.000. Tapi ini juga belum harga atau tarif yang final. Semuanya masih bisa berubah tergantung dari faktor-faktor yang disebutkan tadi.

3. Sistem Aplikasi Panggilan dan Pesan

Biaya pembuatan aplikasi sistem panggilan atau pesan berkisar antara Rp3.000.000 untuk aplikasi yang lebih mudah. Tapi bisa mencapai hingga Rp250.000.000 dengan tingkat kerumitan yang lebih tinggi.

4. Aplikasi Game

Bisa dibilang aplikasi game adalah jenis yang biasanya membutuhkan biaya lebih tinggi. Perkiraan dasarnya adalah mulai dari Rp10.000.000 sampai dengan tidak terhingga. 

5. Aplikasi Order Online

Estimasi biaya pembuatan aplikasi order online bervariasi tergantung pada kompleksitas aplikasi, fitur yang diinginkan, dan pengalaman penyedia jasa. Kisarannya adalah di antara Rp75.000.000 hingga Rp750.000.000. 

Tarif paling mahal biasanya dikenakan untuk aplikasi dengan berbagai fitur lanjutan seperti personalisasi pengguna, analitik, rekomendasi produk, chatbot berbasis AI, dan integrasi dengan berbagai API eksternal. Contoh aplikasi order online adalah Gojek dan Grab. 

Tips Memilih Jasa Pembuatan Aplikasi yang Kompeten

Memilih penyedia jasa pembuatan aplikasi yang tepat adalah langkah penting untuk memastikan kesuksesan proyek yang kamu jalankan. Berikut adalah beberapa tips memilih jasa pembuatan aplikasi yang bisa kamu gunakan.

1. Tinjau Portofolio Mereka

Periksa portofolio penyedia jasa pembuatan aplikasi untuk melihat proyek-proyek yang telah mereka kerjakan sebelumnya. Ini akan memberikan gambaran tentang kemampuan mereka dan jenis aplikasi yang dapat mereka buat. 

Sebaiknya pastikan juga bahwa mereka memiliki pengalaman dalam mengembangkan aplikasi serupa dengan yang kamu butuhkan.

2. Baca Ulasan dan Testimoni

Cari ulasan dan testimoni dari klien sebelumnya. Ulasan positif adalah indikator baik bahwa penyedia jasa tersebut dapat dipercaya dan memiliki rekam jejak yang baik dalam memberikan hasil yang memuaskan.

3. Evaluasi Keahlian Teknis

Pastikan kamu memilih penyedia jasa dengan kemampuan teknis yang kamu perlukan untuk bisnismu. Meliputi pemahaman tentang bahasa pemrograman, platform, dan alat pengembangan yang relevan. 

Jangan ragu untuk menanyakan tentang keahlian teknis mereka. Termasuk juga bagaimana mereka berencana mengatasi tantangan yang bisa saja muncul selama proses pengembangan.

4. Komunikasi yang Efektif

Komunikasi yang terjalin dengan baik adalah kunci keberhasilan kerja sama. Pastikan penyedia jasa dapat berkomunikasi dengan jelas dan terbuka tentang kemajuan proyek, tantangan yang dihadapi, dan solusi yang kamu usulkan. 

5. Fleksibilitas dan Adaptabilitas

Dunia teknologi berubah dengan cepat, dan kebutuhan proyek bisnismu juga bisa berubah seiring waktu. Pilih penyedia jasa yang fleksibel dan mampu beradaptasi dengan perubahan yang mungkin terjadi. Mereka harus siap untuk melakukan penyesuaian dan perubahan sesuai dengan umpan balik dan kebutuhanmu.

6. Pertimbangkan Aspek Legal

Pastikan untuk memiliki perjanjian yang jelas dengan penyedia jasa mengenai hak kepemilikan intelektual, kerahasiaan, dan tanggung jawab. Ini akan melindungi kepentingan bisnismu dan memastikan bahwa kamu memiliki kendali penuh atas aplikasi yang dibuat.

7. Perhatikan Harga dan Nilai

Meskipun harga adalah hal yang penting, jangan memilih penyedia jasa hanya berdasarkan biaya terendah. Pertimbangkan nilai yang mereka tawarkan, termasuk kualitas pekerjaan, layanan purna jual, dan dukungan teknis. 

8. Cobalah Komitmen Jangka Pendek Terlebih Dahulu

Jika kamu ragu, mulailah dengan proyek kecil atau fase awal pengembangan aplikasi. Ini akan memberikanmu kesempatan untuk menilai kinerja penyedia jasa sebelum berkomitmen untuk proyek yang lebih besar. Jika hasilnya memuaskan, kamu dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.

9. Evaluasi Dukungan Purna Jual

Pembuatan aplikasi tidak berakhir pada peluncuran. Aplikasi memerlukan pembaruan, perbaikan, dan peningkatan seiring waktu. Pastikan penyedia jasa menawarkan dukungan purna jual yang memadai, termasuk perbaikan bug, pembaruan fitur, dan dukungan teknis lainnya.

Kesimpulan

Jasa pembuatan aplikasi adalah solusi yang tepat bagi kamu dan pebisnis lainnya  yang ingin mengembangkan aplikasi tapi tidak memiliki keahlian teknis internal. Proses pembuatan aplikasi melibatkan beberapa tahapan yang sebaiknya kamu pahami supaya bisa bekerja sama dengan pihak penyedia jasa.

Memilih jasa pembuatan aplikasi yang kompeten pun memerlukan perhatian khusus. Kamu tidak bisa memilihnya sembarangan. Jangan hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga nilai yang ditawarkan oleh penyedia jasa. Dengan mengikuti tips yang telah disebutkan, kamu dapat menemukan penyedia jasa yang tepat untuk memastikan aplikasi milikmu dikembangkan dengan baik dan memberikan nilai tambah bagi bisnismu.


Referensi:

https://mtarget.co/blog/tahap-pembuatan-aplikasi/

https://geekgarden.id/insight/biaya-pembuatan-aplikasi/#

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
Selamat datang di majoo 👋 Hubungi konsultan kami untuk pertanyaan dan info penawaran menarik
whatsapp logo