Jurnal Koreksi Adalah: Pengertian, Manfaat, dan Contoh Penerapannya!

Ditulis oleh Retna Kumalasari

article thumbnail

Tahukah kamu, apa itu jurnal koreksi? Proses pembuatan jurnal koreksi atau correction entry ini akan dilakukan oleh seorang akuntan, jika terdapat pencatatan transaksi yang keliru.

Maka dari itu, pekerjaan menjadi seorang akuntan memiliki tanggung jawab yang cukup besar. Kamu akan dituntut untuk memiliki tingkat kecermatan yang tinggi guna meminimalisir kesalahan dalam proses pencatatannya.

Namun, apa, sih, jurnal koreksi itu? Agar kamu bisa lebih memahaminya, simak penjelasan tentang correction entry ini dalam artikel berikut.

Jurnal Koreksi Adalah

Secara umum, correction entry atau jurnal koreksi adalah jurnal yang dibuat secara khusus apabila terjadi kekeliruan dalam proses pencatatanya. 

Jurnal ini disebut juga sebagai jurnal pembetulan. Sebab, fungsi jurnal koreksi ini memang dibuat untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi, seperti salah dalam mengelompokkan akun atau salah dalam pencatatan nilai.

Melalui jurnal koreksi inilah akuntan perusahaan dapat menghapus atau mengganti nilai yang salah dengan nilai yang tepat, sesuai dengan transaksi yang terjadi di perusahaan.

Baca Juga: Jurnal Umum Adalah Dasar Pencatatan Keuangan Bisnis

Manfaat Jurnal Koreksi

Penggunaan jurnal koreksi juga memiliki manfaat bagi perusahaan, di antaranya adalah:

  1. Mengetahui seluruh histori dari setiap transaksi.

  2. Rangkaian pekerjaan jadi lebih terstruktur dan sistematis.

  3. Membiasakan untuk menyelesaikan pekerjaan secara lebih terstruktur.

  4. Mengajarkan agar teliti dalam melakukan pencatatan transaksi akuntansi dalam perusahaan.

  5. Membantu memperbaiki kesalahan pencatatan agar data yang dihasilkan tidak membingungkan.

Macam-Macam Kesalahan yang Membutuhkan Adanya Jurnal Koreksi

Beberapa jenis kesalahan dalam penulisan jurnal membutuhkan adanya jurnal koreksi untuk memperbaiki pencatatan di dalam akuntansinya. Umumnya, ada dua jenis kesalahan pada pencatatan akuntansi yang wajib dibuatkan jurnal koreksinya, yakni:

Kesalahan dalam Periode Berjalan

Jenis kesalahan yang pertama biasanya terjadi karena adanya kesalahan dalam mengklasifikasikan akun atau pencatatan jumlah ke dalam jurnal.

Kesalahan dalam Periode yang Berbeda

Selanjutnya adalah jenis kesalahan yang terjadi di dalam periode yang berbeda. Jenis kesalahan ini terjadi saat akuntan menemukan kesalahan yang terjadi di periode sebelumnya, tapi terbawa dan baru teridentifikasi di periode selanjutnya.

Biasanya, kesalahan seperti ini terjadi karena dalam akun neraca tidak dilakukan tutup buku, sehingga kesalahan tersebut tidak terkoreksi dan terbawa hingga ke periode selanjutnya.

Baca Juga: Yuk, Intip Cara Membuat dan Contoh Jurnal Penyesuaian!

Seorang akuntan perlu memiliki ketelitian dan kecermatan yang tinggi untuk mencatat transaksi perusahaan.

Langkah Pembuatan Jurnal Koreksi

Ada tiga langkah yang perlu kamu lakukan untuk membuat jurnal koreksi, yakni:

Pembuatan Jurnal penghapusan

Pertama-tama, buatlah jurnal penghapusan untuk menghapus jurnal yang salah sebelumnya. Cara menghapusnya adalah dengan membalik posisi saldo dan akun yang dibuat.

Pembuatan Jurnal Sebenarnya

Tahap selanjutnya adalah dengan membuat jurnal yang benar. Tuliskan ke dalam jurnal, akun dan saldo yang sesuai dengan transaksi perusahaan.

Pembuatan Jurnal Koreksi

Langkah ketiga adalah menggabungkan jurnal penghapusan dengan jurnal sebenarnya. Dua langkah di atas perlu kamu tandingkan agar menghasilkan jurnal koreksi.

