Make to Order (MTO) dalam Manufaktur Modern Adalah Definisi, Contoh, Kelebihan dan Kekurangan

Penulis Annisa Nur Indriyanti
30 September 2025

article thumbnail

Dalam dunia manufaktur modern, persaingan semakin ketat dan kebutuhan konsumen kian beragam. Perusahaan tidak lagi bisa hanya mengandalkan strategi produksi massal yang menumpuk barang di gudang. Salah satu pendekatan yang kini semakin banyak digunakan adalah make to order atau MTO. Sistem ini memungkinkan perusahaan untuk memproduksi barang hanya ketika ada pesanan, bukan berdasarkan perkiraan permintaan.

Pendekatan semacam ini menjadi solusi yang tepat di tengah tren konsumen yang semakin menginginkan produk personal dan sesuai kebutuhan. Untuk memahami lebih jauh, mari kita bahas secara menyeluruh mengenai apa itu make to order (MTO?), bagaimana proses produksinya, contoh penerapannya dalam bisnis, hingga kelebihan dan kekurangannya jika diterapkan dalam industri modern.

Apa Itu Make to Order (MTO?)

Secara sederhana, make to order adalah metode produksi yang hanya dilakukan ketika ada pesanan dari pelanggan. Artinya, perusahaan tidak memproduksi barang terlebih dahulu lalu menunggu pembeli, melainkan menunggu permintaan datang baru kemudian memulai proses produksi.

Sistem ini banyak digunakan pada produk yang membutuhkan kustomisasi atau yang memiliki variasi tinggi. Misalnya, industri otomotif yang menawarkan opsi warna dan fitur sesuai keinginan pembeli, atau bisnis percetakan yang baru mencetak brosur ketika ada order dengan desain spesifik. Konsep ini menjadi semakin relevan karena masyarakat kini lebih menyukai produk yang dibuat sesuai kebutuhan mereka, bukan barang massal seragam.

Proses Produksi Make to Order

Alur produksi MTO jelas berbeda dengan metode tradisional seperti make to stock (MTS). Dalam MTS, barang diproduksi lebih dulu lalu disimpan di gudang, sedangkan dalam MTO produksi baru dimulai setelah ada pesanan.

Alur umumnya adalah: pelanggan melakukan pemesanan → perusahaan menyiapkan perencanaan produksi → bahan baku diadakan jika diperlukan → proses produksi berjalan → produk selesai dan dikirim ke pelanggan.

Rantai proses ini memang membuat waktu tunggu lebih lama, tetapi hasilnya benar-benar sesuai dengan kebutuhan pembeli.

Contoh Bisnis dengan Model MTO

Ada banyak industri yang mengadopsi model MTO. Beberapa contoh nyata bisa dilihat dalam:

  • Otomotif: Mobil baru dengan pilihan warna, interior, hingga fitur khusus biasanya dibuat setelah pesanan dikonfirmasi.

  • Fashion: Butik dan desainer kerap menggunakan model ini karena setiap pelanggan bisa memesan busana sesuai ukuran dan gaya yang diinginkan.

  • F&B: Restoran atau katering hanya memproduksi menu sesuai pesanan, bukan memasak dalam jumlah banyak tanpa kepastian pembeli.

  • Teknologi: Produsen komputer custom build yang memungkinkan pelanggan memilih spesifikasi hardware sesuai kebutuhan.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa sistem MTO dapat digunakan baik dalam skala besar maupun skala kecil, dari perusahaan multinasional hingga UMKM.

Kelebihan MTO dalam Dunia Industri

Menggunakan strategi make to order memberikan sejumlah keuntungan. Perusahaan bisa lebih hemat biaya penyimpanan karena tidak perlu menimbun stok barang. Produk juga menjadi lebih personal karena disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, yang pada gilirannya meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen.

Kelebihan lain adalah efisiensi modal. Dana perusahaan tidak terjebak dalam stok barang yang belum tentu laku, melainkan bisa dialihkan untuk keperluan operasional lain. Selain itu, sistem ini membantu mengurangi limbah karena tidak ada produk berlebih yang menumpuk di gudang.

Kekurangan dan Tantangan MTO

Namun, MTO bukan tanpa kelemahan. Salah satu kekurangan yang paling sering dikeluhkan adalah waktu tunggu yang lebih lama. Karena produksi baru dimulai setelah ada order, pelanggan tidak bisa langsung mendapatkan barang seperti pada sistem MTS.

Selain itu, keberhasilan MTO sangat bergantung pada rantai pasok bahan baku. Jika bahan sulit didapatkan, proses produksi bisa terhambat. Biaya produksi juga cenderung lebih tinggi karena jumlah produksi biasanya lebih kecil dibandingkan massal. Tidak ketinggalan, kompleksitas operasional juga meningkat karena perusahaan harus bisa mengelola setiap pesanan secara detail.

Perbandingan MTO vs Make to Stock (MTS)

Jika dibandingkan dengan make to stock, MTO jelas berbeda dalam pendekatan. MTS lebih cocok untuk produk kebutuhan massal dengan permintaan stabil, misalnya barang kebutuhan sehari-hari yang diproduksi dalam jumlah besar lalu disimpan di gudang.

Sebaliknya, MTO lebih tepat digunakan untuk produk kustom atau bernilai tinggi, di mana konsumen bersedia menunggu demi mendapatkan barang sesuai keinginan. Jadi, MTS menawarkan kecepatan ketersediaan, sementara MTO menawarkan personalisasi dan efisiensi persediaan.

Apakah MTO Cocok untuk Bisnis Anda?

Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah model ini cocok diterapkan dalam bisnis tertentu. Jawabannya tentu bergantung pada jenis usaha yang dijalankan. Jika produk Anda memiliki variasi tinggi, membutuhkan kustomisasi, atau bernilai cukup besar, MTO bisa menjadi strategi efektif.

Namun, untuk produk yang memiliki permintaan stabil dan perputaran cepat, MTS mungkin lebih efisien. Bahkan, beberapa bisnis menggabungkan kedua pendekatan ini: sebagian produk dibuat untuk stok, sementara varian premium atau khusus diproduksi berdasarkan pesanan.

Dari uraian di atas, jelas bahwa make to order adalah strategi produksi yang semakin relevan di era manufaktur modern. Sistem ini memungkinkan bisnis menekan risiko stok berlebih, memberikan produk lebih personal, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Meski begitu, MTO tetap memiliki tantangan, terutama terkait waktu tunggu dan manajemen operasional yang lebih kompleks.

Untuk bisa sukses menerapkan MTO, perusahaan perlu dukungan sistem yang rapi dalam pencatatan pesanan, pengelolaan bahan baku, hingga laporan keuangan. Di sinilah aplikasi seperti majoo bisa menjadi mitra andal. Dengan fitur pencatatan otomatis, manajemen stok, dan laporan real-time, majoo membantu pelaku usaha menjalankan model make to order dengan lebih efisien.

Jika Anda ingin membawa bisnis menuju level yang lebih modern dan kompetitif, mulailah gunakan majoo sekarang. Dengan manajemen yang terintegrasi, Anda bisa lebih fokus pada inovasi produk dan kepuasan pelanggan tanpa khawatir akan kerumitan administrasi.






Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
Selamat datang di majoo 👋 Hubungi konsultan kami untuk pertanyaan dan info penawaran menarik
whatsapp logo