solusi

Merger: Menilik Pengertian, Manfaat, dan Contohnya

Merger adalah penggabungan dua perusahaan atau lebih menjadi sebuah entitas perusahaan baru

 

Beberapa dari kamu mungkin pernah mendengar istilah merger. Sebagian di antara kamu bahkan mungkin pernah melaksanakan merger. Akan tetapi, pasti tidak sedikit juga yang masih asing dengan istilah ini.

 

Kalaupun kamu sudah sering mendengar istilahnya, barangkali belum benar-benar memahami pengaplikasiannya di dalam bisnis. Nah, kali ini mari kita kupas tuntas tentang pengertian merger serta berbagai aspek yang menyertainya!

Memahami pengertian merger

Secara sederhana, merger adalah dua atau lebih perusahaan dengan skala yang sama memutuskan untuk bergabung menjadi sebuah entitas baru. Dalam penggabungan ini, perusahaan-perusahaan bersepakat untuk melakukan transfer kepemilikan.

 

Pemindahan kepemilikan tersebut dapat dilakukan dengan pembayaran tunai ataupun transfer saham. Dengan kata lain, kedua perusahaan yang melakukan merger melepaskan sahamnya, kemudian menerbitkan saham baru sebagai perusahaan baru.

 

Istilah merger sering tertukar dengan akuisisi. Padahal, pengertian merger dan akuisisi sama sekali berbeda. Ketika sebuah perusahaan mengambil alih perusahaan lain dan menyatakan diri sebagai pemilik baru, inilah yang disebut dengan akuisisi.

Alasan dilakukannya merger

Setiap langkah bisnis tentu didasari oleh alasan tertentu, apalagi keputusan besar seperti merger. Umumnya, merger dilakukan karena beberapa alasan di bawah ini.

 

1. Mencapai sinergi

Merger adalah salah satu cara untuk mencapai sinergi. Pasalnya, setelah merger, perusahaan bisa mendatangkan keuntungan yang lebih besar bagi para pemegang saham.

 

Apabila dapat bekerja dengan kompak, sinergi akan tercapai sehingga mendorong meningkatnya nilai bisnis sebuah perusahaan hasil merger.

 

Selain sinergi pendapatan yaitu bertambahnya revenue karena ekspansi pasar, diversifikasi produk, dan lain sebagainya, perusahaan merger juga dapat mendorong terbentuknya sinergi biaya.

 

Entitas perusahaan baru bisa mengeluarkan biaya lebih rendah berkat proses merger. Mengapa demikian? Karena skala ekonomi perusahaan mungkin meningkat, perusahaan jadi mempunyai akses terhadap teknologi tertentu, ataupun kemungkinan eliminasi biaya tertentu.

 

2. Menekan risiko dari diversifikasi

Pada titik tertentu, perusahaan perlu melakukan diversifikasi, baik diversifikasi produk maupun operasional. Sayangnya, langkah diversifikasi tidak bisa dilaksanakan begitu saja sebab risiko kerugian yang ditanggung perusahaan umumnya tidak kecil.

 

Misalnya, perusahaan X sudah lekat dengan citra produk tertentu. Namun, penjualan produk tersebut sudah mulai stagnan sebab sudah mencapai titik akhir dalam life cycle produk sehingga perlu melakukan diversifikasi. Tidak menutup kemungkinan diversifikasi dari produk tersebut kurang diminati oleh konsumen.

 

Nah, merger menjadi salah satu strategi manajemen risiko saat perusahaan akan melakukan diversifikasi. Setelah merger, perusahaan dapat lebih leluasa menjalankan diversifikasi dengan memasuki pasar baru atau menawarkan produk baru.

 

3. Mengakuisisi aset

Dalam perkembangan bisnis, terlebih pada era digital, perusahaan mulai harus berpacu dengan kemajuan teknologi. Sayangnya, tidak semua perusahaan bisa memiliki teknologi yang dibutuhkan.