Seluruh proses pembuatan jurnal ini bisa kamu lakukan dengan cara manual maupun menggunakan bantuan software aplikasi.

Contoh Jurnal Koreksi

Agar kamu lebih mudah memahami jurnal koreksi ini, perhatikan contoh jurnal koreksi di bawah ini.

Contoh 1:

PT Bumi Arya membeli barang dagangan secara tunai kepada supplier sejumlah Rp50.000.000. Akan tetapi, akuntan perusahaan tersebut keliru saat melakukan pencatatan transaksi menjadi pembelian peralatan kantor.


Dengan adanya kesalahan penulisan ini, akuntan perlu membuat jurnal koreksi yang akan memperbaiki kesalahan penulisan di atas.


Agar dapat menghasilkan jurnal koreksi, kamu perlu mengombinasikan kedua jenis jurnal di atas. Adapun bentuk kombinasi keduanya adalah sebagai berikut:

Aplikasi Akuntansi

Contoh 2:

PT Sinar Surya perlu melakukan pembayaran gaji salah satu pegawainya sebesar Rp2.000.000. Setelah dilakukan pengecekan, terdapat kesalahan dalam penulisan jurnal transaksinya. 

Di dalam jurnal tersebut, nominal yang dicatat seharusnya adalah sebesar Rp2.000.000, akan tetapi yang tercatat hanya sebesar Rp1.800.000.

Oleh sebab itu, ditemukan kekurangan dalam pencatatan tersebut sebesar Rp200.000. Lantas, bagaimana pembuatan jurnal koreksinya?


Berdasarkan kesalahan yang terjadi, maka tahapan dalam pembuatan jurnal koreksinya adalah sebagai berikut:


Untuk memperbaiki kesalahan pencatatan tersebut, kamu perlu memperhatikan perbedaan jumlah transaksi pada jurnal yang benar dengan yang salah. Perbedaan ini yang perlu ditambahkan pada catatan kekurangan dalam jurnal. 


Penutup

Bagaimana? Apakah informasi di atas cukup bisa menjelaskan apa yang dimaksud dengan jurnal koreksi

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa jurnal koreksi atau correction entry adalah jenis jurnal yang dibuat dalam kasus tertentu, untuk memperbaiki jurnal akuntansi yang telah dibuat sebelumnya. Biasanya, jurnal yang harus diperbaiki merupakan jurnal yang dalam pencatatannya terjadi kesalahan.

Kesalahan dalam pencatatan jurnal ini sangat mungkin terjadi di dalam suatu perusahaan. Terlebih, jika akuntan yang perusahaan tersebut miliki, tidak begitu teliti dalam melakukan pencatatan.

Pasalnya, kesalahan dalam pencatatan ini dapat memengaruhi aspek lain yang ada pada keuangan perusahaan. Maka dari itu, akuntan perusahaan akan dituntut untuk memiliki kecermatan dan ketelitian yang baik untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.

Nah, jika kamu ingin mempermudah kerja akuntan di perusahaan, sudah saatnya perusahaan yang kamu kelola beralih menggunakan aplikasi POS majoo. Aplikasi ini mempunyai banyak sekali fitur dan layanan yang dapat membantu proses pengelolaan bisnis kamu.

Salah satu fitur andalan majoo adalah aplikasi akuntansi. Dengan fitur ini, kamu tidak perlu lagi melakukan pencatatan seluruh transaksi secara manual. Sebab, majoo akan menyediakan laporan transaksi secara otomatis dari seluruh operasional bisnis.

Aplikasi ini juga akan sangat membantu meminimalisir kesalahan penulisan yang terjadi, jika dikerjakan secara manual. Menariknya lagi, aplikasi ini bisa kamu akses secara online dan juga real time. Kelola bisnis akan jauh lebih mudah bersama majoo. Yuk, coba majoo sekarang!



Sumber: 

  1. https://konsultanku.co.id/blog/apa-itu-jurnal-koreksi--manfaatnya--dan-contoh-penyusunannya

  2. https://www.jurnal.id/id/blog/2018-cara-membuat-jurnal-koreksi

  3. https://accurate.id/akuntansi/pengertian-jurnal-koreksi-dan-perbedaannya-jurnal-penyesuaian/

  4. https://mekari.com/blog/cara-membuat-jurnal-koreksi/

  5. https://blog.investree.id/bisnis/jurnal-koreksi-pengertian-contoh-dan-cara-membuatnya/

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
majoo logo circle

Silakan Isi data diri di bawah Ini untuk terhubung dengan majooCare

+62
whatsapp logo