 

Saat sebuah perusahaan mempunyai teknologi tertentu yang dibutuhkan oleh perusahaan lainnya, biasanya langkah merger menjadi tawaran yang berlaku di atas meja.

 

Jika merger tersebut terjadi, kemungkinan kebutuhannya memang mutual. Perusahaan A ingin mengakuisisi aset berupa teknologi yang dimiliki perusahaan B, sedangkan perusahaan B mungkin membutuhkan akses terhadap market yang lebih besar dan sudah dimiliki oleh perusahaan A.

 

Meskipun aset teknologi sering kali menjadi alasan dua buah perusahaan melakukan merger, tetapi tentu teknologi bukanlah satu-satunya aset yang dicari. Sebuah perusahaan bisa memberikan tawaran merger kepada perusahaan target demi mengakuisisi aset apa pun yang mungkin sulit dimiliki tanpa proses merger.


Merger sering kali dilakukan untuk memperoleh akses terhadap market yang lebih besar

 

4. Memperbesar kapasitas finansial

Persoalan finansial perusahaan memang kerap menjadi latar belakang bagi berbagai keputusan penting, tidak terkecuali merger. Untuk menyelamatkan situasi keuangan yang kurang baik, merger dapat menjadi solusi.

 

Namun, tidak harus sebuah perusahaan ada di posisi keuangan yang tidak baik terlebih dahulu untuk melakukan merger. Sebagai contoh, jika perusahaan ingin memperbesar kapasitas produksi yang sudah pasti perlu kapasitas finansial lebih besar, merger juga layak dipertimbangkan.

 

5. Penyesuaian pajak

Ada perusahaan yang memiliki kewajiban pajak cukup besar. Di sisi lain, terdapat perusahaan dengan kompensasi atas kerugian pajak yang juga cukup besar.

 

Nah, bila kedua perusahaan tersebut bergabung akan dilakukan konsolidasi untuk total kewajiban pajaknya. Biasanya, perhitungan hasil akhir pajak yang wajib dibayarkan akan lebih kecil dibandingkan saat masing-masing perusahaan berdiri secara mandiri.

 

Manfaat merger

Kedua perusahaan bersedia bergabung menjadi sebuah entitas baru tentu karena ada keuntungan yang diperoleh. Jika tidak, masing-masing perusahaan pasti lebih memilih beroperasi secara independen saja.

 

Sebetulnya, apa saja sih manfaat merger yang bisa dirasakan oleh perusahaan?

 

1. Meningkatkan market share

Market share adalah persentase penjualan yang diperoleh sebuah perusahaan pada sektor industri tertentu. Angka market share didapatkan dengan menghitung penjualan perusahaan dalam periode waktu tertentu dibandingkan dengan total penjualan sektor industri tersebut.

 

Dengan demikian, setiap perusahaan memiliki market share tersendiri. Saat dua perusahaan bergabung, maka perusahaan gabungannya akan memiliki market share yang lebih besar daripada masing-masing perusahaan tersebut.

 

2. Menurunkan biaya operasional

Ada berbagai strategi yang bisa ditempuh perusahaan untuk menekan biaya operasional. Salah satunya dengan membeli bahan baku dalam jumlah besar sehingga mendapat potongan harga dari pemasok.

 

Pembelian bahan baku dalam jumlah besar erat sekali kaitannya dengan kapasitas produksi serta kapasitas finansial sebuah perusahaan. Sebab itu, merger adalah salah satu cara untuk menekan biaya operasional melalui perbesaran kapasitas finansial dan produksi.

 

3. Mencegah replikasi dan eliminasi kompetitor

Sudah bukan rahasia lagi, dalam sebuah sektor industri, beberapa perusahaan mungkin memproduksi produk yang serupa atau bahkan sama dengan produk yang kamu tawarkan.

 

Kamu memang sulit mengontrol munculnya replikasi atau duplikasi produk, tetapi kamu bisa mencegahnya dengan merger. Jika kamu bergabung dengan perusahaan yang memproduksi produk serupa, secara tidak langsung kamu telah mengeliminasi kompetitor.

 

4. Ekspansi bisnis ke area baru

Banyak perusahaan ingin memperluas bisnisnya. Jika memungkinkan, tentu setiap perusahaan ingin bisnisnya tersebar di sebanyak mungkin daerah. Sayangnya, tidak semua perusahaan mempunyai resource memadai untuk menjalankan perluasan bisnis.   

 

Ketika kamu ingin ekspansi ke daerah baru, merger dengan perusahaan yang telah beroperasi di daerah tersebut bisa menjadi pertimbangan. Dengan begitu, kamu jadi memiliki sumber daya mumpuni untuk mulai beroperasi di area baru tersebut.

 

5. Menghindari kebangkrutan

Jika bisnis terus-menerus mengalami kerugian, pailit atau kebangkrutan merupakan kenyataan pahit yang tidak terhindarkan. Sebelum bisnis ditutup akibat bangkrut, sebaiknya kamu mempertimbangkan untuk merger dengan perusahaan yang memiliki kapasitas finansial lebih baik.      


Contoh merger

Baik perusahaan berskala besar maupun usaha kecil dan menengah dapat melakukan merger bila langkah tersebut diperlukan. Namun, untuk melihat dampak positif merger, mari kita melihat contoh merger pada perusahaan-perusahaan yang sudah mapan.

 

1. Bank Syariah Indonesia

Keputusan merger yang masih hangat baru saja terjadi pada awal 2021. Proses merger ini melibatkan tiga bank BUMN besar yaitu BRI Syariah, Bank Mandiri Syariah, dan BNI Syariah.

 

Ketiga entitas bank milik pemerintah tersebut bergabung menjadi Bank Syariah Indonesia dengan total aset lebih dari 240 triliun.

 

2. Toyota Astra Motor

Kamu pasti familier dengan Toyota, salah satu importir kendaraan dengan produk unggulannya MPV yang banyak diminati di Indonesia.  

 

Sesungguhnya Toyota yang kamu kenal saat ini merupakan merger dari empat perusahaan, yakni PT Toyota Astra Motor, PT Toyota Mobilindo, PT Multi Astra, serta PT Toyota Engine Indonesia.

 

3. PT Lippo Karawaci

Lippo group bisa dikatakan salah satu contoh merger perusahaan yang sangat sukses. PT Lippo Karawaci merupakan gabungan dari delapan perusahaan yang beberapa namanya pasti tidak asing di telingamu.

 

Kedelapan perusahaan tersebut adalah PT Lippo Karawaci, PT Lippo Land Development, PT Aryaduta Hotels, PT Siloam Healthcare, PT Sumber Waluyo, PT Kartika Abdi Sejahtera, PT Metropolitan Tatanugraha, dan PT Anaggadipa Berkat Mulia. 


Upcoming Event

Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

Lihat semua event

Download Majalah

Cover majalah wirausaha Indonesia
Lihat semua edisi

Related Article

Apa itu Revenue? Apa Beda Revenue dan Income?

Revenue adalah hasil dari kegiatan operasional suatu bisnis atau perusahaan. Apa beda revenue dan income?

Definisi Perencanaan Usaha dan Manfaatnya Bagi Pebisnis

Penting adanya bagi pebisnis untuk membuat perencanaan usaha agar bisnisnya lebih terorganisir untuk mencapai target-target dan tujuan lainnya.

Kegiatan Distribusi: Tujuan, dan Manfaatnya dalam Bisnis

Kegiatan distribusi adalah kegiatan yang menggabungkan produksi dan konsumsi. Apa saja contoh, tujuan, dan manfaat kegiatan produksi tersebut?

Pengertian Manajemen Operasional, Fungsi, serta Contohnya

Supaya aktivitas bisnis dapat berjalan efektif dan efisien, kamu perlu menerapkan manajemen operasional.
Whatsapp